Daftar Review

Minggu, 01 April 2012

Madre dan Kawan- Kawan





Judul buku      : Madre -  Kumpulan Cerita
Pengarang       : Dee
Penerbit           : PT Bentang Pustaka
Tebal               : 162 halaman







Sinopsis :
“Apa rasanya sejarah hidup kita berubah dalam sehari?
darah saya mendadak seperempat Tionghoa,
nenek saya ternyata tukang roti, dan dia,
bersama kakek yang tidak saya kenal,
mewariskan anggota keluarga yang tidak pernah saya tahu:
Madre”
Terdiri dari 13 karya fiksi dan prosa pendek, Madre merupakan kumpulan karya Dee selama lima tahun terakhir. Untaian kisah apik ini menyuguhkan berbagai tema: perjuangan sebuah toko roti kuno, dialog antara ibu dan janinnya, dilema antara cinta dan persahabatan, sampai tema seperti reinkarnasi dan kemerdekaan sejati.
Lewat sentilan dan sentuhan khas seorang Dee, Madre merupakan etalase bagi kematangannya sebagai salah satu penulis perempuan terbaik di Indonesia.
———

Setelah berhari- hari buku ini terpampang manis di meja kamar saya, akhirnya giliran Madre tiba juga. Madre merupakan karya Dee yang saya baca. Melihat sampulnya yang bergambar bangunan- bangunan bernuansa Eropa klasik membuat saya teringat ilustrasi rumah zaman colonial di Indonesia dulu. Dan saya pun pikir ceritanya mengenai kisah- kisah klasik di tahun 1920an. Rupanya bukan.
Kalau dirawat dengan benar, banyak hal di dunia ini yang makin tua makin berharga. Makin hidup dan malah makin enak – pg. 20
Seperti judulnya, Madre menjadi kisah pembuka kumpulan prosa dan puisi karya Dee yang satu ini. Dan saya mendapat kejutan. Madre bukanlah nama kota ataupun nama orang. Madre diambil dari bahasa Spanyol yang berarti ibu. Madre ialah setoples biang kue yang diwariskan kepada Tansen, seorang pemuda yang hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat setelah mengetahui silsilah keluarganya. Ternyata ia seorang keturunan artisan. Artisan ialah ahli pembuat kue profesional dengan skill manual yang kuenya dibuat dengan tangan. Berbekal bantuan dari Pak Hadi, karyawan yang tinggal di dalam Tan de Bakker, toko roti yang sudah tutup itu, dan empat karyawan lain, mereka membangkitkan kembali bakery itu. Dengan Madre sebagai ibu dari semua roti. Plus peri cantik bernama Mei yang menjadi pelanggan pertama roti mereka.

———

Selain Madre, ada kisah Semangkuk Acar untuk Cinta dan Tuhan yang menceritakan tentang filosofi cinta dan Tuhan. Menunggu Layang- Layang yang bercerita tentang perjalanan cinta Starla dan Christian. Dan kisah- kisah menarik lainnya yang dapat kita temukan dalam buku ini.
Mengenai puisi, ada yang bercerita tentang ibu, kelahiran dan keabadian, dan cinta. Tidak semuanya saya mengerti karena biasanya saya jarang baca puisi. Apalagi ini bahasanya cukup dalam. Tapi oke. Penulisannya apik dan unik. Satu lagi penulis yang memiliki ciri khas. Bagi teman- teman yang belum membaca, buku ini boleh menjadi bacaan. Apalagi bagi yang suka baca puisi. Totalnya ada 13 karya yang terangkum di dalam Madre ini.
Selamat membaca ..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar