Daftar Review

Minggu, 05 Oktober 2014

Destinée - Monica Anggen

Judul               : Destinée
Pengarang       : Monica Anggen
Penerbit           : Salang Publisher
Tebal               : 216 halaman

Sinopsis :
Luna
Laki-laki itu pembunuh! Bagaimana mungkin ia bisa jatuh cinta pada laki- laki yang sudah menyebabkan saudara kembarnya meninggal? Astaga! Sepertinya ia sudah gila. Ini jelas tidak boleh terjadi. Kenapa takdir malah mempertemukannya dengan laki- laki itu? Meski pada kenyataannya, laki- laki itu pulalah yang sudah berkali- kali menyelamatkan dirinya di Paris.
Jason
Aku menabraknya! Tapi begitu melihat wajahnya, aku terpesona. Wanita Asia yang sangat menawan. Matanya yang sehitam rambutnya itu bersinar hangat. Meski seluruh dunia ini menjauhiku. Aku tidak akan mempedulikannya, karena begitu ada Luna, hidupku tak lagi hampa. Takdir ini, aku tidak aakn pernah memungkirinya.
Rei
Gila! Ini tidak mungkin, kan? Kenapa takdir bisa membuat aku bertemu lagi dengannya? Perempuan itu… perempuan itu kan yang kembarannya meninggal? Mau tahu hal terburuknya? Aku jatuh cinta pada perempuan itu tanpa bisa kucegah.
Tiga hati bergelut dalam aroma cinta yang sama. Konspirasi yang hampir membuat Luna nyaris mati pun terjadi. Luna sama sekali tak menyangka. Laki- laki yang berkali- kali menyelamatkannya itu adalah pembunuh kembarannya. Jason dan Rei, mewarnai hati Luna dalam nuansa yang berbeda. Siapa takdir Luna sesungguhnya?

Review :
Seharusnya Luna berada di Paris bersama kembarannya, Leon. Namun keinginan itu tidak pernah terwujud. Leon meninggal sebelum mereka berangkat ke Paris karena kehabisan darah akibat kepalanya dipukuli dengan botol kaca.

Sepeninggal Leon, semua berubah. Papa, Mama, dan Luna larut dalam kesedihan mereka masing- masing. Barulah ketika Luna histeris pada suatu hari, semua tersadar bahwa hidup ini terus berlanjut. Harapan Leon untuk pergi ke Paris itulah yang akhirnya membuat Luna untuk tetap tegar dan menerima beasiswa yang mereka dapatkan. Maka berangkatlah Luna ke Paris.

Paris sangat indah. Teman satu apartemen Luna, Lizzy dan Ang Shan juga sangat baik terhadapnya. Tidak hanya itu, ia juga bertemu pemuda romantis yang selalu membuat hati Luna berbunga- bunga. Jason mengisi hari- hari Luna, membuat Luna jatuh hati padanya. Namun Lizzy seolah- olah tidak suka. Luna mengira Lizzy hanya cemburu.

Ternyata kedekatan Jason dan Luna juga menjadi pembicaraan teman- teman satu kampus mereka. Bahkan Rei, penghuni baru di apartemen depan, memperingatkan Luna untuk menjauhi Jason. Berbeda dengan Jason, berada di dekat Rei mampu membuat hati Luna berdebar- debar. Sayangnya Rei dan Luna selalu bertengkar setiap kali bertemu. Tepatnya Luna yang tidak menyukai Rei.

Anehnya, Rei yang selalu menyelamatkan Luna dari teror dan ancaman yang diterima gadis itu. Perlahan Luna menyadari kebaikan Rei dan bisa menerimanya. Tapi saat kenyataan bahwa Rei adalah pemuda yang menyebabkan kematian Leon terungkap, bagaimana perasaan Luna? Sanggupkah Luna memaafkan Rei? Ikuti kisah selengkapnya di Destinée.

©

Sebenarnya saya menyukai ide cerita ini. Sayangnya typo-nya cukup mengganggu. Karakter Jason yang mencintai Luna juga kurang kuat menurut saya sehingga kurang greget saja saat bacanya.

Terlepas dari itu, saya menyukai novel ini yang ringan dan mudah untuk diikuti. Untungnya deskripsi tentang Rei cukup baik sehingga dapet kesan misterius dan protektif pemuda itu *ceritanya ini Tim Rei =D * Kovernya saya suka. Imut dengan miniatur Menara Eiffel nya.


Inilah review singkat saya tentang novel ini. Selamat membaca J

2 komentar:

  1. ya ampuuuunnn.. jadi keingat destiny satu lagi *sigg

    BalasHapus
    Balasan
    1. hiihih..ayookk..mana reviewnya? *berasa debt collector*
      destiny nya boleh sama, tp isinya beda jauh..haahah....

      Hapus