Daftar Review

Rabu, 06 Juli 2011

Ada Seberkas Harapan dan Cinta di St. Hauda’s Land

Judul buku       : The Girl with Glass Feet ( Gadis dengan Kaki  dari Kaca)
Pengarang       : Ali Shaw
Penerbit          : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal               : 426 halaman

Novel perdana Ali Shaw ini menceritakan potret kehidupan di St. Hauda’s Land yang tidak biasa dan kisah Ida Maclaird dalam mencari kesembuhan dan menemukan cintanya di sana.
Diawali dengan Midas Crook, seorang fotografer muda yang tengah berburu foto di hutan di dekat Ettinsford. Di sanalah pertemuan pertamanya dengan Ida MacLaird terjadi. Dan perkenalan itu terus berlanjut hingga mereka menyadari bahwa mereka telah jatuh cinta satu sama lainnya.
Namun  ada yang tidak biasa dari Ida. Sepatu botnya kebesaran dan jalannya terpincang- pincang. Ternyata ia sedang mengalami metemorfosis aneh. Tubuhnya secara perlahan berubah menjadi kaca, dimulai dari kedua kakinya. Ia datang ke St. Hauda’s Land untuk mencari kesembuhan. Tujuan utamanya ialah menemukan Henry Fuwa, seorang pria aneh yang pertama sekali dikenal oleh Ida enam bulan lalu. Dibantu oleh Midas, mereka berhasil menemukan Fuwa. Namun tidak ada yang bisa dilakukan Fuwa untuk membantu Ida.
Kini, Midas yang pemalu dan tertutup ini harus berpacu dengan waktu. Ia harus memanfaatkan waktu bersama Ida sebaik mungkin karena kaca ini menyebar cepat tanpa mengenal waktu. 
Shaw mendeskripsikan semuanya dengan begitu detail, terutama penggambaran kepulauan imajinatif Shaw. Keadaan pulau ini  beserta semua keanehan (yang pada awalnya membutuhkan imajinasi yang lumayan untuk membayangkannya) menciptakan keunikan tersendiri. Lembu yang memiliki sayap ngengat dan dapat terbang, burung putih yang dapat mengubah segala yang dilihatnya menjadi putih, ubur- ubur yang mengeluarkan pendaran cahaya, dan masih ada lagi.
Hubungan masa lalu antar tokoh juga tergambar dengan jelas disini. Namun semua itu tidak membuat kisah ini menjadi bosan untuk dibaca. Kisah percintaan Midas dan Ida terasa alami dan unik. Ida yang mendorong Midas agar menjadi lebih berani (karena waktu mereka sangat terbatas) dan Midas yang pemalu dan terkungkung dalam masa lalunya, oleh karena cintanya terhadap Ida, berhasil keluar dari ketakutan masa lalunya. Secara keseluruhan, novel ini menarik untuk dibaca dan diikuti hingga bagian akhir. Bagian akhir dikemas secara apik oleh Shaw dan cukup menguras emosi. Novel ini layak mengisi rak buku Anda bagi Anda penikmat novel. Selamat membaca J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar