Daftar Review

Minggu, 15 September 2013

Postcard from Neverland - Rina Suryakusuma

Judul               : Postcard from Neverland
Pengarang      : Rina Suryakusuma
Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal              : 280 halaman

Sinopsis:
Hidup identik dengan kesulitan. Paling tidak, itulah yang dialami Ami Siswoyo. Gadis cantik, single, muda, tapi dari keluarga kurang mampu. Ami terpaksa putus kuliah di tengah jalan, bekerja jadi pelayan kafe, dilecehkan dan ditawar- tawar orang seperti barang. Memuakkan!
Hanya satu hal yang memberi Ami kekuatan untuk tetap bermimpi dan bisa mengubah nasib, yaitu kartu- kartu pos kiriman almarhum ayahnya yang meninggal di tahun terakhir studi di Jerman.
Sampai pada satu kesempatan, Ami bekerja sebagai pelayan di tempat Joshua Leinard. Pria bule berusia 44 tahun yang peduli padanya ketika semua orang menyudutkannya. Pria yang mencintainya tanpa pamrih dan memberinya kebahagiaan tanpa batas.
Dan hidup Ami berubah!
Hanya saja, mampukah mereka bertahan dari sejuta rintangan? Mereka hidup di dua dunia yang berbeda. Sanggupkah mereka membangun jembatan untuk menyatukan cinta mereka?

Review :
Menjadi gadis cantik tapi miskin tidaklah mudah bagi Ami. Ia sering dipandang sebelah mata oleh orang- orang di sekitarnya, terutama mereka yang merasa berkuasa, juga dianggap sebagai gadis yang bukan- bukan. Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Ami adalah gadis cerdas dengan harga diri yang tinggi. Sayangnya ia mengalami kesulitan finansial setelah ayahnya meninggal sehingga ia harus berhenti kuliah dan bekerja demi meringankan beban ibunya.

Awal derita Ami dimulai ketika ia bertemu dengan pelanggan nakal di Lamborghini café, tempatnya bekerja. Ia melawan pelanggan tersebut dan manajernya tidak membelanya, malah memecatnya. Jadilah Ami pengangguran. Padahal ia masih harus membiayai ujian Fia, adik perempuan satu- satunya.

Di tengah cobaan itu, Lusi, sahabat baik Ami, menawarinya untuk ikut interview di salah satu hotel berbintang di Jakarta yang baru dibuka. Meski awalnya menolak, Ami akhirnya setuju untuk mencoba. Dan hal yang sama kembali dialami Ami saat wawancara kerja. Ia kembali dilecehkan oleh Asisten Manajer SDM di Hotel Grand Castella. Ami menolak tawaran beliau dan melangkah keluar dengan hati yang perih.

Di saat itulah Joshua Leinard muncul. Bule tampan itu menawarkan pekerjaan pada Ami sebagai pelayan di rumahnya. Gaji yang dijanjikan juga tinggi, berkali- kali lipat dari gajinya saat ia bekerja sebagai pelayan di kafe. Dengan gaji yang tinggi itu, selain bisa membiayai Fia, Ami juga bisa menabung lebih cepat untuk kembali ke bangku kuliah. Setelah menimbang- nimbang, Ami akhirnya setuju. Toh ia memang tidak mampu. Tidak ada salahnya bekerja sebagai pelayan di rumah bule itu.

Bekerja di rumah Josh tidaklah sulit. Josh sudah memiliki pelayan yang mengurus rumah dengan baik. Ami sampai bingung apa yang hendak dikerjakannya saat pertama kali tiba di rumah Josh. Ternyata ia hanya bertugas memantau pekerjaan pelayan lainnya. Setelah tugas Ami selesai, ia juga diperbolehkan membaca buku di perpustakaan Josh. Sungguh menyenangkan.

Ada yang tidak biasa saat Ami berinteraksi dengan Josh. Tatapan matanya membuat Ami bergejolak. Mati- matian Ami membuang rasa itu, tapi ia tidak mampu. Rasanya ia telah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Josh. Ternyata Josh pun memiliki perasaan yang sama. Suatu hari, saat berbelanja bersama Ami di supermarket, Josh mengutarakan perasaannya. Ami ingin menolak, sadar bahwa ia dan Josh bagai langit dan bumi. Mereka tidak pantas bersama.

Sempat ragu sejenak, Ami menerima pernyataan cinta Josh. Sejak itu mereka merajut kisah cinta yang indah. Ami sangat bahagai bisa berada di dekat Josh. Bersama Josh selalu membuatnya aman dan nyaman. Namun hubungan mereka masih belum diketahui orang lain. Ami terlalu takut akan penilaian buruk orang terhadapnya. Apalagi statusnya sebagai pelayan di rumah Josh. Mau dianggap apa?

Masalah mulai bermunculan. Kedatangan Dennis, putra tunggal Josh yang juga mencintai Ami. Juga Maggie yang kembali ke dalam kehidupan Josh. Bagaimana perjalanan cinta Ami dan Josh pada akhirnya? Apakah kembalinya Maggie akan meluruhkan kebencian Josh? Ikuti kisah lengkapnya dalam Postcard from Neverland.

sumber gambar di sini

Novel keempat ci Rina yang saya nikmati. Seperti novel- novel lainnya, saya suka dengan novel ini. Romantis seperti temanya, Amore. Tapi hanya sebatas suka. Sejauh ini novel ci Rina favorit saya masih Lukisan Keempat.

Mungkin dari konfliknya yang membuat cerita ini sedikit biasa (ini menurut saya lho). Kalau dari segi penyampaian cerita, pasti oke. Ceritanya tidak berbelit dan sangat mudah dimengerti. Itulah yang membuat saya membaca novel ini hingga akhir. Meski konfliknya tidak sampai membuat emosi saya naik turun dan jantungan gak jelas, alur ceritanya menarik untuk diikuti. Overall oke lah dan masih menunggu novel ci Rina yang lain untuk dibaca J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar