Daftar Review

Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2016

Perfect Pain - Anggun Prameswari

Judul                : Perfect Pain
Pengarang       : Anggun Prameswari
Penerbit          : GagasMedia
Tebal               :316 halaman

Sinopsis :
Sayang, menurutmu apa itu cinta? Mungkin beragam jawab akan kau dapati. Bisa jadi itu tentang laki- laki yang melindungi. Atau malah tentang bekas luka dalam hati- hati yang berani mencintai.
Maukah kau menyimak, Sayang? Kuceritakan kepadamu perihal luka- luka yang mudah tersembuhkan. Namun, kau akan jumpai pula luka yang selamanya terpatri. Menjadi pengingat bahwa dalam mencintai, juga ada melukai.
Jika bahagia yang kau cari, kau perlu tahu. Sudahkah kau mencintai dirimu sendiri, sebelum melabuhkan hati? Memaafkan tak pernah mudah, Sayang. Karena sejatinya cinta tidak menyakiti.

Review :

Bidara tidak menyangka bahwa kehidupannya lebih keras setelah ia menikah dengan Bramawira Aksana, lelaki pilihannya sendiri. Bi mengira ia akan terbebas dari ayahnya yang tidak menyayanginya. Ternyata suaminya, Bram, lebih parah.

Bram kerap melakukan kekerasan dalam kehidupan rumah tangga mereka. Setiap kali Bram sedang emosi, ia memukuli istrinya tanpa ampun. Baru setelah emosinya reda, ia meminta maaf dan membelikan salep untuk istrinya. Kejadian itu terus berulang. Sayangnya Bi tak sanggup meninggalkan Bram.

Beruntung Bi memilliki seorang putra yang cerdas dan pengertian yang bernama Karel. Dari Karel jugalah Bi berkenalan dengan seorang pengacara lembut dan baik hati bernama Sindhu. Karel awalnya menghilang setelah mendengat cerita dari gurunya, Miss Elena,  bahwa kekasih Miss Elena adalah seorang pengacara.

“Karel memang luar biasa. Dia alasanku bertahan.”
“Jangan bergantung pada orang lain, Bi.”
“Maksudmu?”
“Jangan jadikan orang lain alasanmu bahagia atau sedih. Pada dasarnya manusia itu sendiri. Kita lahir sendiri, mati juga sendiri. Jadi, jangan takut pada kesendirian.” (hal. 91)

Berbagai upaya dilakukan oleh Sindhu untuk melindungi Bi. Sindhu bahkan membawa Bi keluar dari cengkeraman Bram. Pengacara itu sangat menghargai dan menyayangi Bi. Ia juga cepat akrab dengan Karel. Apakah Sindhu mulai menyukai  Bi? Setelah luka- luka yang Bram berikan kepada Bi, akankah Bi terus bertahan untuk hidup dengan Bram? Ikuti kisah pilunya dalam Perfect Pain.

“Maafkan dulu semua yang menyakitimu. Maafkan juga dirimu sendiri karena selama ini membiarkan dirimu disakiti.” (hal. 205)
ÑÐ

Novel ini sudah lama sekali saya beli dan baru dibaca beberapa waktu yang lalu karena saat Mama bilang kalau tema cerita ini adalah KDRT, saya agak malas. Barulah setelah baca saya merasa novel ini oke juga. Saya menyukai gaya menulis Mbak Anggun. Rasanya seperti membaca kisah yang dituliskan oleh Bi secara langsung.

Saya juga merasa geram dan prihatin terhadap Bi pada saat yang bersamaan. Di saat ada jalan di depan mata, ia malah memilih kembali ke lingkaran setan yang merusak dirinya. Tapi saya juga mengerti kondisi Bi karena dalam kehidupan nyata memang ada kejadian seperti itu. Istri sudah dipukuli sedemikian rupa tapi ujung- ujungnya tetap memilih kembali ke suaminya. Yah, inilah hidup *tsaahh*

Dan sejak kemunculan Sindhu, saya semakin menyukai cerita ini. Jatuh cinta terhadap karakter Sindhu. Santun dan hangat. #bapermodeon


Secara keseluruhan, saya menyukai Perfect Pain. Mbak Anggun dan tim tidak salah dalam memberi judul. Covernya juga oke. 4 dari 5 untuk kisah Bi yang penuh luka.

Kamis, 31 Maret 2016

PosBar BBI : Oppa & I - Orizuka dan Lia Indra Andriana

Judul                     : Oppa & I
Pengarang          : Orizuka dan Lia Indra Andriana
Penerbit              : Haru
Tebal                     : 156 halaman

Sinopsis :
Jae In :
‘Oppa’.
Apa panggilan itu tidak terdengar lucu?
Terutama setelah kau pergi meninggalkanku begitu saja lima tahun lalu?
Sekarang saat bertemu lagi, apa yang membuat senyummu selebar itu?
Apa kau senang melihatku seperti ini?
Jae Kwon:
Jae In- a.
Kau dulu menggemaskan, tetapi sekarang mengapa begini?
Siapa yang membuatmu susah, katakan pada Oppa!
Oppa tak akan membiarkan siapapun menyakitimu!
Oppa akan melindungimu!

Review :

Bertemu kembali setelah lima tahun berpisah tidak berarti apa- apa bagi Jae In. Ibunya membawanya ke Korea untuk tinggal bersama ayah dan kembarannya kembali.  Jae In tidak peduli saat kakaknya begitu gembira menyambutnya. Baginya, kakak yang – dulu – ia sayangi kini seperti musuhnya. Jae In enggan berbicara banyak dengannya. Bahkan ia meminta agar Jae Kwon merahasiakan hubungan mereka di sekolah.

Tidak hanya pada Jae Kwon, Jae In juga bersikap dingin di lingkungan sekolahnya. Waktu istirahatnya selalu ia habiskan sendiri sambil menggambar di buku sketsanya. Seringnya ia bertemu dengan Seung Won, teman sekelasnya yang duduk di sampingnya. Jae In mengira cowok itu sudah gila karena sering bersalto dan menendang tidak jelas.

Seung Won menyukai Jae In. Ia cemburu saat melihat Jae In dekat dengan Jae Kwon. Ia mengira mereka pacaran. Barulah setelah tahu kalau Jae In dan Jae Kwon adalah saudara kembar, Seung Won kembali mendekati Jae In.

Sebenarnya apa yang terjadi dalam lima tahun ini? Benarkah Jae Kwon yang terlihat begitu menyayangi adiknya meninggalkan Jae In waktu itu? Ikuti kisah kakak beradik ini dalam Oppa & I.

***

Saya membaca novel ini dalam format ebook. Saat itu Haru sedang membagikan ebook ini secara gratis. Makasih buat teman- teman BBI Medan yang sudah share info ebook gratis ini. Lumayan kan. He he. Jadi buku ini saya ikut sertakan dalam Posbar BBI bulan Maret ini. Mengingat blog saya yang sedikit terlantar, saya pisahkan untuk posbar BBI dengan proyek baca bareng Mamak. Biar lebih ramai.

Oke, kembali ke bahasan. Jadi membaca novel ini tidak sepenuhnya seperti membaca karya Mbak Ori yang lain karena ini novel duet antara Mbak Ori dan Mbak Lia. Tapi tetap menarik untuk diikuti. Untuk pembaca teenlit yang sedang terserang sindrom K-Pop, novel ini boleh jadi bacaan.


Mengangkat tema persaudaraan tidak menjadikan novel ini terasa drama dan kekanakkan. Mungkin karena ceritanya tidak panjang kali ya. Kalau ada yang punya lanjutannya atau ebook gratis lagi, boleh bagi info ya. Hihi.. Selamat membaca ^^

Kamis, 16 April 2015

Forever Monday - Ruth Priscilia Angelina

Judul                     : Forever Monday
Pengarang          : Ruth Priscilia Angelina
Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal                     : 320 halaman

Sinopsis :
Ingga akhirnya mendapatkan hari Senin untuk menjadi pacar Eras, playboy yang punya begitu banyak pacar, satu gadis untuk satu hari. Sampai Ingga bertemu Kale, playboy lainnya yang berparas tampan.
Kale mengubah hidup Ingga, memberikan warna di hari- hari kelam gadis itu, mengajarinya bagaimana bersenang- senang, dan bagaimana menyayangi dirinya sendiri. Kale membuat hati Ingga jungkir balik, membuat dunia gadis itu porak- poranda dengan segala kasih sayangnya yang aneh.
Namun itu bukan berarti Ingga telah berpaling dari Eras. Gadis itu tetap mencintai Eras. Bahkan sampai pada saat Kale memintanya secara resmi untuk menjadi pacarnya, Ingga tetap mempertahankan posisinya sebagai pacar hari Senin-nya Eras.
Hari- hari bergulir, di samping kisah cinta yang rumit, fakta demi fakta bermunculan. Fakta bahwa Eras dan Kale dulu adalah sahabat dekat. Dendam lama yang disimpan rapi selama bertahun- tahun kini menuntut pembalasan. Pembalasan yang akan menghancurkan hidup Ingga dan ornag- orang yang disayanginya.

Review :

Dunia punya begitu banyak suara indah.
Saya suka suara ibu, bisingnya orang lalu- lalang, gesekan pulpen di atas kertas, dan suara sahabat yang berseru heboh saat bermain Play Station dengan saya.
Tapi, ada satu suara yang paling saya suka.
Suara detak jantung kamu.
– Eras Uparengga

Setelah berhasil membujuk Eras, Ingga berhasil jadi pacar hari Senin Eras. Gadis itu senang bukan main. Namun ia harus sering kecewa karena Eras tidak pernah benar- benar memerhatikannya. Hingga Ingga bertemu dengan Kale Samapta – yang juga playboy seperti Eras – di pesta ulang tahun Kale. Sikap Ingga yang acuh menarik perhatian Kale.

Sebuah rencana telah terbesit di benak Kale. Ia berencana mempermainkan Ingga, seperti pacarnya yang lain. Tetapi bukannya masuk perangkap Kale, Kale yang jatuh hati pada Ingga. Kali ini Kale serius. Ia belum pernah jatuh cinta pada wanita lain seperti ini. Meski bukan pacar Ingga, Kale selalu ada saat Ingga butuh. Ini membuat Eras marah (cemburu tepatnya).

“Tapi Eras itu kayak rumah. Ke mana pun aku pergi, nggak peduli sebagus apa pun tempat itu, aku akan selalu kangen rumah. Aku akan selalu pulang ke rumah. Ke Eras. Jadi mungkin, aku nggak bisa jawab pertanyaan kamu tadi. Karena fungsi kalian berdua beda. Aku akan kehujanan kalau tidak berteduh di dalam rumah. Tapi rumahku juga nggak akan sehat kalau tidak terkena sinar matahari.” (hal. 98)

Jumat, 31 Oktober 2014

Wonder - R.J. Palacio

Judul                : Wonder
Pengarang       : R.J. Palacio
Penerjemah    : Harisa Permatasari
Penerbit          : Atria
Tebal               : 428 halaman
Status              : Pinjam dari Mbak Lis

Sinopsis :
“Kuharap, setip hari adalah Halloween. Kita semua bisa memakai topeng setiap saat. Lalu kita bisa berjalan- jalan dan saling mengenal sebelum melihat penampilan kita di balik topeng.”

August (Auggie) Pullman lahir dengan kelainan Mandibulofacial Dysostosis, sebuah kondisi rumit yang membuat wajahnya tampak tidak biasa. Meskipun dia sudah menjalani serangkaian operasi, penampilan luarnya tetap saja terlihat berbeda. Namun, bagi segelintir orang yang mengenalnya, dia adalah anak yang lucu, cerdas, dan pemberani.

Auggie mengalami petualangan yang lebih menakutkan daripada operasi- operasi yang dijalaninya ketika dia menjadi murid kelas lima di Beecher Prep. Kalian pasti tahu menjadi murid baru itu bukanlah hal yang mudah. Ditambah lagi Auggie adalah anak biasa dengan wajah yang sangat tidak biasa.

Review :
“Namaku August. Aku tidak akan menggambarkan seperti apa tampangku. Apa pun yang kaubayangkan, mungkin keadaannya lebih buruk.”

Kalimat itu tertulis di sampul depan buku ini. Rasanya benar. Sulit (bagi saya) untuk membayangkan wajah Auggie bila kita membaca deskripsi mengenai wajah Auggie. Dua puluh tujuh kali menjalani operasi sejak lahir bukanlah hal yang mudah bagi seorang Auggie. Namun ia tidak punya pilihan lain. Itulah yang menjadi alasan mengapa ia tidak bersekolah di sekolah luar hingga ia duduk di kelas lima. Orangtuanya mendaftarkan Auggie di salah satu sekolah di dekat rumah mereka, Beecher Prep.

“Semua orang yang terlahir dari Tuhan bisa menghadapi dunia.” (hal.9)

Awalnya Auggie menolak. Ia belum siap. Tetapi setelah melihat- lihat sekolah barunya dan berkeliling dengan tiga murid di sana: Charlotte, Jack, dan Julian, Auggie berubah pikiran. Ia mau sekolah. Di sekolah barunya inilah Auggie mendapat banyak pengalaman, terutama dalam hal persahabatan.

Persahabatannya dengan Jack jatuh bangun. Saat ia mengetahui bahwa Jack hanya berpura- pura baik  terhadapnya, ia kecewa. Tetapi Jack merasa menyesal setelah ia tahu kalau Auggie mengetahuinya. Setelah persahabatan mereka putus, barulah Jack sadar bahwa ia senang bersahabat dengan Auggie. Juga ada Summer, anak perempuan yang duduk bersama Auggie saat jam istirahat. Di saat semua teman- teman Auggie menjauhinya seolah- olah Auggie adalah makhluk berbahaya. Mereka bahkan menyebut Auggie ‘wabah’. Terutama Julian yang sangat tidak bersahabat dengan Auggie sejak awal mereka bertemu.

Apakah fenomena ‘wabah’ ini akan terus berlanjut? Sanggupkah Auggie bertahan di Beecher Prep? Ikuti kisah menakjubkan August Pullman dalam Wonder.
N
Buku ini dibagi ke dalam delapan bagian (August – Via – Summer – Jack – Justin – August – Miranda – August ) sehingga pembaca bisa mengetahui dengan jelas dari setiap sudut pandang tokoh. Senang sekali bisa membaca buku ini. Thank you, Mbak Lis.

Salah satu yang keren dalam buku ini adalah keluarga Auggie. Kedua orangtuanya sangat berbesar hati dan menyayangi Auggie. Kakaknya, Via, juga sangat pengertian dengan kondisi adiknya walau kadang ia tidak tahan, tetapi ia selalu menjadi kakak August yang terbaik.

Mereka yang secara langsung ataupun tidak langsung membully Auggie belum mengenal Auggie dengan baik. Meski tidak bisa berteman dekat dengan Auggie, seenggaknya mereka nggak usah bersikap berlebihan kenapa sih? Huuh..

Terlepas dari teman- teman Auggie yang kurang bersahabat, Auggie masih beruntung ia dikelilingi orang- orang yang baik. Kedua orang tuanya, kepala sekolahnya – Mr. Tushman – yang bijaksana, dan guru- guru yang selalu mendukungnya.

Saya menikmati membaca Wonder. Terjemahannya rapi dan tidak bikin bosan. Typo juga jarang dijumpai. Kovernya juga keren dan ngejreng dengan warna merahnya. Yang membuat saya penasaran adalah mengapa di bagian kelima, bagian Justin, pacarnya Via, di awal kalimatnya tidak menggunakan huruf kapital, ya? Itu saja sih. Selebihnya oke.

Tidak banyak yang bisa saya bagi, yang bisa saya bilang hanya novel ini keren.  Recommended deh untuk teman- teman pembaca. 4 dari 5 untuk Wonder.

Minggu, 26 Oktober 2014

Fate - Orizuka




Judul               : Fate

Pengarang      : Orizuka

Penerbit         : Authorized Books

Tebal              : 297 halaman


Sinopsis :
Jang Min Ho dan Jang Min Hwan.

Dua putra keluarga Jang yang terpisah selama bertahun- tahun, sekarang harus bertemu kembali untuk mendengar wasiat ayah mereka yang telah meninggal dunia.

Min Ho, terlahir sebagai anak dan istri yang sah, hidup serba berkecukupan di Indonesia. Sementara itu, Min Hwan terlahir sebagai anak dari seorang pelacur, hidup susah di Korea.

Demi mendapat kekayaan keluarga Jang di Indonesia, dua putra keluarga Jang harus memenuhi segala permintaan ayah mereka di dalam surat wasiat, termasuk tinggal bersama di rumah Keluarga Jang. Rasa dendam, sakit hati dan masa lalu yang pedih membuat kedua kakak- beradik ini lebih mirip seperti orang asing.

Kehadiran Dena, anak gadis kepala pelayan yang juga adalah teman masa kecil mereka, berhasil membuat mereka kembali bersatu. Tapi di saat mereka akhirnya merasa sudah mampu melewati masa itu, ternyata nasib berkata lain.

Nasib.
Ketetapan Tuhan.
Sesuatu yang tidak dapat diubah dengan tangan manusia.
Benarkah demikian?

Bagaimana Min Ho dan Min Hwan menghadapi nasib mereka?
Sanggupkah mereka mengubahnya?
Review :

Jang Min Hwan terpaksa terbang ke Indonesia dan menghadiri pembacaan wasiatnya atas permintaan ibunya. Sebenarnya ia enggan. Ia sangat dendam kepada keluarga Jang, terutama ayahnya yang telah membuangnya dan kakaknya yang tidak pernah mencarinya.

Dena yang ditugaskan untuk menjemputnya terkejut saat bertemu dengan Min Hwan. Min Hwan yang berdiri di hadapannya bukan Min Hwan yang dulu. Ia sangat galak dan tidak berperasaan. Ia bahkan sangat jarang memanggil nama Dena. Kalau ada pun, ia memanggilnya Antenna, padahal nama panjang Dena adalah Adena. Min Hwan juga tidak ingat pada Dena, teman sepermainannya dulu bersama Min Ho. Dulu mereka bertiga sangat dekat. Hal ini membuat Dena sedih.

Tinggal seatap dengan keluarga yang dibencinya membuat Min Hwan tidak nyaman. Ia selalu saja bersikap kasar dan ketus terhadap orang- orang yang mencoba bersikap baik padanya. Namun dibalik sikapnya itu, Min Hwan, yang saat itu tidak tahu keadaan sebenarnya, adalah orang yang perhatian.

Setelah ia mengetahui bahwa semasa hidupnya ayahnya tidak pernah melupakannya, ia merasa bersalah. Dendamnya perlahan memudar. Sekarang ia sudah akrab dengan Min Ho, kakaknya. Min Ho tentu saja sangat senang, mengingat Min Hwan adalah satu- satunya keluarganya yang tersisa.

Dena juga ikut senang melihat perubahan Min Hwan. Sayangnya, Min Hwan senang sekali mengusilinya dan menggodanya. Tetapi saat sudah tahu bahwa Dena menyukai Min Ho, Min Hwan malah cemburu. Ia telah jatuh cinta pada Dena. Berulang kali Min Hwan menyatakan perasaannya pada Dena, Dena tidak menanggapinya secara serius karena setiap kali Min Hwan baik terhadapnya, lelaki itu ternyata hanya menjahilinya. Jadi, Dena tidak ambil peduli.

Hubungan keduanya sangat dekat. Ketika Dena patah hati karena mengetahui bahwa Min Ho telah memiliki kekasih yang bernama Nicole, Min Hwan lah yang menghiburnya. Dena yang polos itu tetap tidak menyadari perasaan tuan mudanya itu.

Suatu hari, Min Hwan yang tidak menemukan Dena iseng masuk ke ruang kerja ayahnya. Ia berniat untuk membanggakan ayahnya dengan belajar sungguh- sungguh. Tak disangka, saat mencari buku ekonomi di rak buku ayahnya, ia malah menemukan sebuah rahasia besar. Rahasia yang membuat dirinya hancur. Nasibnya benar- benar buruk.

Dengan perasaan yang hancur, Min Hwan kembali ke Korea. Ia tidak akan memaafkan ibunya. Bagaimana mungkin ia hanya akan berakhir seperti ini?

Min Ho juga tak kalah terkejut saat mengetahui kenyataan itu. Dena apalagi. Ia sangat sedih dan kesedihannya tidak hanya karena mengetahui beban Min Hwan. Dena baru menyadari setelah Min Hwan pergi, ia sangat merasa kehilangan. Ia juga sudah jatuh cinta pada Min Hwan.

Min Ho dan Dena lalu menyusul Min Hwan ke Korea untuk membujuknya. Keadaan Min Hwan sangat kacau. Mampukah Min Ho dan Dena meyakinkan Min Hwan untuk kembali? Apa lagi rahasia besar yang disembunyikan oleh mendiang Ayah mereka, Jang Dae Gwan, dan Ibu Min Hwan, Kim Yeon Hee? Bagaimana nasib menuntun jalan kehidupan mereka? Ikuti kisah mereka dalam Fate.
Y

Akhirnya bisa kesampean juga baca Fate. Novel karya Mbak Ori kesembilan yang saya baca. Seperti biasa, saya selalu menyukai karangan Mbak Ori. Novel ini juga.

Meski agak sinetron, kisahnya tetap seru untuk diikuti. Alurnya pas. Bagi yang sering menonton K-drama, membaca novel ini pasti akan terbiasa (novel ini banyak penulisan dalam bahasa Korea, tapi tenang saja, ada catatan kaki yang menjelaskan artinya). Bahasa Korea yang dipakai juga bahasa keseharian yang sering kita dengar saat menonton drama Korea.

Penggambaran karakternya juga jelas. Min Ho sosok kakak idaman (pake banget) dan juga Min Hwan yang penuh perhatian (meski awalnya gengsian), sosok kekasih potensial :p dan Dena yang lucu dan ceria (tapi tidak segokil Jingga di Infinitely Yours).


Secara keseluruhan, saya menyukai novel ini meski novel ini bukan novel favorit saya dari semua karangan Mbak Ori yang sudah saya baca. Untuk bacaan dengan tema keluarga yang tidak terlalu berat dan percintaan yang tidak lebay, novel ini saya rekomendasikan untuk teman- teman. Selamat membaca J

Minggu, 07 September 2014

The Chronicles of Audy : 21 by Orizuka

Judul             : The Chronicles of Audy : 21 (buku 2)
Pengarang    : Orizuka
Penerbit        : Haru
Tebal              : 308 halaman

Sinopsis :
Hai. Namaku Audy. Umurku masih 22 tahun. Hidupku tadinya biasa- biasa saja sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R.
Aku sempat berhenti, tapi mereka berhasil membujukku untuk kembali setelah memberiku titel baru: ‘bagian dari keluarga’.
Di saat aku merasa semakin akrab dengan mereka, pada suatu siang, salah seorang dari mereka mengungkapkan perasaannya kepadaku.
Aku tidak tahu harus bagaimana!
Lalu, setelah itu belum cukup mengagetkan, terjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan siapa pun.
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang semakin ribet.
Kronik dari seorang Audy.

Review :
Setelah Audy pergi, kami langsung sadar kalau kehadiran Audy sangat penting bagi kami. Bukan sebagai pembantu ataupun babysitter, tapi sebagai… bagian dari keluarga. (hal. 9)

Pernyataan Regan yang manis itu terngiang kembali di benak Audy. Pernyataan itulah yang membuat Audy luluh dan bersedia untuk kembali lagi ke rumah 4R. Tetapi sekembalinya Audy ke rumah 4R, belum ada perubahan berarti yang ia alami. Pekerjaannya masih sebagai babysitter merangkap pembantu rumah tangga. Sikap 4R juga masih sama sehingga membuatnya bertanya- tanya apa arti ‘bagian dari keluarga’ itu sendiri.

Sambil mencari jawaban atas pertanyaan itu, Audy menjalani rutinitasnya kembali, dimulai dari mengantar dan menunggui Rafael di sekolah hingga memasak untuk mereka. Rafael masih seorang anak yang tidak sopan. Tapi lucu juga mendengarnya memanggil kumpulan ibu- ibu yang suka bergosip itu dengan sebutan ‘kandang jangkrik’. Namun perlahan, Audy berhasil untuk membuat Rafael menjadi lebih baik. Kira- kira bagaimana caranya ya mengingat Rafael itu agak berbeda dari balita lainnya ?

Kemudian ada Romeo yang ternyata menyimpan kisah yang tidak diduga oleh Audy sebelumnya. Mereka saling berbagi dan Audy mengerti kondisi Romeo. Keduanya menjadi akrab.

Begitu banyak yang terjadi belakangan ini yang membuat Audy sedih sekaligus bahagia. Apa saja kejadian kocak, menggemaskan, dan mengharukan yang ada dalam kronik Audy ini? Ikuti kisah selengkapnya di The Chronicles of Audy: 21.
*
Hai hai.. Mengawali September ceria ini, postingan pertama juga postingan novel bernuansa ceria, kocak, dan (sedikit) mengharukan. Nunggu novel ini sampai setahun akhirnya terbit dan kesampaian baca juga. Ya, lanjutan dari kronik Audy, 21.

Seperti 4R, 21 masih membuat saya menyukai kisah ini dengan karakter khas masing- masing tokoh. Porsinya pas semua. Bahkan di novel ini, pembaca akan mendapat kejutan- kejutan baru yang membuat kehidupan Audy jadi membingungkan (awalnya) namun bermakna.

Jika di 4R tokoh favorit saya adalah Rex, di 21 ini rasanya sulit untuk tidak jatuh cinta sama semua karakternya. He he..

Hanya saja, untuk kalimat- kalimat tertentu yang menceritakan tentang ibunya Audy, masih menggunakan kata ‘dia’ sebagai kata ganti untuk ibunya yang membuat saya kurang nyaman. Selebihnya oke. Suka dengan kronik Audy yang kedua ini. Lebih seru dari yang pertama. 4 dari 5 untuk 21.


Bagi teman- teman yang belum pernah membaca 4R, disarankan untuk membaca terlebih dahulu. Tapi kalau mau baca 21 langsung, di bagian depan juga ada kilas balik secara singkat tentang apa yang terjadi di 4R. Recommend deh buat pecinta novel. Selamat membaca J

Senin, 14 Oktober 2013

Tiga Venus - Clara Ng

Judul               : Tiga Venus
Pengarang      : Clara Ng
Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal              : 296 halaman

Sinopsis :
What does it take to be a woman?

Tiga perempuan : Juli, Emily, Lies.
Tiga status : ibu rumah tangga, lajang, janda.
Tiga hari superburuk.
Tiga keinginan dalam hati.

Apa yang terjadi selanjutnya ketika alam semesta mengabulkan kehendak mereka, menukar jiwa di tubuh yang berbeda, Juli menjadi Lies, Lies menjadi Emily, dan Emily menjadi Juli?
Lucu, haru, dan feminin.
Dan di atas itu semua, pernahkah kau sungguh- sungguh ingin tahu bagaimana rasanya menjalani hidup orang lain?

Review :
Tiga wanita yang mengeluhkan kehidupan mereka dijawab oleh alam. Mereka tidak lagi menghadapi hidup mereka tetapi kehidupan mereka dalam tubuh yang lain.

Juli adalah ibu rumah tangga merangkap pengusaha catering dengan anak- anaknya yang masih kecil- kecil, mertua yang bawel, dan seolah belum  cukup ribetnya, ia malah hamil lagi.

Lies adalah guru SMA dengan masa lalu kelam, yang tengah menghadapi problema seorang murid. Murid kesayangannya, Kim, hamil dan tengah kritis di rumah sakit karena melakukan aborsi.

Hidup Emily tidak kalah pusingnya. Ia tidak berencana menikah dan selalu fokus pada pekerjaannya.

Kesibukan- kesibukan mereka membuat mereka untuk mensyukuri hidup hingga suatu hari jiwa mereka berganti tubuh. Juli terdampar dalam tubuh Lies, Lies dalam tubuh Emily, dan Emily dalam tubuh Juli. Celaka! Bagaimana hidup mereka selanjutnya?

Mau tidak mau mereka harus berusaha untuk menjalankan peran baru mereka sebaik mungkin.

Emily yang selalu anti terhadap lelaki kini tiba- tiba bersuami (suaminya Juli sih) dan harus mengurus masakan untuk rantangan yang jelas- jelas bukan keahliannya. Belum lagi anak- anak kembarnya yang menimbulkan masalah.

“Maretta tidak perlu dihukum sendirian. Si raksasa jelek itu juga patut dihukum karena dia melecehkan orang lain. Oke, aku mengerti Maretta memang bersalah karena dia menyelesaikan masalah dengan tendangannya. Anak itu harus diajar untuk menegakkan kepala tinggi- tinggi ketika dihina, menahan keinginan sekuat- kuatnya untuk menghajar anak lain, jangan memasukkan apapun ke dalam hati, dan melawan provokasi dengan pemikiran yang positif.” (Emily sebagai Juli di hal. 227)

“Bagiku agama tidaklah penting. Buat apa sok rajin ke gereja atau ibadah tapi perilakunya tetap tercela.” (Emily sebagai Juli di hal. 227)

Juli tidak kalah repotnya. Ia yang tidak berpengalaman sama sekali menjadi guru kini harus menangani masalah Kim dan memperjuangkan perlindungan bagi murid yang kedapatan hamil di luar nikah.

“Pendidikan harus selalu berbasis hati nurani. Sekolah dan keluarga adalah penjaga gawang utama atas nama cinta dan kemanusiaan. Jadi, jika murid melakukan kesalahan dalam hidupnya, sekolah seyogyanya tidak memunggungi siswa dan meninggalkannya seorang diri.” (Juli sebagai Lies di hal. 257)

“Aborsi adalah tindakan terakhir remaja kita yang menghadapi jalan buntu, kesepian, dan tanpa bimbingan.” (Juli sebagai Lies di hal. 257)

Lies yang hidup datar setiap hari, terjebak masa lalu kelam,  mengenakan pakaian gelap untuk mengajar, dan berkutat dengan setumpuk novel di rumahnya yang sederhana kini duduk di kantor, menjadi orang penting. Bayangkan!

“Karena sejak kita bertukar tubuh, aku merasa nggak mempunyai otak yang sama lagi. Kejadian ini membuat kecerdasanku menurun drastis.” (Lies sebagai Emily di hal. 161)

“Aku tadi mewawancarai Orien…” “Wawancaranya bukan sekadar wawancara menerima calon pegawai baru. Ini wawancara seperti para calon profesor mempertahankan tesisnya.” (Lies sebagai Emily di hal. 240-241)

Tindakan terbaik berdamai dengan masa lalu adalah menguburkannya dengan prosesi yang penuh penghormatan. (hal. 240)

Namun Tuhan selalu adil. Pergantian ini memberi hikmah tersendiri bagi mereka bertiga. Ada yang mereka pelajari dan masalah baru yang muncul perlahan mereka selesaikan. Mereka menjadi dekat satu dengan yang lainnya. Jika yang satu mengalami masalah, yang lain mencoba untuk memberikan solusi.

Berapa lama mereka harus bertukar tubuh? Selamanya? Ikuti kisah seru mereka dalam Tiga Venus.

Lagi- lagi konsep cerita Mbak Clara khas dan unik. Meski awalnya sempat dipusingkan dengan pergantian tubuh dan karakternya, saya menikmati cerita ini. Menikmati kejar- kejaran mereka dengan waktu dan masalah- masalah yang mereka hadapi. Juga deskripsi situasi dan kondisi yang tepat sehingga keruwetan itu terasa nyata membuat kisah ini lebih hidup.
Kisah Tiga Venus ini seru, menegangkan, dan juga kocak. Cocok dinikmati saat sedang santai. Bagi teman- teman yang belum membaca, novel ini bisa jadi rekomendasi di waktu luang teman- teman. Selamat membaca J

Selasa, 30 Juli 2013

The Chronicles of Audy: 4R

Judul               : The Chronicles of Audy: 4R
Pengarang      : Orizuka
Penerbit         : Haru
Tebal              : 320 halaman

Sinopsis:
Hai. Namaku Audy. Umurku 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa- biasa saja, sampai kedua orangtuaku jatuh bangkrut karena ditipu.

Aku hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar sarjanaku. Selangkah lagi!

Tapi kedua orangtuaku rupanya tega merusak momen itu. Jadi sekarang, di sinilah aku berada. Di rumah aneh yang dihuni oleh 4 bersaudara yang sama anehnya: Regan, Romeo, Rex, dan Rafael.

Aku, yang awalnya berpikir akan bekerja sebagai babysitter, dijebak oleh kontrak sepihak dan malah dijadikan pembantu!

Terdengar klise?
Mungkin, bagimu. Bagiku? Musibah!
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang mendadak jadi ribet. Kronik dari seorang Audy.

Review :
Saat beban itu sebentar lagi terangkat, beban yang lain muncul. Itulah yang dihadapi oleh Audy, mahasiswi UGM jurusan HI (Hubungan Internasional). Saat baru akan memulai menyusun skripsi, kabar buruk datang dari kedua orangtuanya. Mereka tidak mampu membiayai skripsi Audy karena uang mereka ludes ditipu. Kiriman untuk membayar uang kos Audy pun ikut dihentikan. Mana ibu kos sudah menagih karena uang kos Audy sudah tertunggak tiga bulan. Ini lebih dari sekadar musibah bagi Audy. Ia depresi plus sebal. Mengapa orangtuanya bisa tertipu untuk kedua kalinya dalam hal yang sama? Menanam modal pada investasi yang tidak jelas.

Namun Audy sadar ia tidak bisa terus terpuruk. Meski sahabatnya, Missy, selalu bersedia membantunya dalam hal finansial, Audy tidak mau. Ia takut merusak persahabatannya dengan Missy. Satu hal yang terlintas di benak Audy, ia harus membiayai dirinya sendiri. Caranya? Tentu saja dengan bekerja.

Setelah mencari lowongan pekerjaan dan tidak ada satu pun yang cocok, lowongan untuk menjadi babysitter nampaknya bisa menjadi pilihan. Audy segera menghubungi nomor yang tertera di iklan itu dan setelah mendapatkan alamat rumah si bayi yang akan diasuh, Audy pun berangkat.

Audy sempat ngeri saat melihat kondisi rumah yang tidak seperti rumah itu. Taman yang tidak terurus sehingga rumputnya tumbuh menjadi alang- alang yang menghalangi pendangan. Juga ada sebuah kotak pos yang ditulisi 4R. Audy tidak mengerti apa maksud 4R itu. ia terlalu takut tetapi ia tidak bisa mundur. Ia butuh pekerjaan. Salah, ia butuh uang.

Audy lebih terkejut lagi saat ia memasuki rumah itu. Keadaannya benar- benar parah. Bahkan sofa di ruang tamu pun tidak kelihatan karena tertimpa barang- barang yang terletak tidak pada tempatnya. Dunia pasti sudah terbalik.

Fokus Audy berpindah saat ia bertemu dengan Regan, pemilik rumah yang gantengnya sudah sampai pada level akhir. Cewek manapun pasti langsung meleleh kalau melihat ciptaan Tuhan yang sempurna ini. well, kembali ke cerita. Regan bekerja di salah satu biro hukum di Yogya. Setelah mengadakan wawancara singkat (kalau itu bisa dibilang wawancara), Regan menyodorkan kontrak kerja. Banyak sekali pasal- pasal yang tertera di dalamnya. Audy enggan membaca semuanya. Dan pasal- pasal kerja itu tidak lagi digubris Audy saat matanya menangkap tulisan ‘gaji bisa diterima di muka’. Audy yang sangat membutuhkan uang, tanpa mempertimbangkan lagi, langsung teken kontrak.

Ternyata kenyataan manis tidak selalu terjadi. Tidak ada bayi dalam rumah itu. Dan posisi babysitter yang dimaksud Regan adalah untuk mengurus Rafael, adik terkecil Regan alias si  bungsu, yang masih berusia empat setengah tahun. Rafael berbeda seperti anak kebanyakan. Ia terlalu dewasa untuk anak seusianya. Bandelnya juga minta ampun.

Seolah belum cukup, selain mengurus Rafael, Audy juga harus mengerjakan pekerjaan rumah lainnya, seperti bersih- bersih dan memasak. Apa? Ini namanya penipuan. Namun Audy tidak bisa berbuat apa- apa karena setiap kali protes, Regan selalu punya jawaban berupa pasal- pasal yang tertera dalam kontrak kerja Audy. Jadi, daripada ia dipenjara karena melanggar perjanjian, ia lebih baik bekerja sesuai dengan apa yang diinstruksikan meskipun itu artinya ia menjadi pembantu.

Rafael belum bersekolah. Kerjanya bermain game setiap hari bersama Romeo, adik Regan, anak kedua di keluarga mereka. Berbeda dengan Regan yang serius, Romeo sangat santai. Tidak pernah Audy melihat dia bangun pagi untuk berangkat kerja. Bangun pun hanya untuk sarapan lalu tidur lagi. Audy hanya bisa geleng kepala.

Ada satu lagi penghuni rumah yang tidak begitu disukai Audy. Dia adalah Rex, juga adiknya Regan, anak ketiga di keluarga itu. Rex adalah cowok berusia tujuh belas tahun yang paling dingin yang pernah ditemui Audy. Audy harus kaget (lagi) saat mengetahui Rex jago segalanya. Rex jago masak, juga jenius. Dia tahu manfaat dan gizi yang terkandung dalam setiap sayuran, bahkan dia lebih tahu materi skripsi Audy daripada Audy sendiri.

Selain itu, ketiga cowok ini memiliki perangai yang berbeda- beda. Regan terlalu tegas, Romeo terlalu santai, sementara Rex terlalu dingin. Tidak ada yang bisa mendidik Rafael secara netral layaknya orangtua, hal. 239

Saat- saat pertama tidaklah mudah. Audy lelah fisik dan batin. Ia harus mencoba untuk beradaptasi terhadap lingkungan barunya. 4R memang bukan cowok- cowok (dan anak) biasa. Apa yang akan mereka lakukan terhadap Audy selanjutnya? Bagaimana Audy menghadapi mereka? Ikutan yuk serunya kronik kehidupan Audy dalam The Chronicles of Audy: 4R.
B

Bintang lima untuk novel kedua puluh Mbak Orizuka ini. Ceritanya oke. Satu paket kalau saya bilang. Ada kocak, sedih, senang, dan haru. Semuanya bisa teman- teman temukan dalam 4R. Tema kekeluargaan yang diangkat pas sebagai pembuka seri Chronicles of Audy ini. Unsur roman sih ada, hanya saja sedikit sekali. Tapi jangan khawatir, novel ini tidak kehilangan bagian- bagian menariknya. Malahan semakin menarik karena berfokus di 4R yang kehidupan masing- masing berubah dengan adanya Audy di rumah mereka.

Selalu ada sebab dibalik semua akibat yang terjadi. Begitu juga dengan 4R. Regan, Romeo, Rex, dan Rafael memiliki kisah dan keunikan mereka tersendiri meski di awal cerita mereka itu terkesan nyebelin. Itu karena pembaca belum kenal lebih dekat dengan para tokoh. *halaah..sok kenal*

Dari keempat tokoh ini, saya paling suka dengan Rex. Jangan tanya karena saya juga tidak tahu kenapa. Pokoknya suka saja, apalagi  saat bagian Rex tiba. Kyaaa….. #timRex

Mengenai kekurangan, menurut saya hampir tidak ada. Saya malah sudah penasaran dengan buku keduanya. Sayangnya baru terbit tahun depan. *Mbak Ori, jangan lama- lama ya :p*
Secara keseluruhan, novel ini oke banget. Recommended deh bagi pecinta novel. Yang belum baca, ayo ke toko buku dan isi tas belanjanya dengan 4R. Selamat membaca J