Daftar Review

Minggu, 29 Maret 2015

French Pink - Prisca Primasari

Judul                     : French Pink
Pengarang          : Prisca Primasari
Penerbit              : Grasindo
Tebal                     : 74 halaman

Sinopsis :
Di Distrik Jiyugaoka yang mungil, cantik, dan berwarna- warni, Hitomi tiba- tiba bertemu pria aneh yang mengungkit- ungkit tentang kematian.
Siapa sebenarnya pria itu? Dan..lho, lho, mengapa dia jadi menyuruh Hitomi mencarikan syal warna French Pink? Mana mungkin sih pria beraura gelap seperti itu menyukai warna pink? Dan untuk apa juga?
Ck. Sungguh. Pria itu benar- benar merepotkan Hitomi.

Review :
Hitomi, pemilik toko pita yang bernama Sweet Ribbons kini tidak seceria dulu. Ia bahkan sudah tidak bersemangat untuk hidup. Setiap harinya selalu diisi oleh tangis yang entah akan berlangsung sampai kapan.

Lalu Hane muncul. Pria aneh itu seolah mengetahui isi hati Hitomi. Ketika ia meminta Hitomi untuk mencarikan pita berwarna English Lavender, Hitomi sebenarnya enggan. Agar pria aneh itu cepat pergi, ia pun menuruti keinginannya. Sayangnya setelah menemukan pita berwarna English Lavender , Hane tidak pergi melainkan meminta bantuan yang lain.

Hitomi bahkan mengira Hane adalah sosok shinigami (dewa kematian). Namun bersama Hane, Hitomi tidak merasakan aura gelap. Ia juga menjawab segaa pertanyaan Hane, membantu pria itu mencari apa yang diperlukannya. Hingga akhirnya Hitomi tahu dan mengerti.

Siapa sebenarnya Hane? Bagaimana kehidupan Hitomi selanjutnya? Ikuti kisahnya dalam French Pink.
***
French Pink merupakan novella pertama karya Mbak Prisca yang saya baca. Sebenarnya saya suka dengan konsep ceritanya. Namun, kisah Hitomi dan Hane rasanya terlalu singkat *ya iya lah, orang novella juga*

Membaca novella setebal tujuh puluh empat halaman ini tidak memakan banyak waktu. Mungkin dua jam selesai, didukung dengan fontnya yang lumayan besar. Untuk typo, masih ada sedikit. Selebihnya oke. Pertanyaan saya – yang mungkin tidak penting – adalah mengapa novella ini menggunakan hard cover? Tapi unik sih. He he..


Secara keseluruhan, saya cukup menikmati novella ini. 3 dari 5 untuk Hane yang sudah berhasil bikin penasaran.

Minggu, 22 Februari 2015

Absen ikutan RC

Hai ho..Sudah lama ya blog ini tidak diupdate. Awalnya saya berencana untuk ikut serta dalam reading challenge seperti tahun lalu. Saya pun sudah bersiap- siap dengan memilih RC apa saja yang mau saya ikuti dengan browsing dulu dari ponsel. Namun rencana tinggal rencana. Dari awal tahun hingga sekarang, masih juga keteteran. Postingannya tidak kelihatan sama sekali *malumalu*

Kelihatannya juga kalau ikutan RC juga takut tidak update ditambah dengan semangat baca yang sedang menurun. Jadi, untuk tahun ini saya memutuskan hanya ikutan RC dari Goodreads, itu juga sekalian untuk sekalian menandai buku apa saja yang saya baca dan jumlah buku untuk target bacanya sudah saya kurangi. Untuk RC dari teman- teman blogger, saya minta maaf ya karena belum bisa berpartisipasi – meski kontribusi saya juga tidak seberapa. He he..


Semoga ke depannya, semangat dan waktu membaca meningkat dan bisa lebih sering mereview novel. Semangatt..!

Jumat, 30 Januari 2015

Voice - Ghyna Amanda + Mengungkap Secret Santa

Judul                     : Voice
Pengarang          : Ghyna Amanda
Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal                     : 192 halaman
Sinopsis :
“…ada yang bisa kami bantu?”
“Nggg… gini, Mas…”

Dipanggil “Mas” lagi? Kalau bukan “Mas” ya “Om”, paling bagus “Bapak”. Serbasalah memang kalau punya suara kelewat ganteng. Tiap kali menerima telepon, Kirana pasti dikira laki- laki, padahal dia jelas cewek tulen.

Walau kadang membuat orang salah mengira, suara itu pula yang membawa Kirana memasuki industri yang tak pernah dibayangkannya: menjadi voice actor dan mengisi suara untuk karakter utama lelaki dalam cerita animasi. Entah ini termasuk kesempatan emas atau malah malapetaka, karena kemudian Kirana harus berpasangan dengan seorang cowok yang punya suara lembut dan bening bernama Akira.

Memang, Kirana dan Akira awalnya selalu berdebat, tapi akhirnya mereka bisa juga bersama- sama menyingkirkan batu sandungan dan menjadi voice actor yang dapat menghidupkan karakter dalam layar, walau dengan suara yang tertukar; Kirana dengan suara gantengnya, dan Akira dengan suara lembutnya.

Review :

Rencananya Kirana akan membantu Indra, teman lamanya, untuk mengisi suara di game project yang sedang Indra kerjakan. Namun takdir membawa rekaman suaranya nyasar ke Studio Rahmana yang sedang mengadakan audisi untuk mencari pengisi suara di animasi yang sedang mereka garap.

Kirana heran mengapa ia bisa terpilih. Pas sampel suara diputar, Kirana tahu bahwa suara lembut itu bukan miliknya. Sebaliknya, Akira yang sudah mengamuk sedari tadi terus berusaha meyakinkan pihak studio bahwa sampel suara itu memang miliknya. Setelah dites, memang benar suara itu milik Akira.

Kirana bingung. Ia tidak berbakat di bidang voice acting. Pekerjaannya terdahulu adalah sebagai customer service telepon selular. Namun tidak ada salahnya ia mencoba sesuatu yang baru. Akhirnya Kirana memutuskan untuk menerima tawaran dari Pak Ramdan, pengelola studio itu.

Jadilah proyek  isi suara untuk animasi yang berjudul The Princess and The Raven mulai dilaksanakan. Kirana mengisi suara Satria, sang pangeran, dan Akira mengisi suara Putri Viona. Akira yang memang sangat ingin terjun dalam bidang ini dengan mudah dapat menjiwai perannya. Namun bagaimana dengan Kirana?

Ternyata setelah terjun langsung, Kirana baru mengetahui kalau voice acting tidak semudah yang dibayangkan. Ia hampir menyerah dan selalu berdebat dengan Akira. Bagaimana bisa ia menciptakan chemistry antara mereka berdua?

Hambatan demi hambatan muncul hingga Kirana memutuskan untuk keluar dari proyek ini. Nauval, bocah yang mengisi suara gagak, dan Akira selalu menyemangati Kirana. Namun tidak berhasil. Akira bahkan mendatangi rumah Kirana setiap hari.

“Nggak ada usaha yang cukup, Kir… nggak pernah ada.” Lalu tiba- tiba suara Akira melemah. “Tapi setidaknya, hargai usahamu.” (hal. 113)

Ke manakah pengalaman baru yang Kirana dapat itu menuntunnya? Ikuti kisah selengkapnya dalam Voice.


Saat melihat novel ini di rak buku di Gramedia, saya sudah tertarik namun belum membelinya. Kebetulan saat ada event Secret Santa, saya masukkan ke daftar dan yeeii..Santa saya menghadiahi saya novel ini.

Konsep novel ini oke sebenarnya. Saya juga dapat – sedikit – pengetahuan baru tentang bidang voice acting. Sayangnya isi cerita ini kurang dieksplor, jadinya nanggung. Untuk para penggemar cerita romance, harus siap- siap kecewa karena dalam novel ini, hubungan Kirana dan Akira tidak berlanjut, hanya sebatas rekan kerja. Huaaaaaa…. (padahal pengen lihat Kirana ‘ganteng’ dan Akira ‘cantik’ jadian. He he..)

Secara keseluruhan, novel bergenre young adult ini lebih menceritakan tentang pencarian dan pencapaian impian. Ceritanya dikemas secara ringan. Semoga novel Mbak Ghyna selanjutnya lebih cetar ya :)


Whuaaaa….. kirain posbar besok. Untung ada firasat yang mendorong saya untuk blog walking *lebaaii*, sehingga jadilah ketikan buru- buru ini. Oke, ayo kita lembur mulai menebak siapa SS saya tahun ini.

Saya sangat senang saat menerima paket dari kurir yang berisi kado dari SS saya. Acara tebak- tebakan SS pun dimulai. Sebelum mulai membahas riddle, saya ingin berbagi sedikit kesan mengenai SS saya.

Dari kadonya, terlihat bahwa SS saya adalah orang yang rapi dan selalu mengusahakan yang terbaik. Tulisannya, terutama huruf balok, sangat rapi. Untuk pembungkusnya sendiri ada tiga lapis yang terdiri dari kertas kado, plastik transparan, dan (mungkin) kertas amplop. Juga, bagi saya yang termasuk penggila kover, saya suka dengan kertas pembungkus yang SS gunakan ^^ Terima kasih atas kado dan suvenirnya ya, Mbak :D

Well, masuk ke riddlenya ya ….

1.       Ada 14 pertanyaan yang harus dijawab. SS juga menyertakan permainan mencari kata dimana jawabannya ada di kotak- kotak tersebut.


2.       Setelah menjawab, saya membaca petunjuk ketiga yang berbunyi, “Saya adalah yang pertama kamu lihat dari itu semua” Nah loh, apa ya?
Awalnya nggak ngeh. Tapi setelah loading, akhirnya dapat juga.
3.       Untuk memperkuat dugaan saya *cie i leh*, saya mampir ke websiteBBI bagian daftar peserta SS untuk mencari SS saya dan setelah mendapat alamat blog SS saya, saya juga mencocokkan dengan resi yang saya dapat.
Berikut ini jawaban dari saya :
1.       S.J. Watson
2.       Allegiant
3.       Noah
4.       Dracula
5.       Riordan
6.       Azkaban
7.       Chbosky
8.       Alcott
9.       Timepiece
10.   Twilight
11.   EM Bailey
12.   Lumos
13.   Z – saya dapatnya Z, harusnya jawabannya Y
14.   Alice

Dan, jelaslah maksud dari petunjuk ketiga dengan kata pertama yang digaris bawahi. So,  SS saya adalah :
Sandra cattelya

Benarkah Mbak Sandra adalah SS saya? Semoga tebakan saya benar ya, Mbak ^^

Sabtu, 10 Januari 2015

Book Kaleidoscope 2014: Top Five Best Book Covers

Halo. Postingan ini agak telat ya. Tapi nggak apa- apa deh daripada nggak nge­post. Kebiasaan lama memang sulit dihilangkan ya. Salah satu kebiasaan yang masih ada saat membeli novel ialah melirik dulu kovernya. Hi hi..Untuk tahun ini, saya senang karena banyak novel yang terbit dengan nuansa biru, salah satu warna kesukaan saya. Apa saja novelnya? Yuk diintip…

1.       Fantasy (Novellina A. – GPU)
Untuk pecinta desain yang simpel seperti saya, kover desain Orkha Creative ini membuat saya jatuh hati. Biru gelap dengan polkadot putih dan sebuah piano putih terlihat cantik.

2.       Interlude (Windry Ramadhina – GagasMedia)
Masih dengan latar biru, nuansa laut biru dan sosok perempuan (Hanna kali, ya?) yang ditonjolkan oleh Levina Lesmana ini cocok mendeskripsikan cerita yang membuat saya meleleh saat bacanya ^^

3.       Casablanca (Dahlian – GagasMedia)
Ini biru ketiga yang muncul tapi saya lebih suka dengan ornamen- ornamen dan sepatu khas Maroko yang membuat suasana Casablanca lebih terasa. Salah satu dari kover hasil desain Dwi Anissa Anindhika yang saya suka.

4.       Éclair (Prisca Primasari – GagasMedia)
Melihat kover desain Jeffri Fernando ini membuat saya merasa hangat dan setelah membaca keseluruhan isi novel ini (yang baguuuus juga) membuat saya semakin menyukai kover ini saat melihatnya.

5.       Eiffel…I’m in Love (Rachmania Arunita – Bentang Belia)
Puryani & tsbb membuat warna pink yang lembut mendominasi sampul novel yang sudah diadaptasi ke layar lebar ini. Meski bukan pecinta pink, imutnya kover dengan ilustrasi Eiffel yang terpotong ini berhasil membuat saya meletakkan novel ini ke dalam tas belanja saya.


Itulah kelima novel yang desain kovernya cakep dan imut menurut saya. Adakah di antara teman- teman yang juga memiliki kover favorit yang sama? Share juga yuk di sini.

Senin, 29 Desember 2014

Book Kaleidoscope 2014: Top Five Most Memorable Quotes

sumber : di sini
Salah satu hal yang saya suka dari mereview buku yang saya baca selain untuk sharing mengenai buku tersebut adalah karena kutipan- kutipan yang ada dalam sebuah buku bisa saya ikutsertakan. Terkadang saat post-it sedang tidak di samping buku, ya langsung catat halaman buku di notes yang ada di ponsel. Dengan mereview, semuanya komplit (sinopsis, opini, dan kutipan) dalam satu tulisan jadi tidak tercecer.

Saya juga senang untuk mengedit hasil jepretan saya dengan kutipan favorit. Berikut ini lima kutipan favorit saya :

1.       Éclair – Prisca Primasari
Hati yang merasakan dengan tulus jauh lebih baik daripada kata- kata manis yang palsu dan tidak berarti.

2.       The Not-So-Amazing Life of @amrazing – Alexander Thian
Selalu ada pelangi setelah hujan, dan selalu ada senyum dibalik duka.

3.       Wonder – R.J. Palacio
Semua orang yang terlahir dari Tuhan bisa menghadapi dunia.

4.       Priceless Moment – Prisca Primasari
“Apa yang harus saya lakukan selanjutnya? Semua keinginan saya sudah tercapai.”
“Bantulah orang lain.”
“Setelah itu?”
“Hiduplah.”
“Hiduplah dengan bahagia.”

5.       Coupl(ov)e – Rhein Fathia
“What does love mean, Ka?”
“It means, you’re happy to see someone you love happy.”

Itu dia kelima kutipan yang saya sukai, kutipan yang bisa menghibur dan memotivasi saya. Apa kutipan favorit teman- teman?


Wrap Up : Indonesian Romance Reading Challenge 2014

Romance rasanya telah menjadi genre sejuta umat ya. Saya juga sangat menyukai novel roman. Apalagi yang ditulis dengan bahasa dan tokoh utama yang karakternya bikin melting. Koleksi novel saya juga didominasi oleh novel roman dan kebanyakan dari pengarang lokal. Dan ternyata setelah hampir satu tahun, terkumpullah 18 novel roman Indonesia yang berhasil saya baca dan saya review (ada beberapa novel roman yang setelah saya baca tidak saya review, jadi tidak masuk IRRC 2014 ini).

Dan ini dia novel- novel roman tersebut :

Januari – Maret 2014 :
1.       Camar Biru – Nilam Suri (review)
2.       Rumah Beratap Bugenvil – Agnes Jessica (review)
3.       Éclair – Prisca Primasari (review)
4.       Kok, Putusin Gue? – Ninit Yunita (review)
5.       Barcelona Te Amo – Kireina Enno (review)
6.       Coupl(ov)e – Rhein Fathia (review)

April – Juni 2014 :
7.       Dongeng Sebelum Tidur – Agnes Jessica (review)
8.       Dance For Two – Tyas Effendi (review)
9.       After Office Hours – Dahlian dan Gielda Lafita (review)

Juli – September 2014 :
10.   Made of Stars – Hana Krisviana (review)
11.   Runaway Ran – Mia Arsjad (review)
12.   Casablanca - Dahlian (review)
13.   Interlude – Windry Ramadhina (review)

Oktober – Desember 2014 :
14.   Destinée – Monica Anggen (review)
15.   Fate - Orizuka (review)
16.   Catatan Musim – Tyas Effendi (review)
17.   Eiffel…I’m in Love – Rachmania Arunita (review)
18.   With You – Christian Simamora dan Orizuka (review)

Untuk levelnya sendiri, saya memilih Going Steady dengan membaca 11-20 buku. Artinya nggak jadi naik level ya. He he.. Tapi nggak apa- apa, target masih tercapai. Semoga RC ini diadakan lagi ya tahun depan. Jadi bisa ikutan lagi ^^

Wrap Up : New Authors Reading Challenge 2014

New Authors Reading Challenge 2014 merupakan  salah satu reading challenge (RC) yang saya ikuti di tahun ini. Tidak banyak RC yang saya ikuti mengingat saya memang kurang aktif dalam nge-blog dan mood baca dan review yang naik turun *ngaku dosa*

Saatnya wrap up! Di awal keikutsertaan saya, saya memilih level Easy untuk jatah 1- 15 buku dan senang bisa melampaui target meski hanya sedikit. Ada 18 buku yang berhasil saya baca untuk karya pengarang baru bagi saya. Kebanyakan masih pengarang lokal karena saya memang lebih sering baca novel lokal.

Berikut ini list novel yang berhasil saya baca untuk NARC 2014 :

Januari – Februari 2014 :
1.       Camar Biru – Nilam Suri (review)
2.       Heaven Can Wait – Cally Taylor (review)
3.       Touché – Windhy Puspitadewi (review)
4.       Keegan’s Love Pendant – Teresa Bertha

Maret – April 2014 :
1.       Kok, Putusin Gue? – Ninit Yunita (review)
2.       Barcelona, Te Amo? – kireina Enno (review)
3.       Coupl(ov)e – Rhein Fathia (review)

Mei – Juni 2014 :
1.       Restart – Nina Ardianti
2.       Dance For Two – Tyas Effendi (review)

Juli- Agustus 2014 :
1.       Made of Stars – Hana Krisviana (review)
2.       Runaway Ran – Mia Arsjad (review)
3.       Time Will Tell – Okke ‘Sepatumerah’ dan Riri Sardjono

September – Oktober 2014 :
1.       Destinée – Monica Anggen (review)
2.       Wonder – R.J. Palacio (review)

November – Desember 2014 :
1.       Beautiful Liar – Dyah Rinni (review)
2.       Eiffel…I’m in Love – Rachmania Arunita (review)
3.       Best Rival – Naima Knisa (review)
4.       Fantasy – Novellina A.

Itulah daftar novel yang berhasil saya baca dan masuk ke dalam RC ini. Pengennya sih dalam sebulan bisa baca minimal lima novel, tapi yah karena moodnya itu jadi sebulan paling mentok hanya bisa baca empat novel dari pengarang yang baru bagi saya.
Tapi melihat target sudah tercapai, saya sudah cukup puas meski masih level easy. Semoga tahun depan NARC masih diadakan dan saya bisa mencapai target yang lebih baik ^^