Daftar Review

Sabtu, 25 Agustus 2012

Unforgettable, Tentang Cinta yang Menunggu


Judul                    : Unforgettable
Pengarang            : Winna Efendi
Penerbit               : GagasMedia
Tebal                   : 176 halaman
Sinopsis :
Ini adalah satu kisah dari sang waktu tentang mereka yang menunggu. Cerita seorang perempuan di balik halaman buku dan seorang lelaki yang siluetnya membentuk mimpi di liku tidur sang perempuan.
Ditemani krat- krat berisi botol vintage wine yang berdebu, aroma rasa yang menguar dari cairan anggur di dalam gelas, derit kayu di rumah using, dan lembar kenangan akan masa kecil di dalam ingatan.
Pertemuan pertama telah menyeret keduanya masuk ke pusaran yang tak bisa dikendalikan. Menggugah sesuatu yang telah lama terkubur oleh waktu di dalam diri perempuan itu. membuat ia kehilangan semua kata yang ia tahu untuk mendefinisikan dan hanya menjelma satu nama: lelaki itu.
Sekali lagi, ini adalah sepotong kisah dari sang waktu tentang menunggu. Kisah mereka yang pernah hidup dalam penantian dan kemudian bertemu cinta.
©©©
Review :
Muse.
Itu nama tempat yang mempertemukan mereka. Kedai wine milik perempuan itu dan Rangga, abangnya. Perempuan itu selalu duduk di sana sambil mengetikkan kata- kata yang yang mengalir dari benaknya kemudian membentuk sebuah cerita. Terkungkung dalam masa lalu dan tenggelam dalam kesendiriannya.
Sedangkan lelaki itu selalu datang setiap malam ke kedai wine itu. Pakaian yang dikenakannya menunjukkan ia habis pulang kerja. Raut wajahnya suram. Sepertinya ada tekanan dalam kehidupannya. Ia duduk dan memesan segelas wine tanpa langsung meminumnya. Hingga waktu beranjak semakin malam, barulah ia pulang ke rumahnya. Selalu seperti itu.
Keduanya sama. Selalu tenggelam dalam kesepian mereka meski kedai itu ramai oleh pengunjung. Hingga suatu hari kedua pasang mata itu saling bertatapan. Dari sanalah awal mula interaksi mereka.
Dan pembicaraan demi pembicaraan terjadi setiap kali lelaki itu datang. Selalu ada topik yang mereka bahas. Apa saja mereka bicarakan. Keduanya menemukan sesuatu yang dicari dalam diri lawan bicara mereka. Perempuan itu bebas menceritakan masa lalunya dan lelaki itu dengan lepas menceritakan tentang dirinya dan keinginan untuk menjadi dirinya sendiri. Ketika cinta itu mulai bersemi, akankah sang waktu mempersatukan mereka melalui penantian panjang?
Penyesalan, sama seperti hidup, sama seperti kenangan, adalah hal yang sangat mengerikan – hal. 23
Terkadang, memang tidak perlu ada jawaban untuk segala sesuatu. Segala sesuatunya terjadi begitu saja – hal. 46
Cinta itu butuh keberanian. Jika kau rasakan, peganglah. Peganglah erat- erat karena ia belum tentu akan kembali lagi – hal. 143
Lelaki itu tahu, perempuan itu pun tahu, mereka adalah dua orang yang tepat, yang bertemu pada waktu yang salah – hal. 163
©©©
Unik.
Ini bukan kisah roman seperti novel pada umumnya. Novel ini lebih mengarah pada (kalau boleh dibilang) curahan hati dua insan yang memiliki satu kesamaan, kesepian.  Sudut pandang yang digunakan pengarang  tidak membuat pembaca kesulitan memahami isi cerita. Informasi mengenai wine disampaikan dengan baik.
Sebenarnya kisah ini adalah kisah yang sederhana. Namun oleh pengarang kisah mengenai penantian ini dituliskan dengan untaian kata yang puitis dan ada semacam perasaan yang nyaman saat membacanya. Ini novel pertama Mbak Winna Efendi yang saya baca. Jadi penasaran dengan novel- novelnya yang lain.
Well, buat teman- teman yang menyukai novel dengan bahasa yang puitis dan gaya penulisan yang unik, novel ini bisa menjadi salah satu rekomendasi untuk teman- teman. Selamat membaca J
©©©

2 komentar:

  1. Iya. Kisahvyg simple tp ditulis dgn gaya bahasa yg puitis, jdnya menarik :)

    BalasHapus