Daftar Review

Sabtu, 25 Maret 2017

Aku dan Buku Untuk Indonesia


Salah satu hal yang saya tunggu saat tahun ajaran baru tiba – selain suasana baru – adalah buku baru. Di sekolah saya dulu, murid- murid yang membayar uang buku bacaan akan mendapatkan buku bacaan di hari pertama sekolah. Saya bukan salah satu di antara mereka. Ketika teman sebangku saya mendapatkan bukunya, saya meminjam kemudian mencatat judulnya untuk kemudian dibeli di luar. Agak repot, tapi lebih hemat. Selain itu, ada keseruan tersendiri saat hunting buku.

Saya bersyukur karena setiap tahun ajaran baru masih berkesempatan untuk memakai buku baru. Saya selalu menyukai aroma buku baru. Setelah tahun ajaran berakhir, bukunya disimpan untuk kemudian dipakai oleh adik saya. Dan beberapa juga ada yang dipakai oleh sepupu saya jika buku pada tahun ajaran berikutnya masih tidak diganti dan masih dalam kurikulum yang sama. Buku yang paling saya sukai waktu itu adalah buku Bahasa Indonesia karena banyak cerita di dalamnya.

Seiring berjalannya waktu, saya menemukan hobi baru, yaitu membaca novel. Sayangnya uang jajan yang waktu itu pas- pasan membuat saya tidak bisa membeli novel. Salah satu alternatifnya adalah meminjam dari kawan. Atau kalau tidak, menumpang baca di toko buku yang ada di mal dan menabung dulu lalu dibelikan novel saat ada diskonan.

Setelah tamat SMA, saya mulai kuliah sambil bekerja. Rasanya senang sekali karena sudah memiliki penghasilan sendiri. Hobi membaca saya mulai tersalurkan. Saya bisa membeli novel- novel kesukaan saya dan mulai mengoleksi novel hingga sekarang.

Sejak melihat deretan novel yang tertata rapi di rak, saya jadi ingin kepikiran untuk membuka perpustakaan. Hanya saja, impian untuk memiliki perpustakaan masih belum kesampaian. Semoga suatu hari nanti bisa ya ^^ Nah, saat mendengar program dari BCA yang bertemakan #BukuUntukIndonesia, saya sangat bersemangat. Kegiatan ini merupakan program dari Bakti BCA yang mengumpulkan paket buku dari masyarakat Indonesia untuk kemudian dibagikan kepada teman- teman kita yang membutuhkan. Paket buku dimulai dari Rp 100.000,- hingga Rp 350.000,-. Teman- teman yang berminat bisa berbagi melalui bukuuntukindonesia.bca.co.id (yang akan di-link ke blibli.com) ataupun datang langsung ke BCA cabang terdekat.


Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki tingkat literasi yang rendah. Budaya membaca belum tertanam pada anak- anak Indonesia. Padahal dengan membaca, kita bisa memperoleh ilmu dan informasi yang luas sehingga bisa lebih mengenal dunia. Oleh karena itu, mari kita dorong dan bantu anak Indonesia untuk menjadi lebih baik dengan saling berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Bersama kita ciptakan generasi muda yang lebih baik. Because sharing is caring and together we can create a better generation Y

Senin, 23 Januari 2017

Angel in The Rain - Windry Ramadhina

Judul                     : Angel in The Rain
Pengarang          : Windry Ramadhina
Penerbit              : GagasMedia
Tebal                     : 460 halaman

Sinopsis :
Ini kisah tentang keajaiban cinta.
Tentang dua orang yang dipertemukan oleh hujan. Seorang pemuda lucu dan seorang gadis gila buku yang tidak percaya pada keajaiban.
Di Charlotte Street London, mereka bertemu, tetapi kemudian berpisah jalan.
Ketika jalan keduanya kembali bersilangan, sayangnya luka yang mereka simpan mengaburkan harapan. Ketika salah seorang percaya akan keajaiban cinta, bahwa luka dapat disembuhkan, salah seorang lainnya menolak untuk percaya.
Apakah keajaiban akan tetap ada jika hati kehilangan harapan? Apakah mereka memang diciptakan untuk bersama meski perpisahan adalah jalan yang nyata :
Review :
Gilang merupakan seorang editor yang mengejar cinta sahabatnya, Ning, ke London. Sayangnya cinta itu tidak sampai karena Ning sudah memiliki pria yang ia cintai. Gilang hancur. Setibanya di Jakarta ia bagaikan robot dan terus- menerus menutup diri dari sahabat- sahabatnya.

Sedangkan Ayu adalah seorang penulis terkenal dari Jakarta. Ia lari ke London untuk mengobati luka hatinya. Kemudian mereka bertemu – tepatnya dipertemukan oleh Goldilocks – begitulah Gilang menyebut malaikat berpayung merah itu.

Pertemuan pertama berlanjut ke pertemuan berikutnya hingga mereka kembali ke tanah air. Selalu ada hujan yang menyertai pertemuan mereka. Dan itu diatur oleh Goldilocks. Gilang percaya pada keajaiban yang melekat pada payung merah pemberian sang malaikat. Ayu, sebaliknya, sudah enggan memercayai cinta. Pria yang dicintainya menikah dengan kakaknya walau sudah pernah ditinggalkan oleh kakaknya.

Ayu dan Gilang mencurahkan perasaan mereka melalui tulisan- tulisan di blog mereka. Ketika Ayu akhirnya tahu bahwa Gilang pernah mencintai Ning, ia menganggap Gilang mungkin masih menyimpan perasaan pada Ning. Jalan mana yang Ayu pilih? Apakah Gilang akan memperjuangkan hubungan mereka? Ikuti kisah mereka dalam Angel in The Rain.

Ú

Angel in The Rain menjadi penantian panjang bagi pembaca London: Angel. Saya salah satunya. Jadi, saat dapat info dari Mamak tentang ebook yang lagi didiskon di Play Store, saya semangat sekali ketika menemukan ebook Angel in The Rain terpampang dengan harga miring. BBI-ers Medan pada beli dan akhirnya jadilah proyek baca dan posting bareng.

Membaca novel ini awalnya – jujur – terasa berat. Rasanya saya malas untuk melanjutkan. Tapi disanalah kekuatan posbar. Ha ha ha.. Jadinya saya lanjut baca dan semakin dibaca semakin mengalir ceritanya. Alurnya sendiri maju mundur dengan sudut pandang Goldilocks yang bercerita.

Kisah cinta Gilang dan Ayu terjawab di novel ini. Baik hubungan mereka setelah kembali dari London juga masa lalu Ayu yang menyebabkan gadis itu pindah dari rumahnya sendiri dan tidak peduli terhadap kakaknya. Tak lupa Afternoon Tea yang menjadi kedai kue yang selalu didatangi Ayu. Yang sudah baca Walking After You pasti tahu kedai kue ini.

Goldilocks seolah bercerita langsung kepada pembaca. Dan panggilan untuk pembacanya adalah Sayang. Saya agak gimana gitu ya saat bacanya. Hehe.. Ceritanya juga ditulis dengan gaya yang sendu dan melankolis. Mungkin karena hujan dan keajaiban yang menjadi inti cerit. Saat hujan turun itulah saya menikmati kalimat demi kalimat sendu itu. Khas Mbak Windry. Saat para tokoh sedang dalam kondisi senang atau bahagia, rasanya kalimat sendu itu terlalu berat.


Novel ini bukan novel favorit saya. Saya pribadi lebih menyukai London: Angel (mungkin waktu itu sehabis baca jadi baper sehingga reviewnya nggak jadi- jadi padahal filenya masih ada di desktop >.<) Teman- teman yang penasaran dengan kelanjutan kisah pemuda lucu dan gadis gila buku kita bisa baca dan mengenal mereka lebih jauh dalam novel ini. Karena belum lengkap rasanya kalau sudah baca London: Angel tapi belum baca lamjutannya. Selamat membaca J

Karena ini adalah proyek baca dan posting bareng, yuk baca juga ulasan BBI-ers Medan yang lain di :

Senin, 02 Januari 2017

The Ho[s]tel - Ariy dan Sony

Judul               : The Ho[s]tel
Pengarang       : Ariy dan Sony
Penerbit           : B First
Tebal               : 190 halaman

Sinopsis :
Petualangan menarik  ternyata tidak hanya bisa kita dapat dari sebuah perjalanan, melainkan juga dari tempat kita istirahat & melepas lelah. Ariy, seorang travel writer dan Sony, akademisi penikmati traveling membuktikannya.
Berbagai kejadian “tak biasa” kerap menghampiri mereka ketika menginap di hotel maupun hostel. Hingga akhirnya mereka percaya setiap pintu penginapan adalah gerbang untuk memasuki pengalaman yang tidak terduga.
Yuk, buka pintu The Ho[s]tel! Temukan petualangan seru, sial, dan aneh yang mereka alami.

Review :
Tak dapat dipungkiri bahwa tempat menginap selalu menjadi pertimbangan dalam agenda traveling. Sony lebih sering mengunjungi tempat- tempat di kawasan Eropa dan Australia, tempat menginap pun lebih sering di hotel – walaupun terkadang dia menginap juga di hostel. Sedangkan Ariy lebih sering berpergian ke negara- negara di benua Asia dan lebih sering menginap di hostel ketimbang hotel.

Keduanya lalu memutuskan untuk membagi pengalaman mereka menginap di hotel dan hostel yang tertulis dalam buku ini. Buku ini dibagi menjadi dua bagian, Hotel dan Hostel. Tidak hanya pengalaman menyenangkan , tetapi pengalaman kurang mengenakkan hingga pengalaman yang menyeramkan juga dialami oleh penulis.

Seperti Sony yang ‘hampir’ mandi berjamaah di hostel di Picadilly, Ariy yang mendapatkan kamar dengan harga murah yang sayangnya memiliki sejarah yang seram, hingga dituduh mencuri asbak hotel. Semuanya mereka rangkum dalam buku ini.

Dari pengalaman yang dibagi melalui The Ho[s]tel, pembaca akan lebih teliti dan lebih aware saat menentukan tempat menginap saat traveling nanti. Apalagi saya berencana untuk menginap di hostel untuk perjalanan selanjutnya, jadinya bisa lebih selektif dan lebih rajin googling mengenai informasi hostel yang akan saya tempati.

Membaca buku ini  juga membuat saya teringat perjalanan saya ke Jogja beberapa bulan silam, saat saya memesan kamar sebuah guesthouse yang akhirnya membuat saya ketakutan dan segera check out dari guesthouse tersebut. Memang ada saja kejadian yang akan kita temui selama perjalanan kita. Oleh karena itu, sebagai traveler, kita harus selalu bersiap akan segala kemungkinan yang akan terjadi. Perjalanan tidak melulu tentang hal- hal indah, namun pengalaman- pengalaman tak terduga yang kita dapatkan akan membuat perjalanan kita lebih bermakna. Selamat berpetualang ^^

[RC] Read A Pile Project 2017


Selamat Tahun Baru 2017 untuk kita semua ❤

Tahun sebelumnya merupakan tahun yang berat bagi saya untuk membaca, terlebih mereview buku yang telah saya baca. Nggak tahu kenapa nggak mood banget. Baca pun hanya sekadar memenuhi target baca yang telah diset sebelumnya dan review hanya untuk ‘bertahan hidup’ di blog. Miris banget ya >,<

Jadi, di tahun baru ini, dengan semangat yang menggebu- gebu, minat baca juga tengah meluap- luap *abaikan saya yang lebay* saya memutuskan untuk lebih aktif membaca dan mereview. Resolusi yang bagus menurut saya, asalkan saja tidak macet di tengah jalan. Semoga lancar dan konsisten sampai akhir tahun ya ^^

Blog Bebi yang sudah lama banget nggak dikunjungi pun saya buka dan saya menemukan reading challenge (selain Goodreads) yang bisa membantu saya mengurangi timbunan saya. Namanya Read A Pile Project 2017 yang diselenggarakan oleh Mbak Nina Ridyananda dari thebookaddictdiaries

Sesuai namanya, RC ini akan memotivasi kita untuk menyikat timbunan- timbunan buku yang kita miliki. Ada levelnya juga lho. Saya ambil level Silver (21-40 books) dulu. Syukur- syukur bisa nambah ya. He he..

Untuk mengetahui detail ikutan RC ini, teman- teman bisa langsung main ke blognya Mbak Nina J Selamat membaca di 2017 :D

Kamis, 01 Desember 2016

Backpackneymoon: Travel With The One You Love - Susan Natalia Poskitt

Judul                     : Backpackneymoon
Pengarang          : Susan Natalia Poskitt
Penerbit              : B First
Tebal                     : 210 halaman

Sinopsis :
Biasanya, honeymoon selalu diidentikkan dengan menginap di hotel berbintang 5 dan bersantai di pantai. Namun, Susan dan Adam (@pergidulu) memilih untuk menciptakan konsep honeymoon yang berbeda. Backpackneymoon, demikianlah istilah yang mereka buat, terinspirasi dari honeymoon ala backpacking.

Selain traveling menggunakan backpack, campervan pun dipilih sebagai sarana transportasi sekaligus akomodasi. Unsur backpacking yang diambil adalah menekan bujet supaya bisa traveling (dalam hal ini honeymoon) lebih lama. Jika biasanya honeymoon hanya berkisar antara beberapa hari sampai seminggu, mereka menjalaninya selama dua bulan. Tujuan yang dipilih pun bukanlah pantai dengan suasana tropis, melainkan negara yang sedang mengalami musim dingin, Australia dan Selandia Baru.

Mereka telah membuktikan dedikasi mereka sebagai pasangan traveler pertama yang mampu menggabungkan catatan perjalanan berbumbu romansa (yang nggak bikin enek!), disertai panduan dan bujet terlengkap. Harapannya, siapa pun bisa menikmati dan terinspirasi ikut ber-backpackneymoon. Tak selalu harus ke luar negeri, buku ini mendorongmu untuk melakukan eksplorasi sesuai minat, waktu, dan bujet yang dimiliki. Jadi, tunggu apa lagi? Start planning your own backpackneymoon trip today! J

Review :
Punya rencana untuk mengunjungi Selandia Baru? Ingin mencoba menjelajah dengan bebas tanpa terikat itinerary dan jadwal? Teman- teman wajib baca buku ini kalau iya. Bersama suaminya, Adam, Susan mengeksplorasi Selandia Baru dengan campervan. Mereka menyewa dari perusahaan internasional yang ada di Australia dan Selandia Baru. Pilihan campervan-nya pun dijabarkan dalam buku ini.

Susan berbagi tips dan informasi- informasi penting yang teman- teman butuhkan selama berkeliling di Selandia Baru dengan lengkap beserta rincian biayanya. Tentu saja biayanya tergantung kebutuhan dan pengeluaran teman- teman. Tapi setidaknya dengan adanya rincian yang diberikan, kita jadi tahu perkiraan dana yang diperlukan untuk mengunjungi negeri burung kiwi itu.

Lokasi- lokasi yang dikunjungi Susan dan Adam merupakan kawasan alam. Ya, Selandia Baru memang menawarkan wisata alam yang sangat menggugah, dimulai dari danau, gletser, taman nasional, hingga kolam pemandian air panas yang dikelola dengan sangat baik.



Kelebihan dari buku ini yang saya suka adalah gaya menulis Mbak Susan yang sangat menarik untuk diikuti. Jadi saat membaca tidak terasa bosan ataupun jadi bete karena foto- fotonya tidak berwarna dan warna jingga yang mendominasi. Infonya yang lengkap juga akan sangat membantu backpacker yang ingin berwisata ke Selandia Baru. Sejak membaca buku ini, saya rajin mengunjungi website pergidulu. Hehe.

Acara bulan madu tidak monoton dan malah seru karena kita bisa bebas tanpa harus terikat jadwal. Apalagi jika memiliki waktu panjang seperti Susan dan Adam, pasti puas deh. Hanya saja untuk menyewa campervan di Selandia Baru dan Australia, penyewa wajib memiliki SIM Internasional. Harga sewanya pun bervariasi dari van  sederhana hingga van mewah.


Saya tidak bisa me-review dengan detail karena pastinya akan jauh lebih seru kalau teman- teman baca sendiri ya. Buku ini sudah selesai saya baca beberapa bulan yang lalu tapi sampai sekarang masih saja tetap semangat kalau lihat buku ini dan semakin kepingin mengunjungi Selandia Baru – alasan awal saya beli buku ini. Penasaran dan ingin lebih banyak mendapatkan informasi mengenai wisata alam di Selandia Baru? Ikuti petualangan seru Susan-Adam dalam Backpackneymoon. Selamat membaca ^^

Minggu, 09 Oktober 2016

Jualan Novel : Edisi Pindah Bacaan

Belakangan ini rasanya saya mulai jenuh kalau baca novel. Entah itu karena ekspektasi saya terlalu tinggi atau karena memang yah hanya karena sedang malas saja. Hmm.. Ternyata nggak sepenuhnya itu juga. saya mulai menemukan jenis bacaan yang baru bagi saya, yaitu travelogue.

Di saat pembaca- pembaca lain sudah heboh- hebohan dan ngikutin serial travelogue ini itu, saya baru memulai. Ha ha. Memang lah saya ini. Saya pun mulai berburu travelogue. Saat melihat kembali rak buku saya yang isinya fiksi roman semua dan meja saya yang berantakan, novel berserakan di mana- mana (jangan ditiru) saya memutuskan untuk mencari rumah baru bagi novel- novel saya.

Proses paling  berat adalah memilih novel mana saja yang akan dijual. Sebagian saya pertahankan karena memang penulis favorit saya dan ada yang merupakan novel edisi tanda tangan penulis. Sebagian lagi saya jual karena pasti tidak akan saya baca (kalap waktu beli akhirnya jadi timbunan abadi :p). Dengan terjualnya novel- novel ini, saya jadi bisa membeli travelogue baru ^^
Berikut ini daftarnya ya :





1.       Sabtu Bersama Bapak – Adhitya Mulya (segel, cover lama) Rp 50.000,-
2.       Petualangan Alice: Alice di Negeri Ajaib dan Alice Menembus Cermin (sudah saya lepas segelnya dan saya sampul) Rp 15.000,-
3.       Marginalia – Dyah Rinni (lepas segel) Rp 15.000,-
4.       Monday to Friday Man – Alice Peterson (memang tidak bersegel, belinya di Fahrenheit KL) Rp 65.000,-
5.       Melupakanmu Sekali Lagi – Kireina Enno (segel) Rp 30.000,-
6.       Dongeng Tentang Waktu – Titi Sanaria (segel) Rp 68.000,-
7.       Double Spin Round – Miyashita Natsu; Shoji Yukiya (segel) Rp 55.000,-
8.       Love Theft (1&2 segel + ttd Mbak Prisca) Rp 58.000,-/eks
9.       Mariageable – Riri Sardjono (bersampul) Rp 38.000,-
10.   Balada Ching- Ching – Maggie Tiojakin (lepas segel) Rp 10.000,-
11.   Sweet Anger – Sandra Brown (bersampul) Rp 15.000,-
12.   Murder on The Links – Agatha Christie (segel) Rp 20.000,-
13.   Blue Smoke – Nora Roberts (bersampul) Rp 25.000,-
14.   Carolina Moon – Nora Roberts (bersampul) Rp 25.000,-
15.   Hujan Bulan Juni – Sapardi Djoko Damono (lepas segel, edisi novel) Rp 50.000,-
16.   Set aliaZalea (Blind Date, Miss Pesimis, The Devil in Black Jeans, Celebrity Wedding, Crash into You, Dirty Little Secret) Rp 225.000,-
17.   Set Paris – Clio Freya (Eiffel, Tolong! ; From Paris to Eternity; Trace of Love) Rp 148.000,-
18.   The Rosie Project – Graeme Simsion (segel) Rp 75.000,-
19.   How to Fall in Love – Cecelia Ahern (segel) Rp 60.000,-
20.   Set Dangerous Games dan Dangerous Love – Christina Tirta (segel) Rp 108.000,-
21.   Earth – Agnes Jessica (bersampul) Rp 38.000,-
22.   A Girl Who Loves A ghost – Alexia Chen (second) Rp 38.000,-
23.   Separuh Bintang – Eveline Kartika (bersampul) Rp 25.000,-
24.   Biadadari Santa Monica – Alexandra Leirisa Yunardi – Rp 25.000,-
25.   Lovasket 3 – Luna Torashyngu (bersampul) Rp 25.000,-

Itulah novel- novel yang dijual. Bagi teman- teman yang berminat, bisa WA/Line saya di 0878-6737-6969
Pembayaran via BCA dan pengiriman paket buku setiap hari Sabtu via JNE/Pos/J&T dari Medan.
Selamat berburu ^^

Minggu, 18 September 2016

Perfect Pain - Anggun Prameswari

Judul                : Perfect Pain
Pengarang       : Anggun Prameswari
Penerbit          : GagasMedia
Tebal               :316 halaman

Sinopsis :
Sayang, menurutmu apa itu cinta? Mungkin beragam jawab akan kau dapati. Bisa jadi itu tentang laki- laki yang melindungi. Atau malah tentang bekas luka dalam hati- hati yang berani mencintai.
Maukah kau menyimak, Sayang? Kuceritakan kepadamu perihal luka- luka yang mudah tersembuhkan. Namun, kau akan jumpai pula luka yang selamanya terpatri. Menjadi pengingat bahwa dalam mencintai, juga ada melukai.
Jika bahagia yang kau cari, kau perlu tahu. Sudahkah kau mencintai dirimu sendiri, sebelum melabuhkan hati? Memaafkan tak pernah mudah, Sayang. Karena sejatinya cinta tidak menyakiti.

Review :

Bidara tidak menyangka bahwa kehidupannya lebih keras setelah ia menikah dengan Bramawira Aksana, lelaki pilihannya sendiri. Bi mengira ia akan terbebas dari ayahnya yang tidak menyayanginya. Ternyata suaminya, Bram, lebih parah.

Bram kerap melakukan kekerasan dalam kehidupan rumah tangga mereka. Setiap kali Bram sedang emosi, ia memukuli istrinya tanpa ampun. Baru setelah emosinya reda, ia meminta maaf dan membelikan salep untuk istrinya. Kejadian itu terus berulang. Sayangnya Bi tak sanggup meninggalkan Bram.

Beruntung Bi memilliki seorang putra yang cerdas dan pengertian yang bernama Karel. Dari Karel jugalah Bi berkenalan dengan seorang pengacara lembut dan baik hati bernama Sindhu. Karel awalnya menghilang setelah mendengat cerita dari gurunya, Miss Elena,  bahwa kekasih Miss Elena adalah seorang pengacara.

“Karel memang luar biasa. Dia alasanku bertahan.”
“Jangan bergantung pada orang lain, Bi.”
“Maksudmu?”
“Jangan jadikan orang lain alasanmu bahagia atau sedih. Pada dasarnya manusia itu sendiri. Kita lahir sendiri, mati juga sendiri. Jadi, jangan takut pada kesendirian.” (hal. 91)

Berbagai upaya dilakukan oleh Sindhu untuk melindungi Bi. Sindhu bahkan membawa Bi keluar dari cengkeraman Bram. Pengacara itu sangat menghargai dan menyayangi Bi. Ia juga cepat akrab dengan Karel. Apakah Sindhu mulai menyukai  Bi? Setelah luka- luka yang Bram berikan kepada Bi, akankah Bi terus bertahan untuk hidup dengan Bram? Ikuti kisah pilunya dalam Perfect Pain.

“Maafkan dulu semua yang menyakitimu. Maafkan juga dirimu sendiri karena selama ini membiarkan dirimu disakiti.” (hal. 205)
ÑÐ

Novel ini sudah lama sekali saya beli dan baru dibaca beberapa waktu yang lalu karena saat Mama bilang kalau tema cerita ini adalah KDRT, saya agak malas. Barulah setelah baca saya merasa novel ini oke juga. Saya menyukai gaya menulis Mbak Anggun. Rasanya seperti membaca kisah yang dituliskan oleh Bi secara langsung.

Saya juga merasa geram dan prihatin terhadap Bi pada saat yang bersamaan. Di saat ada jalan di depan mata, ia malah memilih kembali ke lingkaran setan yang merusak dirinya. Tapi saya juga mengerti kondisi Bi karena dalam kehidupan nyata memang ada kejadian seperti itu. Istri sudah dipukuli sedemikian rupa tapi ujung- ujungnya tetap memilih kembali ke suaminya. Yah, inilah hidup *tsaahh*

Dan sejak kemunculan Sindhu, saya semakin menyukai cerita ini. Jatuh cinta terhadap karakter Sindhu. Santun dan hangat. #bapermodeon


Secara keseluruhan, saya menyukai Perfect Pain. Mbak Anggun dan tim tidak salah dalam memberi judul. Covernya juga oke. 4 dari 5 untuk kisah Bi yang penuh luka.