Daftar Review

Minggu, 24 Februari 2013

Lukisan Keempat - Rina Suryakusuma


Judul               : Lukisan Keempat
Pengarang       : Rina Suryakusuma
Penerbit          : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal               : 224 halaman
Sinopsis :
Sebagai pramugari maskapai penerbangan internasional Corissa Airlines, tidak seorang pun mengira Natasya Petra Rahadian memiliki tiga fase kehidupan yang membuat gadis itu terluka karena cinta.
Dimulai dari ayahnya yang meninggalkan Natasya bersama ibu dan adiknya. Kekasih masa kuliah yang menduakannya dengan sahabat karibnya sendiri. Dan terakhir, pilot yang dekat dengan dirinya ketika menjalani pelatihan, berselingkuh dengan teman sekamarnya.
Natasya bersumpah takkan jatuh cinta lagi. Sampai ia bertemu Craig Hayden, penumpang Corissa Airlines yang menyebalkan. Sementara Craig sudah tertarik pada Natasya yang begitu menawan hati saat kali pertama ia memandangnya.
Entah bagaimana Craig tahu, Nat memendam luka dalam hidupnya. Ia bertekad akan menyingkap kabut tersebut, memberi Natasya siraman kasih sayang, dan mengembalikan kepercayaannya kepada cinta.
Mampukah Craig membuktikan bahwa ia layak masuk dalam kehidupan Natasya? Bisakah Craig mewujudkan tekadnya untuk menjadi bagian dari lukisan hidup Natasya yang keempat, sekaligus yang terakhir?
Review :
Pengalaman nampaknya mengajari Natasya segalanya. Terlebih pengalaman hidupnya yang pahit. Disakiti dan dikhianati membuat Natasya menjadi anti terhadap cinta. Luka demi luka yang memenuhi hatinya telah menutup hatinya kepada pria. Namun semuanya berubah ketika pria bule bernama Craig Hayden hadir dalam hidup Natasya.
Craig jatuh cinta pada pandangan pertama. Natasya telah mencuri hatinya saat mereka bertemu pertama kalinya di pesawat. Craig cukup cerdik untuk menarik perhatian Natasya dengan menciptakan sedikit masalah. Berkat masalah yang ditimbulkannya, otomatis Natasya akan mengingat dirinya meski bukan kesan yang baik. Bagi Craig ini sudah merupakan awal yang baik. Craig akan berjuang untuk mendapatkan Natasya karena ia yakin Natasya berbeda dengan wanita lainnya.
Natasya tidak begitu saja menerima Craig. Tidak aka nada lagi luka lain yang bisa menyayat hatinya. Craig pria yang sangat baik. Kebaikan dan ketulusan Craig membuat Natasya mau berteman dengannya. Mereka menjadi akrab. Sayangnya Natasya menolak saat Craig melamarnya. Ia bertekad untuk tidak hidup dalam komitmen. Daripada ia menderita seperti sebelumnya, ditinggal pergi oleh sang Ayah dan cintanya dikhianati dua kali oleh pria, lebih baik ia hidup sendiri.
Meski demikian, Natasya tidak dapat berbohong pada hati kecilnya. Ia juga mencintai Craig. Berada di sisi Craig merupakan momen bahagia melebihi apapun. Bersama Craig lah ia menemukan kembali bagian yang hilang dalamn dirinya. Ia dan Craig melewati malam pergantian tahun bersama di California. Craig mengajaknya menaiki wahana menegangkan, membawanya melihat kembang api yang luar biasa indah. Sungguh romantis. Namun sekali lagi tekad Natasya mencegahnya untuk melangkah lebih jauh.
Setelah kamu dewasa, Natasya, hitam tidak selalu hitam. Dan putih tidak selalu putih. Ada garis abu- abu di antara keduanya.” (Mama Natasya, hal. 171)
Saat mendapat rute penerbangan destinasi Asia, Natasya mengambil cuti dan kembali ke Indonesia, melepas sejuta kangen dan rindu terhadap Mama dan adiknya. Natasya juga menceritakan pertemuannya dengan Papa di pesawat pada Mamanya. Mamanya menasehatinya untuk tidak menyimpan dendam dan berusaha untuk tidak tertutup pada cinta. Natasya pun sadar, menolak Craig adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya. Kini ia akan mengubur masa lalunya.
Buah yang terlarang memang selalu indah. Namun setelah menjadi halal, buah itu tidak lagi menarik seperti ketika pertama kali didapatkan – hal. 141
Entah tahu dari mana bahwa Natasya sedang berada di Indonesia, Edward, pria yang mempermainkan cinta Natasya, kembali mencari wanita itu. Edward bahkan sudah siap untuk memutuskan pacarnya demi mendapatkan kembali Natasya. Baginya, Natasya lebih berharga. Awalnya Natasya menolak untuk keluar makan dengan Edward. Tapi ia ingin menunjukkan keberhasilannya pada pria itu dan memberi sedikit pelajaran pada pria bermuka tebal itu.
Tepat saat makan malam dengan Edward, kejutan muncul. craig berdiri di depan café dan mendapati Natasya tengah bermesraan dengan Edward. Hati Craig remuk. Pria itu telah salah sangka. Lalu segalanya menjadi kacau. Kini saatnya Natasya yang mengejar cinta Craig. Akankah cinta mempersatukan mereka? Bagaimana perjuangan Natasya untuk meraih impian terbesarnya? Ikuti kisah mereka dalam Lukisan Keempat.
Rina Suryakusuma. Melihat namanya di sampul buku membuat saya tidak ragu untuk membeli novel ini. Ci Rina merupakan salah satu penulis novel Amore favorit saya. Dan kali ini, seperti biasa, saya suka ceritanya. Dengan gaya penulisan yang lincah (meski di novel yang ini belum sebagus novel- novel selanjutnya dari Ci Rina), pesan dan makna dibalik cerita cinta Natasya tersampaikan dengan baik. Novel ini seolah sedang berbicara kepada kita, memberikan saran tetapi tidak terkesan menggurui.
Saya juga suka dengan karakter tokoh Craig. Dewasa dan matang. Ya, secara umurnya terpaut jauh dengan Natasya, 12 tahun. Kalau novelnya lebih tebal, isinya lebih detil, mungkin pembacanya (kalau cewek) bakalan jatuh cinta sama Craig kali ya. Ia selalu ada di sisi Natasya, menghibur dan menguatkan Natasya saat wanita itu tengah putus asa dan mengalami kesulitan.
Buat teman- teman yang belum baca dan penikmat novel roman, Amore yang satu ini saya rekomendasikan. Selamat membaca J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar