Daftar Review

Selasa, 09 Juli 2013

Thalita - Stephanie Zen


Judul               :  Thalita
Pengarang      : Stephanie Zen
Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal              : 272 halaman
Sinopsis :
Thalita baru saja masuk SMA, dan ortunya nggak mengizinkan dia masuk ke SMA tempat Andra, mantannya, bersekolah. Itu karena Andra junkie, dan ortu Thalita nggak mau ambil risiko anaknya ikut terjerumus ke dunia drugs. Sebenarnya Thalita masih sayang sama Andra, tapi ia kecewa lantaran Andra nggak mau menuruti permintaannya untuk ikut rehab. Ia akhirnya memutuskan Andra dan masuk SMA yang ditunjuk ortunya.
Sayang, Andra ternyata nggak begitu sdaja mau melepas Thalita. Ia terus memohon supaya mereka balikan. Thalita dilema, tapi ia tahu, demi kebaikannya sendiri, ia nggak boleh balikan lagi sama Andra.
Di sekolahnya yang baru, Thalita bertemu Darren, cowok yang dingin setengah mati sama cewek. Itu lantaran Darren pernah dikecewakan Cheryl, cewek yang dicintainya habis- habisan tapi lebih memilih hidup dalam dunia hedonis, termasuk berkubang dalam drugs.
Thalita dan Darren, yang terpaksa melepas dua orang yang mereka sayangi karena narkoba, akhirnya merasa cocok satu sama lain. Dan berkat Tatyana, adik Darren, yang menjodoh- jodohkan mereka, Thalita dan Darren akhirnya jadian.
Semua terasa sempurna saat ini. Tapi, bagaimana jika Cheryl kembali?

Review :
Melepaskan orang yang kita cintai bukanlah hal yang mudah. Ada pepatah mengatakan, butuh waktu sehari untuk mencintaimu, tapi untuk melupakanmu butuh waktu seumur hidupku. Begitulah yang dialami oleh Thalita. Ia sangat mencintai Andra. Namun hubungan mereka harus kandas saat memasuki SMA. Orangtua Thalita tidak menyetujui hubungan mereka karena Andra seorang pecandu narkoba. Setelah menimbang- nimbang, Thalita memutuskan Andra. Orangtuanya benar. Ia bisa saja ikut terjerumus ke dunia narkotika kalau ia pacaran dengan seorang pecandu.
Thalita sudah pernah membujuk hingga memohon kepada Andra agar direhab, tapi cowok itu tidak mau. Selama ini Thalita juga sudah bersabar hingga sekarang. Saatnya ia melepas Andra. Namun cowok itu minta balik tapi belum memenuhi syarat dari Thalita, yaitu berhenti (baca : berhenti menggunakan narkoba).
Thalita sedih sekali. Ia mencoba untuk melupakan Andra namun tidak bisa. Di saat ia kehilangan Andra, sosok Darren datang dan mengisi hari- hari Thalita. Darren juga yang membantu Thalita untuk bangkit dari rasa kehilangan. Awalnya Thalita tidak bisa menerima Darren. Selain masih teringat dengan Andra, ia juga canggung karena saat itu ia masih sepakat dengan Tatyana, adik Darren, untuk mendekati Darren. Tapi setelah kesepakatan itu dihapus, ia malah lebih dekat dengan Darren. Ditambah Darren yang sangat memerhatikannya.
Ternyata tidak hanya Thalita, Darren pun memiliki masa lalu yang hampir sama. Bedanya, Darren ditolak oleh cinta pertamanya, Cheryl, karena Darren menolak untuk ikut ngedrugs. Sejak itu cowok ganteng idolah sekolah ini menjadi dingin terhadap cewek.  Dengan Thalita lah ia merasa ‘hidup’ kembali.
Hari- hari mereka menjadi penuh warna seperti remaja lainnya. Hingga Cheryl kembali dan meminta kesempatan kedua kepada Darren karena ia mengaku ia sudah bersih (bukan lagi pecandu). Darren goyah. Jauh di lubuk hatinya, cinta pertamanya tidak akan bisa ia lupakan.
Siapakah yang dipilih Darren? Thalita atau Cheryl? Bagaimana keduanya menghadapi situasi yang sudah berubah? Ikuti kisah selengkapnya di Thalita.



Novel kedua Mbak Stephanie yang saya baca setelah One Last Chance. Saya masih menyukai gaya penulisannya. Ceritanya dapat saya ikuti dengan baik. Meski tema yang disajikan masih seputar percintaan remaja, kali ini disisipi dengan tokoh yang berhubungan dengan drugs (nilai plusnya : mengingatkan kita agar sadar bahaya narkoba), saya masih tertarik untuk baca sampai bagian terakhir.
Terutama bagian menceritakan awal Thalita masuk SMA. Ini mengingatkan saya pada masa itu juga. Aroma bangku sekolah yang baru dicat, suasana kelas dan teman baru, juga setiap guru yang memasuki kelas. *uuggh..malah curcol*
Darren menjadi tokoh yang charming sekaligus nyebelin bagi saya. Di awal cerita, ia datang pada Thalita dan memperlakukan gadis itu dengan begitu manisnya, lalu setelah Cheryl kembali..yah..bisa ditebak, cara Darren menunjukkan perasaannya, boleh langsung baca novelnya, he he..
Secara keseluruhan, novel ini okelah. Konfliknya juga tidak berlebihan beratnya sehingga feel roman remajanya masih dapat. Bagi teman- teman pecinta teenlit, novel ini boleh menjadi pilihan. Selamat membaca J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar