Daftar Review

Rabu, 04 Desember 2013

High School Paradise - Orizuka

Judul               : High School Paradise – Surganya Anak SMA
Pengarang      : Orizuka
Penerbit         : Puspa Populer
Tebal              : 216 halaman

Sinopsis :
SMA Athens memang sekolah elite. Tapi, masih ada satu yang kurang. Athens nggak punya ekskul sepakbola. Ini yang membuat Lando, Rama, Sid, dan Cokie selama dua tahun selalu datang terlambat. Empat siswa paling top dan keren di Athens itu protes. Yang diprotes, siapa lagi kalo bukan guru olahraga mereka yang terkenal galak, Godzilla, eh, Gozali sebenarnya. Berhasil? Ternyata tidak. Hukuman Gozali malah semakin berat dari hari ke hari dan benar- benar membuat mereka harus tebal muka. Belum lagi mereka punya satu tugas, yaitu menyelamatkan Julia agar bisa masuk kelas khusus. Berhasilkah mereka mendirikan ekskul sepakbola dan menyelamatkan Julia? Langsung saja baca cerita lengkapnya.

Review :
Setelah penasaran abis dengan seri pertama dan kedua HSP (seri ketiganya sudah duluan dibaca dan direview), akhirnya nemu juga novel ini. Buku pertama lebih menceritakan perjuangan perjuangan Sid dan kawan- kawan dalam mengupayakan terbentuknya ekskul bola yang selalu ditentang oleh Gozali, guru olahraga mereka. Sebagai bentuk protes pada pihak sekolah (tepatnya Gozali), keempat anak ini sengaja datang terlambat setiap hari. Mereka rela dihukum oleh Gozali setiap pagi agar keinginan mereka didengar.

“Tidak akan. Kalian lah yang akhirnya akan capek dan menyadari kalau kalian cuma sekelompok anak- anak bodoh.” (Gozali di hal. 20 )

Namun Gozali tampaknya menyukai permainan ini. Hukuman yang diberikannya semakin bervariasi dan tidak ada tanda- tanda ia akan mengizinkan anak- anak untuk membentuk ekskul bola. Hal ini membuat Sid dan teman- temannya semakin membenci Gozali. Bahkan Rama sudah berdiskusi dengan tantenya yang adalah kepala sekolah Athens agar ekskul bola boleh dibentuk. Namun kepala sekolah menghargai apa yang diputuskan oleh Gozali. dan keempat anak itu tidak akan menyerah. Mereka semakin bersemangat untuk membuat Gozali naik darah setiap paginya.

“Kalau begitu, Bapak sepertinya harus menyiapkan energi ekstra,” kata Lando, membuat Gozali menatapnya. “Sepertinya kami bakal terus terlambat selama Bapak belum mengizinkan kami membentuk ekskul bola.” (hal. 20)

Hingga suatu pagi mereka kedatangan ‘anggota’ baru. Sebenarnya ada dua, Julia dan Aida. Tapi karena Gozali tahu bahwa keterlambatan Aida bukan disengaja, cewek itu tidak dihukum. Lain hal dengan Julia yang sudah capek- capek mengarang alasan agar tidak dihukum, gadis itu malah ikut dihukum bersama keempat aset Athens itu. Jadilah mereka berenam (karena Aida ngotot ikut dihukum juga setelah Julia protes) disetrap di tengah lapangan basket hingga jam pelajaran pertama selesai.

Ternyata keterlambatan Julia menjadi rutinitas setiap pagi hingga akhirnya Gozali memutuskan untuk menyamakan hukuman Julia dan keempat temannya yang lain. Julia malah sering terlambat plus sering ketiduran di sela- sela hukuman. Cewek itu nampaknya kecapekan. Bahkan Julia ambruk saat hukuman lari dimulai. Ia mimisan dan korbannya adalah Sid, yang menyanggah Julia sebelum cewek itu akhirnya pingsan dan darahnya merembes mengenai seragam Sid. Meski Sid selalu beradu mulut dengan Julia, ia juga khawatir saat Julia drop. Terlebih saat ia mendengar pengakuan Julia yang berusaha mati- matian untuk pintar. Sid lalu menceritakan hal itu kepada teman- temannya dan mereka langsung didera oleh rasa penasaran mengapa Julia berusaha sekeras itu.

Keempat cowok itu kemudian tahu alasan Julia ngotot ingin pintar dan masuk kelas khusus. Ternyata ayah Julia bangkrut dan tidak bisa membiayai Julia untuk bersekolah di Athens. Sedangkan Julia sangat ingin menamatkan SMA nya disana. Untuk itulah Julia berusaha keras agar nilainya bisa mencukupi untuk masuk kelas khusus. Ia bahkan bekerja paruh waktu untuk mendapatkan biaya tambahan.

Tentu saja keempat anak itu tidak tinggal diam. Sid yang pertama mengetahui hal itu, langsung menawarkan Julia untuk bekerja di Hilarious, café milik Rama, yang langsung disetujui oleh Rama. Sambil bekerja disana, keempat cowok pemegang ranking pararel di Athens (inilah yang menjadi alasan mereka tidak dikeluarkan dari Athens) akan mengajari dan membantu Julia agar cewek itu bisa masuk kelas khusus.

“Jadi, semua orang udah repot buat proyek ini,” kata Sid dengan gaya sok. “Proyek lima orang jenius membantu satu orang idiot. Namanya Saving-Idiot-Julia.” (hal. 92)

Maka mereka berenam berlomba dengan waktu yang terbatas. Fokus untuk mendirikan ekskul – sementara – berganti menjadi fokus untuk mempertahankan Julia di Athens. Cokie, Lando, Rama, dan Sid, juga Aida tak lelah mengajari Julia.

“Kita boleh nyesel kalo belum usaha. Tapi, kita udah berusaha sebisa kita kan?” (Lando di hal. 187)

Apakah proyek penyelamatan Julia berhasil? Bagaimana dengan usaha keempat anak itu dalam mendirikan ekskul bola idaman mereka? Ikuti  kisah indah dan menggemaskan persahabatan mereka dalam High School Paradise.

Seperti biasa, saya suka dengan novel- novel karangan Mbak Ori. Yang ini juga. Kisah persahabatan empat cowok (plus dua cewek) yang berbeda sifat dan latar belakang ini dikemas dengan apik. Ceritanya ringan tapi tidak membosankan. Membaca HSP ini bisa buat saya ngakak sendirian di kamar. Bahasanya luwes dan ala remaja tapi tidak berlebihan dan tidak bikin capek bacanya.

Secara keseluruhan, novel ini oke dan bikin yang bacanya ikutan semangat. Recommended bagi pecinta novel (apalagi novel remaja). Selamat membaca :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar