Daftar Review

Minggu, 28 April 2013

Cotton Candy Love - Priscila Stevanni



Cotton Candy Love

Priscila Stevanni
Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
244 halaman


Sinopsis :

Entah kenapa, kejadian sembilan tahun silam itu terus teringat di kepalaku. Kamu, kepolosanmu, dan gula kapas di tanganmu. Seakan ini sudah diatur, kebetulan yang telah ditakdirkan. Aku bertemu lagi denganmu, dengan segala perubahan. Kita sama sekali berbeda, tak lagi seperti dulu yang lucu dan lugu.

Perpisahan meninggalkan kenangan….

Lalu, sebuah pertemuan yang manis, menyenangkan, tapi singkat. Sama seperti potongan gula kapas yang meleleh dalam mulut.

Review :

Sessa masih mengingat dengan jelas pertemuan singkatnya dengan anak laki- laki yang –padahal – tidak ia kenal yang memberikannya gula kapas sembilan tahun lalu. Bahkan ia masih menyimpan tangkai dari gula kapas itu. Olehnya anak laki- laki itu ia panggil dengan pangeran gula kapas. Dan Sessa berharap bisa bertemu dengannya suatu hari nanti.
˜
Sessa tumbuh sebagai remaja yang cantik. Tidak hanya itu, ia adalah salah satu siswi populer yang aktif di sekolahnya, JPS. Siapapun pasti mengenalnya. Kebaikan hatinya seolah menambah kesempurnaannya. Namun dibalik itu semua, saat sahabat- sahabatnya sedang menikmati masa remaja mereka dengan cinta, Sessa masih belum juga merasakan cinta.

Lalu semuanya berubah saat cowok dingin itu masuk ke dalam kehidupan Sessa. Namanya Ezra. Ia duduk sebangku dengan Sessa saat memasuki awal tahun ajaran di kelas sepuluh. Ini bukan pertanda yang bagus. Sessa berusaha untuk optimis. Ia yang duluan menyapa Ezra dan yang ia dapat hanya kebekuan Ezra. Namun Sessa tidak patah semangat. Ia terus mencoba berinteraksi dengan Ezra.

Perlahan, Ezra yang terkenal cuek dan sering bolos mulai berubah. Ia jadi lebih ceria dan bersemangat berkat Sessa. Dan Sessa merasa senang. Satu yang Sessa ketahui adalah Ezra ternyata orang yang baik. Dibalik kecuekannya itu tersimpan kasih sayang yang tulus.

Perlahan Sessa mulai mengenal siapa Ezra dan mengapa Ezra selalu bersikap tertutup. Ya, selalu ada alasan dibalik semua sikap dingin Ezra. Ada masa lalu yang menghantui. Bahkan tidak hanya Ezra, Sessa juga memiliki masa lalu yang ia simpan rapat- rapat. Dan masa lalu itu ia gunakan sebagai cambuk yang menjadikannya untuk selalu sempurna dalam melakukan segala hal.

Ezra dan Sessa saling melengkapi. Sessa berhasil meluluhkan hati Ezra dan mengembalikan semangat hidupnya, menunjukkan betapa berharganya Ezra. Ezra berhasil membuat Sessa untuk tidak mati- matian agar bisa menjadi yang terbaik dan diingat orang.

Seiring berjalannya waktu, kedekatan mereka menumbuhkan rasa cinta. Tapi tidak semua kisah cinta berakhir manis. Ezra harus dihadapkan pada kenyataan bahwa gadis yang setengah mati mencintainya namun tidak ia cintai kembali. Ayah Ezra memaksa Ezra untuk kembali ke Jerman bersama gadis itu.

Siapkah Sessa untuk kehilangan Ezra? Apakah Ezra akan kembali menjadi Ezra yang beku? Ikuti kisah mereka di Cotton Candy Love.
˜


Pertama tergoda buat beli novel ini karena pembatas bukunya yang cute sekali. Dan setelah dibaca, ini dia yang saya dapatkan…..
Konflik yang diciptakan ringan, biasa lah, seputaran kisah roman remaja yang tidak ribet. Pengarang menonjolkan sisi positif yang dapat menjadi pembelajaran bagi remaja sekarang, yaitu sikap peduli, setia kawan, semangat dalam menjalani hidup (meski kenyataannya masih susah diterapkan ya. He he..)
Bagian ending (menurut saya) terlalu cepat. Ezra yang *tiitt….sensor supaya tidak spoiler* . Penggunaan tanda koma juga rasanya terlalu banyak sehingga saya merasa kurang nyaman. Untunglah semakin ke depan, frekuensi penggunaan koma berkurang.
Dan ngomong- ngomong soal tokohnya, tokoh yang bernama Sadya muncul di pertengahan cerita. Awalnya saya kira kehadiran dia akan menciptakan konflik baru. Ternyata tidak. Ia adalah sepupu Ezra dan Yoza ( Yoza adalah sahabat dekat Sessa selain Agta). Melalui Sadya lah cerita mengenai mereka bertiga dan masa lalu Ezra terungkap. *ciyee..seperti detektif ajah..hihi..* Untunglah kehadiran Sadya disini tidak mubazir, ia menolong Sessa dari ancaman Elora, gadis centil yang sok cakep tapi jahat.
Secara keseluruhan, boleh lah bagi teman- teman penyuka novel remaja. Selamat membaca J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar