Daftar Review

Senin, 29 April 2013

For Sale Part II



Hai teman- teman, dalam rangka mengosongkan rak buku dan menambah budget buat beli novel baru, maka saya menjual beberapa novel yang sudah saya baca, bahkan ada beberapa di antaranya yang belum pernah saya baca. Okelah, daripada lama- lama, ini dia daftar novel yang saya jual :
1.      Unforgettable – Winna Efendi (Gagasmedia, 176 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya masih mulus banget, bersampul dan tidak ada bekas lipatan di lembar halamannya. Di bagian paling belakang novel ada ditulis tanggal pembelian tapi nggak besar- besar amat. Pembatas bukunya juga masih ada. 95% masih oke.
Harga : Rp 30.000,-
resensinya ada di sini

2.       Rain Affair – Clara Canceriana (Gagasmedia, 342 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya agak lecek di bagian cover (dari depan tidak kelihatan, tapi begitu buka dalamnya langsung terlihat adanya kerutan, mungkin dilengkungkan saat dibaca). Novelnya bersampul dan pembatas bukunya masih ada. Di bagian ujung kanan novel ada sedikit tertekuk. Kondisi 80% oke.
Harga : Rp 20.000,-


3.       The Last Empress – Anchee Min (Hikmah-Mizan, 539 halaman) SOLD -  THANK YOU
Kondisinya masih mulus, bersampul, halamannya rapi, dan lengkap dengan pembatas bukunya karena masih belum pernah dibaca. Hanya saja bintik- bintik kuning sudah menghiasi bagian samping, atas, dan bawah buku. Dua hingga tiga halaman pertama dan  halaman akhir (dua hingga tiga halaman juga) ada bekas seperti terlipat di tengah (tapi bukan terlipat ya) karena pembatas yang nempel sama cover nya (apa itu sebutannya ya, yang terdapat di beberapa buku). Kondisinya 80% (gara- gara kertas yang menguning itu).
Harga : Rp 20.000,-

4.       Morning Sunshine – Irin Sintriana (Media Pressindo, 192 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya mulus, rapi, tidak ada halaman yang terlipat, dan bersampul. 95% oke.
Harga : Rp 20.000,-
Resensinya bisa dilihat disini ya


5.       When Toothbrush Meet Love – A. Paramita (Glitzy, 237 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisi masih mulus, rapi, tidak ada halaman yang terlipat, dan bersampul. Tanggal pembelian novel ditulis di bagian belakang novel (tidak besar- besar kok). Tidak ada pembatas bukunya (dari pertama buka segelnya memang tidak ada). Sedikit saja kehitaman di sudut kanan bawah novel. 90% oke.
Harga : Rp 25.000,-
Resensinya bisa dilihat di sini ya

6.       Fly Him to The Moon – Mariskova (GPU, 352 halaman)
Masih mulus, bersampul, tidak ada bekas lipatan di lembar halamannya. Ada tanggal pembelian yang ditulis di halaman belakang novel. Di bagian sudut ada yang sudah kehitaman (tapi belum parah) dan di bagian atas buku sudah mulai muncul (sedikit) bintik hitam dan kuning. Tidak ada pembatas bukunya (dari penerbit memang tidak ada). 85% (karena bintik-bintiknya) oke.
Harga : Rp 20.000,-

7.       The Sweetest Kickoff – Wiwien Wintarto (GPU, 312 halaman)
Kondisi masih mulus, rapi, bersampul, dan tidak ada bekas lipatan (belum pernah dibaca). Tanggal pembelian tertulis di belakang novel. Tidak ada pembatas bukunya (dari penerbit memang tidak ada). Jejak kehitaman ada di sudut kanan bawah novel. 95% oke.
Harga : Rp 12.000,-

8.       Soulmate(dot)com – Jessica Huwae (GPU, 224 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisi masih mulus, rapi, bersampul, dan tidak terlipat. Di bagian belakang novel ada ditulis tanggal belinya. Bintik kuning sudah mulai tampak dan ada jejak kehitaman di sudut kanan bawah novel. 90% oke.
Harga : Rp 18.000,-


9.       Pencari Harta Karun – Agnes Jessica (GPU, 224 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya masih mulus, rapi, bersampul, dan tidak terlipat. Tidak ada pembatas bukunya (pas beli memang tidak ada). 95% oke.
Harga : Rp 20.000,-

10.   Cinderella Tuathina – Mimosa Q. (GPU, 208 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya lumayan, cover depan dan belakang agak tertekuk dan menimbulkan kerutan (tapi tidak tampak dari depan) sedangkan lembarannya masih mulus, tidak ada bekas lipatan. Novel tidak bersampul dan belum pernah dibaca. Pembatas bukunya masih ada. 90% oke.
Harga : Rp 20.000,-

11.   Online Addicted! – Irena Tjiunata (GPU, 200 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya masih mulus, rapi, tidak ada halaman yang terlipat, bersampul, dan pembatas bukunya masih ada. Di bagian belakang ada ditulis tanggal beli novelnya. 95% oke.
Harga : Rp 25.000,-
Resesnsinya bisa dibaca di sini ya.

12.   Airframe – Michael Crichton (GPU, 552 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisi masih mulus, rapi, tidak terlipat, bersampul, dan pembatas bukunya masih ada. Di bagian belakang ada ditulis tanggal beli novelnya. Ada sedikit jejak kehitaman di sudut kanan bawah novel. 95% oke.
Harga : Rp 45.000,-
13.   The Keep – Jennifer Egan (GPU, 320 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisi novel masih mulus (belum pernah dibaca), rapi, bersampul, dan tidak ada halaman yang terlipat. Pembatas buku tidak ada (dari penerbit memang tidak ada). Di bagian belakang novel ada ditulis tanggal belinya. Bintik hitam dan kuning mulai ada. 90% oke.
Harga : Rp 12.000,-
14.   Grand Avenue – Joy Fielding (GPU, 480 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya masih lumayan, tidak ada halaman yang terlipat, bersampul, dan rapi. Hanya di bagian depan novel retak sedikit. Bintik kuning menempel di bagian atas novel. 88% oke.
Harga : Rp 20.000,-

Itulah daftar novel yang dijual. Foto mengenai kondisi novelnya tidak saya tampilkan, bisa panjang sekali soalnya kalau mau difoto satu- satu. Bagi teman- teman yang berminat atau mau tanya- tanya seputar kondisi novel, bisa email saya di ertalin@windowslive.com atau sms saya di 081396433283
Ditunggu ya :)

Minggu, 28 April 2013

Cotton Candy Love - Priscila Stevanni



Cotton Candy Love

Priscila Stevanni
Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
244 halaman


Sinopsis :

Entah kenapa, kejadian sembilan tahun silam itu terus teringat di kepalaku. Kamu, kepolosanmu, dan gula kapas di tanganmu. Seakan ini sudah diatur, kebetulan yang telah ditakdirkan. Aku bertemu lagi denganmu, dengan segala perubahan. Kita sama sekali berbeda, tak lagi seperti dulu yang lucu dan lugu.

Perpisahan meninggalkan kenangan….

Lalu, sebuah pertemuan yang manis, menyenangkan, tapi singkat. Sama seperti potongan gula kapas yang meleleh dalam mulut.

Review :

Sessa masih mengingat dengan jelas pertemuan singkatnya dengan anak laki- laki yang –padahal – tidak ia kenal yang memberikannya gula kapas sembilan tahun lalu. Bahkan ia masih menyimpan tangkai dari gula kapas itu. Olehnya anak laki- laki itu ia panggil dengan pangeran gula kapas. Dan Sessa berharap bisa bertemu dengannya suatu hari nanti.
˜
Sessa tumbuh sebagai remaja yang cantik. Tidak hanya itu, ia adalah salah satu siswi populer yang aktif di sekolahnya, JPS. Siapapun pasti mengenalnya. Kebaikan hatinya seolah menambah kesempurnaannya. Namun dibalik itu semua, saat sahabat- sahabatnya sedang menikmati masa remaja mereka dengan cinta, Sessa masih belum juga merasakan cinta.

Lalu semuanya berubah saat cowok dingin itu masuk ke dalam kehidupan Sessa. Namanya Ezra. Ia duduk sebangku dengan Sessa saat memasuki awal tahun ajaran di kelas sepuluh. Ini bukan pertanda yang bagus. Sessa berusaha untuk optimis. Ia yang duluan menyapa Ezra dan yang ia dapat hanya kebekuan Ezra. Namun Sessa tidak patah semangat. Ia terus mencoba berinteraksi dengan Ezra.

Perlahan, Ezra yang terkenal cuek dan sering bolos mulai berubah. Ia jadi lebih ceria dan bersemangat berkat Sessa. Dan Sessa merasa senang. Satu yang Sessa ketahui adalah Ezra ternyata orang yang baik. Dibalik kecuekannya itu tersimpan kasih sayang yang tulus.

Perlahan Sessa mulai mengenal siapa Ezra dan mengapa Ezra selalu bersikap tertutup. Ya, selalu ada alasan dibalik semua sikap dingin Ezra. Ada masa lalu yang menghantui. Bahkan tidak hanya Ezra, Sessa juga memiliki masa lalu yang ia simpan rapat- rapat. Dan masa lalu itu ia gunakan sebagai cambuk yang menjadikannya untuk selalu sempurna dalam melakukan segala hal.

Ezra dan Sessa saling melengkapi. Sessa berhasil meluluhkan hati Ezra dan mengembalikan semangat hidupnya, menunjukkan betapa berharganya Ezra. Ezra berhasil membuat Sessa untuk tidak mati- matian agar bisa menjadi yang terbaik dan diingat orang.

Seiring berjalannya waktu, kedekatan mereka menumbuhkan rasa cinta. Tapi tidak semua kisah cinta berakhir manis. Ezra harus dihadapkan pada kenyataan bahwa gadis yang setengah mati mencintainya namun tidak ia cintai kembali. Ayah Ezra memaksa Ezra untuk kembali ke Jerman bersama gadis itu.

Siapkah Sessa untuk kehilangan Ezra? Apakah Ezra akan kembali menjadi Ezra yang beku? Ikuti kisah mereka di Cotton Candy Love.
˜


Pertama tergoda buat beli novel ini karena pembatas bukunya yang cute sekali. Dan setelah dibaca, ini dia yang saya dapatkan…..
Konflik yang diciptakan ringan, biasa lah, seputaran kisah roman remaja yang tidak ribet. Pengarang menonjolkan sisi positif yang dapat menjadi pembelajaran bagi remaja sekarang, yaitu sikap peduli, setia kawan, semangat dalam menjalani hidup (meski kenyataannya masih susah diterapkan ya. He he..)
Bagian ending (menurut saya) terlalu cepat. Ezra yang *tiitt….sensor supaya tidak spoiler* . Penggunaan tanda koma juga rasanya terlalu banyak sehingga saya merasa kurang nyaman. Untunglah semakin ke depan, frekuensi penggunaan koma berkurang.
Dan ngomong- ngomong soal tokohnya, tokoh yang bernama Sadya muncul di pertengahan cerita. Awalnya saya kira kehadiran dia akan menciptakan konflik baru. Ternyata tidak. Ia adalah sepupu Ezra dan Yoza ( Yoza adalah sahabat dekat Sessa selain Agta). Melalui Sadya lah cerita mengenai mereka bertiga dan masa lalu Ezra terungkap. *ciyee..seperti detektif ajah..hihi..* Untunglah kehadiran Sadya disini tidak mubazir, ia menolong Sessa dari ancaman Elora, gadis centil yang sok cakep tapi jahat.
Secara keseluruhan, boleh lah bagi teman- teman penyuka novel remaja. Selamat membaca J

Senin, 15 April 2013

It Takes Two to Love - Christina Juzwar


Judul             : It Takes Two to Love

Pengarang    : Christina Juzwar

Penerbit        : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal              : 224 halaman

Sinopsis :
Sejak kecil Sarah berteman dengan Igi. Hingga mereka dewasa, persahabatan itu tidak luntur, malah semakin erat. Namun tak pernah ada kata cinta yang terucap di antara mereka.

Akhirnya Sarah bertemu Jans, fotografer baru di majalah Women’s Style, tempatnya bekerja. Kesan pertama Sarah tentang Jans adalah pria itu terlalu annoying. Tetapi Jans tidak menyerah untuk mendekati Sarah yang sudah mencuri hatinya sejak pertama kali mereka berjumpa. Sarah akhirnya luluh dan jatuh cinta.

Sarah terkejut luar biasa saat mendengar kabar bahwa Igi akan berangkat ke Inggris. Meski kecewa, ia tidak bisa melarang, dan mereka berjanji akan tetap menjaga persahabatan mereka.

Tetapi beberapa tahun kemudian saat pulang ke Indonesia, Igi tak sendiri. Ia pulang bersama Andien, pacarnya.

Apakah persahabatan Sarah dan Igi murni, ataukah ada percik- percik lain di antara mereka?
Review:
Sarah dan Igi. Mereka berdua hampir tidak terpisahkan. Dimana ada Sarah, disitulah Igi. Mereka bersahabat sejak kecil dan keduanya sudah saling tahu satu sama lain. Namun perasaan, siapa yang tahu?  Begitulah yang dialami oleh kedua sahabat ini. Tanpa Sarah ketahui, Igi memendam rasa padanya.

Pantesan Igi jadi uring- uringan saat tahu bahwa Jans, cowok yang dulunya dibenci oleh Sarah, jadian sama Sarah. Bahkan Igi memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan berkarir di Inggris. Sarah sempat sedih, sahabat terbaiknya akan meninggalkannya. Namun keputusan Igi sudah bulat.

Saat mendengar kabar dari rekan kerjanya bahwa Igi sudah mempunyai pacar di Inggris, Sarah sedikit tidak rela. Akan tetapi ia harus mengerti bahwa pada akhirnya mereka berdua memiliki jalan hidup masing- masing. Mereka akan berkeluarga juga suatu hari nanti.

Setidaknya itulah yang dirasakan Sarah. Persahabatan mereka akan tetap terjaga meski setiap dari mereka sudah menemukan belahan jiwanya. Namun lain dengan Igi. Ia kembali ke Indonesia dengan tujuan untuk mengungkapkan perasaan yang selama ini ia pendam. Bagaimana jadinya hubungan mereka? Apakah Sarah pun memiliki rasa yang sama? Siapa yang akan ia pilih pada akhirnya? Ikuti yuk kisah cinta dan persahabatan mereka di It Takes Two to Love.

Novelnya sih oke. Tema persahabatan yang diangkat oleh penulis diungkapkan dengan penuh emosi. Jadinya kita yang baca itu tertarik untuk baca lebih lanjut. Masalah sahabat-cinta dan segala kompleksitasnya disajikan dengan apik. Tidak terkesan memaksa dan alurnya juga rapi.

Sewaktu saya baca, tidak seperti biasanya saya mencoba menebak- nebak, kali ini saya hanya santai mengikuti arah cerita ini. sayangnya, saya kurang nyaman saat membaca bagian- bagian awalnya. Sepertinya diungkapkan dengan terburu- buru. Tapi selebihnya oke. Secara keseluruhan novel ini bagus. Semoga saya dapat membaca karya Mbak Tina yang lainnya yang nggak kalah oke (dan yang pastinya lebih oke lagi). Selamat membaca J

Happy (belated) Birthday Bebiii


Happy birthday to you…
Happy birthday to you…
Happy 2nd Anniversary BBI (Bebiii)..
Wah wah wah…..waktu berlalu dengan cepat. Tanpa terasa usia Bebii sudah menginjak angka dua. Selamat ulang tahun ya Beb, happy (belated) birthday, Beb. Semoga BBI makin oke dan makin ramai, dan juga pastinya bloggernya yang satu ini *ngaca sendiri* bisa tambah rajin ya..hehe..

Dalam komunitas ini, boleh dibilang saya itu pasif banget. Selain baca novelnya lambat, juga sering telat nge-reviewnya *ngaku dosa :p* Dengan BBI yang tahun ini sudah semakin di-upgrade, saya berharap bisa semakin up-to-date dan juga bisa semakin mengenal teman- teman sesama blogger  buku.

Melalui BBI juga, saya banyak mendapat informasi seputar buku novel, rekomendasi, belajar mereview novel lebih baik lagi, dan ikutan berbagai giveaway yang diadakan para anggota. Membantu banget deh bagi pecinta novel.

Okelah, nggak panjang cuap- cuapnya. Overall, wish BBI all the best. Semoga juga anggota BBI semakin banyak, terutama untuk yang dari Medan. He he..

Rabu, 20 Maret 2013

Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa - Prisca Primasari




Judul               : Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa
Pengarang      : Prisca Primasari
Penerbit          : Gagasmedia
Tebal              : 292 halaman
Vinter
Seperti udara di musim dingin, kau begitu gelap, muram, dan sedih. Namun, pada saat bersamaan, penuh cinta berwarna putih. Bagaikan salju di Honfleur yang berdansa diembus angin….
Florence
Layaknya cuaca pada musim semi, kau begitu terang, cerah, dan bahagia. Namun, pada waktu bersamaan, penuh air mata tak terhingga. Bagaikan bebungaan di Paris yang terlambat berseri….
Review :
Kaki Florence terus membawanya sejauh yang ia bisa. Ia tengah kabur dari acara perjodohan oleh kedua orangtuanya. Florence tidak setuju. Jadilah ia duduk di kereta menuju Honfleur. Seakan ikut mengejeknya, tas yang ia bawa serta dalam perjalanan, ikutan rusak. Barang- barangnya terpaksa ia tampung dengan kedua tangannya.
Saat berada di kereta, seorang pria yang tampak gusar meminta izin Florence agar dapat duduk di sana, bersama wanita itu. Florence tentu mengizinkannya. Ia jadi punya teman perjalanan. Dilihatnya pria itu membawa sebuah tas yang ternyata adalah hadiah dari pria itu untuk –mungkin- kekasihnya. Mengetahui keadaan Florence, pria itu memberikan tasnya untuk Florence. Florence sangat berterima kasih.

Aku hanya berpikir dia berbeda dengan semua orang yang pernah kau kenal.
Dia memang penyendiri, tapi aku bisa merasakan kebaikannya.
Dia agak kelam, kau ceria. Kupikir kau bisa melengkapinya.
Aku semakin yakin dia adalah orang yang tepat untukmu, ketika aku sadar bahwa aku tidak hanya memikirkan kebahagiaanmu. Tapi, juga kebahagiaannya--Hal . 232

Vinter, nama pria itu, tengah bermasalah dengan kelompok seniman yang tiba- tiba membatalkan acara mereka untuk tampil di kediaman teman Vinter. Padahal acaranya hari ini. Sebagai balas budi atas kebaikan Vinter, Florence membantu pria yang sedang gelisah itu. Ia yang akan menggantikan kelompok seniman itu. Awalnya Vinter ragu, tetapi Florence meyakinkannya bahwa ia mampu, secara Florence adalah guru les biola dan ia jago dalam bidang kesenian.
]
Hasilnya sungguh mengagumkan. Florence sangat lihai, membacakan puisi, bernyanyi, memainkan piano. Semuanya ia lakukan sendiri. Baik Zina, teman Vinter, para pelayannya, dan Vinter, terkagum- kagum atas pertunjukan yang ditampilkan Florence. Namun Zima tidak menunjukkannya. Hingga saat Florence meminta waktu untuk mempersiapkan drama, Zima menolaknya. Ia tidak suka seperti itu. Ia pun mengusir Florence. Bahkan ia tidak membayar Florence sepeser pun.
Usai pertunjukkan itu, Florence sudah bebas dari tugasnya. Vinter berterimakasih pada wanita itu dan mereka akan menjalani kehidupan masing- masing seperti semula. Namun Florence merasa aneh. Ia belum siap untuk kehilangan pria itu. Maka, dengan segala upaya, Florence kembali mencari Vinter. Meski harus berhadapan langsung dengan Zima yang galak dan sudah pasti tidak menyukainya.

“Bagaimana aku bisa hidup?” Zima terkikik. “Dengan memberi,” jawabnya kemudian. Zima di hal. 276.
Kau takkan pernah bisa bahagia sebelum memaafkan, memberi kesempatan, dan menyayangi dirimu sendiri, Zima di hal. 277

Mereka kembali menghabiskan waktu bersama. Perlahan, Florence mulai mengenal siapa Vinter sebenarnya. Mengapa Vinter selalu terkesan menutup diri, mengapa kesepian selalu menjadi teman baiknya, dan berbagai jawaban atas ‘mengapa- mengapa’ yang lainnya. Semakin mengenal Vinter, Florence semakin tidak dapat melepaskan pria itu.

Dia membutuhkan seseorang untuk membuat dirinya cerah. Dan tegar.
Dan aku merasa bisa melakukannya….
Walaupun aku sendiri juga sangat rapuh. Tetapi tidak lebih gelap dibandingkan dirinya…. Florence di hal. 210

Saat kembali ke Paris, wanita itu menjadi tidak bersemangat. Jiwanya hilang setengah. Ketika kesempatan itu tiba, saat Vinter mengadakan pameran di Paris, akankah takdir mempertemukan mereka?
Perasaan yang muncul ketika karyamu dikagumi orang, sungguh tak tergambarkan.
Setelah selesai membaca Paris : Aline (klik judul untuk melihat reviewnya), saya langsung membaca novel Mbak Prisca yang satu ini. Dan saya tidak kecewa, malah sangat menyukai novel ini. Novel dengan setting Paris (lagi) dan Honfleur berhasil memunculkan kesan yang berbeda dari novel- novel pengarang lokal lainnya. Seperti novel sebelumnya, Mbak Prisca menuliskannya dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Suasananya memunculkan kesan klasik tapi tidak bikin bosan, saya suka sekali. Banyak istilah seni yang muncul dalam novel ini, jenis musik dan lukisan. Penulis tampak menguasai sekali semua detil seninya. Saya sempat berpikir kalau kisah mereka ini terjadi sudah lama sekali. Saat kata ‘ponsel’ muncul dalam kalimat, baru deh saya ngeh.
Ceritanya mengalir begitu saja, tidak terlalu cepat juga tidak terlalu lambat. Takarannya pas. Bahkan setelah novel ini selesai saya baca berminggu- minggu yang lalu, saya masih dapat membayangkan potongan- potongan kisah Vinter- Florence saat saya menuliskan nama mereka. Uniknya juga, kisah hidup Vinter sebelum bertemu Florence dibahas setelah cerita berakhir. Jadi, bagi pembaca yang sudah terlanjur  jatuh cinta sama Vinter bisa mengetahui tentang dia di bagian paling akhir.


Sungguh novel yang bagus. Romantis dan quote-quotenya juga oke, bikin melting lagi. Recommended deh bagi pecinta novel roman.

Minggu, 03 Maret 2013

Paris: Aline by Prisca Primasari


Paris: Aline
Prisca Primasari
Gagas Media
214 halaman
Review :
Aline, mahasiswi jurusan sejarah di salah satu universitas di Paris asal Indonesia, sedang menyusuri Jardin du Luxembourg karena patah hati melihat cowok yang ditaksirnya jadian sama rekan kerjanya sendiri. Saat itu ia menemukan pecahan porselen yang dikumpulkan oleh petugas kebersihan disana. Mau tak mau Aline mengambil porselen itu karena petugas kebersihan itu langsung pergi setelah ia menyarankan Aline untuk membawa pecahan porselen itu.

Untuk melupakan cowok yang membuatnya patah hati, Aline menyusun pecahan- pecahan porselen itu. Ada sebuah nama di porselen itu yang menarik. Aeolus Sena. Aline kembali lagi membayangkan seperti apa Aeolus Sena itu. Penasaran. Pecahan- pecahan itu pun ia bawa pulang ke apartemennya.

Dan pencarian dimulai. Aline berhasil menemukan nama pria itu di Twitter. Ada emailnya. Aline mencoba untuk menghubunginya via Twitter, mengabarinya bahwa porselen Sena sedang bersama Aline. Ternyata email pria itu masih aktif. Ia membalas dan meminta Aline untuk mengantarkan porselen itu ke Place de la Bastille. Pukul dua belas tengah malam pula. Sungguh pria yang aneh.

Meski demikian, Aline menerimanya. Maka disanalah Aline. Menunggu seorang diri. Namun yang ditunggu tidak datang. Aline kesal setengah mati. Parahnya, pria itu meminta agar Aline datang lagi ke tempat yang sama dan waktu yang sama. Grrr…. Lagi- lagi Sena tidak datang. Untungnya ada Kak Ezra, tetangga sekaligus kakak kelas Aline, ikut bersamanya.

Kali ketiga, merepotkan Kak Ezra lagi, barulah pria bernama Aeolus Sena itu muncul. Sebagai tanda terima kasih, Sena akan mengabulkan tiga permintaan Aline. Jadilah Aline mengikuti Sena. Ia juga mengajak Aline ke tempat- tempat yang yah..boleh dibilang nyeremin. Tapi Aline toh ikut saja. Berkeliling bersama pria yang terlihat sangat antusias itu.
Pria itu selalu tampak ceria, bersemangat, dan terkesan berlebihan menanggapi segala sesuatu di sekitar mereka.  Padahal ia tinggal di sana lebih lama daripada Aline, tapi katanya baru sempat mengunjungi tempat- tempat bersejarah bersama Aline. Sungguh aneh.

Namun Aline mulai menyukai petualangan barunya bersama Sena. Hingga suatu hari Sena menghilang dari kehidupan Aline. Awalnya ALine mengingkari perasaannya, namun kini ia mengakui bahwa ia telah jatuh cinta pada Sena.
Aku berusaha berpikir ada tali halus yang menghubungkanku dengan Sena sehingga kemanapun dia melangkah, aku akan mengikutinya- hal. 125

Saat hendak mencari informasi mengenai Sena, sms dari pria itu datang, meminta Aline untuk menunggu pria itu di depan apartemen Aline. Sejak itulah, perlahan kepingan puzzle yang berserakan dalam pikiran Aline mulai tersusun satu per satu. Dengan usaha yang keras, Aline melengkapi kepingan puzzle itu menjadi gambaran yang utuh.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Sena? Akankah Aline patah hati lagi seperti saat ia bekerja di Bistro Lombok? Ikuti kisah manis  *juga sedikit misterius yang bikin penasaran* dalam Paris : Aline.


Ini kali pertama saya membaca novel karangan Prisca Primasari. Saya sudah tertarik saat melihat novel ketiganya (kalau tidak salah ya) yang berjudul Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa terpampang di rak toko buku. Namun baru kali ini terbeli. Jadinya beli bareng novel terbarunya, Paris: Aline. Dan menurut saya…..

Great! Ceritanya oke. Di bagian awal hingga sebelum pertengahan, bukan datar sih..bagus, hanya saja lebih greget pas masuk ke bagian pertengahan cerita. Apalagi menjelang akhir, rasa penasaran pembaca akhirnya terungkap. Mengapa Sena ngajakin ketemuan tengah malam, mengapa pria itu selalu mengalihkan pembicaraan saat Aline menanyakan perihal porselen itu, dan sebagainya. Segalanya menjadi jelas.

Dari sinilah saya mengganggap Sena itu pria yang cerdas. Meski agak berlebihan , saya suka karakternya karena ia pria yang ceria dan semua yang dikatakannya masuk akal walau terkadang menyakitkan. Suka juga dengan karakternya Kak Ezra yang mencintai dengan tulus. Aline adalah wanita yang beruntung namun ia tidak menyadarinya dan cenderung minder.

Gaya penulisan Mbak Prisca membuat saya ingin terus membaca hingga ke bagian paling akhir dari kisah cinta Aline- Sena. Novel ini selesai saya lahap dalam dua kali buka buku. Nggak biasanya secepat ini.

Novel ini juga banyak memberikan pengetahuan baru seputar lokasi di Paris dan kata- kata dalam bahasa Prancis. Gambar di atas ialah Jardin du Luxembourg, tempat Aline menemukan pecahan porselen milik Aeolus Sena (sumber gambar di sini ). Sayangnya ada beberapa yang tidak saya ketahui artinya karena tidak disertai dengan catatan kaki di bawahnya. Tapi hal itu tidak menjadi masalah besar.


Banyak yang bilang covernya bagus, tapi pas lihat, saya sempat nggak yakin kalau ini terbitan Gagas *minta dijitak*. Rupanya ada kejutan menanti dibalik covernya. Sebuah kartu pos bergambar Menara Eiffel. Novel ini saya rekomendasikan bagi teman- teman yang suka novel roman dengan sentuhan yang unik dan segar. Dua kata untuk Paris: Aline, très bien (sangat baik) !

Happy Birthday RITM


Halo teman- teman…

Ada yang lagi punya novel idaman tapi belum terbeli kah? Kali ini, Mbak Nana, pemilik blog Reading in The Morning (selanjutnya saya sebut RITM saja) mengadakan giveaway dalam rangka ulang tahun blognya yang pertama. Ada giveaway pasti ada hadiah donk. Hadiahnya apa ya?

Yang menarik disini, hadiahnya bebas kamu pilih, sebuah buku atau novel dengan harga maksimal Rp 100.000,-  atau USD 10 jika kamu berbelanja di toko buku online internasional. Seru kan? Ada beberapa sumber toko buku online yang bisa dipilih, antara lain : Bukukita.com , The Book Depository, dan Better World Books.

So, buat teman- teman yang tertarik, yuk gabung. Tidak harus blogger buku, yang penting punya identitas dan isi Rafflecopter nya di sini ya. Giveaway ini berlangsung hingga 12 Maret 2013. Buruan yuk J