Daftar Review

Senin, 18 September 2017

Love O2O - Gu Man

Judul                : Love O2O (微微一笑很倾城)
Pengarang       : Gu Man (顾漫)
Penerbit          : Haru
Tebal               : 434 halaman
Sinopsis :
Zhen Shui Wu Xiang : Wei Wei, datanglah ke Pulau Putus Cinta! Kita akan bercerai.

Semuanya dimulai dari permintaan cerai dari suami virtual Bei Wei Wei di sebuah game online dunia persilatan. Bagi cewek ini, pernikahan di game online adalah sebuah permainan yang tidak nyata. Jadi, meski permintaan cerai itu mengejutkan, Wei Wei tidak ambil pusing.

Sialnya, para pemain lain mengira Wei Wei dimakan api cemburu saat melihat mantan suaminya menikahi Xiao Yu Yao Yao – cewek tercantik di game online. Pasalnya, tiba- tiba karakter Wei Wei di game tersebut ‘menyerang’ pesta pernikahan mantan suaminya.

Saat Wei Wei kebingungan, Yi Xiao Nai He, pemain berlevel tinggi yang dijuluki ‘dewa’, tiba- tiba meminta Wei Wei menikahinya.
Semuanya ini hanya permainan, tapi mengapa Wei Wei merasakan sesuatu yang berbeda?

Review :

Wei Wei entah harus merasa bersyukur atau merana saat diceraikan oleh Zhen Shui Wu Xiang. Setelah diceraikan, Tuan Dewa – Yi Xiao Nai He – menikahinya. Keduanya merupakan gamer tangguh di dunia mereka. Bersama Tuan Dewa, pernikahan Wei Wei terasa nyata. Teman- teman satu kamar asrama Wei Wei malah menganggap bahwa teman mereka tengah jatuh cinta.

Kabar baiknya, suatu hari Nai He mengajak bertemu. Betapa kagetnya Wei Wei karena Nai He tenyata adalah Xiao Nai, kakak kelas idolanya, tepatnya idola para cewek kampus. Walau awalnya hubungan mereka agak kikuk, keduanya akrab dengan cepat karena mereka memiliki beberapa kesamaan. Secara spontan, Nai He mengajak Wei Wei berpacaran. Tanpa perlu diiyakan, Wei Wei bersedia.

Saudara- saudara Nai He di dunia persilatan juga adalah teman sekamar Nai He. Mereka juga cepat akrab dengan Wei Wei. Semuanya sangat mendukung hubungan kakak ketiga mereka dengan kakak ipar ketiga karena ini kali pertama Tuan Dewa berpacaran.

Sabtu, 02 September 2017

Money, Love, Happiness - Awie Awan

Judul               : Money, Love, Happiness
Pengarang      : Awie Awan
Penerbit         : Sheila (imprint Penerbit Andi)
Tebal              : 186 halaman

Sinopsis :
Lisa merasa sistem manajemen yang ia tawarkan lebih baik dari milik ayahnya. Hal itu sering memicu pertengkaran di antara mereka berdua karena perbedaan prinsip dan pandangan.
Sampai suatu hari, pertengkaran dia dan ayahnya menjadi semakin hebat, membuat Lisa akhirnya memilih untuk keluar dari perusahaan ayahnya. Ia berjanji akan membuktikan pada ayahnya kalau ia bisa sukses dengan caranya sendiri.
Ia pun bergabung dalam sebuah bisnis MLM. Dalam waktu singkat, Lisa mendapatkan banyak promosi. Namun, ia merasa belum cukup karena masih banyak target yang ingin dicapai.
Sang Ayah menyuruh Lisa untuk kembali ke perusahaannya karena melihat Lisa bekerja terlalu keras di luar sana. Bagaimanapun, sang Ayah mengkhawatirkan keadaan Lisa. Namun, Lisa enggan untuk kembali.
Suatu malam, dalam sebuah event besar, Lisa mendapatkan promosi posisi yang cukup bergengsi. Pencapaian tersebut membuatnya mendapatkan popularitas, uang banyak, dan tiket ke Eropa.
Namun, di saat yang sama, ia harus kehilangan orang- orang yang dicintainya, keluarga, sahabat, dan pacarnya, karena selama ini ia tidak menyediakan cukup waktu untuk bersama mereka.

Review :

Saat kita berupaya sebaik mungkin dan mengeluarkan ide- ide yang kita anggap bisa memajukan perusahaan namun ditolak oleh atasan, dan selalu begitu, rasanya pasti sangat kecewa. Begitulah yang dirasakan oleh Lisa. Yang membuatnya lebih kecewa lagi, atasannya adalah ayahnya sendiri. Bawahannya pun seolah tidak menghormatinya. Lisa memutuskan untuk keluar dari perusahaan ayahnya dan hidup mandiri.

Namun mencari pekerjaan di zaman sekarang tidaklah mudah. Saat ia sudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya,  ternyata Rado, pacarnya, bekerja di belakang. Lisa pun memutuskan untuk keluar dari pekerjaan barunya ini karena tidak mau ada embel- embel koneksi yang melekat padanya.

Selasa, 18 Juli 2017

Accidental Father - Dahlian

Judul               : Accidental Father
Pengarang      : Dahlian
Penerbit         : Roro Raya Sejahtera (Imprint Twigora)
Tebal              : 424 halaman

Sinopsis :

Love is hard as hell, and relationship is a nightmare.

Dominique memutuskan untuk menutup rapat- rapat hatinya dari cinta. Dia kini hanya mendambakan anak, tapi tidak menginginkan suami. Meskipun terdengar absurd, di dalam kepala perempuan itu malah terasa sangat masuk akal. Dia hanya perlu mencari ‘calon ayah’ yang potensial, hamil, lalu membesarkan anak itu seorang diri. Dan ketika bertemu dengan Reynand, Dominique sadar dirinya sudah menemukan kandidat yang tepat.

Hamil di luar nikah jelas adalah aib besar bagi nama baik keluarga Reynand. Selain itu, di mata laki- laki itu, orang yang memutuskan untuk lepas dari tanggung jawab dan membiarkan darah dagingnya sendiri menjadi anak haram tak lebih dari seorang pengecut. Namun ketika memutuskan untuk melamar Dominique…dia langsung ditolak mentah- mentah saat itu juga.

Reynand langsung memikirkan strategi baru: dia harus membuat Dominique jatuh cinta padanya. Dia sadar ini adalah misi yang sulit, mengingat perempuan itu membangun dinding tinggi dan kokoh di sekitar dirinya. Namun perasaan sayang yang meluap- luap pada Dominique dan anak yang dikandungnya membuatnya enggan untuk lekas menyerah. Mampukah Reynand menaklukan perempuan berhati sekeras karang itu? Berhasilkah Reynand membuat Dominique menyadari bahwa cinta bukan sekadar emosi, melainkan juga janji untuk menjaga hati satu sama lain?

Review :

Dominique ingin memiliki anak namun tidak mau terikat dalam komitmen. Trauma masa lalu masih melekat padanya. Perjalanan cintanya tidak pernah mulus. Sekali kekasih yang amat dicintainya meninggal dalam kecelakaan. Ia juga pernah dikhianati. Pacarnya berselingkuh, dengan wanita yang ia kenal pula. Sungguh ia tidak ingin terluka untuk kali ketiga.

Minggu, 09 April 2017

Sleepaholic Jatuh Cinta - Astrid Zeng

Judul               : Sleepaholic Jatuh Cinta
Pengarang      : Astrid Zeng
Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal              : 248 halaman

Sinopsis :
Tecla menggantikan kakaknya, Tatiana, untuk menjadi asisten pribadi Philip, calon suami sang kakak. Rupanya, Philip menjadi mimpi buruk bagi Tecla. Segala yang dilakukannya selalu salah di mata pria itu. Philip pun terpaksa menahan kesabaran untuk tidak memecat calon adik iparnya yang tukang tidur itu.

Tecla bertekad untuk membuktikan bahwa Philip tidak layak untuk Tatiana. Kecurigaan Tecla makin menjadi saat ia mendapati Philip mendesak Tatiana segera menikah. Tecla yakin, Philip punya maksud terselubung.

Namun, saat Philip resmi melamar Tatiana, Tecla mulai merasa gundah karena muncul bibit cemburu di hatinya. Ia sudah jatuh cinta. Tecla tidak mau lagi dekat- dekat pria itu demi mencari informasi apakah pria itu layak dicintai kakaknya. Namun, hatinya menginginkan sebaliknya, mendambakan pria itu untuk dirinya sendiri.

Review :

Rasanya sangat menjengkelkan saat diminta bekerja di hari libur. Itulah yang dirasakan oleh Tecla. Saat itu ia baru tiba di Jakarta dan langsung diminta bekerja oleh calon kakak ipar yang menjadi atasannya, Philip. Namun bukan Tecla namanya kalau ia bisa diperlakukan semena- mena.

Tecla merupakan perempuan yang berani. Ia tidak segan mengungkapkan kekesalannya di hadapan Philip. Sejak awal ia sudah membenci pria itu dan di waktu senggangnya ia selalu menelepon Tatiana, kakaknya yang akan menikah dengan Philip, untuk memberitahukan segala kekejaman yang Philip lakukan kepadanya.

Tentu saja Philip mengetahui hal ini. Ia hanya berusaha menahan amarahnya untuk tidak memecat Tecla. Tak jarang Philip dan Tecla terlibat adu mulut. Mulai dari penampilan Tecla yang sangat tidak profesional sebagai asisten pribadi Philip hingga hal- hal remeh lainnya yang selalu bisa menyulut pertengkaran mereka.

Tecla memang sosok yang cuek. Ia memakai kaus dan ransel usang ke kantor.  Ia juga membawa serta Mimi, bonekanya yang kumal yang biasa ia gunakan untuk menemaninya tidur. Ya, Tecla adalah seorang tukang tidur dan bisa tidur di mana saja. Bahkan ia pernah ketiduran saat bekerja dan air liurnya menetes mengenai kertas hasil cetakan email Philip.

Pertengkaran dan hari- hari yang mereka lewati tanpa sadar mendekatkan keduanya. Tecla menyadari bahwa ia sudah jatuh cinta pada Philip. Hubungan Philip dengan kakaknya, Tatiana terasa tidak benar karena Philip menyembunyikan fakta dibalik hubungannya dengan Tatiana. Tatiana juga terlihat tidak benar- benar mencintai Philip. Begitu pula sebaliknya.

Namun mereka tetap pada keputusan mereka untuk menikah. Ketika Philip memberitahu Tecla mengenai tanggal pernikahannya dengan Tatiana, hati Tecla remuk. Sanggupkah ia berhadapan dengan Philip ke depannya? Apa yang akan dilakukan oleh Tecla ikuti kisah kocak Tecla dan Philip dalam Sleepaholic Jatuh Cinta.

Y

Sleepaholic Jatuh Cinta merupakan novel Mbak Astrid kedua yang saya baca setelah Bella and The Beast. Tecla membuat saya gemas di saat- saat tertentu tapi saya juga menyukainya. Bayangkan saja Philip yang perfeksionis dan gila kerja memiliki asisten yang cuek dan selalu mengantuk setiap saat seperti Tecla. Belum lagi pendapat mereka selalu bertentangan. Lengkap sudah.

Membaca novel ini membuat saya tertawa sendiri. Ngakak deh di beberapa bagian pokoknya. Apalagi saat Philip dan Tecla berdebat. XD Kehadiran Mimi juga memberi warna pada buku ini. Ya, Mimi si boneka kumal yang awalnya sangat dibenci oleh Philip namun secara ajaibnya mampu menjadi obat tidurnya Philip. Ha ha. Penulis mampu banget merangkai kata- kata menjadi kalimat- kalimat yang enak dibaca. 4 dari 5 untuk Tecla si tukang tidur ^^

Sabtu, 25 Maret 2017

Aku dan Buku Untuk Indonesia


Salah satu hal yang saya tunggu saat tahun ajaran baru tiba – selain suasana baru – adalah buku baru. Di sekolah saya dulu, murid- murid yang membayar uang buku bacaan akan mendapatkan buku bacaan di hari pertama sekolah. Saya bukan salah satu di antara mereka. Ketika teman sebangku saya mendapatkan bukunya, saya meminjam kemudian mencatat judulnya untuk kemudian dibeli di luar. Agak repot, tapi lebih hemat. Selain itu, ada keseruan tersendiri saat hunting buku.

Saya bersyukur karena setiap tahun ajaran baru masih berkesempatan untuk memakai buku baru. Saya selalu menyukai aroma buku baru. Setelah tahun ajaran berakhir, bukunya disimpan untuk kemudian dipakai oleh adik saya. Dan beberapa juga ada yang dipakai oleh sepupu saya jika buku pada tahun ajaran berikutnya masih tidak diganti dan masih dalam kurikulum yang sama. Buku yang paling saya sukai waktu itu adalah buku Bahasa Indonesia karena banyak cerita di dalamnya.

Seiring berjalannya waktu, saya menemukan hobi baru, yaitu membaca novel. Sayangnya uang jajan yang waktu itu pas- pasan membuat saya tidak bisa membeli novel. Salah satu alternatifnya adalah meminjam dari kawan. Atau kalau tidak, menumpang baca di toko buku yang ada di mal dan menabung dulu lalu dibelikan novel saat ada diskonan.

Setelah tamat SMA, saya mulai kuliah sambil bekerja. Rasanya senang sekali karena sudah memiliki penghasilan sendiri. Hobi membaca saya mulai tersalurkan. Saya bisa membeli novel- novel kesukaan saya dan mulai mengoleksi novel hingga sekarang.

Sejak melihat deretan novel yang tertata rapi di rak, saya jadi ingin kepikiran untuk membuka perpustakaan. Hanya saja, impian untuk memiliki perpustakaan masih belum kesampaian. Semoga suatu hari nanti bisa ya ^^ Nah, saat mendengar program dari BCA yang bertemakan #BukuUntukIndonesia, saya sangat bersemangat. Kegiatan ini merupakan program dari Bakti BCA yang mengumpulkan paket buku dari masyarakat Indonesia untuk kemudian dibagikan kepada teman- teman kita yang membutuhkan. Paket buku dimulai dari Rp 100.000,- hingga Rp 350.000,-. Teman- teman yang berminat bisa berbagi melalui bukuuntukindonesia.bca.co.id (yang akan di-link ke blibli.com) ataupun datang langsung ke BCA cabang terdekat.


Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki tingkat literasi yang rendah. Budaya membaca belum tertanam pada anak- anak Indonesia. Padahal dengan membaca, kita bisa memperoleh ilmu dan informasi yang luas sehingga bisa lebih mengenal dunia. Oleh karena itu, mari kita dorong dan bantu anak Indonesia untuk menjadi lebih baik dengan saling berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Bersama kita ciptakan generasi muda yang lebih baik. Because sharing is caring and together we can create a better generation Y

Senin, 23 Januari 2017

Angel in The Rain - Windry Ramadhina

Judul                     : Angel in The Rain
Pengarang          : Windry Ramadhina
Penerbit              : GagasMedia
Tebal                     : 460 halaman

Sinopsis :
Ini kisah tentang keajaiban cinta.
Tentang dua orang yang dipertemukan oleh hujan. Seorang pemuda lucu dan seorang gadis gila buku yang tidak percaya pada keajaiban.
Di Charlotte Street London, mereka bertemu, tetapi kemudian berpisah jalan.
Ketika jalan keduanya kembali bersilangan, sayangnya luka yang mereka simpan mengaburkan harapan. Ketika salah seorang percaya akan keajaiban cinta, bahwa luka dapat disembuhkan, salah seorang lainnya menolak untuk percaya.
Apakah keajaiban akan tetap ada jika hati kehilangan harapan? Apakah mereka memang diciptakan untuk bersama meski perpisahan adalah jalan yang nyata :
Review :
Gilang merupakan seorang editor yang mengejar cinta sahabatnya, Ning, ke London. Sayangnya cinta itu tidak sampai karena Ning sudah memiliki pria yang ia cintai. Gilang hancur. Setibanya di Jakarta ia bagaikan robot dan terus- menerus menutup diri dari sahabat- sahabatnya.

Sedangkan Ayu adalah seorang penulis terkenal dari Jakarta. Ia lari ke London untuk mengobati luka hatinya. Kemudian mereka bertemu – tepatnya dipertemukan oleh Goldilocks – begitulah Gilang menyebut malaikat berpayung merah itu.

Pertemuan pertama berlanjut ke pertemuan berikutnya hingga mereka kembali ke tanah air. Selalu ada hujan yang menyertai pertemuan mereka. Dan itu diatur oleh Goldilocks. Gilang percaya pada keajaiban yang melekat pada payung merah pemberian sang malaikat. Ayu, sebaliknya, sudah enggan memercayai cinta. Pria yang dicintainya menikah dengan kakaknya walau sudah pernah ditinggalkan oleh kakaknya.

Ayu dan Gilang mencurahkan perasaan mereka melalui tulisan- tulisan di blog mereka. Ketika Ayu akhirnya tahu bahwa Gilang pernah mencintai Ning, ia menganggap Gilang mungkin masih menyimpan perasaan pada Ning. Jalan mana yang Ayu pilih? Apakah Gilang akan memperjuangkan hubungan mereka? Ikuti kisah mereka dalam Angel in The Rain.

Ú

Angel in The Rain menjadi penantian panjang bagi pembaca London: Angel. Saya salah satunya. Jadi, saat dapat info dari Mamak tentang ebook yang lagi didiskon di Play Store, saya semangat sekali ketika menemukan ebook Angel in The Rain terpampang dengan harga miring. BBI-ers Medan pada beli dan akhirnya jadilah proyek baca dan posting bareng.

Membaca novel ini awalnya – jujur – terasa berat. Rasanya saya malas untuk melanjutkan. Tapi disanalah kekuatan posbar. Ha ha ha.. Jadinya saya lanjut baca dan semakin dibaca semakin mengalir ceritanya. Alurnya sendiri maju mundur dengan sudut pandang Goldilocks yang bercerita.

Kisah cinta Gilang dan Ayu terjawab di novel ini. Baik hubungan mereka setelah kembali dari London juga masa lalu Ayu yang menyebabkan gadis itu pindah dari rumahnya sendiri dan tidak peduli terhadap kakaknya. Tak lupa Afternoon Tea yang menjadi kedai kue yang selalu didatangi Ayu. Yang sudah baca Walking After You pasti tahu kedai kue ini.

Goldilocks seolah bercerita langsung kepada pembaca. Dan panggilan untuk pembacanya adalah Sayang. Saya agak gimana gitu ya saat bacanya. Hehe.. Ceritanya juga ditulis dengan gaya yang sendu dan melankolis. Mungkin karena hujan dan keajaiban yang menjadi inti cerit. Saat hujan turun itulah saya menikmati kalimat demi kalimat sendu itu. Khas Mbak Windry. Saat para tokoh sedang dalam kondisi senang atau bahagia, rasanya kalimat sendu itu terlalu berat.


Novel ini bukan novel favorit saya. Saya pribadi lebih menyukai London: Angel (mungkin waktu itu sehabis baca jadi baper sehingga reviewnya nggak jadi- jadi padahal filenya masih ada di desktop >.<) Teman- teman yang penasaran dengan kelanjutan kisah pemuda lucu dan gadis gila buku kita bisa baca dan mengenal mereka lebih jauh dalam novel ini. Karena belum lengkap rasanya kalau sudah baca London: Angel tapi belum baca lamjutannya. Selamat membaca J

Karena ini adalah proyek baca dan posting bareng, yuk baca juga ulasan BBI-ers Medan yang lain di :

Senin, 02 Januari 2017

The Ho[s]tel - Ariy dan Sony

Judul               : The Ho[s]tel
Pengarang       : Ariy dan Sony
Penerbit           : B First
Tebal               : 190 halaman

Sinopsis :
Petualangan menarik  ternyata tidak hanya bisa kita dapat dari sebuah perjalanan, melainkan juga dari tempat kita istirahat & melepas lelah. Ariy, seorang travel writer dan Sony, akademisi penikmati traveling membuktikannya.
Berbagai kejadian “tak biasa” kerap menghampiri mereka ketika menginap di hotel maupun hostel. Hingga akhirnya mereka percaya setiap pintu penginapan adalah gerbang untuk memasuki pengalaman yang tidak terduga.
Yuk, buka pintu The Ho[s]tel! Temukan petualangan seru, sial, dan aneh yang mereka alami.

Review :
Tak dapat dipungkiri bahwa tempat menginap selalu menjadi pertimbangan dalam agenda traveling. Sony lebih sering mengunjungi tempat- tempat di kawasan Eropa dan Australia, tempat menginap pun lebih sering di hotel – walaupun terkadang dia menginap juga di hostel. Sedangkan Ariy lebih sering berpergian ke negara- negara di benua Asia dan lebih sering menginap di hostel ketimbang hotel.

Keduanya lalu memutuskan untuk membagi pengalaman mereka menginap di hotel dan hostel yang tertulis dalam buku ini. Buku ini dibagi menjadi dua bagian, Hotel dan Hostel. Tidak hanya pengalaman menyenangkan , tetapi pengalaman kurang mengenakkan hingga pengalaman yang menyeramkan juga dialami oleh penulis.

Seperti Sony yang ‘hampir’ mandi berjamaah di hostel di Picadilly, Ariy yang mendapatkan kamar dengan harga murah yang sayangnya memiliki sejarah yang seram, hingga dituduh mencuri asbak hotel. Semuanya mereka rangkum dalam buku ini.

Dari pengalaman yang dibagi melalui The Ho[s]tel, pembaca akan lebih teliti dan lebih aware saat menentukan tempat menginap saat traveling nanti. Apalagi saya berencana untuk menginap di hostel untuk perjalanan selanjutnya, jadinya bisa lebih selektif dan lebih rajin googling mengenai informasi hostel yang akan saya tempati.

Membaca buku ini  juga membuat saya teringat perjalanan saya ke Jogja beberapa bulan silam, saat saya memesan kamar sebuah guesthouse yang akhirnya membuat saya ketakutan dan segera check out dari guesthouse tersebut. Memang ada saja kejadian yang akan kita temui selama perjalanan kita. Oleh karena itu, sebagai traveler, kita harus selalu bersiap akan segala kemungkinan yang akan terjadi. Perjalanan tidak melulu tentang hal- hal indah, namun pengalaman- pengalaman tak terduga yang kita dapatkan akan membuat perjalanan kita lebih bermakna. Selamat berpetualang ^^