Daftar Review

Kamis, 27 Juni 2013

Ti Amo, Tia Amoria - Karla M. Nashar

Judul               : Ti Amo, Tia Amoria
Pengarang      : Karla M. Nashar
Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal              : 344 halaman

Sinopsis :
Tia Amoria, si mata cokelat ekspresif, dengan mudah membuat para lelaki tergelincir dalam kecantikan alami yang dimilikinya. Tia telah mematri rapat hatinya karena ia memiliki alasan terbaik di dunia ini untuk bersikap demikian. Tapi semua itu berubah ketika ia bertemu dengan Marco Dantѐ yang eksentrik.
Marco Dantѐ, si tampan yang eksentrik, selama dua tahun terakhir berhasil hidup steril tanpa kehadiran wanita. Seperti halnya Tia, Marco memilih untuk menutup pintu hatinya karena ia pun memiliki alasan terbaik di dunia ini untuk bersikap demikian. Tapi semua itu berubah ketika Marco bertemu dengan Tia Amoria yang memesona.
Butuh energi luar biasa bagi Tia untuk mempertahankan apa yang selama ini dipercayainya setelah Marco memasuki kehidupannya. Tia kini harus mempertanyakan kembali semua keputusan yang telah dibuatnya beberapa tahun lalu.
Terlebih ketika Marco berbisik di telinganya…

“Ti amo, Tia Amoria – I love you, Tia Amoria.”

Review :
Tia Amoria senang sekali saat ia akan memulai kehidupan barunya di Bali bersama Alila, putri kesayangannya dan Bi Lesti, asisten rumah tangga mereka. Ia akan sebagai manajer properti di Frangie, properti tercantik yang pernah dilihat oleh Tia. Tidak tanggung, perusahaan juga memfasilitasinya sebuah unit di Frangie. Lengkap sudah kebahagiaan Tia.

Lalu semua berubah saat ia mengenal Marco Dantѐ. Lelaki itu tinggal di Frangie juga, satu lantai tepat di atas unitnya. Satu demi satu kesalahpahaman mewarnai awal perkenalan mereka. Tia sangat tidak menyukainya. Sayangnya Alila terlanjur akrab dengan lelaki aneh itu.

Marco, tanpa tahu alasan yang pasti, berusaha untuk menjelaskan setiap kesalahpahaman yang terjadi antara ia dengan Tia. Padahal biasanya ia tidak peduli. Marco, selama dua tahun ini telah menutup dirinya dan menolak cinta. Luka itu masih membekas di hatinya. Hingga sekarang. Setelah mengenal Tia, ia sadar bahwa selama ini ia hanya mencoba melarikan diri dari cinta. Berkat Tia ia bersedia keluar dari zona yang selama ini memenjarakan kehidupannya.

Kadang dalam hidup ini kita mengalami kepahitan yang membuat kita takut untuk melangkah maju. Aku pernah membiarkan kepahitan masa laluku menghalangi kebahagiaanku. Untunglah, aku segera menyadarinya dan memperbaiki kesalahanku itu. hal. 160

Tia sama seperti Marco. Ia menutup diri dan tidak pernah memberikan sang cinta kesempatan untuk datang padanya. Bukan karena ia pernah dikhianati seperti Marco. Ia terlalu takut apa yang terjadi pada orang- orang yang ia cintai terjadi padanya. Awalnya ia mencoba menjaga jarak dengan Marco saat ia tahu ia bisa jatuh cinta kepada lelaki itu jika mereka tetap berinteraksi. Ternyata Marco berani untuk menyatakan cintanya pada Tia dan seiring dengan kedekatan mereka, Tia bisa melihat ketulusan dan kesungguhan Marco dan ia menerima cinta Marco.

Always trust your heart. It never tells you lie.hal 220

Namun saat masa lalu itu kembali menghampiri, akankah cinta mereka menjadi korban?
Ikuti romansa Marco Dantѐ dan Tia Amoria dan selami emosi demi emosi yang mengalir dalam Ti Amo, Tia Amoria.
˜
Yang dapat saya ungkapkan adalah saya menyukai novel ini. Saya menikmati gaya penulisan Mbak Karla, setiap alurnya, dan salah satu bagian yang saya sukai, epilognya. Gaya penulisan Mbak Karla menurut saya sederhana tapi mendalam. Tidak berlebihan namun mampu menyentuh perasaan pembaca. Ti Amo, Tia Amoria memiliki komposisi tersendiri meski tidak sedalam Bellamore . 

Hanya saja untuk Marco Dantѐ yang ganteng dan memikat, saya kurang greget dari segi fisiknya. Mungkin karena kesan pertama yang menurutku kurang oke (Marco saat itu lagi galau- galaunya sehingga rambutnya dibiarkan panjang dan jenggotnya juga. aiihh..). *kesan pertama itu penting, kan?*

Selebihnya saya sangat menikmati kisah Tia dan Marco. Ketertutupan mereka terhadap cinta dan proses bagaimana mereka bisa membuka hati masing- masing untuk menerima cinta itu bukan hal yang mudah. Salut untuk Mbak Karla yang (lagi- lagi) mampu menghanyutkan emosi pembacanya. Recommended  bagi para pecinta Metropop J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar