Daftar Review

Minggu, 20 Mei 2012

Bellamore, A Beautiful (TRUE) Love to Remember



Judul               : Bellamore
Pengarang       : Karla M. Nashar
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal               : 264 halaman


Sinopsis :
“But what do you do if you get horny?”
Demi Zeus dan para dewa Yunani lainnya!!! What is it with this man?!!
Pria di hadapanku ini, yang kukenal belum sampai sebulan, bukan pacarku, bukan sahabatku, tidak juga punya hubungan darah apa pun denganku, hanya rekan bisnis, tapi ingin tahu apa yang kulakukan jika libidoku sedang naik?!?!?!
He’s got to be kidding me!!!!
Awalnya nama Fabian Ferdinandi bagiku sama artinya dengan kejengkelan tak berujung. Pria Italia itu sangat tahu bagaimana membuat seluruh sarafku menegang cepat dan membuat setiap percakapan kami berakhir dengan kemarahan di pihakku. Namun yang paling menyebalkan adalah, Fabian sangat tahu bagaimana membuatku tampak seperti alien karena di usiaku yang sudah 27 tahun ini, aku memutuskan untuk tetap mempertahankan virginity-ku. Sesuatu yang menurutnya sangat absurd untuk wanita seperti aku.
Setidaknya begitulah. Sampai akhirnya waktu memisahkan dan mempertemukan kami lagi pada suatu pagi yang beku di Tine Square. Namun seiring musim berganti di New York, aku pun harus menghadapi kenyataan mengejutkan tentang Fabian. Dan perasaanku sendiri terhadapnya.

Resensi :
Lanavera, seorang gadis cantik, sering gagal dalam membina hubungan dengan pria karena ia mempunyai prinsip untuk mempertahankan keperawanannya hingga saat ia menikah nanti. Sesuatu yang sangat baik namun malah dianggap sok suci dan munafik oleh pacar- pacar Lana. Namun ia tidak peduli. Ini prinsipnya. Titik.
Di kantor pun ia sudah sering menjadi bahan obrolan rekan- rekan kerjanya. Apalagi banyak yang melihat kedekatan Lana dengan Fabian. Fabian. Cowok Italia partner kerja Lana ini sangat senang menggodanya. Terlebih mengenai prinsip Lana. Akibatnya mereka sering terlibat argumen. Fabian dengan mudah membuat Lana emosi tapi dengan mudah membuat Lana merasa nyaman.
Tom and Jerry, Sylvester dan Tweety, Cat and Dog or whatever name they call it. Kita akan selalu berargumen, bukan?” (Fabian , halaman 160)
Begitu pula ketika pacar baru Lana, Iwan, menjemputnya di kantor dan bertemu dengan Fabian, Fabian sudah memperingatkan Lana bahwa Iwan bukanlah lelaki baik- baik. Namun Lana tidak percaya. Lana malah beranggapan bahwa Fabian sirik. Peringatan Fabian menjadi kenyataan, Lana baru sadar. Ketika masalah sudah lewat pun, Lana masih saja jutek terhadap Fabian. Hingga perasaan Lana mulai dihinggapi rasa bersalah dan ia mulai menyangsikan perasaannya terhadap Fabian. Sesering apapun Lana mengelak bahwa ia tidak menyukai Fabian, ia tidak bisa membohongi perasaannya bahwa Fabian sudah mengisi hatinya.
Yah, gimana gue bisa mikir cowok lain kalau di otak gue Cuma ada Fabian?(Lanavera, halaman 76)
Dan perpisahan itu terjadi begitu cepat. Fabian tiba- tiba menghilang dari kehidupan Lana. Hati Lana kini begitu kosong. Beruntung ada dua sahabat terbaiknya, Tiar (daredevil Lana) dan Sissy (guardian angel Lana). Mereka tetap mendukung dan menemani Lana.
Takdir kembali mempertemukan Lana dan Fabian di New York. Lana sangat senang. Namun Fabian yang ia jumpai sekarang bukanlah Fabian yang dulu. Ia sangat menjaga jarak dengan Lana. Ada sesuatu yang ia sembunyikan. Di saat keadaan sudah berbalik, kali ini Lana yang mati- matian mengharapkan Fabian, malah Fabian yang acuh terhadapnya. Dan waktu singkat yang mereka habiskan bersama terasa begitu indah. Namun perpisahan kembali terjadi. Fabian kembali meninggalkan (baca: melepas) Lana. Demi kebahagiaan Lana.
Hati Lana kembali hancur. Namun ia menemukan sosok lelaki yang sangat baik yang mengingatkannya pada Fabian. Danny namanya. Bersama Danny, Lana menggenapi janjinya kepada Fabian untuk hidup bahagia bersama lelaki itu.
Apa yang sebenarnya terjadi kepada Fabian? Bagaimana Lana mencoba untuk menerima Danny tanpa terbayang- bayang oleh Fabian?
Sunrise, sunset, changes right before my eyes, but your vision stays forever in my heart. ( halaman 229)
Membaca Bellamore membuat emosi saya naik turun. Sungguh ramuan kata- kata Mbak Karla menyihir perasaan saya. Sengaja resensi ini tidak saya perdalam agar teman- teman dapat enjoy dan larut sewaktu membaca Bellamore. Lana beruntung dapat menemukan cinta sejatinya. Ya, novel ini menceritakan tentang cinta sejati. Cinta yang dirasakan oleh perasaan namun tidak harus dimiliki secara fisik. Cinta yang tidak egois tetapi ingin membahagiakan orang yang kita cintai. Semuanya ada di Bellamore.
Ini Metropop yang sangat bagus. Ceritanya begitu menyentuh dan mengharukan. Buat teman- teman yang belum membaca, novel ini sangat saya rekomendasikan dan sangat pantas melengkapi koleksi novel di rak buku. Selamat membaca J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar