Daftar Review

Tampilkan postingan dengan label terjemahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terjemahan. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 September 2017

Love O2O - Gu Man

Judul                : Love O2O (微微一笑很倾城)
Pengarang       : Gu Man (顾漫)
Penerbit          : Haru
Tebal               : 434 halaman
Sinopsis :
Zhen Shui Wu Xiang : Wei Wei, datanglah ke Pulau Putus Cinta! Kita akan bercerai.

Semuanya dimulai dari permintaan cerai dari suami virtual Bei Wei Wei di sebuah game online dunia persilatan. Bagi cewek ini, pernikahan di game online adalah sebuah permainan yang tidak nyata. Jadi, meski permintaan cerai itu mengejutkan, Wei Wei tidak ambil pusing.

Sialnya, para pemain lain mengira Wei Wei dimakan api cemburu saat melihat mantan suaminya menikahi Xiao Yu Yao Yao – cewek tercantik di game online. Pasalnya, tiba- tiba karakter Wei Wei di game tersebut ‘menyerang’ pesta pernikahan mantan suaminya.

Saat Wei Wei kebingungan, Yi Xiao Nai He, pemain berlevel tinggi yang dijuluki ‘dewa’, tiba- tiba meminta Wei Wei menikahinya.
Semuanya ini hanya permainan, tapi mengapa Wei Wei merasakan sesuatu yang berbeda?

Review :

Wei Wei entah harus merasa bersyukur atau merana saat diceraikan oleh Zhen Shui Wu Xiang. Setelah diceraikan, Tuan Dewa – Yi Xiao Nai He – menikahinya. Keduanya merupakan gamer tangguh di dunia mereka. Bersama Tuan Dewa, pernikahan Wei Wei terasa nyata. Teman- teman satu kamar asrama Wei Wei malah menganggap bahwa teman mereka tengah jatuh cinta.

Kabar baiknya, suatu hari Nai He mengajak bertemu. Betapa kagetnya Wei Wei karena Nai He tenyata adalah Xiao Nai, kakak kelas idolanya, tepatnya idola para cewek kampus. Walau awalnya hubungan mereka agak kikuk, keduanya akrab dengan cepat karena mereka memiliki beberapa kesamaan. Secara spontan, Nai He mengajak Wei Wei berpacaran. Tanpa perlu diiyakan, Wei Wei bersedia.

Saudara- saudara Nai He di dunia persilatan juga adalah teman sekamar Nai He. Mereka juga cepat akrab dengan Wei Wei. Semuanya sangat mendukung hubungan kakak ketiga mereka dengan kakak ipar ketiga karena ini kali pertama Tuan Dewa berpacaran.

Kamis, 30 Juli 2015

Angels of Morning Star Club - Lim Se Hyuk

Judul                     : Angels  of Morning Star Club
Pengarang          : Lim Se Hyuk
Penerbit              : Haru
Tebal                     : 370 halaman

Sinopsis :
Namaku Lim Hwi Chan. Seorang mantan narapidana yang sekarang menjadi penjaga toko yang menyedihkan. Umurku 27 tahun dan aku suka menonton film thriller berulang- ulang sampai 30 kali. Aku juga suka melampiaskan emosi dengan mengepel lantai yang kotor gara- gara keteledoran para siswi yang makan mi instan dan kimchi sembarangan di tokoku. Memang, aku tidak bisa disebut panutan, tapi juga tidak bisa disebut sebagai pecundang hanya karena pernah dipenjara.
Aku memang mantan narapidana, tapi aku muak selalu dicurigai. Aku hanya ingin melupakan semua kenangan itu. Tapi, seluruh dunia sudah telanjur mengecapku sebagai seorang “Mantan Narapidana” dan mereka menolakku.
Sampai aku menemukan perkumpulan aneh bernama “Morning Star” yang malah mencari mantan narapidana sebagai anggota. Sebenarnya, perkumpulan apa ini?

Review:
Lim Hwi Chan dipenjarakan dengan tuduhan perampokan khusus. Saat itu ia merasa dunianya telah hilang. Ia tidak bersalah tetapi tidak ada yang memercayainya. Bahkan kakaknya juga ragu padanya. Ia menghabiskan masa mudanya di penjara selama tiga tahun.

Setelah bebas dari penjara , Hwi Chan seolah terisolasi dari masyarakat. Ia mencari kerja ke mana- mana namun tidak ada yang mau mempekerjakannya sebagai karyawan mereka karena cap mantan narapidana yang menempel padanya. Jadi ia hanya bisa bekerja sebagai pegawai paruh waktu di supermarket 24 jam milik kakaknya yang selalu mencemaskan dan mengkhawatirkannya.

“Apakah mantan narapidana itu bukan manusia? Apa mantan narapidana itu sudah pasti orang yang jahat? Pantas saja orang- orang yang mantan narapidana seperti saya ini selalu ingin pergi menghilang dari dunia ini karena dianggap buruk oleh semua orang.” (hal. 51)

Suatu hari, seorang pelanggan meninggalkan koran di meja kasir. Tanpa sengaja mata Hwi Chan menangkap iklan yang terbit di koran itu yang berisikan ajakan untuk mendaftar sebagai anggota Morning Star Club yang dikhususkan untuk para mantan narapidana.

Hwi Chan pun tertarik dan menghubungi nomor telepon yang tertera. Sesampainya di kantor Morning Star, ia merasa aneh. Organisasi ini tidak cocok disebut organisasi. Anggotanya terlalu sedikit. Namun ia bergabung juga. Ternyata Morning Star Club ini adalah organisasi yang melakukan kegiatan sosial.

Hwi Chan pun menikmati kesibukan barunya ini. Terlebih ia sangat menyukai ketua dan paman- paman yang ada di sana. Melalui kegiatan sosial ini juga Hwi Chan bertemu dengan belahan jiwanya. Perlahan, Hwi Chan mulai merasa hidupnya bermakna.

Jumat, 22 Mei 2015

A Dandelion Wish - Xi Zhi

Judul                     : A Dandelion Wish
Pengarang          : Xi Zhi
Penerjemah       : Jeanni Hidayat
Penerbit              : Haru
Tebal                     : 346 halaman
Sinopsis :
Pria itu pasti sudah gila.
Orang normal tidak akan duduk di atas kap mobil orang yang tak ia kenal dan menyanyikan lagu blues di tengah badai topan.

Dokter Bai Qian Xun yang sedang lelah setelah kesibukan mendadaknya di UGD, kaget sekali saat melihat seorang pria asing duduk dengan santai di atas kap mobilnya. Yang lebih menjengkelkan lagi, pria yang ternyata hilang ingatan tersebut meminta Bai Qian Xun untuk menampungnya malam itu.

Meski awalnya tidak mau, akhirnya hati Dokter Bai Qian Xun pun tergerak. Wanita itu lalu membawa pria aneh tersebut ke apartemennya. Lambat laun, ia pun mulai menyukai kehadiran pria itu dalam hidupnya, bahkan jatuh hati pada pria misterius tersebut. Namun, ketika ingatan pria itu kembali, bagaimanakah nasib hubungan mereka berdua?

Review :
Bai Qian Xun adalah seorang dokter bedah ternama di salah satu rumah sakit Taiwan. Namun segala target hidupnya dan kesediaannya mengikuti apa yang sudah direncanakan oleh orang tuanya, terutama ibunya, membuat dokter muda itu hidup seperti robot. Ia selalu bersikap dingin, tidak bersosialisasi dengan baik, juga hanya tahu bekerja dan bekerja. Ia bahkan sudah merencakan masa tuanya yang akan dilalui di panti jompo elit.

“Hati manusia sangatlah cepat berubah. Saat ini kau begitu mencintai seorang lelaki, tapi ternyata esoknya perasaan itu menghilang seperti debu. Saat ini kau begitu merindukan seseorang, tapi tahun depan rasanya hanya ingin melarikan diri saat bertemu dengannya. Hal tersebut mungkin saja terjadi, kan? Pernikahan tidaklah sesuai untuk seorang manusia.” (hal. 82)

Hingga Cheng Feng datang dan mengubah hidupnya. Cheng Feng muncul saat hujan deras dan angin kencang, duduk di atas kap mobilnya. Waktu itu Bai Qian Xun sudah menyelesaikan pekerjaannya dan hendak pulang.

Bai Qian Xun tidak peduli. Ia tidak tergabung dalam organisasi sosial untuk membantu pria itu. Setelah berdebat dan menolak untuk menampung pria itu, Bai Qian Xun meninggalkannya. Namun ia berbalik lagi karena tidak tega.

Tak disangka, Cheng Feng pandai memasak. Bai Qian Xun terpukau oleh masakannya. Sebagai informasi, ia adalah wanita pemilih dalam hal makanan. Tak jarang makanan dari kantin rumah sakit berakhir di tong sampah tanpa dihabiskan oleh Dokter Bai.

Bai Qian Xun akhirnya mempekerjakan Cheng Feng sebagai asisten rumah tangganya. Sejak ada Cheng Feng, Bai Qian Xun makan dengan lahap. Makanan apapun yang dimasak pria asing itu mampu meningkatkan nafsu makan Bai Qian Xun.

Bai Qian Xun bodoh dalam hal urusan rumah tangga. Jika ada orang yang mau membantunya menyelesaikan masalah itu maka dia akan sangat berterima kasih. (hal. 60)

Jumat, 31 Oktober 2014

Wonder - R.J. Palacio

Judul                : Wonder
Pengarang       : R.J. Palacio
Penerjemah    : Harisa Permatasari
Penerbit          : Atria
Tebal               : 428 halaman
Status              : Pinjam dari Mbak Lis

Sinopsis :
“Kuharap, setip hari adalah Halloween. Kita semua bisa memakai topeng setiap saat. Lalu kita bisa berjalan- jalan dan saling mengenal sebelum melihat penampilan kita di balik topeng.”

August (Auggie) Pullman lahir dengan kelainan Mandibulofacial Dysostosis, sebuah kondisi rumit yang membuat wajahnya tampak tidak biasa. Meskipun dia sudah menjalani serangkaian operasi, penampilan luarnya tetap saja terlihat berbeda. Namun, bagi segelintir orang yang mengenalnya, dia adalah anak yang lucu, cerdas, dan pemberani.

Auggie mengalami petualangan yang lebih menakutkan daripada operasi- operasi yang dijalaninya ketika dia menjadi murid kelas lima di Beecher Prep. Kalian pasti tahu menjadi murid baru itu bukanlah hal yang mudah. Ditambah lagi Auggie adalah anak biasa dengan wajah yang sangat tidak biasa.

Review :
“Namaku August. Aku tidak akan menggambarkan seperti apa tampangku. Apa pun yang kaubayangkan, mungkin keadaannya lebih buruk.”

Kalimat itu tertulis di sampul depan buku ini. Rasanya benar. Sulit (bagi saya) untuk membayangkan wajah Auggie bila kita membaca deskripsi mengenai wajah Auggie. Dua puluh tujuh kali menjalani operasi sejak lahir bukanlah hal yang mudah bagi seorang Auggie. Namun ia tidak punya pilihan lain. Itulah yang menjadi alasan mengapa ia tidak bersekolah di sekolah luar hingga ia duduk di kelas lima. Orangtuanya mendaftarkan Auggie di salah satu sekolah di dekat rumah mereka, Beecher Prep.

“Semua orang yang terlahir dari Tuhan bisa menghadapi dunia.” (hal.9)

Awalnya Auggie menolak. Ia belum siap. Tetapi setelah melihat- lihat sekolah barunya dan berkeliling dengan tiga murid di sana: Charlotte, Jack, dan Julian, Auggie berubah pikiran. Ia mau sekolah. Di sekolah barunya inilah Auggie mendapat banyak pengalaman, terutama dalam hal persahabatan.

Persahabatannya dengan Jack jatuh bangun. Saat ia mengetahui bahwa Jack hanya berpura- pura baik  terhadapnya, ia kecewa. Tetapi Jack merasa menyesal setelah ia tahu kalau Auggie mengetahuinya. Setelah persahabatan mereka putus, barulah Jack sadar bahwa ia senang bersahabat dengan Auggie. Juga ada Summer, anak perempuan yang duduk bersama Auggie saat jam istirahat. Di saat semua teman- teman Auggie menjauhinya seolah- olah Auggie adalah makhluk berbahaya. Mereka bahkan menyebut Auggie ‘wabah’. Terutama Julian yang sangat tidak bersahabat dengan Auggie sejak awal mereka bertemu.

Apakah fenomena ‘wabah’ ini akan terus berlanjut? Sanggupkah Auggie bertahan di Beecher Prep? Ikuti kisah menakjubkan August Pullman dalam Wonder.
N
Buku ini dibagi ke dalam delapan bagian (August – Via – Summer – Jack – Justin – August – Miranda – August ) sehingga pembaca bisa mengetahui dengan jelas dari setiap sudut pandang tokoh. Senang sekali bisa membaca buku ini. Thank you, Mbak Lis.

Salah satu yang keren dalam buku ini adalah keluarga Auggie. Kedua orangtuanya sangat berbesar hati dan menyayangi Auggie. Kakaknya, Via, juga sangat pengertian dengan kondisi adiknya walau kadang ia tidak tahan, tetapi ia selalu menjadi kakak August yang terbaik.

Mereka yang secara langsung ataupun tidak langsung membully Auggie belum mengenal Auggie dengan baik. Meski tidak bisa berteman dekat dengan Auggie, seenggaknya mereka nggak usah bersikap berlebihan kenapa sih? Huuh..

Terlepas dari teman- teman Auggie yang kurang bersahabat, Auggie masih beruntung ia dikelilingi orang- orang yang baik. Kedua orang tuanya, kepala sekolahnya – Mr. Tushman – yang bijaksana, dan guru- guru yang selalu mendukungnya.

Saya menikmati membaca Wonder. Terjemahannya rapi dan tidak bikin bosan. Typo juga jarang dijumpai. Kovernya juga keren dan ngejreng dengan warna merahnya. Yang membuat saya penasaran adalah mengapa di bagian kelima, bagian Justin, pacarnya Via, di awal kalimatnya tidak menggunakan huruf kapital, ya? Itu saja sih. Selebihnya oke.

Tidak banyak yang bisa saya bagi, yang bisa saya bilang hanya novel ini keren.  Recommended deh untuk teman- teman pembaca. 4 dari 5 untuk Wonder.

Jumat, 15 Agustus 2014

Lima Sekawan : Nyaris Terjebak (Enid Blyton)

Judul               : Nyaris Terjebak
Pengarang      : Enid Blyton
Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal              : 240 halaman

Sinopsis :
Dick diculik! Lima Sekawan mengikuti jejak penculiknya dan mereka sampai ke sebuah rumah besar yang amat terpencil. Tapi… Lima Sekawan akhirnya tertangkap dan ikut dikurung! Dapatkah mereka membebaskan diri?!

Review :
Setelah mencoba membujuk Bibi Fanny, akhirnya Lima Sekawan diizinkan untuk berkemah. Anak- anak senang sekali. Liburan akan menjadi seru mengingat ini kali pertama mereka akan berkemah.

Mereka mengayuh sepeda menuju lokasi perkemahan, mendirikan tenda, dan menikmati liburan mereka di alam terbuka. Namun liburan santai itu berbubah menjadi menegangkan saat mereka bertemu Richard.

Pagi itu, Julian dan Dick hendak berenang di danau dekat kemah. Sesampainya di sana, ada seorang anak yang sedang berenang. Anak itu bernama Richard dan danau itu ialah danau milik keluarganya. Julian dan Dick mengurungkan niat mereka karena danau itu adalah danau pribadi. Namun Richard mengajak mereka dan tak lama ketiganya sudah asyik berenang.

Saat Julian dan Dick kembali ke perkemahan, mereka membawa serta Richard. Richard pun berkenalan dengan Anne dan George. Setelah membenahi tempat tinggal  mereka, anak- anak menyusun rencana untuk bersepeda ke Hutan Middlecombe. Richard mengutarakan niatnya untuk ikut. Katanya ada bibinya yang tinggal di dekat sana. Anak- anak mengizinkan. Mereka kemudian berpisah dengan Richard yang akan meminta izin terlebih dahulu pada ibunya lalu menyusul anak- anak ke Pojok Croker.

Richard menyusul dengan cepat. Ia berbohong kepada anak- anak bahwa ibunya mengizinkan. Padahal ia sama sekali tidak meminta izin. Ia juga bersikap aneh dengan langsung menghilang setibanya di rumah bibinya. Meski merasa aneh, anak- anak tetap melanjutkan perjalanan.

Mereka tiba di Hutan Middlecombe dan menemukan lokasi perkemahan yang cocok. Julian dan George melanjutkan mencari pertanian untuk membeli makanan. Sedangkan Dick tidak ikut karena ban sepedanya bocor dan Anne juga tinggal untuk beristirahat.

Setengah jam kemudian, Dick dan Anne mendengar suara. Richard! Ia berlari dan berteriak ketakutan, hendak meminta tolong pada Julian dan Timmy. Ternyata bibinya sedang tidak berada di rumah dan ia bertemu dengan Rooky, mantan karyawan ayahnya yang dendam karena dipecat. Ia melihat Richard dan hendak menculiknya. Oleh karena itu, Richard lari dan mencari pertolongan.

Richard kemudian berlari lagi mencari Julian dan Timmy. Sialnya, anak buah Rooky tidak mengenali Richard. Mereka melihat Dick, mengira anak itu adalah Richard, lalu menangkap Dick. Anne yang saat itu sedang berada di atas pohon sangat ketakutan.
Sementara itu, Julian dan George sedang dalam perjalanan kembali dan Richard berhasil menemukan mereka. Julian dan George tentu heran. Richard lalu menceritakan semuanya. Mereka bergegas kembali ke tempat Dick dan Anne ditinggalkan.

Anne akhirnya bisa sedikit lega saat saudara- saudaranya kembali. Mereka akan menyusul dan membebaskan Dick. Anne mendengar lokasi penculik itu akan pergi. Namun Richard sangat takut. Anak- anak yang sudah kesal karena Richard tidak memedulikannya. Mereka tetap akan menyelamatkan Dick.

Owl’s Dene ternyata adalah tempat yang mengerikan. Tidak hanya penculikan Dick, Rooky dan teman- temannya juga memiliki rahasia lain. Setelah mencoba agar tidak ketahuan, akhirnya Julian, Anne, George, Richard, dan Timmy malah ikut terkurung. Namun mereka tidak akan tinggal diam. Dick akan ikut bebas bersama mereka. Bagaimana petualangan mereka selanjutnya? Apakah mereka berhasil menyelamatkan Dick dan Richard yang menjadi incaran Rooky? Ikuti petualangan seru mereka dalam Nyaris Terjebak.

Mengikuti petualangan Lima Sekawan selalu menyenangkan. Bayangan tentang tempat Dick disekap semakin menambah kesan seram karena namanya Owl’s Dene. Agak sebal dengan Richard, tapi mau bagaimana. Ia terbiasa hidup berkecukupan dan tampaknya kesepian sehingga tumbuh menjadi anak yang banyak omong tetapi penakut. Tapi pada akhirnya ia bisa juga untuk diajak bekerja sama. Saya suka dengan karakter Julian. Ia sosok kakak yang baik dan bisa diandalkan untuk melindungi adik- adiknya. Masih banyak serial dari Lima Sekawan ini yang belum saya baca, dan pengin mengikuti petualangan mereka yang lainnya. Teman- teman yang suka dengan seri Lima Sekawan ini, manakah petualangan favorit kalian?

Selasa, 28 Januari 2014

Heaven Can Wait - Cally Taylor

Judul               : Heaven Can Wait

Pengarang      : Cally Taylor

Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal              : 440 halaman


Sinopsis :
Lucy Brown sangat bahagia. Dia akan menikah dengan lelaki impiannya – dan yang lembut hati, tampan, dan lucu. Segala yang dia inginkan berada dalam jangkauan. Namun, pada malam sebelum pernikahannya, Lucy mengalami kecelakaan fatal yang merenggut nyawanya.

Dia ditawari pilihan: naik ke surga namun terpisah dari belahan jiwanya, atau tetap bersama Dan…gentayangan menjadi hantunya. Lucy tidak sanggup meninggalkan Dan, walaupun untuk itu ada syarat yang harus dipenuhi: dia harus mencarikan cinta sejati bagi seseorang yang tak dikenalnya.

Sayangnya, Lucy kemudian mendapati bahwa sahabatnya, Anna sudah melakukan upaya gencar untuk mendekati Dan yang sedang patah hati karena ditinggal tunangannya…

Review :
Apa yang akan kau lakukan saat kau mengira dirimu akan mati? (hal.7)
Sehari sebelum hari pernikahannya tiba, sesaat setelah pertengkaran kecil dengan Dan, tunangannya, dan saat hendak mengambil kotak yang berisi kenangan mereka berdua, Lucy terjatuh dan meninggal. Kebahagiaannya yang tinggal selangkah lagi direnggut. Ironis. Tapi itulah yang harus dihadapinya.

Setelah meninggal, Lucy diberi dua pilihan. Melanjutkan perjalanannya ke surga atau menjadi hantu dengan terlebih dahulu menyelesaikan satu tugas dalam waktu dua puluh satu hari dan harus berhasil. Jika tidak, Maka bersiaplah untuk ke surga. Lucy ragu. Kalau ia memilih langsung ke surga, ia dapat bertemu dengan orang tuanya langsung. Tapi ia juga masih sangat mencintai Dan dan ingin menjadi hantu agar dapat tetap berada di sisi Dan. Akhirnya ia memilih untuk menyelesaikan tugas agar bisa menjadi hantu. Petualangan dua puluh satu hari di Bumi pun dimulai….

Saat kembali, Lucy senang melihat dirinya yang tidak berubah. Itu artinya Dan dapat mengenalinya. Ia tinggal di Rumah Calon Hantu, rumah yang ia tempati bersama dua calon hantu lainnya, Brian dan Claire. Brian sama sekali bukan tipe yang disukai Lucy tapi pria itu setidaknya lebih ramah daripada Claire yang – menurutnya – bermasalah dan langsung tidak menyukai Lucy.
Segera, Lucy menemui Dan. Tapi ia harus kecewa karena Dan tidak dapat mendengar apa yang dikatakan Lucy. Ya, Lucy menjadi bisu dan wajahnya sedikit mengalami perubahan saat ia bertemu dengan orang yang dikenalnya semasa ia hidup. Maka, sambil berusaha untuk mendekati Dan, Lucy memulai tugas dua puluh satu harinya agar waktu yang ia miliki tidak terbuang sia- sia.

Tugasnya adalah mencari cinta sejati untuk Archibald Humphreys Smythe, seorang pria yang bekerja di bidang komputer. Mengetahui namanya saja Lucy sudah setengah hati. Awalnya memang sulit. Untuk mengenal Archie, panggilan Lucy untuk targetnya, Lucy melamar pekerjaan di kantor tempat Archie bekerja. Betapa kagetnya Lucy saat melihat sosok Archie. Jauh dari harapannya. Namun tugas tetap harus dijalankan. Lucy akan mengupayakan segala cara agar bisa menemukan jodoh bagi Archie.

Selain masalahnya sendiri, Lucy juga berencana membantu teman serumahnya menyelesaikan tugas. Meski ia sendiri diburu waktu, mengetahui keduanya kehilangan harapan membuat Lucy tidak tega untuk mengabaikan mereka. Setidaknya mereka sekarang sudah seperti keluarganya.

Di lain tempat, salah satu sahabat Lucy, Anna sedang giat- giatnya mendekati Dan. Lucy tidak bisa membiarkan ini terjadi. Ia ingin berontak tapi tak mampu. Alhasil ia hanya bisa diam- diam menguntit mereka kalau tidak mau ketahuan dan ia diseret langsung ke surga.

Hari berlalu dan tidak ada tanda- tanda Lucy mampu menyelesaikan tugasnya. Ia malah sempat bertengkar dengan Archie gara- gara nenek Archie. Ya, nenek Archie sangat tidak menyukai Lucy, begitu pula sebaliknya. Lucy yang kehilangan kendali menyiram nenek Archie saat makan malam dan Archie marah.

Apa pun yang terjadi, Lucy,katanya, “entah kau berhasil melaksanakan tugasmu atau tidak, pastikan kau melakukan yang seharusnya. Pokoknya berjanjilah kepadaku (hal. 398)

Sementara itu, waktu sudah hampir habis. Lucy sudah hampir pasrah. Apalagi ia yang awalnya dengan semangat akan membantu tugas Brian. Sanggupkah Lucy menyelesaikan tugasnya dan juga tugas Brian? Bagaimana Lucy memanfaatkan waktu yang semakin singkat di tengah kekacauan yang terjadi? Ikuti kisah hangat dan mengharukan perjalanan Lucy dan kawan- kawan di Heaven Can Wait.
ÙÙÙ
Ada rasa hangat yang menyusup saat membaca dan setelah selesai membaca novel ini. Novel perdana Cally Taylor ini mengingatkan saya pada film Fly Me to Polaris dan 49 Days. Cara Cally menuliskannya juga bagus dan emosinya pas. Cerita dan konfliknya dibangun dengan kuat. Awalnya saya mengira akan seperti apa hidup Lucy dengan sekawanan geek di kantornya. Ternyata seru juga. Lebih seru lagi saat Lucy mencari jodoh untuk Archie – neneknya tidak ketinggalan – dan bagian saat Lucy membantu Brian untuk menyelesaikan tugas demi mencapai impian Brian, menghantui stasiun Paddington. Mengharukan sekali. 

Sayangnya ada beberapa bagian terjemahannya yang bikin kurang nyaman saat membacanya yang untungnya lebih terasa di awal cerita, jadinya pas sudah agak ke tengah dan belakang, sudah lumayan ngalir sehingga saya bisa (kembali) menikmati cerita. Bagi teman- teman pecinta chicklit, novel yang satu ini boleh jadi rekomendasi saya. Selamat membaca J

Sabtu, 20 Juli 2013

Jo Anak Gelandangan - Enid Blyton



Judul             : Jo Anak Gelandangan
Pengarang    : Enid Blyton
Penerbit        : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal              : 256 halaman

Sinopsis :
George dan Timmy hilang – apakah mereka diculik? Mengapa seseorang masuk ke Pondok Kirrin dan mengobrak- abrik ruang kerja Paman Quentin? Lima Sekawan yakin kedua hal itu pasti ada hubungannya. Tapi apa? Dan bagaimana mereka dapat memecahkan misteri itu, kalau mereka cuma tinggal bertiga?

Review :
Berbeda dengan liburan sebelumnya, Lima Sekawan tidak melakukan perjalanan (baca: petualangan). Mereka tetap tinggal di Pondok Kirrin karena Paman Quentin dan Bibi Fanny memutuskan untuk berlibur ke Spanyol, mengistirahatkan Paman dari segala pekerjaannya selama ini.

Julian, Dick, Anne, George, dan Timmy berencana untuk berenang di pantai setiap hari. Suatu hari, mereka bertemu dengan Jo, gelandangan yang duduk di lubang yang dibuat oleh George. Pertengkaran pun terjadi. Jo dan George tidak akur. Mereka seperti kucing dan tikus saja. Ternyata Jo adalah anak perempuan. Ia mirip sekali dengan George kalau diamati, hanya dalam versi kumal.

Suatu malam, rumah kemasukan maling. Padahal Julian sudah mengunci seluruh jendela. Ruang kerja Paman Quentin dibongkar, brankasnya juga. pasti maling itu menginginkan dokumen penting milik Paman. Dan parahnya, George dan Timmy menghilang. Awalnya sepupu- sepupu George mengira ia dan anjingnya berjalan- jalan. Namun saat hari sudah malam dan ia tidak juga kembali, mereka mulai khawatir.

Lalu datanglah Jo mengantarkan sebuah surat yang berisi keterangan mengenai George. Dan benar, ia diculik. Sebagai tebusannya, para sepupu George harus menyerahkan catatan Paman Quentin kepada mereka dengan cara yang telah ditentukan dalam surat. Mereka juga tidak boleh melibatkan polisi. Wow, petualangan baru segera dimulai!

Benarkah Jo adalah gelandangan jahat yang terlibat dalam penculikan George dan Timmy? Mampukah anak- anak mengalahkan penjahat dan membawa pulang George dan Timmy? Ikuti petualangan seru mereka di seri kesembilan Lima Sekawan.



Senin, 29 April 2013

For Sale Part II



Hai teman- teman, dalam rangka mengosongkan rak buku dan menambah budget buat beli novel baru, maka saya menjual beberapa novel yang sudah saya baca, bahkan ada beberapa di antaranya yang belum pernah saya baca. Okelah, daripada lama- lama, ini dia daftar novel yang saya jual :
1.      Unforgettable – Winna Efendi (Gagasmedia, 176 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya masih mulus banget, bersampul dan tidak ada bekas lipatan di lembar halamannya. Di bagian paling belakang novel ada ditulis tanggal pembelian tapi nggak besar- besar amat. Pembatas bukunya juga masih ada. 95% masih oke.
Harga : Rp 30.000,-
resensinya ada di sini

2.       Rain Affair – Clara Canceriana (Gagasmedia, 342 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya agak lecek di bagian cover (dari depan tidak kelihatan, tapi begitu buka dalamnya langsung terlihat adanya kerutan, mungkin dilengkungkan saat dibaca). Novelnya bersampul dan pembatas bukunya masih ada. Di bagian ujung kanan novel ada sedikit tertekuk. Kondisi 80% oke.
Harga : Rp 20.000,-


3.       The Last Empress – Anchee Min (Hikmah-Mizan, 539 halaman) SOLD -  THANK YOU
Kondisinya masih mulus, bersampul, halamannya rapi, dan lengkap dengan pembatas bukunya karena masih belum pernah dibaca. Hanya saja bintik- bintik kuning sudah menghiasi bagian samping, atas, dan bawah buku. Dua hingga tiga halaman pertama dan  halaman akhir (dua hingga tiga halaman juga) ada bekas seperti terlipat di tengah (tapi bukan terlipat ya) karena pembatas yang nempel sama cover nya (apa itu sebutannya ya, yang terdapat di beberapa buku). Kondisinya 80% (gara- gara kertas yang menguning itu).
Harga : Rp 20.000,-

4.       Morning Sunshine – Irin Sintriana (Media Pressindo, 192 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya mulus, rapi, tidak ada halaman yang terlipat, dan bersampul. 95% oke.
Harga : Rp 20.000,-
Resensinya bisa dilihat disini ya


5.       When Toothbrush Meet Love – A. Paramita (Glitzy, 237 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisi masih mulus, rapi, tidak ada halaman yang terlipat, dan bersampul. Tanggal pembelian novel ditulis di bagian belakang novel (tidak besar- besar kok). Tidak ada pembatas bukunya (dari pertama buka segelnya memang tidak ada). Sedikit saja kehitaman di sudut kanan bawah novel. 90% oke.
Harga : Rp 25.000,-
Resensinya bisa dilihat di sini ya

6.       Fly Him to The Moon – Mariskova (GPU, 352 halaman)
Masih mulus, bersampul, tidak ada bekas lipatan di lembar halamannya. Ada tanggal pembelian yang ditulis di halaman belakang novel. Di bagian sudut ada yang sudah kehitaman (tapi belum parah) dan di bagian atas buku sudah mulai muncul (sedikit) bintik hitam dan kuning. Tidak ada pembatas bukunya (dari penerbit memang tidak ada). 85% (karena bintik-bintiknya) oke.
Harga : Rp 20.000,-

7.       The Sweetest Kickoff – Wiwien Wintarto (GPU, 312 halaman)
Kondisi masih mulus, rapi, bersampul, dan tidak ada bekas lipatan (belum pernah dibaca). Tanggal pembelian tertulis di belakang novel. Tidak ada pembatas bukunya (dari penerbit memang tidak ada). Jejak kehitaman ada di sudut kanan bawah novel. 95% oke.
Harga : Rp 12.000,-

8.       Soulmate(dot)com – Jessica Huwae (GPU, 224 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisi masih mulus, rapi, bersampul, dan tidak terlipat. Di bagian belakang novel ada ditulis tanggal belinya. Bintik kuning sudah mulai tampak dan ada jejak kehitaman di sudut kanan bawah novel. 90% oke.
Harga : Rp 18.000,-


9.       Pencari Harta Karun – Agnes Jessica (GPU, 224 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya masih mulus, rapi, bersampul, dan tidak terlipat. Tidak ada pembatas bukunya (pas beli memang tidak ada). 95% oke.
Harga : Rp 20.000,-

10.   Cinderella Tuathina – Mimosa Q. (GPU, 208 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya lumayan, cover depan dan belakang agak tertekuk dan menimbulkan kerutan (tapi tidak tampak dari depan) sedangkan lembarannya masih mulus, tidak ada bekas lipatan. Novel tidak bersampul dan belum pernah dibaca. Pembatas bukunya masih ada. 90% oke.
Harga : Rp 20.000,-

11.   Online Addicted! – Irena Tjiunata (GPU, 200 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya masih mulus, rapi, tidak ada halaman yang terlipat, bersampul, dan pembatas bukunya masih ada. Di bagian belakang ada ditulis tanggal beli novelnya. 95% oke.
Harga : Rp 25.000,-
Resesnsinya bisa dibaca di sini ya.

12.   Airframe – Michael Crichton (GPU, 552 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisi masih mulus, rapi, tidak terlipat, bersampul, dan pembatas bukunya masih ada. Di bagian belakang ada ditulis tanggal beli novelnya. Ada sedikit jejak kehitaman di sudut kanan bawah novel. 95% oke.
Harga : Rp 45.000,-
13.   The Keep – Jennifer Egan (GPU, 320 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisi novel masih mulus (belum pernah dibaca), rapi, bersampul, dan tidak ada halaman yang terlipat. Pembatas buku tidak ada (dari penerbit memang tidak ada). Di bagian belakang novel ada ditulis tanggal belinya. Bintik hitam dan kuning mulai ada. 90% oke.
Harga : Rp 12.000,-
14.   Grand Avenue – Joy Fielding (GPU, 480 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya masih lumayan, tidak ada halaman yang terlipat, bersampul, dan rapi. Hanya di bagian depan novel retak sedikit. Bintik kuning menempel di bagian atas novel. 88% oke.
Harga : Rp 20.000,-

Itulah daftar novel yang dijual. Foto mengenai kondisi novelnya tidak saya tampilkan, bisa panjang sekali soalnya kalau mau difoto satu- satu. Bagi teman- teman yang berminat atau mau tanya- tanya seputar kondisi novel, bisa email saya di ertalin@windowslive.com atau sms saya di 081396433283
Ditunggu ya :)

Selasa, 21 Agustus 2012

Muslihat dengan Cermin - Agatha Christie


Judul                : Muslihat dengan Cermin (They Do It with Mirrors)
Pengarang        : Agatha Christie
Penerbit            : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal                : 280 halaman

SINOPSIS
Untuk memenuhi janji kepada seorang teman sekolah lama, Miss Marple bersedia tinggal di rumah di daerah pedesaan – bersama dua ratus remaja yang mengalami gangguan jiwa dan tujuh ahli waris harta seorang nyonya tua.
Salah seorang dari mereka pembunuh, yang mempunyai keahlian untuk berada di dua tempat sekaligus.

REVIEW
Kasus pada novel ini dibawa oleh Miss Marple. Beliau mengunjungi sahabat lamanya, Carrie Louise di Stonygates atas janjinya kepada Ruth Van Rydock, yang juga adalah sahabatnya. Ruth sangat mencemaskan keadaan Carrie Louise. Ia takut ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi pada Carrie Louise. Carrie Louise adalah seorang idealis dengan cita- citanya yang mulia. Menolong sesama manusia. Ia adalah wanita yang sangat baik dan rendah hati. Semua orang menyayanginya.
Maka berangkatlah Miss Marple. Sesampainya di sana, ia disambut dengan hangat oleh sahabat dan juga anggota- anggota keluarganya – meski tidak semua. Bangunan itu sangat besar dan megah. Ada yayasan (juga asrama) tempat remaja- remaja dididik (baca: diperbaiki kualitasnya) dan juga rumah tempat Carrie Louise dan keluarganya tinggal. Yayasan yang kini dikelola oleh suami Carrie Louise, Lewis Serrocold, merupakan yayasan peninggalan suami pertama Carrie, Gulbransen.
Boleh dikatakan yang tinggal di rumah itu adalah keluarga besar Carrie Louise. Ada Mr. dan Mrs. Serrocold, Miss Bellever (perawat Carrie Louise), Mildred (putri Carrie Louise), Gina (cucu Carrie Louise) dan Walter Hudd (suami Gina), Stephen Restarick (putra tiri Carrie Louise dari pernikahannya dengan Johnnie Restarick), dan Edgar Lawson (pemuda gila, itulah menurut para penghuni rumah).
Christian Gulbrandsen, putra tiri Carrie Louise , datang berkunjung ke Stonygates pada suatu hari. Ia sangat mengkhawatirkan ibu tirinya. Namun Carrie Louise selalu berkata kepada siapa pun bahwa ia baik- baik saja. Dan semuanya baik- baik saja hingga suatu hari pada saat yang sama ketika Edgar ‘kumat’ dan menembakkan pistol yang hampir mengenai Mr. Serrocold, Christian terbunuh. Ia ditemukan tak bernyawa oleh Miss Bellever.
Sesuatu yang tidak beres telah terjadi. Ini jelas bukan aksi bunuh diri. Namun siapa yang tega membunuh Christian? Setiap orang punya peluang untuk menjadi tersangka. Saatnya Miss Marple beraksi. Siapakah pembunuh ulung yang sebenarnya?


Minggu, 03 Juni 2012

Rahasia di Pulau Kirrin - Enid Blyton


Lima Sekawan : Rahasia di Pulau Kirrin
Enid Blyton
PT. Gramedia Pustaka Utama
228 halaman
Masa liburan Lima Sekawan yang rencananya dihabiskan di Pulau Kirrin milik George terpaksa batal ketika datang surat dari Bibi Fanny, ibu George, yang berisikan berita bahwa Pulau Kirrin tengah digunakan oleh Paman Quentin, ayah George, melakukan penelitian. George sempat marah karena ayahnya tidak meminta izinnya terlebih dahulu. Baru setelah saudara sepupunya menasihati George, kejengkelannya mereda.
Liburan akhirnya tiba. Ketika Lima Sekawan kembali ke Pondok Kirrin, bersama Bibi Fanny, mereka pergi mengunjungi Paman Quentin. Paman asyik dengan penelitiannya hingga lupa makan. Bibi Fanny sangat cemas. Oleh karenanya Paman berjanji untuk mengirimkan pesan bahwa ia baik- baik saja melalui isyarat yang ia buat pada pagi dan malam hari.
Namun ada yang tidak beres. Lima Sekawan kembali terlibat dalam petualangan yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Penelitian Paman tidak berjalan mulus. Ada yang tinggal di Pulau bersama dengannya padahal ia sudah melarang orang lain untuk datang ke Pulau. Paman lebih curiga lagi ketika ia mendengar suara orang batuk dan puntung rokok yang masih terlihat baru. Benarkah kecurigaan Paman? Penelitian apa yang sebenarnya sedang dilakukan Paman sehingga keberadaannya sangat dirahasiakan? Ikuti petualangan keenam Julian, Dick, George, Anne, dan Timmy dalam novel ini. Selamat membaca :)

Sabtu, 19 November 2011

Recomended : And Then There Were None by Agatha Christie


Selamat malam dunia.....(ngintip liriknya om Pongky cs. dulu..he he..)
Seperti biasa, saya mau bagi- bagi bacaan buat teman- teman. Kali ini novel yang saya baca tidak seperti biasa seperti Metropop, Teenlit, ataupun buku- buku lainnya. Novel yang saya review kali ini berbau thriller. Judulnya sama seperti judul postingan saya. Novel ini (lagi- lagi) saya beli atas rekomendasi dari teman kantor.

Cerita diawali dengan kedelapan (dua lagi sudah tiba duluan) tamu yang sedang berada dalam perjalanan mereka ke Pulau Negro atas undangan Mr. Owen. Masing- masing dari mereka sibuk dengan pikiran dan kebanyakan dari mereka merasa senang bisa mendapat undangan ke pulau tersohor yang tengah menjadi berita hangat di media massa.

Semuanya tiba dengan selamat dan bergembira. Namun kegembiraan mereka tidak berlangsung lama. Suasana berubah mencekam setelah piringan hitam yang diputar menuturkan kejahatan yang telah diperbuat oleh kesepuluh orang ini.


Edward George Armstrong
Emily Caroline Brent
William Henry Blore
Vera Elizabeth Claythorne
Philip Lombard
John Gordon Macarthur
Anthony James Marston
Thomas Rogers & Ethel Rogers
Lawrence John Wargrave


Itulah daftar nama- nama tamu Mr. Owen. Masing- masing memiliki kesalahan yang mereka perbuat. Akan tetapi mereka mengelak. Suasana bertambah ngeri lagi ketika salah satu dari mereka, Marston, meninggal secara tiba- tiba. Kematian terus berlanjut hingga mereka beranggapan bahwa ada pembunuh di Pulau Negro. Namun mereka baru sadar bahwa pembunuh tersebut ialah salah satu di antara mereka bersepuluh setelah mereka mengetahui bahwa tidak ada orang lain di pulau itu.

Semuanya diliputi rasa cemas dan takut seketika. Mereka berencana untuk meninggalkan pulau tersebut keesokan paginya. Sayangnya mereka kurang beruntung karena perahu yang mereka harap tidak pernah datang. Cuaca pun sedang buruk. Kematian berlanjut lagi.
Serunya, cara mereka meninggal persis seperti sajak Sepuluh Anak Negro.

Sepuluh anak Negro makan malam,
Seorang tersedak, tinggal sembilan.
Sembilan anak Negro bergadang jauh malam,
Seorang ketiduran, tinggal delapan.
Delapan anak Negro berkeliling Devon,
Seorang tak mau pulang, tinggal tujuh.
Tujuh anak Negro mengapak kayu,
Seorang terkapak, tinggal enam.
Enam anak Negro bermain sarang lebah,
Seorang tersengat, tinggal lima.
Lima anak Negro ke pengadilan,
Seorang ke kedutaan, tinggal empat.
Empat anak Negro pergi ke laut,
Seorang dimakan ikan herring merah, tinggal tiga.
Tiga anak Negro pergi ke kebun binatang,
Seorang diterkam beruang, tinggal dua.
Dua anak Negro duduk berjemur,
Seorang hangus, tinggal satu.
Seorang anak Negro yang sendirian,
Menggantung diri, habislah sudah.

Semuanya lenyap pada akhirnya. Tiada satu pun yang tersisa. Apakah ada sarang lebah di pulau Negro? Bagaimana seseorang meninggal hanya karena tersedak? Kapan munculnya kebun binatana padahal tidak ada apapun di pulau? Merunut dari sajak di atas, teman- teman tidak akan menyangka dan menduga siapa otak dibalik pembunuhan berantai ini. Luar biasa ide si pengarang. Sayangnya sebelum membaca, saya sudah mendapat sedikit bocoran dari mama dan adik saya yang sibuk membahas cerita ini setelah mereka duluan selesai membaca novel ini.

Satu hal yang sama pada kesepuluh korban, mereka semua memiliki kasus yang tidak terjamah hukum. Penasaran? Silahkan kunjungi toko buku dan bawa pulang novel yang satu ini. Dijamin oke! J


Seperti biasa, intip juga bagian belakang sampul ya..
Sepuluh orang diundang ke sebuah rumah mewah dan modern di Pulau Negro, di seberang pantai Devon. Walaupun masing- masing menyimpan rahasia, mereka tiba di pulau itu dengan penuh harapan, pada suatu sore musim panas yang indah.
Tetapi tiba- tiba terjadi serentetan kejadian misterius. Pulau itu berubah menjadi pulau maut yang mengerikan. Panik mencekam orang- orang itu ketika mereka meninggal satu demi satu... satu demi satu...

Novel Agatha Christie yang paling mencekam dan menegangkan!

Cerita detektif tanpa detektif!