Daftar Review

Sabtu, 19 November 2011

Recomended : And Then There Were None by Agatha Christie


Selamat malam dunia.....(ngintip liriknya om Pongky cs. dulu..he he..)
Seperti biasa, saya mau bagi- bagi bacaan buat teman- teman. Kali ini novel yang saya baca tidak seperti biasa seperti Metropop, Teenlit, ataupun buku- buku lainnya. Novel yang saya review kali ini berbau thriller. Judulnya sama seperti judul postingan saya. Novel ini (lagi- lagi) saya beli atas rekomendasi dari teman kantor.

Cerita diawali dengan kedelapan (dua lagi sudah tiba duluan) tamu yang sedang berada dalam perjalanan mereka ke Pulau Negro atas undangan Mr. Owen. Masing- masing dari mereka sibuk dengan pikiran dan kebanyakan dari mereka merasa senang bisa mendapat undangan ke pulau tersohor yang tengah menjadi berita hangat di media massa.

Semuanya tiba dengan selamat dan bergembira. Namun kegembiraan mereka tidak berlangsung lama. Suasana berubah mencekam setelah piringan hitam yang diputar menuturkan kejahatan yang telah diperbuat oleh kesepuluh orang ini.


Edward George Armstrong
Emily Caroline Brent
William Henry Blore
Vera Elizabeth Claythorne
Philip Lombard
John Gordon Macarthur
Anthony James Marston
Thomas Rogers & Ethel Rogers
Lawrence John Wargrave


Itulah daftar nama- nama tamu Mr. Owen. Masing- masing memiliki kesalahan yang mereka perbuat. Akan tetapi mereka mengelak. Suasana bertambah ngeri lagi ketika salah satu dari mereka, Marston, meninggal secara tiba- tiba. Kematian terus berlanjut hingga mereka beranggapan bahwa ada pembunuh di Pulau Negro. Namun mereka baru sadar bahwa pembunuh tersebut ialah salah satu di antara mereka bersepuluh setelah mereka mengetahui bahwa tidak ada orang lain di pulau itu.

Semuanya diliputi rasa cemas dan takut seketika. Mereka berencana untuk meninggalkan pulau tersebut keesokan paginya. Sayangnya mereka kurang beruntung karena perahu yang mereka harap tidak pernah datang. Cuaca pun sedang buruk. Kematian berlanjut lagi.
Serunya, cara mereka meninggal persis seperti sajak Sepuluh Anak Negro.

Sepuluh anak Negro makan malam,
Seorang tersedak, tinggal sembilan.
Sembilan anak Negro bergadang jauh malam,
Seorang ketiduran, tinggal delapan.
Delapan anak Negro berkeliling Devon,
Seorang tak mau pulang, tinggal tujuh.
Tujuh anak Negro mengapak kayu,
Seorang terkapak, tinggal enam.
Enam anak Negro bermain sarang lebah,
Seorang tersengat, tinggal lima.
Lima anak Negro ke pengadilan,
Seorang ke kedutaan, tinggal empat.
Empat anak Negro pergi ke laut,
Seorang dimakan ikan herring merah, tinggal tiga.
Tiga anak Negro pergi ke kebun binatang,
Seorang diterkam beruang, tinggal dua.
Dua anak Negro duduk berjemur,
Seorang hangus, tinggal satu.
Seorang anak Negro yang sendirian,
Menggantung diri, habislah sudah.

Semuanya lenyap pada akhirnya. Tiada satu pun yang tersisa. Apakah ada sarang lebah di pulau Negro? Bagaimana seseorang meninggal hanya karena tersedak? Kapan munculnya kebun binatana padahal tidak ada apapun di pulau? Merunut dari sajak di atas, teman- teman tidak akan menyangka dan menduga siapa otak dibalik pembunuhan berantai ini. Luar biasa ide si pengarang. Sayangnya sebelum membaca, saya sudah mendapat sedikit bocoran dari mama dan adik saya yang sibuk membahas cerita ini setelah mereka duluan selesai membaca novel ini.

Satu hal yang sama pada kesepuluh korban, mereka semua memiliki kasus yang tidak terjamah hukum. Penasaran? Silahkan kunjungi toko buku dan bawa pulang novel yang satu ini. Dijamin oke! J


Seperti biasa, intip juga bagian belakang sampul ya..
Sepuluh orang diundang ke sebuah rumah mewah dan modern di Pulau Negro, di seberang pantai Devon. Walaupun masing- masing menyimpan rahasia, mereka tiba di pulau itu dengan penuh harapan, pada suatu sore musim panas yang indah.
Tetapi tiba- tiba terjadi serentetan kejadian misterius. Pulau itu berubah menjadi pulau maut yang mengerikan. Panik mencekam orang- orang itu ketika mereka meninggal satu demi satu... satu demi satu...

Novel Agatha Christie yang paling mencekam dan menegangkan!

Cerita detektif tanpa detektif!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar