Daftar Review

Sabtu, 20 Juli 2013

Rain Over Me - Arini Putri

Judul               : Rain Over Me
Pengarang      : Arini Putri
Penerbit         : Gagasmedia
Tebal              : 352 halaman

Sinopsis :

Ini cinta yang sulit. Kau dan aku ditakdirkan tak saling memiliki. Aku tak bisa mencintaimu seperti yang aku mau.

Namun, ketika dia hadir dalam hidupmu – di antara kita – aku pun sadar kebahagiaanku pelan- pelan akan memudar. Betapa tidak, dia bisa memberimu cinta dan perhatian. Menggenggam tanganmu hingga akhirnya kau terlelap di sisinya. Dia melakukan semua yang ingin aku berikan kepadamu.

Dan hari ini, aku memandangi senja pertama yang kunikmati tanpa dirimu. Aku belajar berbahagia untukmu. Dia yang paling tepat. Aku tahu itu – tapi…, bagaimana denganku?

Bagaimana caraku bahagia tanpa dirimu?

Review :
Kim Hyu Bin bukanlah anak yang penurut dan pendiam seperti anak seusianya. Ia bandel dan hobinya berantam. Setiap hari kerjanya selalu mencari masalah. Terlebih saat Ayahnya mengenalkan sosok Ibu baru padanya. Hyu Bin tidak terima.

Namun, Yuna, anak perempuan itu, mampu meruntuhkan baja di hatinya. Yuna adalah adik tirinya. Bersama Yuna ia melewati hari yang bahagia. Ia menyukai Yuna. Baginya Yuna adalah malaikat kecilnya. Sayangnya kebahagiaan Hyu Bin tidak bertahan lama karena Yuna dan Ibunya harus kembali ke Solo, kota asal mereka.

Tahun demi tahun berlalu begitu saja. Hyu Bin kembali menjalani hidupnya yang dulu, pembuat onar. Ayahnya yang sudah tidak tahan memutuskan untuk ‘memaksa’ Hyu Bin bekerja di salah satu restoran mereka, Little Kim’s Restaurant.  Sebagai pelayan pula. Hyu Bin tentu saja menolak namun ia tidak bisa berbuat apa- apa selain menurut.

Awalnya terasa berat. Semuanya asing ditambah dengan pelayan wanita satu- satunya di sana yang bernama Han Chae Rin yang seenaknya memarahinya, membuat Hyu Bin canggung. Bahkan sebelum menjadi pelayan pun, Chae Rin sudah mencari masalah dengannya. Jadilah hari- hari mereka dilalui dengan perdebatan dan saling mencibir.


Sesering apapun mereka bertengkar, pada akhirnya mereka juga saling membantu. Keduanya mulai menikmati keberadaan ‘musuh’ mereka di samping mereka.

Tidak ada sesuatu yang abadi di dunia ini, hal 113

Hyu Bin mendapat kejutan saat ia disuruh menjemput tamu Ayahnya yang tak lain adalah Yuna, malaikat kecil yang sangat dirindukannya. Ia merasa tenang setiap kali Yuna berada di dekatnya. Ia menganggap Yuna lebih dari sekadar adik tapi ia tidak bisa mengubah kenyataan bahwa Yuna adalah adiknya.

Han Chae Rin menyimpan masa lalu dan luka yang mendalam dalam hatinya sehingga ia membenci semua orang kaya. Padahal pria bernama Yoon Jeon Seuk itu sangat menyayangi dan mencintainya meski Chae Rin tidak pernah sedikit pun bersikap manis padanya. Jeon Seuk hampir sempurna. Ia kaya, tampan, dan baik hati. Jeon Seuk akhirnya menyerah saat melihat kebencian Chae Rin terhadap orang kaya bukan menjadi alasan utama wanita itu menolaknya karena Chae Rin toh tertarik pada Hyu Bin yang jauh lebih kaya darinya.

Persepsi Chae Rin mengenai orang kaya berubah. Ia telah jatuh hati pada orang kaya. Ia merasa bahagia setiap berada di dekat Hyu Bin padahal awalnya ia kesal setengah mati pada pria itu. Namun ia sadar Hyu Bin hanya menjadikannya sebagai pelarian karena yang terpatri di hati Hyu Bin hanyalah Yuna. 

“Chae Rin, aku selalu mencintaimu. Sangat mencintaimu. Dan kalau sekarang kau merasa bahagia, aku ikut bahagia…” hal. 270

Yuna memutuskan kembali ke Seoul untuk melanjutkan studinya dan untuk menemani Hyu Bin yang kacau. Hampir sama seperti Hyu Bin, Yuna memiliki perasaan lebih dari seorang adik. Ia mencintai Hyu Bin. Tapi ia tidak boleh terus berharap. Walaupun sakit melihat Hyu Bin dekat dengan wanita lain, dan wanita itu adalah Chae Rin, Yuna tetap berusaha untuk menyembunyikan perasaannya dan mendekatkan mereka berdua. Di tengah patah hatinya, ia tidak sendiri. Kakak kelasnya yang bernama Yoon Jeon Seuk juga mengalami hal yang sama. Jeon Seuk mengenali Yuna yang dulu pernah satu sekolah dengannya. Mereka cepat akrab. Yuna gadis yang menyenangkan dan mudah disukai menurut Jeon Seuk. Yuna juga sedikit mengagumi Jeon Seuk.

Hyu Bin, Chae Rin, Yuna, dan Jeon Seuk. Apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka berempat? Bagaimana akhir kisah cinta mereka berempat? Baca selengkapnya di Rain Over Me ya.
Û

Ini merupakan novel kedua karya Mbak Arini Putri yang saya baca setelah Goodbye Happiness. Berbeda dengan Goodbye Happiness yang menguras emosi, Rain Over Me lebih ringan tapi mampu mengajak pembaca untuk tetap mengikuti jalan cerita cinta segi empatnya dengan baik. Saya sempat berhenti membaca novel ini karena saat itu saya sedang menonton K-drama berjudul Love Rain. Jadi setelah dramanya tamat, baru saya lanjut baca lagi. Dan untuk ukuran saya yang biasanya lama sekali dalam membaca novel, Rain Over Me selesai saya baca dalam waktu singkat. Mungkin karena ceritanya yang tidak rumit dan penggunaan bahasanya yang membuat saya luwes dalam membacanya.

Kisah yang (sebenarnya) sederhana ini disajikan dengan baik oleh Mbak Arini. Ada tiga sudut pandang yang digunakan, yaitu dari sisi Hyu Bin, Chae Rin, dan Yuna (Jeon Seuk tidak ada. Hiks..). Nampaknya gonta ganti posisi ini menjadi sedikit hambatan sehingga ada beberapa penggunaan kata ganti yang kurang tepat. Salah satunya pada dialog (bagian Han Chae Rin) ini :
“Ah, tentu saja,” jawabnya cepat. “Silahkan lihat dulu. Bila sudah menentukan pilihan, Anda bisa memanggil saya,” ujarku sopan dan berlalu meninggalkan dua pengunjung itu sibuk membolak- balik buku menu.
Kesannya feel penulis masih terfokus pada tokoh sebelumnya padahal sudut pandang sudah dialihkan. Dan beberapa kesalahan ketik juga masih ditemukan. Namun itu tidak menjadi masalah besar selagi saya masih bisa mengerti jalan ceritanya. Ini juga menunjukkan semakin bagus kualitas karya Mbak Arini karena kesilapan- kesilapan seperti ini sudah jauh berkurang di novel selanjutnya yag saya baca terlebih dahulu.

Juga, setting Korea hanya sebatas kata Seoul dan Incheon, bandara Korea. Tidak ada detil yang mendukung sehingga unsur Koreanya tidak terasa.

Terlepas dari itu semua, saya merasa novel ini cukup apik. Saya suka semua tokohnya. Tidak ada yang bikin kesal. Yuna sangat baik dan pengertian, Jeon Seuk yang sangat fair. Kisah yang manis, ringan, dan tidak bikin bosan. Selamat membaca J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar