Daftar Review

Kamis, 01 Mei 2014

Coupl(ov)e - Rhein Fathia

Judul               : Coupl(ov)e
Pengarang      : Rhein Fathia
Penerbit         : Bentang
Tebal              : 388 halaman

Sinopsis :
Kau tahu, kenapa orang menikah selalu mendapat ucapan “Selamat Menempuh Hidup Baru?”
Karena mereka harus meninggalkan orang- orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.

Perjanjian konyol itu merusak semua cita dan anganku. Sungguh, tak pernah aku bermimpi akan bersanding denganmu di pelaminan. Ditambah lagi menghabiskan hidup hingga tua bersamamu.
Bagiku, kau tidak lebih dari sekadar sahabat yang sangat baik, yang setia menjadi pendengar kisah suka dukaku, yang punya bahu kuat untuk kusandarkan kepalaku dengan mata sembap karena tangis, dan yang selalu menjadi penyemangat untukku jalani hidup.
Haruskah aku seorang Halya menyerah pada fakta? Seperti katamu, sahabatku Raka…Komitmen itu seharusnya dipertahankan, bukan dilepaskan. Tapi yakinkah juga dirimu, kita akan sanggup bertahan?

Review:

Baik Halya maupun Raka tidak menyangka mereka akan menikah dan hidup bersama. Sejak zaman SMA, mereka sudah bersahabat. Tak jarang orang mengira mereka berpacaran. Keduanya selalu dekat. Halya dan Raka sangat menikmati persahabatan mereka. Gila- gilaan bersama. Padahal Raka adalah sosok genius yang tidak memiliki banyak teman semasa sekolah. Hanya Halya lah yang menjadi temannya.

When there is outer beauty, one’s mind is happy. When there is inner beauty, one’s soul is happy. Only when there is a balance between both of them, there can be harmony. (hal.113)

Setelah lulus, mereka melanjutkan kuliah sesuai bidang studi yang mereka inginkan. Halya dan Raka berpisah karena Halya kuliah di UI sedangkan Raka kuliah di ITB. Namun keduanya tetap bertemu saat Halya kembali ke Bandung.

Urusan cinta, Halya duluan. Ia bertemu dengan Riki, kakak kelasnya di UI. Namun hubungan mereka tidak bertahan lama. Riki selingkuh dengan teman Halya sendiri. Halya patah hati sekaligus trauma. Yang menjadi tempat curhatnya, tentu saja Raka. Hingga akhirnya luka itu perlahan sembuh, Halya berani menjalin cinta kembali. Kali ini dengan Gilang. Mereka saling menyayangi. Gilang meski awalnya merasa aneh dengan kedekatan Halya dengan Raka, akhirnya bisa menerima bahwa wanita yang dicintainya itu memang benar- benar mencintainya dan hubungannya dengan Raka hanya sebatas sahabat.

Gilang juga suka memberi kejutan kepada Halya. Puncaknya adalah saat ia melamar Halya. Halya tentu saja tidak menolak. Namun setelah itu, Gilang tidak pernah muncul lagi. Halya benar- benar hancur. Pekerjaannya ikut berantakan.

Unspoken words will give you pain, sometimes. (hal. 291)

Berbeda dengan Raka yang selalu menggunakan logika. Terhadap wanita yang sangat ia cintai pun begitu. Raka berusaha untuk menghormati Rina dengan tidak mengajaknya pacaran tapi langsung meminangnya saat Raka sudah mapan nanti. Rina sendiri jelas patah hati saat Raka tak kunjung menyatakan cintanya. Ia menerima saat dijodohkan, mengabari Raka dan berharap Raka mencegahnya. Memang dasar Raka yang logisnya nggak ketulungan, Raka malah melepaskan Rina, mendoakan yang terbaik untuk Rina. Setelahnya, Raka patah hati.

Hingga waktu pun berlalu dan usia kian bertambah, orangtua masing- masing juga mendesak agar anak- anak mereka segera menikah. Dan ide itu pun muncul. Raka mengajak Halya untuk menikah. Awalnya Halya canggung, belum terbiasa dari status sahabat yang kini berubah menjadi istri seseorang.

What does love mean, Ka?” tutur Halya lirih. “It means, you’re happy to see someone you love happy. (hal.207)

Pernikahan mereka berlangsung datar. Masing- masing memendam luka yang sulit disembuhkan. Halya dengan bayangan Gilang. Rina kembali untuk merebut Raka setelah pernikahannya dengan Adi, pria yang dijodohkan dengannya, gagal. Lalu, bagaimana Halya menyikapi pernikahannya dengan Raka yang tidak biasa? Ikuti kisah selengkapnya dalam Coupl(ov)e.
©

Cerita ini dibagi ke dalam empat bagian. Part 1 bercerita tentang kehidupan awal pernikahan Raka dan Halya. Kemudian flash back di part 2 ke zaman SMA hingga ke kehidupan mereka setelah mereka tamat kuliah dan mendapat pekerjaan. Lanjut ke part 3 yang menceritakan tentang persiapan pernikahan Halya dan Raka. Kembali ke masa sekarang, di bagian terakhir ini menceritakan tentang kehidupan pernikahan Halya dan Raka yang semakin kompleks.

Novel ini banyak direkomendasi oleh teman- teman pembaca dan tidak salah kalau novel ini akhirnya menjadi salah satu koleksi. Ceritanya ringan, mengangkat tema sahabat menjadi cinta tapi tidak bosan untuk diikuti. Kagum sama persahabatan yang solid banget antara Raka dan Halya. Jadi penasaran, ada nggak ya persahabatan yang seperti itu di dunia nyata?

Saya merasa nyaman  saat membacanya padahal awalnya sempat ragu apakah saya sanggup membaca novel bertema persahabatan yang cukup tebal ini (secara genre favorit saya adalah romance).  Ternyata malah sempat begadang saat menamatkan baca Coupl(ov)e. Bagi teman- teman yang suka dengan kisah persahabatan dan cinta yang manis, novel ini saya rekomendasikan untuk teman- teman. Selamat membaca J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar