Daftar Review

Selasa, 15 Juli 2014

Runaway Ran - Mia Arsjad

Judul               : Runaway Ran
Pengarang      : Mia Arsjad
Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal              : 368 halaman
Sinopsis :
Katrina si anak manja yang hobi belanja online itu, sekarang harus belajar hidup irit dan mencari uang sendiri. Kebetulan, ada iklan lowongan yang di-broadcast di Blackberry. Katanya sih untuk jadi asistennya J.F. Ran, komikus pengarang 4 Hero No Zero. Tawarannya menggiurkan sih, dan berhubung kebutuhan belanja online-nya sangat mendesak, Katrina pun mengirimkan CV-nya.

Komik berjudul 4 Hero No Zero sudah tiga tahun ini booming di Indonesia. Komik nyeleneh dan kocak itu ditulis oleh J.F. Ran yang ternyata aslinya ganteng, tapi galak. Apalagi pacarnya, Viana yang judes dan cemburuan setengah mati. Nggak heran kalau orang yang kerja jadi asisten Ran, nggak pernah bertahan lama.

Kali ini giliran Katrina yang jadi asistennya. Bahkan awet nggak ya? Kira- kira siapa yang bakalan takluk? Ran atau Katrina?

Review :

Katrina kini bukan lagi anak seorang direktur. Namun hobi belanjanya itu sudah mendarah daging. Tidak bisa dihilangkan. Katrin yang tengah menyelesaikan S2 nya memutuskan untuk mencari uang saku tambahan agar tetap bisa shopping. Bersama Alya, sahabatnya, Katrin mencari lowongan pekerjaan paruh waktu di luar jadwal kuliahnya. Kebetulan Alya mendapat broadcast tentang lowongan pekerjaan menjadi asisten J.F. Ran, komikus yang lagi naik daun karena komiknya sedang laris di pasaran.

Maka Katrin berangkat untuk wawancara ke tempat yang sudah ditentukan. Selama proses wawancara, Katrin menangkap bahwa sosok Ran sangat ramah. Meski tak yakin bakalan terpilih menjadi asisten Ran, Katrin tetap berharap. Dan benar saja, Katrin diterima.

Menganggap harus meninggalkan kesan yang baik di hari pertamanya bekerja, Katrin dibantu Alya mempersiapkan penampilan terbaik. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Setibanya di apartemen Ran, cowok itu malah mengkritik Katrin habis- habisan. Intinya Katrin salah kostum. Baru hari pertama saja Katrin sudah kesal dibuatnya. Ran yang kini menjadi bosnya sangat berbeda dengan Ran saat wawancara kerja.

Ternyata J.F. Ran ini betul- betul unik. Di luar karakternya yang melenceng dari karyanya, ternyata yang lain- lainnya juga sangat ajaib bin langka. Baru hari pertama, Katrin tercengang- cengang begini. What a first day! (hal. 64)

Selanjutnya pun begitu. Berkomunikasi dengan Ran membutuhkan kesabaran ekstra. Cowok itu selain jutek juga aneh menurut Katrin. Tak heran, pacar Ran juga aneh, bahkan lebih parah dari Ran. Ia sangat posesif dan selalu mencari masalah dengan Katrin. Katrin mencoba untuk sabar karena ia sangat membutuhkan pekerjaan ini. Ran malah tidak pernah membelanya sama sekali. Benar- benar bikin emosi!

Kalau dipikir- pikir, Ran baru sadar kalau Katrin itu menyegarkan, sedangkan Viana bagai polusi yang bikin dia sesak napas. Ibarat penghuni Jakarta, Viana itu asap knalpot yang terpaksa ia hirup selama hidup di Jakarta. Kalau Katrin… cewek itu kayak oksigen. (hal. 264)

Sifat Katrin yang tidak bisa menahan godaan untuk belanja akhirnya membuat Katrin harus bekerja ekstra. Ia menerima saja pekerjaan dari Dini yang tidak ia ketahui dengan jelas. Baru pada hari H nya, Katrin tahu pekerjaannya itu menuntutnya untuk tampil vulgar di sebuah pesta re-opening sebuah karaoke plus- plus. Katrin menolak tetapi Dini tetap memaksa. Untunglah Ran datang tepat pada waktunya. Awalnya Katrin mengira Ran sama saja dengan pengunjung klub yang lain, tetapi setelah Ran menjelaskan semuanya, barulah Katrin mengerti dan merasa terharu.

“Nggak semahal kalo gue harus kehilangan asisten karena kamu frustasi, mengurung diri, dan nggak mau kerja setelah keluar dari sini.” (hal. 281)

Dari Gatot, Iman, dan Herman, teman- teman Ran yang menjadi tokoh superhero dalam komik Ran, Katrin menjadi tahu penyebab Ran bersikap seperti ini. Ran dulunya tidak secuek ini. Dalam hati, Katrin semakin yakin kalau bosnya itu sebenarnya baik. Apalagi saat mendengar Alya yang diputusin sama Adit, cowoknya, dan dituduh sebagai perusak rumah tangga orang, Ran lah yang membantu Katrin menenangkan Alya.

“Kalau kalian semua di sini cuma mau mencari bahan gunjingan, kalian sama aja rendahnya sama orang yang kalian anggap rendah.” (hal. 184)

“Semua yang berlebihan itu nggak baik. Suara yang terlalu keras bisa bikin kita nggak bisa menikmati. Makan terlalu banyak bisa bikin perut sakit. Cinta yang terlalu dalam bisa bikin kita takut melihat kenyataan.” (hal. 189)

Apa yang membuat sikap Ran seolah membatasi diri dari orang- orang di sekitarnya? Sanggupkah Katrin melepas pekerjaan menjadi asisten Ran setelah tidak tahan dengan Viana yang selalu menghina dan mencari masalah dengannya, sementara ia sendiri sangat ingin tetap bisa bersama Ran? Ikuti kisah menggemaskan mereka di Runaway Ran.
$
Sudah lama saya tidak membaca novel dengan gaya bahasa sesantai dan kocak yang ada di Runaway Ran ini. Ceritanya menghibur dan saya suka sekali. Padahal novel ini sudah bertengger di rak dan saya sempat males untuk baca karena tebal. Tapi….sekali baca malah nggak pengen berhenti dan saya bacanya juga cepat. Reviewnya pun cepat. Salut untuk Mbak Mia.

Selain beberapa typo yang tidak terlalu mengganggu, semuanya oke. Karakter yang diciptakan juga jelas. Karakter favorit saya adalah Ran. Gaya bicaranya unik, kombinasi gue-kamu. Paling menggemaskan saat ia berbicara dengan Katrin. Juteknya di mulut saja. Hatinya baik. So sweet banget deh. He he..

Dan karakter yang paling nggak aku suka itu si Adit dan Viana. Adit yang maniak dan Viana yang selalu mencari kesempatan untuk menyerahkan diri sama Ran – yang selalu Ran tolak – sepertinya cocok sekali kalau disandingkan. Tindakan mereka sangat dilarang untuk ditiru.

Secara keseluruhan, keren banget deh ini novel. Sangat membantu sekali di tengah galaunya sidang skripsi ini. 5/5 deh © Bagi teman- teman yang belum membaca, Metropop yang satu ini saya rekomendasi banget. Selamat membaca J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar