Daftar Review

Minggu, 02 Februari 2014

L - Kristy Nelwan + My Secret Santa



Judul               : L

Pengarang      : Kristy Nelwan

Penerbit         : Grasindo

Tebal              : 394 halaman



Sinopsis :
“Ava Torino, twenty something girl, yang bekerja sebagai produser di sebuah stasiun televisi lokal di Bandung, agak berbeda dengan perempuan pada umumnya. Ava not really into romantic or love things.

Ia menganggap pacaran adalah sesuatu yang seharusnya fun. Dan, biar semakin fun, ia nekat meneruskan ide gilanya semasa kuliah dulu: berganti- ganti pacar, sampai ke- 26 alfabet tergenapi sebagai huruf awal nama- nama sang pacar.

Dengan ke-adventurous-annya, tidak sulit bagi Ava untuk memenuhi rencana gilanya itu. namun, tanpa disangka, cowok yang paling sulit ditemukan justru yang namanya berawal dari huruf L. Maka, cara berpikirnya yang logis memutuskan, siapa pun dia, si L akan menjadi the Last Love-nya.

Sayang, Ava tidak menyadari betapa rahasia semesta ini terlalu besar untuk ditaklukkan oleh logika berpikirnya…hingga terjadilah peristiwa itu…


Review :

Emang….That’s why I never believe in a thing named love. Gue nggak percaya cinta tanpa syarat itu ada.” (hal. 5)

Dari alfabet A sampai Z, terisisa cowok berinisial L yang belum Ava dapatkan (baca: pacari).Semua berakhir saat Ava, dan rekan- rekan kerja sekaligus sahabatnya, Kim, Jenna, dan Cardo, liburan ke Yogya. Mereka mengunjungi Candi Borobudur. Ava yang sudah mati kebosanan mau tak mau meladeni permintaan Kim dan Jenna yang sangat semangat untuk memengang tangan Budha, dan ajaibnya tangan Ava berhasil meraih tangan Budha. Harapan Ava saat itu adalah agar dapat menemukan L nya.

The Last.
The Love.
The Last Love.

Ava mencoba untuk mengabaikan apa yang baru saja ia dan teman-temannya lakukan secara 
ia tidak memercayai hal- hal yang ia anggap hanya mitos belaka. Namun pikirannya selalu terbayang- bayang dengan kejadian tadi.

Tidak lama setelah itu Ava memang bertemu seorang cowok saat ia makan nasi goreng. Mereka berdua ngobrol- ngobrol sambil menunggu penjual memasak nasi goreng. Berharap cowok itu berinisial L, Ava menanyakan namanya. Rei. Bukan Lei atau sebuah nama berinisial L.

Bukan awalan ‘L’. Uh, ada desiran kecewa di hatiku, betapa sempurnanya kalau namanya berhuruf awal ‘L’…. (hal.43)

Namun kekecewaan Ava tidak berlangsung lama. Saat ia dan Kim duduk di coffee shop yang terletak di bawah hotel, mereka bertemu dengan teman Kim yang bekerja sebagai seorang auditor. Ava langsung memberi  penilaian terhadap cowok di depannya. Tampang oke, suara oke. Dan yang paling membuat Ava senang adalah, namanya Ludi.

Mungkin waktunya telah tiba. Waktunya bagi Ava untuk meninggalkan kegilaannya dan benar- benar menjalani kehidupan percintaannya. Seperti proses hubungan yang umum, mereka berteman lalu keduanya semakin dekat dan akhirnya jadian. Ava merasa Ludi sangat memperhatikan dan menyayanginya. Ia juga merasa cocok dengan Ludi.

Apa pun akibat yang lo buat sama diri seseorang, lo harus siap terima akibat yang sama!’ (hal. 114)

Suatu hari, saat dinas di Bali, tidak disangka Ava bertemu dengan Rei. Mereka makan bareng, dan Ava terharu karena Rei masih saja ingat tipe nasi goreng kesukaan Ava. Dan entah kebetulan atau bukan, Rei juga akan bertolak ke Bandung, satu penerbangan dengan Ava. Rei juga sangat menghibur Ava saat cewek itu bete sehabis bertengkar dengan Ludi yang sudah setengah jalan menuju ke Bandung sementara pesawat Ava ditunda. Rencananya Ludi dan Ava akan makan malam karena malam itu adalah malam ulang tahun Ava. Jadilah Ava melewati malam ulang tahunnya bersama Rei *ini salah satu bagian yang so sweet, jadi baca sendiri ya*.

Sepulangnya ke Bandung, hari- hari sibuk Ava dimulai kembali hingga ada kabar bahwa Jenna masuk rumah sakit karena penyakitnya kambuh dan tidak ada yang dilakukan oleh bos mereka. Tidak ada. Ava yang emosi melihat hal buruk menimpa sahabatnya saat dinas tapi malah tidak mendapat respon yang baik lalu mengundurkan diri. Baginya, tidak pantas ia bekerja di tempat yang tidak pernah menghargai karyawannya.

Tapi, aku sadar juga, bayaran berapa pun bukan apa- apa kalau untuk mendapatkannya kita harus rela diperlakukan nggak adil. Siapa yang mau menghargai kita kalau bukan kita sendiri? (hal. 137)

Ava yang sangat khawatir terhadap Jenna juga bergantian dengan orang tua Jenna menjaga Jenna. Ava juga merekomendasikan dokter untuk menangani Jenna. Setelah keadaan mulai stabil, berkat rekomendasi dari Kim, Ava bekerja sebagai creative director di Channel M.

Dia sahabat saya, saya sayang sama dia…. Kalo ada cara yang tepat buat ngebales semua kebaikan dia sama saya dan ngebuktiin kalau dia penting buat saya, itu adalah dengan cara saya sesering mungkin ada di samping dia saat dia lagi…”(hal. 131)

Rasanya kali ini kebetulan yang sangat sangat….uumm..Ava kembali bertemu dengan Rei. Satu kantor pula. Segera keduanya menjadi sahabat. Di mana ada Ava, di situ ada Rei. Secara Ava juga masih anak baru di Channel M, jadi Rei yang membantu dia.

Inget, hati nggak bisa diatur. Nggak bisa direncanain, lo mau usaha kayak apa pun. Nggak akan bisa, percuma. Lo Cuma nipu diri sendiri jadinya.” (hal.328)

Kedekatan itu lama- lama membuat Ava terlena. Kini ia malah menyembunyikan tentang Rei dari Ludi. Ava sendiri merasa aneh, tapi ia juga tidak tahu mengapa. Saat Rei mulai sering tidak masuk kantor, Ava semakin cemas. Apa yang terjadi pada Rei? Ketika Ava menyadari bahwa ia terlanjur jatuh cinta pada Rei  meski Rei tidak berinisial L seperti harapannya, mampukah Ava menolak rasa cinta yang hadir sementara ia sendiri sudah mau menikah dengan Ludi? Akankah semuanya berakhir manis? Ikuti kisah Ava dan teman- teman dalam L.

Satu lagi kutipan yang saya bagi dan merupakan kalimat favorit saya :

Huh…, terlalu banyak ‘kenapa’ dalam hidup manusia, Torino…. Tapi yah…, emang itu yang bikin kita hidup…. Asal tau kapan berhenti, Torino. Kita harus tau kapan kita harus berhenti nanya ‘kenapa’ dan bilang sama diri kita sendiri…. Someday we’ll know. (hal. 392)


Cuap – cuap pembaca ….

Uugghh..
Sehabis baca buku ini, saya jadi mewek sendiri. Antara speechless (meski sudah tertebak siapa sebenarnya dia, tapi tetep gimana gitu ya pas penulis mengungkapkannya) dan lega (meski leganya nggak rela) karena kisah ini sudah selesai.

Novel ini walau tidak bisa dibilang berat, juga tidak bisa dibilang ringan. Melalui gaya penulisan blak- blakannya Mbak Kristy, semua terasa riil. Awalnya saya merasa agak aneh (baca: belum terbiasa) dengan karakter- karakter dan deretan kalimat yang ada dalam novel ini. Tapi setelah lembar demi lembar terlewati, chemistry dengan karakternya mulai tercipta *halaahh*.

Dan begitulah seterusnya, saya sangat menikmati kisah Ava Torino dan teman- teman. Emosinya dapet banget. Enjoy sekali membaca bab demi bab. Satu paket lah kalau saya bilang. Lucunya dapat, harunya juga, sedihnya juga terasa. Memasuki pertengahan ke atas, cerita semakin seru sampai endingnya yang bikin saya jadi mewek gini.

Dari segi konsep cerita, yang membuat unik itu adalah gaya berpacaran Ava yang mengharuskan cowok- cowoknya berinisial lengkap dari A sampai Z yang akhirnya tersisa inisial L yang menjadi bumerang bagi Ava. Selebihnya adalah kisah yang ‘metropop’ sekali, dengan karakter khas wanita kantoran dengan gaya hidup yang terlampau modern, serta permainan cinta akibat trauma dari masa lalu. Kisah seperti ini (harusnya) menjadi novel dengan kisah yang biasa- biasa saja tapi ternyata tidak. Alurnya boleh biasa tapi ceritanya touching banget. Salut deh sama pengarang :D


Dearest my Santa,
Novel ini sebenarnya sudah jadi incaran saya sejak saya duduk di bangku SMA. Terlebih respon teman- teman saya setelah baca katanya bagus. Tapi ini novel tak kunjung melengkapi daftar novel yang saya punya. Hingga ada event tahunan BBI, Secret Santa. Ini kali pertama saya ikutan event ini dan bingung juga pas mau pasang wishlist di Goodreads, secara wishlist saya cukup banyak (saya biasa tidak pasang di Goodreads *ketahuan malesnya*) tapi malah lupa apa saja pas mau dipasang. Hanya satu novel yang terlintas saat mau memasang di rak wants-to-read, ya L ini. Santa saya pun terbantu, jadi tidak perlu bingung mau ngasih novel yang mana ya. Hehe..

So, terima kasih sekali buat SS saya yang sudah mengirimkan novel ini untuk saya. Kado Natal yang oke banget dengan riddle terselubung yang membuat pengetahuan saya bertambah juga karena sampai browsing ini itu yang berkaitan dengan riddle terselubungnya.

Pertama, namanya disamarkan. Setelah saya cek di data BBIers, tidak ada nama seperti itu. Sudah pasti dong, kalau nggak, bukan SS namanya. He he.. Kemudian saya mencari petunjuk dari alamat dan kota yang diberikan, yaitu Surabaya. Tidak membuahkan hasil.

Kedua, dari resi JNE yang saya terima, saya jadi tahu kalau SS saya berdomisili bukan di Surabaya tapi di Kediri. Kembali lagi saya ubek- ubek data BBIers di FB. Ada. Juga dari kenang- kenangan berupa dompet. Saya mengoogling tentang kerajinan khas Kediri dan polanya hampir sama, Gringsing namanya. Semakin dekat dengan Santa.

Ketiga, karena riddlenya begitu singkat di surat dari SS, seperti tidak ada yang bisa lagi ditelusuri, saya kembali minta bantuan Mas Google. Saya ketikkan nama yang tercetak di kertas surat : WIDA RL. WIDA NS. Ternyata itu adalah salah satu perlengkapan medis. Infus ya kalau saya tidak salah ingat.

Dan yakinlah saya siapa Santa saya. Saatnya untuk menebak dan Santa saya adalah…….

Mbak Andrea Ika Hapsari. Betul nggak, ya? He he.. Semoga betul ya. 



6 komentar:

  1. Ah pintar.. Lain kali jangan telat postnya ya say. Bikin H2C :)
    Aku liat buku ini Ada di wishlistmu. Cuma buku ini. Di Pare ga Ada Gramed jadi musti ke kediri. Tapi ga yakin Ada. Alhasil pergi lah ke surabaya, pertama ke Gramed Royal Plaza bukunya ga Ada. Lalu disarankan ke Manyar Kertoarjo disana di komputer Ada tapi dicari-cari gak Ada. Akhirnya mereka menelepon Gramedia di Gramedia Expo basuki Rahmad untungnya Ada.keringetan ... Semoga kamu suka ya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iy, Mbak..maaf ya telat. Belum sempat pegang lptp soalnya. Sibuk ngurus keperluan Imlek dan sembahyang. Jadi baru bisa post sekarang..

      Huaaaa..terharu banget sama perjuangan Mbak buat dapetin si L. Terima kasih banyak lho, Mbak. Aku suka banget sama ceritanya. Pas bikin postingan ini aja masih keinget sama Torino dan Rei. Heheehe..

      Sekali lagi, thanks bgt ya Mbak :D:D

      Hapus
  2. Aku suka banget sama novel ini... udah lama banget bacanya tapi kesannya masih ingat sampe sekrang dan endingnya bikinnnn... hiks..hiks..,

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya..nggak bakalan lupa deh sama cerita ini, meski aku ini pikunnya akut banget..asli membekas di hati, juga menyayat hati....aiiihh..

      Hapus
  3. Iyaa....aku juga suka sama buku ini.

    Hahaha...aku juga nebak mbak Andrea ato orang medis santanya ertalin. Soalnya kertas yg dipake itu, ada tulisan WIDA X)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaah, Mbak..keren dan mengharukan banget ceritanya. masih kebayang- bayang sampe sekarang sama si Rei..hahaha..

      untungnya sempat googling ttg Wida, kalo nggak, aku juga gak ada gambaran tentang siapa Santaku..hihihihi XD

      Hapus