Daftar Review

Minggu, 12 April 2015

Meet The Sennas - Orizuka

Judul                 : Meet The Sennas

Pengarang        : Orizuka

Penerbit            : Noura Books

Tebal                 : 364 halaman





Sinopsis :
Aku Daza Senna.
Anak kedua dari tiga bersaudara. Yang artinya aku anak tengah ….

Astaga. Aku menulis apa, sih?
Oke, mari coba lagi.

Aku Daza Senna.
Aku tinggal bersama orang- orang yang sama sekali tak bisa disebut normal. Dan sialnya, orang- orang itu adalah keluargaku.

Hmm, ini sudah lebih bagus.

Siapa sih yang mau tinggal dengan orang- orang yang memberi semacam formulir pendaftaran dan serangkaian ujian kepada setiap cowok yang ingin dekat denganku? Memangnya cowok- cowok itu mau SNMPTN? Coba bayangkan penderitaanku. Belum terbayang? Berarti kalian harus bertemu dengan mereka.

Review :
Siapa yang tahan hidup dalam keluarga yang super aneh selama tujuh belas tahun? Jawabannya Daza. Nama lengkapnya Dazafa Senna. Perkenalkan terlebih dahulu anggota keluarga Daza yang ramai itu:

Kakek dan nenek (neneknya masih membaca majalah Vogue) yang selalu memiliki ide- ide aneh.

Kedua orang tua yang memperlakukannya seolah ia masih kecil. Mereka bahkan mengharuskan calon pacar Senna untuk mengikuti ujian ini itu sebelum menjadi pacar Senna.

Dennis,kakak Daza, si cuek yang awalnya Daza kira seorang gay.

Zenith, adik Daza yang selalu mengatakan hal- hal yang Daza rasa memperburuk keadaan. Daza malah berharap lebih baik Zenith tidak usah dilahirkan saja.

Amy, tante Daza yang labil dan tengah mengandung (suaminya, yang juga labil, meninggalkannya). Ia sempat tergila- gila dengan dokter kandungannya.

Sony, paman Daza, seorang pengangguran yang hobi memetik gitar dan menyanyi. Mendengar ia bernyanyi sama saja dengan tercemar polusi suara. Sahabat Daza, Rinda, tergila- gila dengan Paman Sony.

Seperti itulah kira- kira gambaran tentang anggota keluarga Daza. Tambahan informasi, Daza sangat lemah di bidang pelajaran, terutama Matematika. Ia mencoba menyembunyikan nilainya yang jelek dari orang tuanya. Namun apa sih yang bisa ia sembunyikan?

Oleh karena itu, ayahnya merekrut seorang guru privat untuk mengajar putrinya Matematika. Namanya Logan, teman Dennis. Memang sih tampan, tapi kelakuannya selalu bikin Daza sakit hati. Ia pria yang misterius. Ia juga selalu membentak Daza jika gadis itu melakukan kesalahan atau pun mengatainya bodoh. Daza yang tidak tahan mencurahkan semua isi hatinya melalui buku harian keramat yang diberikan oleh Tante Amy.

Di tengah keanehan Daza dan keluarganya, seorang adik kelasnya yang bernama Dalas, pebasket paling cakep di sekolah mereka, ternyata menyukai Daza. Ia bahkan rela untuk mengikuti tes- tes aneh dari keluarga Daza meski keluarga Daza tetap berusaha agar Dalas tidak lulus ujian aneh itu. Dalas tetap berusaha keras.

Namun saat itu Daza menyadari bahwa ia tidak menyukai Dalas, melainkan Logan, guru les Matematikanya yang ia juluki serigala mutan atau manusia serigala. Daza pun akhirnya berterus terang pada Dalas. Daza pun memberitahu Logan perihal perasaannya.

Jawaban apa yang diberikan Logan kepada Daza? Siapa Logan sebenarnya? Mengapa orang tua Daza juga seolah menyimpan rahasia? Semuanya akan terjawab saat membaca Meet The Senas J

“Cinta itu enggak bisa dipaksain, kan?” kataku lancar, padahal aku grogi berat saat beradu pandang dengan
mata gelap itu. “Gue enggak peduli lo suka atau enggak. Enggak peduli lo suka atau enggak. Enggak peduli lo udah punya cewek atau belum. Yang penting, jangan paksa gue untuk benci sama lo.” (hal. 242)
$

Yaak..akhirnya berkesempatan juga membaca novel ketiga karangan Mbak Orizuka yang diterbitkan kembali. Novel ini bergenre teenlit, genre-nya Mbak Orizuka. Seperti biasa, membaca novel Orizuka nggak bakal bikin pusing karena novelnya ringan (meski novel ini cukup tebal).

Bahasanya tidak kaku dan menarik untuk diikuti. Sedangkan ceritanya sebenarnya simpel saja, tentang problema seorang gadis SMA di bidang pelajaran, keluarga, dan percintaan. Tapi ya itu, di tangan Mbak Orizuka, jadi tidak ada kata bosan untuk ikut dan larut dalam ceritanya. Membacanya bisa membuat saya tersenyum dan kadang cekikikan sendiri.

Hanya saja, saya tidak mengerti roti tawar yang ada di sampul depan novel. He he.. Ada yang tahu?

Secara keseluruhan, saya menikmati novel ini. 3,4 dari 5 untuk keunikan Daza dan keluarganya ^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar