Daftar Review

Rabu, 11 Januari 2012

Uttuki : Perjuangan Cinta Sepanjang Masa



Judul buku      : Utukki – Sayap Para Dewa
Pengarang       : Clara Ng
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal               : 402 halaman
Selamat tahun baru yang telat. He he. Mengawali bacaan awal tahun, saya menyelesaikan sebuah novel berbau mitologi Yunani berjudul Utukki. Lagi- lagi Mbak Clara berhasil menelurkan karya- karyanya yang ‘wah’ menurut saya. Kisah yang terlihat bakalan membosankan ini ternyata bukan berisikan sejarah melulu. Kisah ini kisah percintaan antara Makhluk-Dunia- Atas dengan manusia biasa. Dan seperti karya yang lain, kisah ini juga mudah untuk diikuti. Tidak ribet. Kebetulan novel Utukki ini saya dapatkan waktu ikutan klinik penulisan fiksi Mbak Clara November lalu. Plus dapat tandatangan Mbak Clara juga (terima kasih buat Mbak yang sudah berbagi cerita dan juga penerbit yang mengadakan acara J ).

Cerita ini mengisahkan percintaan Thomas dan Celia, murid SMA, yang (sebenarnya) sudah terjalin sejak tujuh ribu tahun yang lalu, kisah cinta antara Enka dan Nannia. Enka hanyalah seorang manusia biasa sedangkan Nannia merupakan anak dari pasangan Dewa Anu dan Dewi Antu. Nannia merupakan anak terakhir (anak kedelapan) dari Utukki bersaudara sekaligus anak yang paling cantik. Ketujuh saudaranya memiliki wajah yang buruk rupa seperti monster dan disegel oleh ayah mereka, Dewa Anu. Kisah cinta Nannia dan Enka banyak mendapat cobaan. Namun kekuatan cinta membuat mereka tidak berhenti berjuang. hingga tujuh ribu tahun kemudian ketika mereka sudah berubah wujud pun rasa cinta itu tidak pernah hilang.
Cerita ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama setelah prolog dan bagian kedua.

Pada bagian prolog, kita tidak akan menemukan dewa maupun dewi- dewi yang sedang berdialog di atas langit. Cerita dimulai dengan perkenalan dua tokoh yang muncul di setiap jeda cerita, Adam dan Naeva, namun akan dikaitkan (sedikit) dengan tokoh utama pada akhir kisah nanti. Adam mengambil jurusan sejarah sedangkan Naeva mengambil jurusan jurnalistik. Adam sangat menyukai cerita mitologi. Di setiap kesempatan yang ada, ia akan menceritakan sedikit- sedikit mengenai legenda Bangsa Mesopotamia yang dianggap Naeva sebagai ‘kuliah gratis’.
Bagian pertama.
Cerita dimulai dengan perkenalan Thomas dengan Celia. Thomas yang malu- malu dan Celia yang agak agresif. Juga diceritakan bagaimana Antu melepaskan ketujuh anaknya. Awalnya saya tidak tahu mengapa ada acara teriak- teriakan antara ibu dan ketujuh anak itu. Namun  setelah membaca kelanjutannya, baru deh. Ada hubungan yang erat ternyata.
Pertemuan Thomas dan Celia sangat singkat. Keduanya segera berpisah. Thomas kehilangan Celia. Celia terangkat menuju langit. Tinggal di kerajaan Dewi Ishtar. Rasa perih memenuhi hati kedua insan yang saling mencintai. Perlahan mereka mulai mengetahui bahwa kenangan masa lalu membelit mereka. Keduanya terlahir kembali dengan jenis kelamin yang berbeda. Perjuangan cinta berlanjut. Jika Thomas dan Celia berhasil membuktikan bahwa mereka saling mencintai dan dapat melalui rintangan- rintangan yang mereka jalani maka keduanya dapat bersatu. Jika tidak maka keduanya harus menerima kenyataan pahit bahwa mereka harus berpisah. Waktu yang diberikan sepuluh tahun. Selama itu pula lah Thomas harus selalu mengingat Celia meski mereka tidak pernah bertemu.
Ini bukan perjuangan dua makhluk. Ini cinta segitiga. Ishtar, Dewi Cinta, Kesuburan, dan Perang, mencintai Enka. Karena cintanya yang begitu besar, Dewa Anu membantunya dengan mengubahnya menjadi makhluk mortal. Namun Enka mencintai Nannia dan bahkan tidak menyadari kehadiran Ishtar. Cinta Ishtar bertepuk sebelah tangan. Ia akhirnya menikah dengan pria lain dan melahirkan seorang anak perempuan. Namun pada akhirnya ia harus kembali ke langit dan meninggalkan anaknya. Cinta Ishtar kepada Enka tidak pernah surut. Ia masih tetap berusaha untuk mendapatkan Enka. Hingga sekarang. Ia berusaha memisahkan Thomas dan Celia. Kali ini dibantu oleh Dewi Antu yang menentang mati- matian hubungan putrinya dengan manusia biasa itu.
Bagian kedua.
Tujuh tahun berlalu. Ketika Thomas kembali ke Indonesia, semua orang telah melupakan Celia. Tidak ada yang bernama Celia. Hanya Thomas yang masih mengingat gadis itu. Celia yang tinggal di dunia dewa- dewi masih setia pada cintanya. Dewa Ea, Dewa Air dan Kebijaksanaan, menjadi sahabat Celia yang membantu Celia untuk keluar dari kerajaan Ishtar. Ia jugalah yang mempertaruhkan nyawanya demi melindungi Thomas.
Kisah ini terasa semakin seru ketika perjuangan sudah mencapai puncak. Bagaimana Celia menghadapi monster Utukki. Setelah Dewa Ea tidak beserta dengan Celia lagi, muncullah Marduk. Ia anak Dewa Ea. Jenaka dan gaul. Marduk lah yang mengajari Celia dan membekali Celia melawan Utukki. Thomas di bumi juga tidak gampang. Ia berperang melawan Antu. Ishtar yang semula berniat menghancurkan Thomas, akhirnya mengerti arti cinta yang sesungguhnya dan berusaha mempersatukan Celia dan Thomas.


Apakah perjuangan Celia dan Thomas akan berbuah manis? Bagaimana akhir dari semuanya? Pada akhirnya...... (baca sendiri ya..he he..)
Semuanya saling berhubungan. Salut untuk Mbak Clara yang begitu lihai menghubungkan dan menggabungkan segalanya. Selalu terlihat alami. Dewa bisa lucu- lucuan dan terlihat sedikit humanis di dalam cerita ini. Marduk versi Mbak Clara adalah Marduk yang gaul dan gokil. Saya paling suka dengan Dewa Ea yang baiknya itu loh. Sedihnya waktu melihat ia harus pergi. Namun kepergiannya tidak sia- sia. Seperti pahlawan yang gugur di medan perang.

Meski ada yang terasa ganjil untuk diterima akal, tapi ya..itulah. Semuanya bisa terjadi. 

Ada beberapa kalimat yang saya suka.
<Cinta,> bisik Antu sekali lagi, <adalah mata rantai yang terkuat> - halaman 81

Cinta adalah hal terlemah yang dimiliki manusia. Yang dapat membuat manusia menerita.yang dapat mengakibatkan perang berkepanjangan. Yang dapat membuat manusia rela melihat neraka.
Tapi seperti pedang yang mempunyai dua sisi,cinta juga dapat menguatkan. – halaman 82

Novel ini saya rekomendasikan bagi teman- teman yang suka membaca novel. Semoga bermanfaat dan selamat membaca.


Yang ada di  belakang buku
I am one wing and you are equally the other 

Cerita ini dimulai tujuh ribu tahun lalu. Ketika manusia mendongak ke langit dan menatap bintang gemintang. Terpesona. Lalu bertanya, “Apakah hidup? Apakah cinta?”

Tujuh ribu tahun yang lalu, di lembah subur Mesopotamia, manusia mencapai peradabannya yang pertama. Mereka membangun kota, menciptakan kepercayaan dan agama, menemukan tulisan, membangun irigasi, menggunakan roda, dan mendongengkan mitos pada setiap keturunan anak manusia.

Tujuh ribu tahun yang lalu, bangsa Mesopotamia Kuno bercerita tentang delapan monster, seorang pendeta lelaki, dan dewa-dewi, yang karena satu dan lain hal harus menentukan jalan hidupnya dan menggenapi nasibnya.

Cerita ini bukan mitos. 

Bukan juga dongeng, fantasi, atau sekadar obrolan minum kopi. 
Cerita ini adalah cerita abadi sepanjang zaman. 

Sebuah epos tentang perjuangan, cinta, dan keyakinan, yang telah hidup lebih dari tujuh ribu tahun.



Dari Mesopotamia, tahun 5000 Sebelum Masehi.
Sampai Jakarta, tahun 2000 Sesudah Masehi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar