Pages

Selasa, 24 Juli 2012

Morning Sunshine - Irin Sintriana


Judul                  : Morning Sunshine
Pengarang          : Irin Sintriana
Penerbit             : Media Pressindo
Tebal                 : 192 halaman
Sinopsis :
Dia melukis pelangi di hidupmu yang hitam putih.
Mengisi hari- harimu dengan kejutan- kejutan manis.
Menggenggam erat tanganmu,
seolah tak akan pernah lagi melepasnya.

“Aku mencintaimu,” katanya.
Dan kamu percaya, bahwa hanya kamulah satu- satunya.

Kemudian kamu mendapati dirimu terkhianati.
Ingin sekali mengucapkan sesuatu, namun lidahmu terlalu kelu. Air matamu meleleh, genangan bening mengalir membentuk anak sungai di pipimu.

Ternyata, setahun saja tidak cukup.

My review :
Apa reaksimu ketika mengetahui bahwa orang yang sedang berargumen denganmu, yang kamu kira bukan orang penting, ternyata adalah bosmu? Hal ini yang terjadi pada Erish, manager HRD PT Cemerlang Group. Ia melupakan acara penting di perusahaan. Hari itu hari pengenalan direktur baru dan Erish bertugas sebagai MC acara tersebut. Dan hari Erish semakin kacau ketika ia salah mengenali bos barunya yang ia kira hanyalah undangan biasa. Oh my gosh.. betapa malunya ia saat itu.
Atas kesalahannya, Erish dihukum oleh Pak Frans, direktur barunya, menjadi sekretaris pria itu selama dua minggu sebelum sekretaris Pak Frans datang. Kesan pertama sih menegangkan. Namun ketegangan itu mencair menjadi kehangatan dari persahabatan yang ditawarkan oleh Frans. Dan Frans mulai jatuh cinta pada Erish.
“Melupakan berarti berusaha menghapus kenangan, sedangkan merelakan berarti belajar melepaskan. Dan kenangan tidak mungkin dihapus, Erish. Yang perlu kamu lalukan adalah merelakannya, menutup rapat pintu itu” (hal.  54)
Damian.
Nama pria itu begitu meresahkan Erish. Pria yang sangat dicintai Erish namun pria itu lah yang paling melukai Erish. Damian datang kembali ke dalam hidup Erish, memohon kesempatan yang sudah entah keberapa yang ia minta. Dan ketika Erish menolak, Damian menggunakan cara licik dengan membatalkan kontrak kerjasama PT Cemerlang dengan PT Elang, perusahaan kakak Damian. Demi menyelamatkan perusahaan Frans, Erish harus melepaskan pria itu. Erish sadar ia telah jatuh cinta kepada Frans.
Apakah Frans benar- benar harus menjauh dari kehidupan Erish yang berarti Erish harus terjatuh sekali lagi?

“Hati itu milikmu, dan hanya kamulah yang berhak memilih kepada siapa kamu ingin memberikannya.”  (hal. 100)
Kalo saya bilang….
Novel karya Mbak Irin yang satu ini tidak ribet. Ringan malah ceritanya. Pembaca tidak perlu pusing mengikuti alur ceritanya. Konfliknya juga nggak mutar kemana- mana, jadi nggak bingung. Senang sekali dengan tokoh Frans yang sangat tulus mencintai Erish dan sangat menghargai wanita. Tidak seperti Damian yang sangat tidak sopan dan suka mempermainkan wanita (dalam hal ini Erish).
Namun ceritanya mengalir terlalu cepat. Frans jadi terkesan mudah jatuh cinta padahal saat itu ia baru kenal Erish. Dan ada sedikit yang mengganjal menurut saya di halaman 77 dimana Erish terlihat kaget mendengar nama Nathan Wijaya, pemilik Elang Group. Di sana Erish terkesan baru mengetahui bahwa Nathan lah pemilik Elang Group padahal seharusnya ia sudah mengetahui hal ini sebelumnya. (ini menurut saya loh, Mbak)
Mengenai romance nya, itu berasa di novel ini. Buat teman- teman yang suka novel romance tapi konfliknya tidak berkepanjangan dan bacanya santai, novel ini boleh jadi teman baca di waktu luang. Selamat membaca dan selamat berburu. Bagi teman- teman yang ingin tahu karya Mbak Irin yang lainnya, nih ada rekomendasinya :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar