Daftar Review

Kamis, 16 April 2015

Forever Monday - Ruth Priscilia Angelina

Judul                     : Forever Monday
Pengarang          : Ruth Priscilia Angelina
Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal                     : 320 halaman

Sinopsis :
Ingga akhirnya mendapatkan hari Senin untuk menjadi pacar Eras, playboy yang punya begitu banyak pacar, satu gadis untuk satu hari. Sampai Ingga bertemu Kale, playboy lainnya yang berparas tampan.
Kale mengubah hidup Ingga, memberikan warna di hari- hari kelam gadis itu, mengajarinya bagaimana bersenang- senang, dan bagaimana menyayangi dirinya sendiri. Kale membuat hati Ingga jungkir balik, membuat dunia gadis itu porak- poranda dengan segala kasih sayangnya yang aneh.
Namun itu bukan berarti Ingga telah berpaling dari Eras. Gadis itu tetap mencintai Eras. Bahkan sampai pada saat Kale memintanya secara resmi untuk menjadi pacarnya, Ingga tetap mempertahankan posisinya sebagai pacar hari Senin-nya Eras.
Hari- hari bergulir, di samping kisah cinta yang rumit, fakta demi fakta bermunculan. Fakta bahwa Eras dan Kale dulu adalah sahabat dekat. Dendam lama yang disimpan rapi selama bertahun- tahun kini menuntut pembalasan. Pembalasan yang akan menghancurkan hidup Ingga dan ornag- orang yang disayanginya.

Review :

Dunia punya begitu banyak suara indah.
Saya suka suara ibu, bisingnya orang lalu- lalang, gesekan pulpen di atas kertas, dan suara sahabat yang berseru heboh saat bermain Play Station dengan saya.
Tapi, ada satu suara yang paling saya suka.
Suara detak jantung kamu.
– Eras Uparengga

Setelah berhasil membujuk Eras, Ingga berhasil jadi pacar hari Senin Eras. Gadis itu senang bukan main. Namun ia harus sering kecewa karena Eras tidak pernah benar- benar memerhatikannya. Hingga Ingga bertemu dengan Kale Samapta – yang juga playboy seperti Eras – di pesta ulang tahun Kale. Sikap Ingga yang acuh menarik perhatian Kale.

Sebuah rencana telah terbesit di benak Kale. Ia berencana mempermainkan Ingga, seperti pacarnya yang lain. Tetapi bukannya masuk perangkap Kale, Kale yang jatuh hati pada Ingga. Kali ini Kale serius. Ia belum pernah jatuh cinta pada wanita lain seperti ini. Meski bukan pacar Ingga, Kale selalu ada saat Ingga butuh. Ini membuat Eras marah (cemburu tepatnya).

“Tapi Eras itu kayak rumah. Ke mana pun aku pergi, nggak peduli sebagus apa pun tempat itu, aku akan selalu kangen rumah. Aku akan selalu pulang ke rumah. Ke Eras. Jadi mungkin, aku nggak bisa jawab pertanyaan kamu tadi. Karena fungsi kalian berdua beda. Aku akan kehujanan kalau tidak berteduh di dalam rumah. Tapi rumahku juga nggak akan sehat kalau tidak terkena sinar matahari.” (hal. 98)


Ingga banyak menghabiskan waktu bersama Kale. Ingga nyaman bersama Kale dan Kale juga bahagia saat berada di sisi Ingga. Sayangnya, cinta Ingga untuk Kale tidak sebesar cinta Ingga untuk Eras. Kale tidak menyerah. Ia pasti akan berhasil mendapatkan cinta Ingga seutuhnya.

Hari ulang tahun Ingga tiba. Gino merencanakan sebuah kejutan untuk kakaknya. Ia membawa Ingga ke rumah mereka yang sudah lama tidak mereka kunjungi karena setelah kepergian ayah Ingga, kedua kakak beradik itu tinggal bersama Eras. Sesampainya di sana, Rara dan Kale sudah menunggu dengan kue tar.

Saat itulah Ingga menggila. Ada masa lalu dan trauma yang membuatnya berubah. Ingga mengamuk. Ia bahkan mencekik Kale. Rara ketakutan setengah mati. Gino lalu menyuntikkan obat penenang pada Ingga dan menelepon Eras.

Kejadian itu berlalu. Semuanya merahasiakan kejadian tersebut dari Ingga karena setelah sadar, ia lupa. Barulah saat ia bertemu dengan Rara, Rara – yang tidak mengetahui bahwa Ingga sudah lupa – mengungkit peristiwa itu.

Ingga kembali mengamuk. Eras menamparnya untuk menenangkan Ingga tetapi tidak berhasil. Lalu Kale datang dan menenangkan Ingga *Kale selalu membuat saya meleleh* Eras merasa tak berdaya melihat kenyataan bahwa Kale mampu menenangkan Ingga.

Pada suatu kesempatan, Eras membawa Ingga dan Gino ke arena tempat Ingga biasa latihan memanah. Di sana ia kembali membuka luka lama Ingga dan membuat Ingga lebih paham bagaimana Eras sebenarnya. Ternyata berhasil.

Ingga yang sudah kembali seperti Ingga empat tahun yang lalu tak berhenti bertanya mengapa Eras mau bertanggung jawab terhadap mereka dan mengapa Eras begitu keras bekerja. Eras kemudian membawa Ingga masuk ke Panah Nusantara, perusahaan yang diwariskan oleh almarhum ayah Ingga untuk Eras.

Ingga mulai bekerja di sana. Kale yang mendengar kabar itu memutuskan bahwa ia akan bekerja sama dengan Panah Nusantara padahal sebelumnya ia menolak.  Ingga berangkat ke Beijing untuk mengadakan presentasi proyek mereka. Kale ternyata berangkat ke Beijing juga. Ia juga yang mengajar Ingga bagaimana proposal itu seharusnya dibuat.

Kale dan Ingga semakin dekat. Kale menyatakan perasaannya – lagi – kepada Ingga. Ingga mengakui bahwa ia menyukai Kale namun ia lebih menyukai Eras. Kale tidak keberatan selama Ingga masih memiliki sedikit cinta untuknya.

“Kamu nggak kan menyakitiku. Eras nggak bisa jaga kamu, sedangkan aku butuh kamu baik- baik saja atau aku bisa mampus karena kuatir terus- terusan. Kamu jadi pacarku dari Selasa sampai Minggu, kalau hari Senin kamu masih mau bertahan jadi pacarnya Eras. I can accept that condition.” (hal. 167)

Ingga menerima Kale. Ayah Kale yang saat itu tengah berada di kamar hotel Kale, terkejut melihat Kale yang memperkenalkan Ingga. Beliau langsung menyukai Ingga. Kale memberitahu ayahnya bahwa Ingga berbeda dengan pacarnya yang lain. Ayahnya semakin senang.

Di tengah kebahagiaan itu, satu demi satu rahasia terungkap dan masing- masing dari mereka saling berhubungan. Masalah bermunculan. Sanggupkah mereka mengatasi rintangan di depan mata? Di saat Eras mulai belajar bagaimana cara mencintai, akankah keadaan berubah? Ikuti kisah yang
memilukan ini dalam Forever Monday.
Ï

Sejujurnya, ini kisah yang berat dan menyesakkan dada. Karya pertama Mbak Ruth yang saya baca dan saya menyukainya. Novel ini menceritakan bagaimana pengorbanan, kebencian, dan iri hati membuat semuanya menjadi kacau. Ini bukan novel dengan kisah percintaan dan tokoh- tokoh yang centil. Sebaliknya saat membaca novel ini, pembaca akan diajak untuk menyelami rahasia terpendam yang kemudian menghubungkan tokoh- tokoh dalam cerita ini. Membaca review ini saja tidak akan cukup mewakili rangkaian kisah Ingga dan kawan- kawan.

Membaca novel ini menguras emosi saya. Saya larut dalam konflik yang penulis ciptakan. Memasuki bagian akhir cerita ini, saya semakin berniat untuk segera selesai membaca Forever Monday. Dan setelah selesai membaca, perasaan saya semakin campur aduk, mata berkaca- kaca, dan speechless. Penulis menyajikan ending yang….saya tidak mau membahas lebih lanjut agar tidak spoiler.

Mengenai typo yang bertebaran, awalnya tidak terlalu mengganggu. Namun semakin ke belakang, typo semakin banyak. Tapi seperti Kale yang tidak peduli apapun karena sudah jatuh cinta pada Ingga, saya juga tidak terlalu mempermasalahkan typo ini karena masih dalam batas wajar mengingat ceritanya yang panjang, atau hanya perasaan saya saja.


Akhirnya saya mengerti mengapa covernya harus seperti itu (saya suka dengan desainnya yang simple) dan mengapa judulnya Forever Monday. Bagi teman- teman yang belum membaca, saya rekomendasikan Metropop ini untuk teman- teman. 4 dari 5 untuk kisah yang menyayat hati ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar