Daftar Review

Senin, 08 Juni 2015

Posbar : Meet and Greet bersama Penulis Haru


Pengalaman kemarin satu bulan yang lalu, tepatnya 10 Mei 2015, merupakan salah satu pengalaman yang tidak akan saya lupakan. Setelah menunggu dua minggu, hari itu tiba juga. Meet and Greet dengan Penulis Haru. Dalam acara ini hadir Orizuka, Lia Indra Andriana, Yosephine Monica, Andry Setiawan, dan Edwin Joo.

Event mengenai buku dan dunia kepenulisan seperti ini tentunya tidak lepas dari keikutsertaan BBI-ers Medan. Sejak Penerbit Haru mengumumkan adanya event ini, kami sudah heboh dan merencanakan untuk datang sekaligus kopdar. Ditambah lagi, ada anggota baru di keluarga kami, Viona dari Binjai. Jadilah BBI Medan semakin ramai ^^

Di poster, tertera acara dimulai pukul 16:00 di Gramedia Sun Plaza. Sebelum jam itu, kami sudah berada di Sun Plaza. Saya dan Mamak, sekitaran jam dua siang sudah nongkrong di Pizza Hut *berasa brand ambassador Pizza Hut saja karena setiap kopdar pasti ke PH*

suasana talkshow
Tepat pukul 16:00, kami naik ke lantai atas, dan samar- samar terdengar suara mas- mas melalui speaker. Acara sudah dimulai. Tepat waktu juga ya, pikir saya. Kirain bakalan molor (maklum, anak Medan). Beruntung, ada sisa tempat duduk walau masih banyak  yang berdiri. Kami diarahkan oleh petugas Gramedia untuk duduk. Tempat duduk paling depan pula. Datang boleh telat, tapi tempat VIP. Ha ha.. Asyiknya karena bisa menatap penulis favorit dari dekat. Foto- foto pun lebih gampang.

Talk show berlangsung selama kurang lebih satu jam. Meski singkat, namun sarat informasi dan pengetahuan baru yang kami dapatkan dari para penulis kece ini. Masing- masing penulis berbagi pengalaman dalam karier kepenulisan mereka.

Mbak Orizuka mengisahkan awal mulanya ia terinspirasi untuk menulis. Saat itu, pikiran Mbak Ori yang selesai membaca Princess Diaries karangan Meg Cabot, dipenuhi pertanyaan. Mengapa bisa begini, mengapa bisa begitu. Dari sanalah Mbak Ori mulai menulis. Mbak Ori sangat senang apabila minat baca masyarakat tinggi dan menyukai karyanya. Sebagai penulis, saat ditanyai mengenai karyanya yang disadur menjadi fan fiction, Mbak Ori menegaskan bahwa ia tidak mengizinkan penulis fan fiction untuk menjiplak bulat- bulat karyanya.

Kemudian, tak lengkap rasanya kalau tidak bertanya mengenai kelahiran buku ketiga serial Audy ini. Bagi penggemar serial The Chronicles of Audy, bulan Juni akan dirilis kalau tidak berhalangan ^^ Sedangkan mengenai isi atau ringkasan cerita, Mbak Ori belum bersedia untuk spoiler. Hi hi.. Jadi kita tunggu saja ya, teman- teman.

Mbak Lia juga berbagi  sedikit cerita mengenai Intertwine: Takdir yang Berjalin dan prosesnya. Bagi teman- teman yang belum membaca, Intertwine terdiri dari lima kisah yang ditulis oleh lima pengarang yang berbeda: Fei, Lia Indra Andriana, Orizuka, Clara Canceriana, dan KP Januwarsi. “Lima kisah yang berbeda, tetapi memiliki benang merah,” tutur Mbak Lia.
Mas Andry sedang berbagi info tentang Ojou!
Mas Andry juga berbagi sedikit cerita mengenai novel Ojou! yang termasuk ke dalam seri Hi! Kwangdae. Dan saya – yang belum membaca – jadi tahu kalau Ojou berarti putri. Novel ini menceritakan tentang seorang putri yakuza yang berkuliah di Universitas Kwangdae dan kehidupannya bertemu dengan seorang partner yang bernama Jeong.

Yosephine Monica,pengarang People Like Us, salah satu dari tiga besar dalam kontes 100 Days of Romance (2013), ternyata berdomisili di Medan dan masih kuliah di Universitas Sumatera Utara, Medan. Saat ini Yosephine sedang berada di semester dua. Salut kepada Yosephine, karena di usianya yang masih muda sudah bisa berprestasi. Yosephine yang tengah disibukkan dengan jadwal kuliah ini mengaku bahwa kesulitan terbesar saat menulis ialah jika inspirasi itu tidak muncul. Salah satu caranya untuk mendapat inspirasi adalah dengan browsing.

Mimin Edwin Joo dari Korean Updates juga berbagi suka duka selama menjadi admin di website yang meng-update berita mengenai dunia K-pop itu. Pengalaman inilah yang mas Edwin tuang ke dalam buku berjudul Curhat Admin. Sukanya adalah akses untuk menghadiri event- event K-Pop di Indonesia. “Aksesnya gratis,” itu poin yang saya ingat dari cerita Mas Edwin. Maklum, pecinta diskonan dan gratisan pasti langsung triing saat mendengar kata itu. Namun yang namanya pekerjaan tidak melulu mulus. Apalagi yang dihadapi adalah para fans K-pop. Sebagai admin, Mas Edwin tentunya harus pandai memilah pertanyaan dari fans. “Seperti fans yang menanyakan tentang nomor telepon artis, atau pun alamat artis, itu tentunya adalah pertanyaan yang tidak bisa dijawab,” ujar Mas Edwin.

Ada juga fans yang agak rewel, terus bertanya dan asik ping ping (saya mengerti dengan aksi ping terus menerus ini, bikin resah ya rasanya melihat kata berwarna merah itu muncul di layar ponsel *malah saya yang curhat..ha ha..*) Jadi ya, menjadi admin itu penuh perjuangan sekali ya. Semangat, Mas Edwin!

Bincang- bincang diselingi  sesi tanya jawab dan kuis. Para penulis dengan sabar menjawab pertanyaan dari hadirin. Kuisnya sederhana, dengan menjawab pertanyaan yang diajukan keempat pengarang. Saya termasuk salah satu yang beruntung dan mendapatkan goodie bag dari Haru. Terima kasih, Haru!
saya bersama dengan Yosephine Monica ^^

isi goodie bag dari Haru :D
Acara meet and greet ditutup dengan sesi tanda tangan dan foto- foto. Saya sebagai fans berat Mbak Ori sudah menyiapkan novel- novel karangannya untuk ditandatangani. Seneng banget karena Mbak Ori mau tanda tangan satu per satu ^^
antrean sesi tanda tangan
BBI-ers Medan dengan para penulis Haru yang kece :DD
ki-ka : Mas Andry, Mbak Lia, Mbak Lis, Viona, saya, Mamak, Mbak Ori, Yosephine, dan Mas Edwin
BBI-ers Medan (minus Mbak Evy yang sudah balik duluan dan ci Mei yang berhalangan hadir)
ki- ka: Viona, Mamak, saya, dan Mbak Lis
saya bersama Mbak Lia ^^
bersama Mbak Ori..*abaikan mata saya yang malah merem itu..hiks*
ini nih novel- novel yang diangkut ke Sun
Audy 21
Yang serunya, ternyata para penulis Haru ramah- ramah lho. Sewaktu saya menunggu jemputan, saya melihat Mbak Lia cs. keluar dan menunggu jemputan mereka. Awalnya saya ragu ketika hendak menyapa mereka, takutnya nanti gimana gitu kan. Ternyata saat Mbak Lia melihat saya, ia tersenyum dan melambaikan tangannya. Saya pun berjalan ke arah mereka. Baru sempat ngobrol sebentar mengenai BBI, mobil jemputan mereka datang.


Tak lama kemudian, saya juga dijemput. Serunya masih berasa meski acara sudah usai. Sebagai pecinta buku yang ingin lebih mengenal penulisnya, kami berharap agar acara seperti ini diselenggarakan kembali di Medan.


sumber foto : dokumentasi pribadi, dokumentasi Mbak Lis, dan dokumentasi Haru :)

7 komentar:

  1. mana foto buku yg di ttd nya? hahahahha. cuma kita ber 2 yang bawa bukunya niat banget ya :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu, Mbak sudah saya update..hari itu mau di-post juga tapi memory card entah di mana..iya, niat banget berasa mau pindah rumah saking banyaknya..haha..

      Hapus
  2. wah... Erta pamer buku-buku yang ditandatangani nih... :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahah..enggak lo, Mak..wkwk..peace ^^v

      Hapus
  3. Goodie bagg??
    Haa.. tau gini mantengin terus di m&g-nya..
    #maklum ga pernah m&g

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe..iya..tapi kuisnya di akhir acara kok dek :) next time semoga beruntung ya ^^

      Hapus
    2. hehe..iya..tapi kuisnya di akhir acara kok dek :) next time semoga beruntung ya ^^

      Hapus