Daftar Review

Tampilkan postingan dengan label teenlit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teenlit. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2016

PosBar BBI : Oppa & I - Orizuka dan Lia Indra Andriana

Judul                     : Oppa & I
Pengarang          : Orizuka dan Lia Indra Andriana
Penerbit              : Haru
Tebal                     : 156 halaman

Sinopsis :
Jae In :
‘Oppa’.
Apa panggilan itu tidak terdengar lucu?
Terutama setelah kau pergi meninggalkanku begitu saja lima tahun lalu?
Sekarang saat bertemu lagi, apa yang membuat senyummu selebar itu?
Apa kau senang melihatku seperti ini?
Jae Kwon:
Jae In- a.
Kau dulu menggemaskan, tetapi sekarang mengapa begini?
Siapa yang membuatmu susah, katakan pada Oppa!
Oppa tak akan membiarkan siapapun menyakitimu!
Oppa akan melindungimu!

Review :

Bertemu kembali setelah lima tahun berpisah tidak berarti apa- apa bagi Jae In. Ibunya membawanya ke Korea untuk tinggal bersama ayah dan kembarannya kembali.  Jae In tidak peduli saat kakaknya begitu gembira menyambutnya. Baginya, kakak yang – dulu – ia sayangi kini seperti musuhnya. Jae In enggan berbicara banyak dengannya. Bahkan ia meminta agar Jae Kwon merahasiakan hubungan mereka di sekolah.

Tidak hanya pada Jae Kwon, Jae In juga bersikap dingin di lingkungan sekolahnya. Waktu istirahatnya selalu ia habiskan sendiri sambil menggambar di buku sketsanya. Seringnya ia bertemu dengan Seung Won, teman sekelasnya yang duduk di sampingnya. Jae In mengira cowok itu sudah gila karena sering bersalto dan menendang tidak jelas.

Seung Won menyukai Jae In. Ia cemburu saat melihat Jae In dekat dengan Jae Kwon. Ia mengira mereka pacaran. Barulah setelah tahu kalau Jae In dan Jae Kwon adalah saudara kembar, Seung Won kembali mendekati Jae In.

Sebenarnya apa yang terjadi dalam lima tahun ini? Benarkah Jae Kwon yang terlihat begitu menyayangi adiknya meninggalkan Jae In waktu itu? Ikuti kisah kakak beradik ini dalam Oppa & I.

***

Saya membaca novel ini dalam format ebook. Saat itu Haru sedang membagikan ebook ini secara gratis. Makasih buat teman- teman BBI Medan yang sudah share info ebook gratis ini. Lumayan kan. He he. Jadi buku ini saya ikut sertakan dalam Posbar BBI bulan Maret ini. Mengingat blog saya yang sedikit terlantar, saya pisahkan untuk posbar BBI dengan proyek baca bareng Mamak. Biar lebih ramai.

Oke, kembali ke bahasan. Jadi membaca novel ini tidak sepenuhnya seperti membaca karya Mbak Ori yang lain karena ini novel duet antara Mbak Ori dan Mbak Lia. Tapi tetap menarik untuk diikuti. Untuk pembaca teenlit yang sedang terserang sindrom K-Pop, novel ini boleh jadi bacaan.


Mengangkat tema persaudaraan tidak menjadikan novel ini terasa drama dan kekanakkan. Mungkin karena ceritanya tidak panjang kali ya. Kalau ada yang punya lanjutannya atau ebook gratis lagi, boleh bagi info ya. Hihi.. Selamat membaca ^^

Senin, 30 November 2015

Our Story - Orizuka

Judul                     : Our Story
Pengarang          : Orizuka
Penerbit              : Authorized Books
Tebal                     : 240 halaman

Sinopsis :
Masa SMA.
Masa yang selalu disebut sebagai masa paling indah, tapi tidak bagi anak- anak SMA Budi Bangsa.
SMA Budi Bangsa adalah sebuah SMA di pinggiran ibukota, yang terkenal dengan sebutan SMA pembuangan sampah karena segala jenis sampah masyarakat ada di sana.
Preman. Pengacau. Pembangkang. Pembuli. Pelacur.
Masuk dan pulang sekolah sesuka hati. Guru- guru honorer jarang masuk dan memilih mengajar di tempat lain. angka drop out jauh  lebih besar daripada yang lulus.
Sekilas, tidak ada masa depan bagi anak- anak SMA Budi Bangsa, bahkan jika mereka menginginkannya.
Masa SMA bagi mereka hanyalah sebuah masa suram yang harus segera dilewati.
Supaya mereka dapat keluar dari status ‘remaja’ dan menjadi ‘dewasa’. Supaya tak ada lagi orang dewasa yang bisa mengatur mereka. Supaya mereka akhirnya bisa didengarkan.
Ini, adalah cerita mereka.

Review :

Sesuai dengan judulnya, novel ini memuat beragam kisah murid- murid –  khususnya murid kelas dua belas – SMA Budi Bangsa. Ada Nino, Yasmine, Ferris, Mei, Sisca, dan teman- teman lain yang menyimpan kisah pilu masing- masing.

Ferris sebagai ketua kelas merangkap ketua OSIS selalu berupaya untuk menolong teman- teman sekelasnya dan berharap mereka bisa lulus UN. Ini tentu saja merupakan hal mustahil mengingat teman- teman sekelasnya yang tidak pernah mau belajar. Bahkan guru- guru pun takut pada Nino, bos mereka.

Saat Yasmine pindah ke Indonesia dan masuk ke SMA Budi Bangsa, ia begitu kaget. Mengapa Ayahnya menyekolahkannya di sekolah seperti itu secara Ayahnya sanggup untuk membiayai pendidikannya? Ternyata supirnya salah mendaftarkan Yasmine. Jadilah Yasmine memulai harinya di sekolah aneh itu.

Banyak kejadian- kejadian tidak biasa yang Yasmine temukan di sekolah itu. Ia yang awalnya dibuli, ia yang polos kemudian berubah menjadi gadis yang perhatian. Ia yang kemudian berjuang bersama teman- temannya.

Yah, sekolah ini memang ajaib. Anak- anak menjadi rajin dan bersemangat untuk lulus UN. Ferris yang sangat mengharapkan hal ini terjadi, senang luar biasa. Ia pun tak kalah bersemangat. Kini teman- temannya punya harapan baru. Kini teman- temannya tidak terjerumus lagi ke jalan yang sesat.

Namun satu yang masih menjadi beban pikiran Ferris, hubungannya dengan Nino. Ferris yang adalah anak orang kaya tidak secara kebetulan bersekolah di SMA Budi Bangsa. Ia pindah ke SMA itu setelah mengetahui Nino bersekolah di sana. Sayangnya, kepindahannya ke SMA Budi Bangsa tidak mengubah keadaan.

Tidak ada yang selalu berjalan mulus. Saat hampir mencapai tujuan mereka, badai menerjang. Kali ini, sanggupkah mereka bertahan dan berhasil? Apakah hubungan persahabatan Nino dan Ferris yang sudah retak itu masih bisa diperbaiki? Ikuti kisah- kisah menyentuh mereka dalam Our Story.
$

Mbak Ori adalah ratunya teenlit versi saya. Saya selalu suka membaca novel remaja karangan Mbak Ori. Our Story ini sukses membuat emosi saya teraduk- aduk saat membacanya. Ceritanya dirangkai dengan pas, tidak berlebihan, dan tidak memaksa.

Di dalam novel ini juga terselip pesan moral yang kembali mengingatkan kita betapa berharganya waktu dan perbuatan yang telah kita lakukan serta semangat berjuang yang dapat kita lihat dari teman- teman di SMA Budi Bangsa. Juga, jangan menyerah karena harapan itu selalu ada. Berani bermimpi walau kita belum tahu apakah mimpi itu akan terwujud atau tidak.

Secara keseluruhan, ceritanya menyentuh dansarat makna. Suka sekali. Saya langsung memberi empat bintang setelah selesai membaca novel ini. Kekurangannya hanya di typo-nya. Selebihnya oke. Sebagai penutup review ini, saya bagikan kutipan kesukaan saya  :


“Balas dendam itu nggak akan menyelesaikan masalah, No. Balas dendam itu cuma akan menimbulkan dendam baru yang nggak akan ada habisnya.” – Yasmine (hal. 194)

Minggu, 12 April 2015

Meet The Sennas - Orizuka

Judul                 : Meet The Sennas

Pengarang        : Orizuka

Penerbit            : Noura Books

Tebal                 : 364 halaman





Sinopsis :
Aku Daza Senna.
Anak kedua dari tiga bersaudara. Yang artinya aku anak tengah ….

Astaga. Aku menulis apa, sih?
Oke, mari coba lagi.

Aku Daza Senna.
Aku tinggal bersama orang- orang yang sama sekali tak bisa disebut normal. Dan sialnya, orang- orang itu adalah keluargaku.

Hmm, ini sudah lebih bagus.

Siapa sih yang mau tinggal dengan orang- orang yang memberi semacam formulir pendaftaran dan serangkaian ujian kepada setiap cowok yang ingin dekat denganku? Memangnya cowok- cowok itu mau SNMPTN? Coba bayangkan penderitaanku. Belum terbayang? Berarti kalian harus bertemu dengan mereka.

Review :
Siapa yang tahan hidup dalam keluarga yang super aneh selama tujuh belas tahun? Jawabannya Daza. Nama lengkapnya Dazafa Senna. Perkenalkan terlebih dahulu anggota keluarga Daza yang ramai itu:

Kakek dan nenek (neneknya masih membaca majalah Vogue) yang selalu memiliki ide- ide aneh.

Kedua orang tua yang memperlakukannya seolah ia masih kecil. Mereka bahkan mengharuskan calon pacar Senna untuk mengikuti ujian ini itu sebelum menjadi pacar Senna.

Dennis,kakak Daza, si cuek yang awalnya Daza kira seorang gay.

Zenith, adik Daza yang selalu mengatakan hal- hal yang Daza rasa memperburuk keadaan. Daza malah berharap lebih baik Zenith tidak usah dilahirkan saja.

Amy, tante Daza yang labil dan tengah mengandung (suaminya, yang juga labil, meninggalkannya). Ia sempat tergila- gila dengan dokter kandungannya.

Sony, paman Daza, seorang pengangguran yang hobi memetik gitar dan menyanyi. Mendengar ia bernyanyi sama saja dengan tercemar polusi suara. Sahabat Daza, Rinda, tergila- gila dengan Paman Sony.

Seperti itulah kira- kira gambaran tentang anggota keluarga Daza. Tambahan informasi, Daza sangat lemah di bidang pelajaran, terutama Matematika. Ia mencoba menyembunyikan nilainya yang jelek dari orang tuanya. Namun apa sih yang bisa ia sembunyikan?

Oleh karena itu, ayahnya merekrut seorang guru privat untuk mengajar putrinya Matematika. Namanya Logan, teman Dennis. Memang sih tampan, tapi kelakuannya selalu bikin Daza sakit hati. Ia pria yang misterius. Ia juga selalu membentak Daza jika gadis itu melakukan kesalahan atau pun mengatainya bodoh. Daza yang tidak tahan mencurahkan semua isi hatinya melalui buku harian keramat yang diberikan oleh Tante Amy.

Jumat, 05 Desember 2014

Eiffel... I'm in Love - Rachmania Arunita



Judul                     : Eiffel…I’m in Love


Pengarang          : Rachmania Arunita

Penerbit              : Bentang Belia

Tebal                     : 370 halaman



Sinopsis :
Kecuali Adit?!

Tita heran banget, deh! Selama ini Bunda mengurung Tita di rumah, dilarang ini-itu, meski sama temen sendiri. Tapi, sejak kedatangan Adit dari Paris yang tidur di sebelah kamar Tita, Bunda jadi beda. Tita diizinin ngapa- ngapain, asalkan sama Adit. Iya, Adit yang sok ganteng itu. Ada apa sih, dengan Adit, kok segitu hebatnya menaklukkan hati Bunda?

Tapi, sumpah ini aneh banget! Apa bener zaman Siti Nurbaya akan terulang? Apa bener gosip yang bikin heboh satu sekolah: Tita bakal dinikahin sama Adit?! Gimana sekolah? Gimana pacar backstreet Tita? Gimana nasib Tita kalau beneran dinikahin sama cowok jutek ituuu?!

Review :

Bunda Tita sangat ketat dalam pergaulan dan keseharian Tita. Tita jadi merasa seperti putri yang dipingit. Tita lebih kaget lagi waktu tahu ia akan dijodohkan dengan putra teman orang tuanya yang datang dari Prancis. Cowok itu malah tidur di sebelah kamar Tita lagi. Namanya Adit.

Tita dan Adit sering bertengkar. Namun, Adit lah yang menjadi tempat curhat Tita saat gadis itu sedih, terutama saat Tita baru putus dengan Ergi, pacarnya selama dua tahun belakangan.

Tita yang awalnya benci pada Adit perlahan suka pada Adit. Sayangnya Adit pacaran dengan Uni, sahabat Tita. Tita sedikit tidak rela. Terlebih saat Adit harus kembali ke Prancis, Tita sedih berat. Sahabatnya, Nanda, mendesak Tita untuk mengungkapkan perasaannya. Tita pun melakukannya namun Adit terlalu cool sampai- sampai Tita merasa malu. Sedangkan Tita sendiri terlalu polos sehingga tidak bisa menerima perhatian yang diberikan oleh Adit, dengan cara Adit sendiri.

Adit tetap kembali ke Prancis. Kangen sih pasti. Tita sampai rajin menulis surat untuk Adit meski surat itu tidak ia kirim, hanya sebagai pelampiasan rasa kangen. Sedangkan Adit masih saling berkomunikasi dengan Uni. Akhirnya Tita memberanikan diri menelepon Adit setelah berbulan- bulan tidak mendengar kabarnya. Yang terjadi..mereka bertengkar lagi karena Adit yang kaget tiba- tiba ditelepon Tita dan dia jadi gugup. Tapi seperti kebanyakan remaja lain yang pacaran, mereka baikan lagi.

Kesempatan akhirnya datang pada Tita. Ia dan Alan, kakaknya, akan berangkat ke Prancis pada pertengahan Februari nanti. Bagaimana perkembangan hubungan Tita dan Adit di sana? Romantisme seperti apa yang terjadi antara Tita dan Adit yang melewati Hari Valentine bersama di Prancis? Ikuti kisahnya di Eiffel…I’m in Love.

Y

Novel ini menceritakan tentang kisah cinta di masa remaja. Baru ada kesempatan baca setelah booming sebelas tahun yang lalu *ketinggalan banget ya..filmnya juga belum nonton*


Untuk ukuran teenlit, novel ini cukup santai dan ringan. Membacanya pun sebenarnya bisa santai. Hanya saja typo-nya cukup mengganggu, tanda baca (tanda koma) yang – menurut saya – kebanyakan. Juga ada penggunaan kata yang tidak konsisten. Selebihnya oke. Dari segi ceritanya, saya cukup enjoy dengan Tita, Adit, dan kawan- kawan ^^

Sabtu, 29 November 2014

Beautiful Liar - Dyah Rinni

Judul                : Beautiful Liar
Pengarang       : Dyah Rinni
Penerbit          : GagasMedia
Tebal               : 294 halaman
Sinopsis :

Sebagian besar ,manusia mengambil keputusan berdasarkan emosi, begitu ayahku berkata. Jika semua orang mengambil keputusan berdasarkan logika, tidak akan ada orang yang tertipu.
Jadi, aku mempermainkan pikiran teman- temanku dan mengambil uang, bahkan apa pun, yang mereka miliki. Kau tak akan menyangka betapa mudah membuat mereka memercayaiku. Mereka benar- benar polos. Aku bisa mendapatkan apa yang kuinginkan tanpa kesulitan dan keberhasilan ini patut dirayakan.
Namun, kali ini, mengapa seperti ada yang mengganggu nuraniku, menyuruhku berhenti, lalu berbalik arah?
Seorang penipu sepertiku tak akan bisa terbawa emosi. Tidak akan, meski ada”badai” memorak- porandakan hatiku sekalipun.
Review :

“Satu hal yang dipelajari Lunetta dari Papa adalah kalau kita mau berbohong, maka yakini kebohongan itu sebagai kebenaran. Dengan demikian, orang lain akan memercayai kebohongan kita.”(hal. 47)

Cerita dibuka dengan jatuhnya korban pertama yang berhasil ditipu Lunetta di bandara. Ia berhasil meyakinkan seorang wanita yang mengenakan jam tangan mahal untuk membuang jam tangannya dengan mengatakan bahwa jam tangan itu terbuat dari bahan berbahaya dan wanita itu percaya. Jadilah jam tangan itu berganti pemilik. Ia tersenyum bangga dan berniat akan memberitahu ayahnya nanti. Jika mereka bertemu kembali.

Lunetta, biasa dipanggil Lulu, tidak bisa tinggal lagi bersama ayahnya karena ayahnya dikejar polisi – atau begitulah yang diberitahukan padanya. Kini ia terpaksa tinggal bersama Mama dan suami baru Mama. Meski kehidupan mereka tidak stabil dan selalu berpindah- pindah, Lulu lebih senang tinggal bersama ayahnya.

Lulu tidak suka tinggal di rumah barunya. Apalagi sekolah barunya, South Jakarta Olympia High,Soulja, luar biasa mewah dan diisi oleh murid- murid dari kalangan atas. Awalnya Lulu merasa bosan. Namun setelah ia mencium jejak mangsa barunya, ia kembali bersemangat. Targetnya adalah Arvad.

Lulu segera menyusun rencana untuk membuat Arvad jatuh cinta padanya. Tetapi Arvad hanya menganggapnya teman biasa. Lulu kemudian menyusun kembali rencananya dengan mendekati Badai, sahabat Arvad, untuk mendapat informasi lebih detail tentang Arvad.

“Dan ia tahu seekor kancil tidak akan sukses mencuri mentimun kalau ia menggunakan cara yang sama dengan puluhan kancil lainnya. Ia harus memikirkan cara yang lebih kreatif, misalnya dengan mendekati anjing penjaganya.” (hal. 78)

“Papa selalu mengatakan bahwa tipuan yang paling cerdas adalah tipuan yang terlihat jelas di depan mata, tetapi kita tidak dapat melihatnya.” (hal. 92)

Lunetta dan Badai awalnya tidak cocok. Mereka sering berargumen. Saat ketahuan menyontek, Lunetta dihukum oleh Miss Nadine, salah satu guru di Soulja yang misterius. Sehebat apapun trik yang digunakan oleh Lunetta, ia tetap tidak mampu lolos dari Miss Nadine.

Seolah penderitaannya belum cukup, Lunetta dihukum dengan bergabung di Japan Club, salah satu klub yang kurang populer di Soulja. Dan….Badai adalah ketuanya.

“Badai itu luarnya saja seram kayak duren, tapi hatinya yang sebenarnya itu empuk kayak takoyaki.” (Arvad di hal. 94)

Kedekatan keduanya memunculkan rasa di hati masing- masing. Lunetta juga melewati pengalaman seru dan menegangkan bersama Badai. Perlahan targetnya mulai berubah. Tidak lagi berfokus pada Arvad, Lunetta akan melakukan sesuatu agar ia bisa bertemu kembali dengan ayahnya.

Apa saja kehebohan yang ditimbulkan Lunetta? Berhasilkah ia bertemu dengan ayahnya? Ikuti kisah serunya dalam Beautiful Liar : karena sekali tidak pernah cukup.

“Lunetta, di dunia ini hanya ada dua jenis orang yang tidak dapat kamu tipu.”
“Yang pertama adalah orang yang hatinya lurus. Mereka nggak bisa kamu tipu karena mereka tidak menginginkan apa pun dari dunia ini, tapi orang seperti itu sangatlah langka.”
“Dan yang kedua, Papa?”
“Dia sama seperti kita, Lunetta. Seorang penipu.” (hal. 225)
suka dengan pembatas bukunya yang unyu ^^

Saya sangat senang ketika paket novel 7 Deadly Sins ini tiba. Melihat respon pembaca yang bagus membuat saya – akhirnya – tidak tahan untuk membeli seri novel ini sekaligus. Dan saya tidak kecewa menambahkan novel karya Dyah Rinni ke dalam rak buku saya.

ada sin level-nya juga
Penggunaan katanya agak berat untuk kategori teenlit. Tidak ada aura ceria ataupun centil seperti novel remaja kebanyakan. Ini yang membuat saya sangat menikmatinya. Untuk typo masih ada beberapa, termasuk penggunaan bahasa asing yang tidak di-italic. Dalam novel ini, saya juga menemukan ketidakkonsistenan penggunaan kata namun semua tidak menjadi masalah besar dan tidak mengganggu saat membaca novel ini.

Mbak Dyah mengambil tema kancil yang cerdik. Seperti itulah Lunetta. Hidup bersama ayahnya telah membuat Lunetta menjadi seperti ayahnya yang adalah seorang penipu. Cocok sekali perumpamaan kancil dengan karakter Lunetta.


Lumayan suka dengan endingnya. Beautiful Liar menjadi pembuka yang oke untuk serial ini. Semoga novel yang lain juga nggak kalah keren ya. Selamat membaca J

Senin, 17 Maret 2014

Touché - Windhy Puspitadewi

Judul               : Touché
Pengarang      : Windhy Puspitadewi
Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal              : 208 halaman
Sinopsis :
Selain kemampuan aneh yang bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain lewat sentuhan, Riska memiliki kehidupan normal layaknya siswo SMA biasa. Tapi semua berubah sejak kedatangan Pak Yunus, guru pengganti, dan perkenalannya dengan Indra yang dingin dan Dani si juara kelas.

Riska kemudian diberitahu bahwa dirinya adalah touché alias orang yang memiliki kemampuan melalui sentuhan, seperti halnya Indra, Dani, dan Pak Yunus sendiri. Seakan itu belum cukup mengejutkan, Pak Yunus diculik! Sebuah puisi kuno diduga merupakan kunci untuk menemukan keberadaan Pak Yunus.

Dengan segala kemampuan mereka, Riska, Dani, dan Indra pun berusaha memecahkan kode dalam puisi kuno tersebut dan menyelamatkan guru mereka.

Review :
Mama Riska menyadari kemampuan anaknya sejak Riska masih kecil. riska memiliki kelebihan yang jarang dimiliki orang lain. ia bisa ikut merasakan emosi seseorang hanya dengan menyentuh orang tersebut. Untuk menghindari luapan perasaan yang kemungkinan bisa dirasakan itu, Riska mengenakan sarung tangan atau menyembunyikan kedua tangannya di balik saku jaket.

Berbeda dengan Mama Riska yang pengertian terhadap anaknya, memiliki kelebihan justru membuat Indra dijauhi oleh keluarganya. Tidak seperti Riska, kemampuan Indra – dianggap – lebih mengkhawatirkan. Indra bisa membaca pikiran orang yang disentuhnya. Itulah alasan mengapa keluarganya sendiri menjauhinya. Hal paling pribadi pun dapat diketahui Indra. Semua yang tahu Indra memiliki kelebihan ini menganggap Indra sebagai sebuah bahaya yang harus dihindari. Indra sangat sedih. Ia sangat ingin melenyapkan kemampuan ini. Ia juga bersedia menukarnya dengan apapun asal bias kembali ‘normal’. Sayangnya tidak ada hal yang bisa Indra lakukan untuk menghilangkan kemampuannya.

Hanya Dani satu- satunya sahabat Indra. Satu kesamaannya dengan Indra, Dani juga memiliki kelebihan. Bedanya adalah, Dani adalah seorang data absorber. Berikan sebuah buku untuk dipegang Dani, maka seluruh isinya akan terserap dan menempel dalam otak Dani. Hal ini sangat menguntungkan Dani dalam bidang pelajaran. Dani tidak perlu capek- capek belajar untuk mendapat nilai bagus. Dani dan Indra saling mengetahui kemampuan masing- masing. Dani cukup bijak dan mengerti Indra dengan tidak mempermasalahkan kemampuan Indra.

Ternyata tidak hanya mereka bertiga yang mempunyai kelebihan ini. Di belahan bumi, jauh dari mereka, terdapat juga kaum yang sama, kaum touché. Hanya saja jumlahnya sedikit. Mereka baru tahu setelah Pak Yunus, guru mereka, mengumpulkan mereka. Dari sinilah Riska mengenal Indra dan Dani.

Pak Yunus juga memberitahu mereka bahwa mereka sedang berada dalam bahaya dan diincar karena kelebihan yang mereka punya. Oleh karena itu mereka harus lebih waspada. Namun tidak lama setelahnya, Pak Yunus menghilang. Ketiga remaja itu lalu mencari tahu tentang keberadaan Pak Yunus. Melalui informasi dan petunjuk yang mereka temukan, Pak Yunus diculik. Selanjutnya, mereka mencoba menemukan Pak Yunus. Tapi Indonesia begitu luas. Apalagi kalau Pak Yunus diculik hingga ke luar negeri. Di manakah mereka akan mencari Pak Yunus?

Petualangan baru dimulai. Kode- kode dan apa yang sebelumnya mereka bahas bersama Pak Yunus dijadikan acuan. Riska yang awalnya menganggap Indra begitu dingin dan tajam akhirnya tahu alasan di balik sikap cowok itu. Indra sangat kesepian dan ia akan melindungi orang yang ia sayang dan menyayanginya. Begitulah sehingga Indra pun ikut diculik demi melindungi sahabat- sahabatnya.

Kini tinggal Riska dan Dani. Mampukah mereka menemukan dan menyelamatkan Indra dan Pak Yunus? Ada apa dibalik penculikan ini? Siapa sebenarnya target utamanya? Ikuti petualangan mereka dalam Touché.
———
Dalam rangka ikutan reading challenge, saatnya mengubek- ubek timbunan. Jadilah untuk mengurangi timbunan, pilihan saya jatuh pada teenlit- teenlit yang belum sempat saya baca. Mengingat saya bukan pembaca teenlit sejati, saya lumayan suka dengan novel ini. Eksekusinya pas menurut saya untuk ukurannya yang tergolong tipis. Konsepnya unik mengingat kisah- kisah remaja yang lain kebanyakan seputar persahabatan ataupun cinta pertama.  Unsur persahabatan dan cinta memang masih ada tetapi pas kombinasinya.

Membaca novel ini juga membuat saya teringat satu hal yang kadang sering dipermasalahkan seseorang. Mengapa kita harus menjauhi seseorang padahal itu bukan hasil perbuatan orang itu. Indra juga kalau disuruh memilih pasti tidak mau memiliki kelebihan seperti itu. Tapi yah itulah hidup. Manusia berhak menentukan pilihannya. Dan tidak selamanya juga seseorang akan merasakan ketidakadilan. Seperti Indra yang akhirnya menemukan sahabat yang pengertian seperti Riska dan Dani.

Novel ini keren. Respon dari teman- teman pembaca juga bagus kalau sudah ngomongin novel ini. Bagi teman- teman yang belum membaca, terutama teman- teman yang genre favoritnya seputaran cerita remaja, novel ini saya rekomendasikan bagi teman- teman. Selamat membaca J

Rabu, 04 Desember 2013

High School Paradise - Orizuka

Judul               : High School Paradise – Surganya Anak SMA
Pengarang      : Orizuka
Penerbit         : Puspa Populer
Tebal              : 216 halaman

Sinopsis :
SMA Athens memang sekolah elite. Tapi, masih ada satu yang kurang. Athens nggak punya ekskul sepakbola. Ini yang membuat Lando, Rama, Sid, dan Cokie selama dua tahun selalu datang terlambat. Empat siswa paling top dan keren di Athens itu protes. Yang diprotes, siapa lagi kalo bukan guru olahraga mereka yang terkenal galak, Godzilla, eh, Gozali sebenarnya. Berhasil? Ternyata tidak. Hukuman Gozali malah semakin berat dari hari ke hari dan benar- benar membuat mereka harus tebal muka. Belum lagi mereka punya satu tugas, yaitu menyelamatkan Julia agar bisa masuk kelas khusus. Berhasilkah mereka mendirikan ekskul sepakbola dan menyelamatkan Julia? Langsung saja baca cerita lengkapnya.

Review :
Setelah penasaran abis dengan seri pertama dan kedua HSP (seri ketiganya sudah duluan dibaca dan direview), akhirnya nemu juga novel ini. Buku pertama lebih menceritakan perjuangan perjuangan Sid dan kawan- kawan dalam mengupayakan terbentuknya ekskul bola yang selalu ditentang oleh Gozali, guru olahraga mereka. Sebagai bentuk protes pada pihak sekolah (tepatnya Gozali), keempat anak ini sengaja datang terlambat setiap hari. Mereka rela dihukum oleh Gozali setiap pagi agar keinginan mereka didengar.

“Tidak akan. Kalian lah yang akhirnya akan capek dan menyadari kalau kalian cuma sekelompok anak- anak bodoh.” (Gozali di hal. 20 )

Namun Gozali tampaknya menyukai permainan ini. Hukuman yang diberikannya semakin bervariasi dan tidak ada tanda- tanda ia akan mengizinkan anak- anak untuk membentuk ekskul bola. Hal ini membuat Sid dan teman- temannya semakin membenci Gozali. Bahkan Rama sudah berdiskusi dengan tantenya yang adalah kepala sekolah Athens agar ekskul bola boleh dibentuk. Namun kepala sekolah menghargai apa yang diputuskan oleh Gozali. dan keempat anak itu tidak akan menyerah. Mereka semakin bersemangat untuk membuat Gozali naik darah setiap paginya.

“Kalau begitu, Bapak sepertinya harus menyiapkan energi ekstra,” kata Lando, membuat Gozali menatapnya. “Sepertinya kami bakal terus terlambat selama Bapak belum mengizinkan kami membentuk ekskul bola.” (hal. 20)

Hingga suatu pagi mereka kedatangan ‘anggota’ baru. Sebenarnya ada dua, Julia dan Aida. Tapi karena Gozali tahu bahwa keterlambatan Aida bukan disengaja, cewek itu tidak dihukum. Lain hal dengan Julia yang sudah capek- capek mengarang alasan agar tidak dihukum, gadis itu malah ikut dihukum bersama keempat aset Athens itu. Jadilah mereka berenam (karena Aida ngotot ikut dihukum juga setelah Julia protes) disetrap di tengah lapangan basket hingga jam pelajaran pertama selesai.

Ternyata keterlambatan Julia menjadi rutinitas setiap pagi hingga akhirnya Gozali memutuskan untuk menyamakan hukuman Julia dan keempat temannya yang lain. Julia malah sering terlambat plus sering ketiduran di sela- sela hukuman. Cewek itu nampaknya kecapekan. Bahkan Julia ambruk saat hukuman lari dimulai. Ia mimisan dan korbannya adalah Sid, yang menyanggah Julia sebelum cewek itu akhirnya pingsan dan darahnya merembes mengenai seragam Sid. Meski Sid selalu beradu mulut dengan Julia, ia juga khawatir saat Julia drop. Terlebih saat ia mendengar pengakuan Julia yang berusaha mati- matian untuk pintar. Sid lalu menceritakan hal itu kepada teman- temannya dan mereka langsung didera oleh rasa penasaran mengapa Julia berusaha sekeras itu.

Keempat cowok itu kemudian tahu alasan Julia ngotot ingin pintar dan masuk kelas khusus. Ternyata ayah Julia bangkrut dan tidak bisa membiayai Julia untuk bersekolah di Athens. Sedangkan Julia sangat ingin menamatkan SMA nya disana. Untuk itulah Julia berusaha keras agar nilainya bisa mencukupi untuk masuk kelas khusus. Ia bahkan bekerja paruh waktu untuk mendapatkan biaya tambahan.

Tentu saja keempat anak itu tidak tinggal diam. Sid yang pertama mengetahui hal itu, langsung menawarkan Julia untuk bekerja di Hilarious, café milik Rama, yang langsung disetujui oleh Rama. Sambil bekerja disana, keempat cowok pemegang ranking pararel di Athens (inilah yang menjadi alasan mereka tidak dikeluarkan dari Athens) akan mengajari dan membantu Julia agar cewek itu bisa masuk kelas khusus.

“Jadi, semua orang udah repot buat proyek ini,” kata Sid dengan gaya sok. “Proyek lima orang jenius membantu satu orang idiot. Namanya Saving-Idiot-Julia.” (hal. 92)

Maka mereka berenam berlomba dengan waktu yang terbatas. Fokus untuk mendirikan ekskul – sementara – berganti menjadi fokus untuk mempertahankan Julia di Athens. Cokie, Lando, Rama, dan Sid, juga Aida tak lelah mengajari Julia.

“Kita boleh nyesel kalo belum usaha. Tapi, kita udah berusaha sebisa kita kan?” (Lando di hal. 187)

Apakah proyek penyelamatan Julia berhasil? Bagaimana dengan usaha keempat anak itu dalam mendirikan ekskul bola idaman mereka? Ikuti  kisah indah dan menggemaskan persahabatan mereka dalam High School Paradise.

Seperti biasa, saya suka dengan novel- novel karangan Mbak Ori. Yang ini juga. Kisah persahabatan empat cowok (plus dua cewek) yang berbeda sifat dan latar belakang ini dikemas dengan apik. Ceritanya ringan tapi tidak membosankan. Membaca HSP ini bisa buat saya ngakak sendirian di kamar. Bahasanya luwes dan ala remaja tapi tidak berlebihan dan tidak bikin capek bacanya.

Secara keseluruhan, novel ini oke dan bikin yang bacanya ikutan semangat. Recommended bagi pecinta novel (apalagi novel remaja). Selamat membaca :D

Selasa, 09 Juli 2013

Thalita - Stephanie Zen


Judul               :  Thalita
Pengarang      : Stephanie Zen
Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal              : 272 halaman
Sinopsis :
Thalita baru saja masuk SMA, dan ortunya nggak mengizinkan dia masuk ke SMA tempat Andra, mantannya, bersekolah. Itu karena Andra junkie, dan ortu Thalita nggak mau ambil risiko anaknya ikut terjerumus ke dunia drugs. Sebenarnya Thalita masih sayang sama Andra, tapi ia kecewa lantaran Andra nggak mau menuruti permintaannya untuk ikut rehab. Ia akhirnya memutuskan Andra dan masuk SMA yang ditunjuk ortunya.
Sayang, Andra ternyata nggak begitu sdaja mau melepas Thalita. Ia terus memohon supaya mereka balikan. Thalita dilema, tapi ia tahu, demi kebaikannya sendiri, ia nggak boleh balikan lagi sama Andra.
Di sekolahnya yang baru, Thalita bertemu Darren, cowok yang dingin setengah mati sama cewek. Itu lantaran Darren pernah dikecewakan Cheryl, cewek yang dicintainya habis- habisan tapi lebih memilih hidup dalam dunia hedonis, termasuk berkubang dalam drugs.
Thalita dan Darren, yang terpaksa melepas dua orang yang mereka sayangi karena narkoba, akhirnya merasa cocok satu sama lain. Dan berkat Tatyana, adik Darren, yang menjodoh- jodohkan mereka, Thalita dan Darren akhirnya jadian.
Semua terasa sempurna saat ini. Tapi, bagaimana jika Cheryl kembali?

Review :
Melepaskan orang yang kita cintai bukanlah hal yang mudah. Ada pepatah mengatakan, butuh waktu sehari untuk mencintaimu, tapi untuk melupakanmu butuh waktu seumur hidupku. Begitulah yang dialami oleh Thalita. Ia sangat mencintai Andra. Namun hubungan mereka harus kandas saat memasuki SMA. Orangtua Thalita tidak menyetujui hubungan mereka karena Andra seorang pecandu narkoba. Setelah menimbang- nimbang, Thalita memutuskan Andra. Orangtuanya benar. Ia bisa saja ikut terjerumus ke dunia narkotika kalau ia pacaran dengan seorang pecandu.
Thalita sudah pernah membujuk hingga memohon kepada Andra agar direhab, tapi cowok itu tidak mau. Selama ini Thalita juga sudah bersabar hingga sekarang. Saatnya ia melepas Andra. Namun cowok itu minta balik tapi belum memenuhi syarat dari Thalita, yaitu berhenti (baca : berhenti menggunakan narkoba).
Thalita sedih sekali. Ia mencoba untuk melupakan Andra namun tidak bisa. Di saat ia kehilangan Andra, sosok Darren datang dan mengisi hari- hari Thalita. Darren juga yang membantu Thalita untuk bangkit dari rasa kehilangan. Awalnya Thalita tidak bisa menerima Darren. Selain masih teringat dengan Andra, ia juga canggung karena saat itu ia masih sepakat dengan Tatyana, adik Darren, untuk mendekati Darren. Tapi setelah kesepakatan itu dihapus, ia malah lebih dekat dengan Darren. Ditambah Darren yang sangat memerhatikannya.
Ternyata tidak hanya Thalita, Darren pun memiliki masa lalu yang hampir sama. Bedanya, Darren ditolak oleh cinta pertamanya, Cheryl, karena Darren menolak untuk ikut ngedrugs. Sejak itu cowok ganteng idolah sekolah ini menjadi dingin terhadap cewek.  Dengan Thalita lah ia merasa ‘hidup’ kembali.
Hari- hari mereka menjadi penuh warna seperti remaja lainnya. Hingga Cheryl kembali dan meminta kesempatan kedua kepada Darren karena ia mengaku ia sudah bersih (bukan lagi pecandu). Darren goyah. Jauh di lubuk hatinya, cinta pertamanya tidak akan bisa ia lupakan.
Siapakah yang dipilih Darren? Thalita atau Cheryl? Bagaimana keduanya menghadapi situasi yang sudah berubah? Ikuti kisah selengkapnya di Thalita.



Novel kedua Mbak Stephanie yang saya baca setelah One Last Chance. Saya masih menyukai gaya penulisannya. Ceritanya dapat saya ikuti dengan baik. Meski tema yang disajikan masih seputar percintaan remaja, kali ini disisipi dengan tokoh yang berhubungan dengan drugs (nilai plusnya : mengingatkan kita agar sadar bahaya narkoba), saya masih tertarik untuk baca sampai bagian terakhir.
Terutama bagian menceritakan awal Thalita masuk SMA. Ini mengingatkan saya pada masa itu juga. Aroma bangku sekolah yang baru dicat, suasana kelas dan teman baru, juga setiap guru yang memasuki kelas. *uuggh..malah curcol*
Darren menjadi tokoh yang charming sekaligus nyebelin bagi saya. Di awal cerita, ia datang pada Thalita dan memperlakukan gadis itu dengan begitu manisnya, lalu setelah Cheryl kembali..yah..bisa ditebak, cara Darren menunjukkan perasaannya, boleh langsung baca novelnya, he he..
Secara keseluruhan, novel ini okelah. Konfliknya juga tidak berlebihan beratnya sehingga feel roman remajanya masih dapat. Bagi teman- teman pecinta teenlit, novel ini boleh menjadi pilihan. Selamat membaca J

Kamis, 09 Mei 2013

Big Brother Complex - Primadonna Angela


Judul                  : Big Brother Complex

Pengarang          : Primadonna Angela

Penerbit             : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal                 : 320 halaman




Sinopsis :
Sudah lama Monique pengin punya abang. Maka saat bertemu Rich – cowok ganteng yang menurutnya “sempurna”, Monique alias Nikki langsung menodong Rich jadi abangnya. Saking percayanya pada Rich, Nikki bercerita tentang cowok yang ia taksir – Nathaniel. Sayangnya Rich langsung menyebarkannya, tanpa sadar bahwa Nikki memang serius, bukan sekadar mengidolakan Nathan yang penyanyi terkenal itu! Nikki yang dipanggil “dukun palsu” karena gemar mengenakan pakaian hitam dan meramal menggunakan Tarot jadi kesal. Banyak yang meledeknya karena berani naksir Nathan.

Saat Nathan memintanya jadi pacarnya, Nikki langsung setuju. Semenjak pacaran dengan Nathan, Nikki menjadi lebih modis dan “gaul”. Dia bahkan diterima dalam geng cewek- cewek populer di sekolahnya, hal yang ia idam- idamkan sejak dulu.

Apa Nikki puas menjadi cewek ngetop walaupun rengan risiko kehilangan sahabatnya, Savitri dan Rich? Apa berpacaran dengan Nathan bisa membuat Nikki sembuh dari Big Brother Complex-nya? Baca dan temukan sendiri jawabannya!


Review :
Menjadi cewek yang dianggap aneh itu sesuatu banget ya. Itulah yang dirasakan oleh Monique alias Nikki. Dia sering dijadikan bahan ledekan teman- temannya, terutama Shandi, cewek cantik bak model di kelasnya. Di kelas, hanya Savitri yang mau bersahabat dengannya. Nikki sendiri pun bingung, mengapa Savitri yang jauh berbeda dengannya mau bersahabat dengannya. Tapi Nikki bersyukur. Setidaknya ia tidak sendirian. Dan, oh ya, masih ada Rich, ‘abang’nya yang selalu menjadi tempat sandaran yang baik. Rich bukan abang kandung Nikki, tapi ia sangat baik dan perhatian terhadap Nikki. Ia punya panggilan khusus kepada adiknya, yaitu Carrisa. Nikki sendiri tidak tahu alasan apa yang membuat dirinya dipanggil dengan nama yang bukan namanya.

Seaneh- anehnya Nikki, ia tetaplah cewek SMA biasa yang bisa naksir sama cowok. Dan cowok yang ia taksir itu bintangnya kota Bandung. Nathan namanya. Ia teman Rich, satu sekolah dengan Nikki. Setiap hari, Nikki hanya bisa melihat Nathan dari kejauhan. Rich kira rasa suka Nikki terhadap Nathan hanya sebatas kagum, jadi ia menceritakan hal itu ke Setyo, embernya sekolah. Bisa ditebak, berita itu menyebar dengan cepat bak virus. Jadilah Nikki semakin diledek.

Namun keajaiban itu benar- benar ada. Tak lama setelah peristiwa itu, Nathan mengungkapkan perasaannya pada Nikki. Nikki tentunya senang sekali. Yang diinginkannya terwujud. Maka jadilah mereka pacaran. Namun pacaran dengan Nathan tidak membuat Nikki bahagia. Demi menyenangkan Nathan, ia rela mengubah karakternya. Nikki yang biasanya tidak menyukai warna pastel dan cerah, kini menjadi Nikki yang modis dengan pakaian yang cerah dan aksesoris yang girly. Nikki bahkan menjadi dekat dengan Maddy (ibu kandung Nikki yang Nikki tidak suka), padahal jika Maddy datang berkunjung, Nikki akan berada dalam jarak sejauh mungkin dengan Maddy.

Tidak hanya itu, persahabatan Nikki dengan Savitri pun retak. Savitri hanya mencoba menjelaskan realita yang ada, Nikki malah menganggap Savitri tidak berbahagia untuknya. Bahkan Rich pun menjauh darinya. Nikki yang sekarang telah berubah.

Dan setelah semua yang dilalui, Nikki tidak tahan. Ia menumpahkan semuanya pada Mamah (ibu tirinya sekaligus ibu favorit Nikki kalau disuruh memilih antara Mamah atau Maddy). Namun penyesalan selalu datang terlambat. Saat Nikki menyadari ia tidak mencintai Nathan, dan cowok yang sebenarnya ia cintai, Rich, pergi meninggalkannya ke New York, apakah Nikki akan kehilangan segala yang berharga? Apakah semuanya benar- benar terlambat?



Ini novel kedua Mbak Primadonna Angela yang saya baca setelah Kotak Mimpi. Membaca bab- bab awal novel ini , entah mengapa saya kurang tertarik. Mungkin dari gaya penulisan dan bahasanya yang saya kurang suka. Sempat terpikir untuk tidak melanjutkan baca novel ini, tapi saya tetap mencoba untuk membacanya hingga habis.

Memasuki pertengahan cerita, saya mulai tertarik untuk membaca lebih jauh. Dan semakin ke halaman belakang, ceritanya semakin oke. Saat konflik mulai muncul pun saya dapat menikmatinya hingga ke penyelesaian dan akhir cerita.

Kejadian yang dialami oleh Nikki juga bisa menjadi pembelajaran bagi kita, terutama yang masih muda. Jadilah diri sendiri dan hindari yang namanya mamanfaatkan orang lain demi kesenangan sendiri.  Secara keseluruhan, teenlit ini bagus untuk dibaca. Selamat membaca J