Daftar Review

Minggu, 18 September 2016

Perfect Pain - Anggun Prameswari

Judul                : Perfect Pain
Pengarang       : Anggun Prameswari
Penerbit          : GagasMedia
Tebal               :316 halaman

Sinopsis :
Sayang, menurutmu apa itu cinta? Mungkin beragam jawab akan kau dapati. Bisa jadi itu tentang laki- laki yang melindungi. Atau malah tentang bekas luka dalam hati- hati yang berani mencintai.
Maukah kau menyimak, Sayang? Kuceritakan kepadamu perihal luka- luka yang mudah tersembuhkan. Namun, kau akan jumpai pula luka yang selamanya terpatri. Menjadi pengingat bahwa dalam mencintai, juga ada melukai.
Jika bahagia yang kau cari, kau perlu tahu. Sudahkah kau mencintai dirimu sendiri, sebelum melabuhkan hati? Memaafkan tak pernah mudah, Sayang. Karena sejatinya cinta tidak menyakiti.

Review :

Bidara tidak menyangka bahwa kehidupannya lebih keras setelah ia menikah dengan Bramawira Aksana, lelaki pilihannya sendiri. Bi mengira ia akan terbebas dari ayahnya yang tidak menyayanginya. Ternyata suaminya, Bram, lebih parah.

Bram kerap melakukan kekerasan dalam kehidupan rumah tangga mereka. Setiap kali Bram sedang emosi, ia memukuli istrinya tanpa ampun. Baru setelah emosinya reda, ia meminta maaf dan membelikan salep untuk istrinya. Kejadian itu terus berulang. Sayangnya Bi tak sanggup meninggalkan Bram.

Beruntung Bi memilliki seorang putra yang cerdas dan pengertian yang bernama Karel. Dari Karel jugalah Bi berkenalan dengan seorang pengacara lembut dan baik hati bernama Sindhu. Karel awalnya menghilang setelah mendengat cerita dari gurunya, Miss Elena,  bahwa kekasih Miss Elena adalah seorang pengacara.

“Karel memang luar biasa. Dia alasanku bertahan.”
“Jangan bergantung pada orang lain, Bi.”
“Maksudmu?”
“Jangan jadikan orang lain alasanmu bahagia atau sedih. Pada dasarnya manusia itu sendiri. Kita lahir sendiri, mati juga sendiri. Jadi, jangan takut pada kesendirian.” (hal. 91)

Berbagai upaya dilakukan oleh Sindhu untuk melindungi Bi. Sindhu bahkan membawa Bi keluar dari cengkeraman Bram. Pengacara itu sangat menghargai dan menyayangi Bi. Ia juga cepat akrab dengan Karel. Apakah Sindhu mulai menyukai  Bi? Setelah luka- luka yang Bram berikan kepada Bi, akankah Bi terus bertahan untuk hidup dengan Bram? Ikuti kisah pilunya dalam Perfect Pain.

“Maafkan dulu semua yang menyakitimu. Maafkan juga dirimu sendiri karena selama ini membiarkan dirimu disakiti.” (hal. 205)
ÑÐ

Novel ini sudah lama sekali saya beli dan baru dibaca beberapa waktu yang lalu karena saat Mama bilang kalau tema cerita ini adalah KDRT, saya agak malas. Barulah setelah baca saya merasa novel ini oke juga. Saya menyukai gaya menulis Mbak Anggun. Rasanya seperti membaca kisah yang dituliskan oleh Bi secara langsung.

Saya juga merasa geram dan prihatin terhadap Bi pada saat yang bersamaan. Di saat ada jalan di depan mata, ia malah memilih kembali ke lingkaran setan yang merusak dirinya. Tapi saya juga mengerti kondisi Bi karena dalam kehidupan nyata memang ada kejadian seperti itu. Istri sudah dipukuli sedemikian rupa tapi ujung- ujungnya tetap memilih kembali ke suaminya. Yah, inilah hidup *tsaahh*

Dan sejak kemunculan Sindhu, saya semakin menyukai cerita ini. Jatuh cinta terhadap karakter Sindhu. Santun dan hangat. #bapermodeon


Secara keseluruhan, saya menyukai Perfect Pain. Mbak Anggun dan tim tidak salah dalam memberi judul. Covernya juga oke. 4 dari 5 untuk kisah Bi yang penuh luka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar