Daftar Review

Senin, 18 Juni 2012

Lovasket - Luna Torashyngu


Lovasket
Luna Torashyngu
PT. Gramedia Pustaka Utama
311 halaman

Badai kehidupan bisa menerpa siapa saja. Termasuk  Vira. Ketika asyik menikmati hidup yang nyaris sempurna, memiliki orangtua yang baik, kebutuhan yang lebih dari cukup, dan status yang oke sebagai pebasket berbakat kebanggaan sekolah, Vira harus dihadapkan pada kenyataan bahwa  Ayahnya adalah seorang koruptor. Beliau dipenjara dan seluruh harta keluarga Vira disita. Jadilah Vira dan Mamanya harus angkat kaki dari rumah mewah mereka. Bahkan sekolah Altavia tempat Vira menuntut ilmu juga mengeluarkannya dengan alasan kasus Ayah Vira mencemari nama baik sekolah.
Belum habis beban yang diterima Vira, teman- teman satu geng nya, The Roses pun ikutan menyingkirkannya. Terutama Stella, yang selama ini ternyata merasa hanya menjadi bayang- bayang Vira, kini dengan mudahnya merebut posisi Vira di klub basket.
Kini Vira berantakan. Semangat hidupnya menguap. Ia benci semuanya. Dan paling utama adalah, tidak ada lagi yang namanya basket!
Namun Niken, teman baru Vira sekaligus anak dari penjual kerupuk langganan Mama Vira, berusaha mengembalikan semangat hidup Vira. Apalagi sekolah baru Vira, SMA 31 sedang mengadakan pengurangan ekskul untuk menghemat biaya dan karena Niken tidak mau ekskul basket menjadi salah satu 'korban', maka ia membujuk Vira untuk bergabung di klub basket. Vira selalu menolak. Akan tetapi, Niken sangat sabar menghadapi Vira yang selalu bersikap acuh. Hingga akhirnya kebekuan di hati Vira agak mencair, Niken senang sekali. Dan yang lebih menggembirakan ialah Vira bersedia untuk bergabung dengan klub basket dan bersedia membawa tim basket putri SMA 31 untuk berprestasi dalam turnamen basket yang akan diadakan nanti.
Perlahan hidup Vira kembali normal. Justru ada perubahan dalam hidupnya. Vira menjadi gadis yang lebih pengertian, lebih memahami arti persahabatan yang sesungguhnya, dan lebih pemaaf.
Vira juga semakin dekat dengan Rei, ketua tim basket pria, yang selalu menjadi incaran cewek- cewek di sekolah. Rei sendiri juga sangat dekat dengan Niken sejak SMP.
Melalui kerja keras dan semangat, tim basket SMA 31 berusaha untuk memenangkan turnamen dan mengalahkan SMA Altavia yang dipimpin Stella. Apakah mereka berhasil membuktikan bahwa sekolah pinggiran tidak selamanya berkualitas buruk? Apa rencana Vira setelah segalanya berhasil dikendalikan?
Novel ini banyak mengingatkan kita akan arti dari persahabatan yang tulus. Bagaimana ketika Vira dikhianati dan dikucilkan oleh sahabatnya di SMA Altavia dan kondisi yang berbanding terbalik saat ia pindah ke SMA 31. Sahabat- sahabat baru Vira menerima dirinya apa adanya.
Novel ini juga memilki nilai lebih ketika para pembaca turut merasakan betapa kerasnya perjuangan tim basket SMA 31 dan pembaca turut hanyut ke dalam suasana yang diciptakan penulis. Meski ini adalah kali kedua saya membaca novel ini, saya tidak merasa bosan untuk membaca ulang. Well, cukup dulu resensi Lovasket buku pertama ini. Berhubung novel kedua udah di tangan, saya mau lanjut membaca dulu. Selamat membaca dan semiga rekomendasi novel ini cocok dengan teman- teman. :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar