Daftar Review

Tampilkan postingan dengan label Haru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Haru. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 November 2017

I'll Be Your Wife - Jho Hyo Eun

Judul               : I’ll Be Your Wife
Pengarang      : Jho Hyo Eun
Penerbit         : Haru
Tebal              :  410 halaman

Sinopsis :
Kim Mo Rae, 23 tahun, mahasiswa.
Suatu hari, ia mengalami kejadian  yang sangat konyol. Tubuhnya tertukar dengan tubuh seorang nyonya keluarga konglomerat! Nyonya ini malah menawarkannya setengah harta miliknya supaya Mo Rae menjalani kehidupan nyonya itu.

“Tubuh kita tertukar. Kita harus menerima kenyataan ini. Satu hal lagi, aku sudah menikah. Itu berarti kau akan mempunyai suami. Dia tidak akan menyentuhmu. Dia memiliki segalanya. Tetapi, dia tidak mempunyai hati.”

Di rumah itu, seorang suami kaya, tampan, tetapi seperti robot sedang menunggu Mo Rae. Meski terdengar seperti suami berengsek, entah mengapa Mo Rae merasa hangat setiap kali ada di dekatnya.

Review :

Kim Mo Rae yang merasa tertekan akan beban hidupnya mabuk- mabukan hingga akhirnya pingsan dan dilarikan ke UGD. Di sebelahnya, terbaring tubuh seorang nyonya kaya bernama Hwang Seung Won yang sering menyakiti dirinya sendiri. Pada saat itulah, semesta bekerja. Tubuh mereka berdua tertukar.

Saat bangun dan mendapati ia berada di ruangan VIP sebuah rumah sakit, Mo Rae terkejut. Ia lebih terkejut saat bercermin. Ini bukan tubuhnya. Awalnya ia tidak dapat menerima kenyataan ini. Mana ada kejadian seperti ini?

Mo Rae baru percaya ketika ia sudah bertatap muka langsung dengan Seung Won yang kini berada di dalam tubuhnya. Seung Won, sebaliknya, ia terlihat tidak khawatir, bahkan sangat bahagia. Kepada Mo Rae, ia menceritakan gambaran kehidupannya bersama suaminya yang dingin, Yoon Sang Hyuk.

Senin, 18 September 2017

Love O2O - Gu Man

Judul                : Love O2O (微微一笑很倾城)
Pengarang       : Gu Man (顾漫)
Penerbit          : Haru
Tebal               : 434 halaman
Sinopsis :
Zhen Shui Wu Xiang : Wei Wei, datanglah ke Pulau Putus Cinta! Kita akan bercerai.

Semuanya dimulai dari permintaan cerai dari suami virtual Bei Wei Wei di sebuah game online dunia persilatan. Bagi cewek ini, pernikahan di game online adalah sebuah permainan yang tidak nyata. Jadi, meski permintaan cerai itu mengejutkan, Wei Wei tidak ambil pusing.

Sialnya, para pemain lain mengira Wei Wei dimakan api cemburu saat melihat mantan suaminya menikahi Xiao Yu Yao Yao – cewek tercantik di game online. Pasalnya, tiba- tiba karakter Wei Wei di game tersebut ‘menyerang’ pesta pernikahan mantan suaminya.

Saat Wei Wei kebingungan, Yi Xiao Nai He, pemain berlevel tinggi yang dijuluki ‘dewa’, tiba- tiba meminta Wei Wei menikahinya.
Semuanya ini hanya permainan, tapi mengapa Wei Wei merasakan sesuatu yang berbeda?

Review :

Wei Wei entah harus merasa bersyukur atau merana saat diceraikan oleh Zhen Shui Wu Xiang. Setelah diceraikan, Tuan Dewa – Yi Xiao Nai He – menikahinya. Keduanya merupakan gamer tangguh di dunia mereka. Bersama Tuan Dewa, pernikahan Wei Wei terasa nyata. Teman- teman satu kamar asrama Wei Wei malah menganggap bahwa teman mereka tengah jatuh cinta.

Kabar baiknya, suatu hari Nai He mengajak bertemu. Betapa kagetnya Wei Wei karena Nai He tenyata adalah Xiao Nai, kakak kelas idolanya, tepatnya idola para cewek kampus. Walau awalnya hubungan mereka agak kikuk, keduanya akrab dengan cepat karena mereka memiliki beberapa kesamaan. Secara spontan, Nai He mengajak Wei Wei berpacaran. Tanpa perlu diiyakan, Wei Wei bersedia.

Saudara- saudara Nai He di dunia persilatan juga adalah teman sekamar Nai He. Mereka juga cepat akrab dengan Wei Wei. Semuanya sangat mendukung hubungan kakak ketiga mereka dengan kakak ipar ketiga karena ini kali pertama Tuan Dewa berpacaran.

Kamis, 31 Maret 2016

PosBar BBI : Oppa & I - Orizuka dan Lia Indra Andriana

Judul                     : Oppa & I
Pengarang          : Orizuka dan Lia Indra Andriana
Penerbit              : Haru
Tebal                     : 156 halaman

Sinopsis :
Jae In :
‘Oppa’.
Apa panggilan itu tidak terdengar lucu?
Terutama setelah kau pergi meninggalkanku begitu saja lima tahun lalu?
Sekarang saat bertemu lagi, apa yang membuat senyummu selebar itu?
Apa kau senang melihatku seperti ini?
Jae Kwon:
Jae In- a.
Kau dulu menggemaskan, tetapi sekarang mengapa begini?
Siapa yang membuatmu susah, katakan pada Oppa!
Oppa tak akan membiarkan siapapun menyakitimu!
Oppa akan melindungimu!

Review :

Bertemu kembali setelah lima tahun berpisah tidak berarti apa- apa bagi Jae In. Ibunya membawanya ke Korea untuk tinggal bersama ayah dan kembarannya kembali.  Jae In tidak peduli saat kakaknya begitu gembira menyambutnya. Baginya, kakak yang – dulu – ia sayangi kini seperti musuhnya. Jae In enggan berbicara banyak dengannya. Bahkan ia meminta agar Jae Kwon merahasiakan hubungan mereka di sekolah.

Tidak hanya pada Jae Kwon, Jae In juga bersikap dingin di lingkungan sekolahnya. Waktu istirahatnya selalu ia habiskan sendiri sambil menggambar di buku sketsanya. Seringnya ia bertemu dengan Seung Won, teman sekelasnya yang duduk di sampingnya. Jae In mengira cowok itu sudah gila karena sering bersalto dan menendang tidak jelas.

Seung Won menyukai Jae In. Ia cemburu saat melihat Jae In dekat dengan Jae Kwon. Ia mengira mereka pacaran. Barulah setelah tahu kalau Jae In dan Jae Kwon adalah saudara kembar, Seung Won kembali mendekati Jae In.

Sebenarnya apa yang terjadi dalam lima tahun ini? Benarkah Jae Kwon yang terlihat begitu menyayangi adiknya meninggalkan Jae In waktu itu? Ikuti kisah kakak beradik ini dalam Oppa & I.

***

Saya membaca novel ini dalam format ebook. Saat itu Haru sedang membagikan ebook ini secara gratis. Makasih buat teman- teman BBI Medan yang sudah share info ebook gratis ini. Lumayan kan. He he. Jadi buku ini saya ikut sertakan dalam Posbar BBI bulan Maret ini. Mengingat blog saya yang sedikit terlantar, saya pisahkan untuk posbar BBI dengan proyek baca bareng Mamak. Biar lebih ramai.

Oke, kembali ke bahasan. Jadi membaca novel ini tidak sepenuhnya seperti membaca karya Mbak Ori yang lain karena ini novel duet antara Mbak Ori dan Mbak Lia. Tapi tetap menarik untuk diikuti. Untuk pembaca teenlit yang sedang terserang sindrom K-Pop, novel ini boleh jadi bacaan.


Mengangkat tema persaudaraan tidak menjadikan novel ini terasa drama dan kekanakkan. Mungkin karena ceritanya tidak panjang kali ya. Kalau ada yang punya lanjutannya atau ebook gratis lagi, boleh bagi info ya. Hihi.. Selamat membaca ^^

Kamis, 30 Juli 2015

Angels of Morning Star Club - Lim Se Hyuk

Judul                     : Angels  of Morning Star Club
Pengarang          : Lim Se Hyuk
Penerbit              : Haru
Tebal                     : 370 halaman

Sinopsis :
Namaku Lim Hwi Chan. Seorang mantan narapidana yang sekarang menjadi penjaga toko yang menyedihkan. Umurku 27 tahun dan aku suka menonton film thriller berulang- ulang sampai 30 kali. Aku juga suka melampiaskan emosi dengan mengepel lantai yang kotor gara- gara keteledoran para siswi yang makan mi instan dan kimchi sembarangan di tokoku. Memang, aku tidak bisa disebut panutan, tapi juga tidak bisa disebut sebagai pecundang hanya karena pernah dipenjara.
Aku memang mantan narapidana, tapi aku muak selalu dicurigai. Aku hanya ingin melupakan semua kenangan itu. Tapi, seluruh dunia sudah telanjur mengecapku sebagai seorang “Mantan Narapidana” dan mereka menolakku.
Sampai aku menemukan perkumpulan aneh bernama “Morning Star” yang malah mencari mantan narapidana sebagai anggota. Sebenarnya, perkumpulan apa ini?

Review:
Lim Hwi Chan dipenjarakan dengan tuduhan perampokan khusus. Saat itu ia merasa dunianya telah hilang. Ia tidak bersalah tetapi tidak ada yang memercayainya. Bahkan kakaknya juga ragu padanya. Ia menghabiskan masa mudanya di penjara selama tiga tahun.

Setelah bebas dari penjara , Hwi Chan seolah terisolasi dari masyarakat. Ia mencari kerja ke mana- mana namun tidak ada yang mau mempekerjakannya sebagai karyawan mereka karena cap mantan narapidana yang menempel padanya. Jadi ia hanya bisa bekerja sebagai pegawai paruh waktu di supermarket 24 jam milik kakaknya yang selalu mencemaskan dan mengkhawatirkannya.

“Apakah mantan narapidana itu bukan manusia? Apa mantan narapidana itu sudah pasti orang yang jahat? Pantas saja orang- orang yang mantan narapidana seperti saya ini selalu ingin pergi menghilang dari dunia ini karena dianggap buruk oleh semua orang.” (hal. 51)

Suatu hari, seorang pelanggan meninggalkan koran di meja kasir. Tanpa sengaja mata Hwi Chan menangkap iklan yang terbit di koran itu yang berisikan ajakan untuk mendaftar sebagai anggota Morning Star Club yang dikhususkan untuk para mantan narapidana.

Hwi Chan pun tertarik dan menghubungi nomor telepon yang tertera. Sesampainya di kantor Morning Star, ia merasa aneh. Organisasi ini tidak cocok disebut organisasi. Anggotanya terlalu sedikit. Namun ia bergabung juga. Ternyata Morning Star Club ini adalah organisasi yang melakukan kegiatan sosial.

Hwi Chan pun menikmati kesibukan barunya ini. Terlebih ia sangat menyukai ketua dan paman- paman yang ada di sana. Melalui kegiatan sosial ini juga Hwi Chan bertemu dengan belahan jiwanya. Perlahan, Hwi Chan mulai merasa hidupnya bermakna.

Senin, 08 Juni 2015

Posbar : Meet and Greet bersama Penulis Haru


Pengalaman kemarin satu bulan yang lalu, tepatnya 10 Mei 2015, merupakan salah satu pengalaman yang tidak akan saya lupakan. Setelah menunggu dua minggu, hari itu tiba juga. Meet and Greet dengan Penulis Haru. Dalam acara ini hadir Orizuka, Lia Indra Andriana, Yosephine Monica, Andry Setiawan, dan Edwin Joo.

Event mengenai buku dan dunia kepenulisan seperti ini tentunya tidak lepas dari keikutsertaan BBI-ers Medan. Sejak Penerbit Haru mengumumkan adanya event ini, kami sudah heboh dan merencanakan untuk datang sekaligus kopdar. Ditambah lagi, ada anggota baru di keluarga kami, Viona dari Binjai. Jadilah BBI Medan semakin ramai ^^

Di poster, tertera acara dimulai pukul 16:00 di Gramedia Sun Plaza. Sebelum jam itu, kami sudah berada di Sun Plaza. Saya dan Mamak, sekitaran jam dua siang sudah nongkrong di Pizza Hut *berasa brand ambassador Pizza Hut saja karena setiap kopdar pasti ke PH*

suasana talkshow
Tepat pukul 16:00, kami naik ke lantai atas, dan samar- samar terdengar suara mas- mas melalui speaker. Acara sudah dimulai. Tepat waktu juga ya, pikir saya. Kirain bakalan molor (maklum, anak Medan). Beruntung, ada sisa tempat duduk walau masih banyak  yang berdiri. Kami diarahkan oleh petugas Gramedia untuk duduk. Tempat duduk paling depan pula. Datang boleh telat, tapi tempat VIP. Ha ha.. Asyiknya karena bisa menatap penulis favorit dari dekat. Foto- foto pun lebih gampang.

Talk show berlangsung selama kurang lebih satu jam. Meski singkat, namun sarat informasi dan pengetahuan baru yang kami dapatkan dari para penulis kece ini. Masing- masing penulis berbagi pengalaman dalam karier kepenulisan mereka.

Mbak Orizuka mengisahkan awal mulanya ia terinspirasi untuk menulis. Saat itu, pikiran Mbak Ori yang selesai membaca Princess Diaries karangan Meg Cabot, dipenuhi pertanyaan. Mengapa bisa begini, mengapa bisa begitu. Dari sanalah Mbak Ori mulai menulis. Mbak Ori sangat senang apabila minat baca masyarakat tinggi dan menyukai karyanya. Sebagai penulis, saat ditanyai mengenai karyanya yang disadur menjadi fan fiction, Mbak Ori menegaskan bahwa ia tidak mengizinkan penulis fan fiction untuk menjiplak bulat- bulat karyanya.

Kemudian, tak lengkap rasanya kalau tidak bertanya mengenai kelahiran buku ketiga serial Audy ini. Bagi penggemar serial The Chronicles of Audy, bulan Juni akan dirilis kalau tidak berhalangan ^^ Sedangkan mengenai isi atau ringkasan cerita, Mbak Ori belum bersedia untuk spoiler. Hi hi.. Jadi kita tunggu saja ya, teman- teman.

Mbak Lia juga berbagi  sedikit cerita mengenai Intertwine: Takdir yang Berjalin dan prosesnya. Bagi teman- teman yang belum membaca, Intertwine terdiri dari lima kisah yang ditulis oleh lima pengarang yang berbeda: Fei, Lia Indra Andriana, Orizuka, Clara Canceriana, dan KP Januwarsi. “Lima kisah yang berbeda, tetapi memiliki benang merah,” tutur Mbak Lia.
Mas Andry sedang berbagi info tentang Ojou!

Jumat, 22 Mei 2015

A Dandelion Wish - Xi Zhi

Judul                     : A Dandelion Wish
Pengarang          : Xi Zhi
Penerjemah       : Jeanni Hidayat
Penerbit              : Haru
Tebal                     : 346 halaman
Sinopsis :
Pria itu pasti sudah gila.
Orang normal tidak akan duduk di atas kap mobil orang yang tak ia kenal dan menyanyikan lagu blues di tengah badai topan.

Dokter Bai Qian Xun yang sedang lelah setelah kesibukan mendadaknya di UGD, kaget sekali saat melihat seorang pria asing duduk dengan santai di atas kap mobilnya. Yang lebih menjengkelkan lagi, pria yang ternyata hilang ingatan tersebut meminta Bai Qian Xun untuk menampungnya malam itu.

Meski awalnya tidak mau, akhirnya hati Dokter Bai Qian Xun pun tergerak. Wanita itu lalu membawa pria aneh tersebut ke apartemennya. Lambat laun, ia pun mulai menyukai kehadiran pria itu dalam hidupnya, bahkan jatuh hati pada pria misterius tersebut. Namun, ketika ingatan pria itu kembali, bagaimanakah nasib hubungan mereka berdua?

Review :
Bai Qian Xun adalah seorang dokter bedah ternama di salah satu rumah sakit Taiwan. Namun segala target hidupnya dan kesediaannya mengikuti apa yang sudah direncanakan oleh orang tuanya, terutama ibunya, membuat dokter muda itu hidup seperti robot. Ia selalu bersikap dingin, tidak bersosialisasi dengan baik, juga hanya tahu bekerja dan bekerja. Ia bahkan sudah merencakan masa tuanya yang akan dilalui di panti jompo elit.

“Hati manusia sangatlah cepat berubah. Saat ini kau begitu mencintai seorang lelaki, tapi ternyata esoknya perasaan itu menghilang seperti debu. Saat ini kau begitu merindukan seseorang, tapi tahun depan rasanya hanya ingin melarikan diri saat bertemu dengannya. Hal tersebut mungkin saja terjadi, kan? Pernikahan tidaklah sesuai untuk seorang manusia.” (hal. 82)

Hingga Cheng Feng datang dan mengubah hidupnya. Cheng Feng muncul saat hujan deras dan angin kencang, duduk di atas kap mobilnya. Waktu itu Bai Qian Xun sudah menyelesaikan pekerjaannya dan hendak pulang.

Bai Qian Xun tidak peduli. Ia tidak tergabung dalam organisasi sosial untuk membantu pria itu. Setelah berdebat dan menolak untuk menampung pria itu, Bai Qian Xun meninggalkannya. Namun ia berbalik lagi karena tidak tega.

Tak disangka, Cheng Feng pandai memasak. Bai Qian Xun terpukau oleh masakannya. Sebagai informasi, ia adalah wanita pemilih dalam hal makanan. Tak jarang makanan dari kantin rumah sakit berakhir di tong sampah tanpa dihabiskan oleh Dokter Bai.

Bai Qian Xun akhirnya mempekerjakan Cheng Feng sebagai asisten rumah tangganya. Sejak ada Cheng Feng, Bai Qian Xun makan dengan lahap. Makanan apapun yang dimasak pria asing itu mampu meningkatkan nafsu makan Bai Qian Xun.

Bai Qian Xun bodoh dalam hal urusan rumah tangga. Jika ada orang yang mau membantunya menyelesaikan masalah itu maka dia akan sangat berterima kasih. (hal. 60)

Minggu, 07 September 2014

The Chronicles of Audy : 21 by Orizuka

Judul             : The Chronicles of Audy : 21 (buku 2)
Pengarang    : Orizuka
Penerbit        : Haru
Tebal              : 308 halaman

Sinopsis :
Hai. Namaku Audy. Umurku masih 22 tahun. Hidupku tadinya biasa- biasa saja sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R.
Aku sempat berhenti, tapi mereka berhasil membujukku untuk kembali setelah memberiku titel baru: ‘bagian dari keluarga’.
Di saat aku merasa semakin akrab dengan mereka, pada suatu siang, salah seorang dari mereka mengungkapkan perasaannya kepadaku.
Aku tidak tahu harus bagaimana!
Lalu, setelah itu belum cukup mengagetkan, terjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan siapa pun.
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang semakin ribet.
Kronik dari seorang Audy.

Review :
Setelah Audy pergi, kami langsung sadar kalau kehadiran Audy sangat penting bagi kami. Bukan sebagai pembantu ataupun babysitter, tapi sebagai… bagian dari keluarga. (hal. 9)

Pernyataan Regan yang manis itu terngiang kembali di benak Audy. Pernyataan itulah yang membuat Audy luluh dan bersedia untuk kembali lagi ke rumah 4R. Tetapi sekembalinya Audy ke rumah 4R, belum ada perubahan berarti yang ia alami. Pekerjaannya masih sebagai babysitter merangkap pembantu rumah tangga. Sikap 4R juga masih sama sehingga membuatnya bertanya- tanya apa arti ‘bagian dari keluarga’ itu sendiri.

Sambil mencari jawaban atas pertanyaan itu, Audy menjalani rutinitasnya kembali, dimulai dari mengantar dan menunggui Rafael di sekolah hingga memasak untuk mereka. Rafael masih seorang anak yang tidak sopan. Tapi lucu juga mendengarnya memanggil kumpulan ibu- ibu yang suka bergosip itu dengan sebutan ‘kandang jangkrik’. Namun perlahan, Audy berhasil untuk membuat Rafael menjadi lebih baik. Kira- kira bagaimana caranya ya mengingat Rafael itu agak berbeda dari balita lainnya ?

Kemudian ada Romeo yang ternyata menyimpan kisah yang tidak diduga oleh Audy sebelumnya. Mereka saling berbagi dan Audy mengerti kondisi Romeo. Keduanya menjadi akrab.

Begitu banyak yang terjadi belakangan ini yang membuat Audy sedih sekaligus bahagia. Apa saja kejadian kocak, menggemaskan, dan mengharukan yang ada dalam kronik Audy ini? Ikuti kisah selengkapnya di The Chronicles of Audy: 21.
*
Hai hai.. Mengawali September ceria ini, postingan pertama juga postingan novel bernuansa ceria, kocak, dan (sedikit) mengharukan. Nunggu novel ini sampai setahun akhirnya terbit dan kesampaian baca juga. Ya, lanjutan dari kronik Audy, 21.

Seperti 4R, 21 masih membuat saya menyukai kisah ini dengan karakter khas masing- masing tokoh. Porsinya pas semua. Bahkan di novel ini, pembaca akan mendapat kejutan- kejutan baru yang membuat kehidupan Audy jadi membingungkan (awalnya) namun bermakna.

Jika di 4R tokoh favorit saya adalah Rex, di 21 ini rasanya sulit untuk tidak jatuh cinta sama semua karakternya. He he..

Hanya saja, untuk kalimat- kalimat tertentu yang menceritakan tentang ibunya Audy, masih menggunakan kata ‘dia’ sebagai kata ganti untuk ibunya yang membuat saya kurang nyaman. Selebihnya oke. Suka dengan kronik Audy yang kedua ini. Lebih seru dari yang pertama. 4 dari 5 untuk 21.


Bagi teman- teman yang belum pernah membaca 4R, disarankan untuk membaca terlebih dahulu. Tapi kalau mau baca 21 langsung, di bagian depan juga ada kilas balik secara singkat tentang apa yang terjadi di 4R. Recommend deh buat pecinta novel. Selamat membaca J

Sabtu, 21 Desember 2013

For Sale Part III

Hai teman- teman, dalam rangka menambah ruang bagi novel baru yang akan masuk sekalian juga menambah budgetnya, ada beberapa koleksi yang saya jual. Rata- rata masih oke banget. Ada beberapa yang sudah mulai menguning dan timbul bercak, tapi masih layak baca. Berikut ini daftar novel beserta harganya :


1. Morning Brew   (Nina Addison, GPU ) Rp 15.000,- SOLD, thank you ^^
2. 8...9...10... Udah Belom?!   (Laurentia Dermawan , GPU ) Rp 15.000,-
3. Jodoh Terakhir   ( Netty Virgiantini , GPU ) Rp 12.500,-
4. Divortiare ( Ika Natassa , GPU ) Rp 20.000,- SOLD, thank you ^^
5. It Takes Two to Love   ( Christina Juzwar, GPU ) Rp 20.000,-
6. A Shoulder to Cry On   ( Ria N. Badaria, GPU ) Rp 17.500,-
7. The Sweetest Kickoff   ( Wiwien Wintarto, GPU ) Rp 5.000,-
8. Biru   ( Agnes Jessica, Pustaka Hermon ) Rp 30.000,-
9. Paper Romance – edisi tanda tangan pengarang –  ( Lia Indra Andriana, Haru ) Rp 37.500,- BOOKED

Semua novelnya dikirim dari Medan ya. Bagi teman- teman yang berminat, bisa menghubungi saya di 087867376969 atau mention ke akun Twitter saya di @ertalin .
Selamat berbelanja ^^


Selasa, 30 Juli 2013

The Chronicles of Audy: 4R

Judul               : The Chronicles of Audy: 4R
Pengarang      : Orizuka
Penerbit         : Haru
Tebal              : 320 halaman

Sinopsis:
Hai. Namaku Audy. Umurku 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa- biasa saja, sampai kedua orangtuaku jatuh bangkrut karena ditipu.

Aku hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar sarjanaku. Selangkah lagi!

Tapi kedua orangtuaku rupanya tega merusak momen itu. Jadi sekarang, di sinilah aku berada. Di rumah aneh yang dihuni oleh 4 bersaudara yang sama anehnya: Regan, Romeo, Rex, dan Rafael.

Aku, yang awalnya berpikir akan bekerja sebagai babysitter, dijebak oleh kontrak sepihak dan malah dijadikan pembantu!

Terdengar klise?
Mungkin, bagimu. Bagiku? Musibah!
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang mendadak jadi ribet. Kronik dari seorang Audy.

Review :
Saat beban itu sebentar lagi terangkat, beban yang lain muncul. Itulah yang dihadapi oleh Audy, mahasiswi UGM jurusan HI (Hubungan Internasional). Saat baru akan memulai menyusun skripsi, kabar buruk datang dari kedua orangtuanya. Mereka tidak mampu membiayai skripsi Audy karena uang mereka ludes ditipu. Kiriman untuk membayar uang kos Audy pun ikut dihentikan. Mana ibu kos sudah menagih karena uang kos Audy sudah tertunggak tiga bulan. Ini lebih dari sekadar musibah bagi Audy. Ia depresi plus sebal. Mengapa orangtuanya bisa tertipu untuk kedua kalinya dalam hal yang sama? Menanam modal pada investasi yang tidak jelas.

Namun Audy sadar ia tidak bisa terus terpuruk. Meski sahabatnya, Missy, selalu bersedia membantunya dalam hal finansial, Audy tidak mau. Ia takut merusak persahabatannya dengan Missy. Satu hal yang terlintas di benak Audy, ia harus membiayai dirinya sendiri. Caranya? Tentu saja dengan bekerja.

Setelah mencari lowongan pekerjaan dan tidak ada satu pun yang cocok, lowongan untuk menjadi babysitter nampaknya bisa menjadi pilihan. Audy segera menghubungi nomor yang tertera di iklan itu dan setelah mendapatkan alamat rumah si bayi yang akan diasuh, Audy pun berangkat.

Audy sempat ngeri saat melihat kondisi rumah yang tidak seperti rumah itu. Taman yang tidak terurus sehingga rumputnya tumbuh menjadi alang- alang yang menghalangi pendangan. Juga ada sebuah kotak pos yang ditulisi 4R. Audy tidak mengerti apa maksud 4R itu. ia terlalu takut tetapi ia tidak bisa mundur. Ia butuh pekerjaan. Salah, ia butuh uang.

Audy lebih terkejut lagi saat ia memasuki rumah itu. Keadaannya benar- benar parah. Bahkan sofa di ruang tamu pun tidak kelihatan karena tertimpa barang- barang yang terletak tidak pada tempatnya. Dunia pasti sudah terbalik.

Fokus Audy berpindah saat ia bertemu dengan Regan, pemilik rumah yang gantengnya sudah sampai pada level akhir. Cewek manapun pasti langsung meleleh kalau melihat ciptaan Tuhan yang sempurna ini. well, kembali ke cerita. Regan bekerja di salah satu biro hukum di Yogya. Setelah mengadakan wawancara singkat (kalau itu bisa dibilang wawancara), Regan menyodorkan kontrak kerja. Banyak sekali pasal- pasal yang tertera di dalamnya. Audy enggan membaca semuanya. Dan pasal- pasal kerja itu tidak lagi digubris Audy saat matanya menangkap tulisan ‘gaji bisa diterima di muka’. Audy yang sangat membutuhkan uang, tanpa mempertimbangkan lagi, langsung teken kontrak.

Ternyata kenyataan manis tidak selalu terjadi. Tidak ada bayi dalam rumah itu. Dan posisi babysitter yang dimaksud Regan adalah untuk mengurus Rafael, adik terkecil Regan alias si  bungsu, yang masih berusia empat setengah tahun. Rafael berbeda seperti anak kebanyakan. Ia terlalu dewasa untuk anak seusianya. Bandelnya juga minta ampun.

Seolah belum cukup, selain mengurus Rafael, Audy juga harus mengerjakan pekerjaan rumah lainnya, seperti bersih- bersih dan memasak. Apa? Ini namanya penipuan. Namun Audy tidak bisa berbuat apa- apa karena setiap kali protes, Regan selalu punya jawaban berupa pasal- pasal yang tertera dalam kontrak kerja Audy. Jadi, daripada ia dipenjara karena melanggar perjanjian, ia lebih baik bekerja sesuai dengan apa yang diinstruksikan meskipun itu artinya ia menjadi pembantu.

Rafael belum bersekolah. Kerjanya bermain game setiap hari bersama Romeo, adik Regan, anak kedua di keluarga mereka. Berbeda dengan Regan yang serius, Romeo sangat santai. Tidak pernah Audy melihat dia bangun pagi untuk berangkat kerja. Bangun pun hanya untuk sarapan lalu tidur lagi. Audy hanya bisa geleng kepala.

Ada satu lagi penghuni rumah yang tidak begitu disukai Audy. Dia adalah Rex, juga adiknya Regan, anak ketiga di keluarga itu. Rex adalah cowok berusia tujuh belas tahun yang paling dingin yang pernah ditemui Audy. Audy harus kaget (lagi) saat mengetahui Rex jago segalanya. Rex jago masak, juga jenius. Dia tahu manfaat dan gizi yang terkandung dalam setiap sayuran, bahkan dia lebih tahu materi skripsi Audy daripada Audy sendiri.

Selain itu, ketiga cowok ini memiliki perangai yang berbeda- beda. Regan terlalu tegas, Romeo terlalu santai, sementara Rex terlalu dingin. Tidak ada yang bisa mendidik Rafael secara netral layaknya orangtua, hal. 239

Saat- saat pertama tidaklah mudah. Audy lelah fisik dan batin. Ia harus mencoba untuk beradaptasi terhadap lingkungan barunya. 4R memang bukan cowok- cowok (dan anak) biasa. Apa yang akan mereka lakukan terhadap Audy selanjutnya? Bagaimana Audy menghadapi mereka? Ikutan yuk serunya kronik kehidupan Audy dalam The Chronicles of Audy: 4R.
B

Bintang lima untuk novel kedua puluh Mbak Orizuka ini. Ceritanya oke. Satu paket kalau saya bilang. Ada kocak, sedih, senang, dan haru. Semuanya bisa teman- teman temukan dalam 4R. Tema kekeluargaan yang diangkat pas sebagai pembuka seri Chronicles of Audy ini. Unsur roman sih ada, hanya saja sedikit sekali. Tapi jangan khawatir, novel ini tidak kehilangan bagian- bagian menariknya. Malahan semakin menarik karena berfokus di 4R yang kehidupan masing- masing berubah dengan adanya Audy di rumah mereka.

Selalu ada sebab dibalik semua akibat yang terjadi. Begitu juga dengan 4R. Regan, Romeo, Rex, dan Rafael memiliki kisah dan keunikan mereka tersendiri meski di awal cerita mereka itu terkesan nyebelin. Itu karena pembaca belum kenal lebih dekat dengan para tokoh. *halaah..sok kenal*

Dari keempat tokoh ini, saya paling suka dengan Rex. Jangan tanya karena saya juga tidak tahu kenapa. Pokoknya suka saja, apalagi  saat bagian Rex tiba. Kyaaa….. #timRex

Mengenai kekurangan, menurut saya hampir tidak ada. Saya malah sudah penasaran dengan buku keduanya. Sayangnya baru terbit tahun depan. *Mbak Ori, jangan lama- lama ya :p*
Secara keseluruhan, novel ini oke banget. Recommended deh bagi pecinta novel. Yang belum baca, ayo ke toko buku dan isi tas belanjanya dengan 4R. Selamat membaca J