Daftar Review

Jumat, 08 Mei 2015

Masih Ada Kereta yang Akan Lewat - Mira W.

Judul                     : Masih Ada Kereta yang Akan Lewat
Pengarang          : Mira W.
Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal                     : 240 halaman

Sinopsis :

Tiga belas tahun yang lalu, karena takut ketingalan kereta, Arini telah menumpang kereta yang salah. Kereta yang menjerumuskannya ke jurang penderitaan.
Dia mengita tidak ada lagi kereta yang akan melintasi hidupnya. Tetapi dalam kereta api terakhir menuju Stuttgart, dia bertemu dengan Nick. Dan dalam diri lelaki yang lima belas tahun lebih muda itu, Arini sadar, masih ada kereta yang akan lewat.
Kereta yang membawanya ke Jakarta. Mempertemukannya kembali dengan mantan suaminya. Yang pernah menjadikannya istri pulasan untuk menutupi skandal cintanya dengan Ira, sahabat Arini yang telah menikah.

Review :

Kepolosan Arini membawanya pada kehancuran. Ia dibohongi oleh sahabatnya sendiri, Ira. Demi menutupi perselingkuhannya dengan Helmi, Ira mengorbankan Arini.

Ira ingin agar suaminya tidak lagi curiga. Ia mencintai Helmi, namun ia juga tidak mau bercerai dan berpisah dengan anak- anaknya. Oleh karena itu, ia menyusun sebuah rencana: menjodohkan Helmi dengan Arini.

Helmi awalnya menolak. Ia tidak tega untuk menyakiti Arini. Helmi tidak mencintai Arini, ia hanya kasihan pada wanita itu. Namun ia tidak berdaya. Dengan terpaksa Helmi mengikuti rencana jahat Ira, demi cintanya pada Ira.

Kebohongan itu akhirnya terungkap. Ira diceraikan oleh suaminya dan Arini menjadi stress pasca melahirkan putrinya. Ia bercerai dengan Helmi dan memulai hidupnya yang baru.

Arini sekarang bukan Arini yang polos seperti dulu. Ia menjadi wanita yang dingin dan gila kerja hingga perusahaan tempat Arini bekerja memberikan Arini beasiswa studi ke Jerman.
t

Saat sedang dalam perjalanan kembali dari liburan, Arini bertemu seorang pemuda aneh di kereta api yang meminta bantuan Arini untuk menghindari kondektur karena ia tidak memiliki tiket. Pemuda itu bernama Nick.  Walaupun enggan, Arini membantunya. Ia malah memberi Nick uang. Arini berharap agar ia tidak bertemu dengan Nick lagi. Ternyata tidak. Ponsel Arini jatuh di kereta api dan Nick memungutnya.

Di lain kesempatan, Nick berkunjung ke flat Arini. Awalnya Arini tidak menghiraukannya. Tetapi ia tidak tega juga. Nick adalah seorang pemuda bebas yang senang bercanda dan gigih. Meskipun Arini ketus padanya, ia tetap saja bersikap seolah tidak terjadi apa- apa. Malah ia mengajak Arini untuk liburan.

“Kamu tidak merasa kehilangan?”
“Haruskah saya merasa kehilangan?”
“Itu yang membuat kamu tidak punya teman! Kamu sengaja menutup diri. Atau pura- pura tidak membutuhkan orang lain! Pemakamanmu nanti pasti sepi!” (hal. 79)

Arini merasa ada yang berbeda pada dirinya setelah ia bertemu dengan Nick. Ia jatuh cinta pada pemuda itu. Pemuda yang usianya terpaut jauh darinya. Nick juga jatuh cinta pada Arini. Ia tidak mempermasalahkan umur karena ia bahagia bila bisa bersama dengan Arini. Itu sudah cukup.

Arini berusaha menjauhi Nick. Ia tidak membalas SMS yang dengan rajin dikirim oleh Nick. Waktu berlalu dan saatnya kembali ke Indonesia. Setibanya di tanah air, Arini kembali dihadapkan pada kenyataan pahit.

“Tidak mau! Aku mencintaimu dengan cinta seorang lelaki dewasa kepada kekasihnya! Bukan kepada ibunya!”
“Kamu salah alamat.”
“Biar saja. Sudah terlanjur.”
“Cintamu datang terlalu pagi.”
“Tapi sudah terlambat untuk distop.”
“Kamu pernah jatuh cinta?”
“Sekali. Kepadamu.”
“Aku juga. Tapi bukan kepadamu.” (hal. 164)

Kenyataan apa yang dihadapi oleh Arini? Apakah Nick telah menghilang dari kehidupan Arini? Ikuti kisah Arini dalam Masih Ada Kereta yang Akan Lewat.

t

Novel Mira W. pertama yang saya baca dan saya cukup menikmatinya. Meski novel ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1982, ceritanya mudah diikuti (saya membaca edisi cetak ulang tahun 2009) dan gaya bahasanya juga tidak seperti dugaan saya sebelumnya. Hanya beberapa kalimat yang menggunakan gaya bahasa yang agak to the point yang saya temukan, seperti penggunaan kata ‘bekas istri’. Selebihnya oke.

Dari Mama saya, saya baru tahu kalau novel ini pernah difilmkan dengan judul yang sama. Kata Mama, saat itu film ini booming. Saya googling namun tidak ketemu baik film ataupun cuplikannya, hanya ketemu poster filmnya saja. Mungkin juga karena film ini sudah lama, tahun 1987 dirilis, saya pun belum lahir. He he..


Novel ini tergolong novel ringan dan cepat selesai dibaca namun tetap menyenangkan dan menarik untuk diikuti dengan alur maju mundurnya. Selanjutnya saya menunggu karya Mira W. yang lain untuk dibaca *ubek-ubek rak buku dulu*

4 komentar:

  1. woh baru tahu kalau ada filmnya. Btw, ini juga buku Mira W yg aku baca, pas masih SD, hahahaha, jadi cukup berkesan banget :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Sulis. Ada sekuelnya juga, cuma aku belum nemu lagi bukunya :( Wuiih, keren, zaman SD sudah baca novel :DD

      Hapus
    2. Iya bagus, pernah baca "Jangan Pergi, Lara" belum? Ini juga pernah di bikin film. Ini novelnya ak baca waktu SD juga.. Hehe

      Hapus
    3. Mantap mbak Keke..
      Belum pernah baca, Mbak. Nanti coba saya intip ya di Scoop apakah ada novelnya..hehe..thanks rekomendasinya yaa :)

      Hapus