Daftar Review

Kamis, 09 Mei 2013

Big Brother Complex - Primadonna Angela


Judul                  : Big Brother Complex

Pengarang          : Primadonna Angela

Penerbit             : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal                 : 320 halaman




Sinopsis :
Sudah lama Monique pengin punya abang. Maka saat bertemu Rich – cowok ganteng yang menurutnya “sempurna”, Monique alias Nikki langsung menodong Rich jadi abangnya. Saking percayanya pada Rich, Nikki bercerita tentang cowok yang ia taksir – Nathaniel. Sayangnya Rich langsung menyebarkannya, tanpa sadar bahwa Nikki memang serius, bukan sekadar mengidolakan Nathan yang penyanyi terkenal itu! Nikki yang dipanggil “dukun palsu” karena gemar mengenakan pakaian hitam dan meramal menggunakan Tarot jadi kesal. Banyak yang meledeknya karena berani naksir Nathan.

Saat Nathan memintanya jadi pacarnya, Nikki langsung setuju. Semenjak pacaran dengan Nathan, Nikki menjadi lebih modis dan “gaul”. Dia bahkan diterima dalam geng cewek- cewek populer di sekolahnya, hal yang ia idam- idamkan sejak dulu.

Apa Nikki puas menjadi cewek ngetop walaupun rengan risiko kehilangan sahabatnya, Savitri dan Rich? Apa berpacaran dengan Nathan bisa membuat Nikki sembuh dari Big Brother Complex-nya? Baca dan temukan sendiri jawabannya!


Review :
Menjadi cewek yang dianggap aneh itu sesuatu banget ya. Itulah yang dirasakan oleh Monique alias Nikki. Dia sering dijadikan bahan ledekan teman- temannya, terutama Shandi, cewek cantik bak model di kelasnya. Di kelas, hanya Savitri yang mau bersahabat dengannya. Nikki sendiri pun bingung, mengapa Savitri yang jauh berbeda dengannya mau bersahabat dengannya. Tapi Nikki bersyukur. Setidaknya ia tidak sendirian. Dan, oh ya, masih ada Rich, ‘abang’nya yang selalu menjadi tempat sandaran yang baik. Rich bukan abang kandung Nikki, tapi ia sangat baik dan perhatian terhadap Nikki. Ia punya panggilan khusus kepada adiknya, yaitu Carrisa. Nikki sendiri tidak tahu alasan apa yang membuat dirinya dipanggil dengan nama yang bukan namanya.

Seaneh- anehnya Nikki, ia tetaplah cewek SMA biasa yang bisa naksir sama cowok. Dan cowok yang ia taksir itu bintangnya kota Bandung. Nathan namanya. Ia teman Rich, satu sekolah dengan Nikki. Setiap hari, Nikki hanya bisa melihat Nathan dari kejauhan. Rich kira rasa suka Nikki terhadap Nathan hanya sebatas kagum, jadi ia menceritakan hal itu ke Setyo, embernya sekolah. Bisa ditebak, berita itu menyebar dengan cepat bak virus. Jadilah Nikki semakin diledek.

Namun keajaiban itu benar- benar ada. Tak lama setelah peristiwa itu, Nathan mengungkapkan perasaannya pada Nikki. Nikki tentunya senang sekali. Yang diinginkannya terwujud. Maka jadilah mereka pacaran. Namun pacaran dengan Nathan tidak membuat Nikki bahagia. Demi menyenangkan Nathan, ia rela mengubah karakternya. Nikki yang biasanya tidak menyukai warna pastel dan cerah, kini menjadi Nikki yang modis dengan pakaian yang cerah dan aksesoris yang girly. Nikki bahkan menjadi dekat dengan Maddy (ibu kandung Nikki yang Nikki tidak suka), padahal jika Maddy datang berkunjung, Nikki akan berada dalam jarak sejauh mungkin dengan Maddy.

Tidak hanya itu, persahabatan Nikki dengan Savitri pun retak. Savitri hanya mencoba menjelaskan realita yang ada, Nikki malah menganggap Savitri tidak berbahagia untuknya. Bahkan Rich pun menjauh darinya. Nikki yang sekarang telah berubah.

Dan setelah semua yang dilalui, Nikki tidak tahan. Ia menumpahkan semuanya pada Mamah (ibu tirinya sekaligus ibu favorit Nikki kalau disuruh memilih antara Mamah atau Maddy). Namun penyesalan selalu datang terlambat. Saat Nikki menyadari ia tidak mencintai Nathan, dan cowok yang sebenarnya ia cintai, Rich, pergi meninggalkannya ke New York, apakah Nikki akan kehilangan segala yang berharga? Apakah semuanya benar- benar terlambat?



Ini novel kedua Mbak Primadonna Angela yang saya baca setelah Kotak Mimpi. Membaca bab- bab awal novel ini , entah mengapa saya kurang tertarik. Mungkin dari gaya penulisan dan bahasanya yang saya kurang suka. Sempat terpikir untuk tidak melanjutkan baca novel ini, tapi saya tetap mencoba untuk membacanya hingga habis.

Memasuki pertengahan cerita, saya mulai tertarik untuk membaca lebih jauh. Dan semakin ke halaman belakang, ceritanya semakin oke. Saat konflik mulai muncul pun saya dapat menikmatinya hingga ke penyelesaian dan akhir cerita.

Kejadian yang dialami oleh Nikki juga bisa menjadi pembelajaran bagi kita, terutama yang masih muda. Jadilah diri sendiri dan hindari yang namanya mamanfaatkan orang lain demi kesenangan sendiri.  Secara keseluruhan, teenlit ini bagus untuk dibaca. Selamat membaca J

Goodbye Happiness - Arini Putri


Judul             : Goodbye Happiness

Pengarang    : Arini Putri

Penerbit        : GagasMedia

Tebal              : 312 halaman







Sinopsis di belakang novel :


Review :
Skandar… bisa jadi dia adalah… Peter Pan-ku (Krystal di hal. 20)

Semuanya bermula dari jepretan foto Skandar. Cowok itu sekelas dengan Krystal namun mereka tidak pernah dekat sebelumnya. Hingga hari ini, saat Skandar diam- diam memotretnya di dalam ruangan seleksi anggota teater. Saat giliran Krystal naik pentas pun begitu. Skandar terus memotretnya meski kata Skandar, Krystal bukan model yang bagus.

Sejak saat itu mereka mulai dekat. Skandar bahkan pindah untuk duduk dengan Krystal. Banyak teman yang mengira mereka sudah pacaran. Namun tidak. Krystal senang bisa berada di dekat Skandar. Skandar memiliki pesona yang seolah menghipnotisnya. Bagi Krystal, Skandar adalah Peter Pan-nya. Bagi Skandar, Krystal adalah Tink-nya. Itulah sebabnya Skandar selalu memanggil Krystal dengan sebutan Tink.

Skan tidak mempunyai teman selain Krystal. Maka saat rumah Skan terbakar dan Ayah tirinya sudah tidak mau lagi menampung Skan, Skan tinggal bersama Krystal. Ibu kandung Skan meninggal dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Ujian Nasional pun berlalu dan saatnya melanjutkan studi ke bangku kuliah. Krystal mencoba ujian beasiswa jurusan sinematografi di universitas di negeri ginseng, Korea, dan berhasil mendapatkannya. Namun Skan malah kelihatan tidak senang karena Krystal tidak memberitahunya. Mengejutkan, tak berapa lama kemudian surat pemberitahuan yang sama tiba di rumah Krystal. Pengirimnya sama, dari Chung- Ang University, Seoul, South Korea. Hanya saja nama yang tertera berbeda. Bukan Krystal, melainkan Skandar. Krystal terlalu terkejut. Setahunya, Skandar pasti akan mengambil jurusan fotografi. Ternyata Skandar malah lebih memilih jurusan yang sama dengannya.

Kehidupan mereka di Seoul pun dimulai. Mereka tinggal di apartemen yang bersebelahan. Kondisinya masih sama seperti saat berada di Indonesia. Skan dan Krystal selalu bersama. Kapanpun, dimanapun. Meski tidak terikat dalam hubungan yang dinamakan pacaran,  Krystal cukup bahagia dengan adanya Skan di sampingnya.

Berkat kemampuan Krystal yang baik, ia berhasil diterima untuk mengikuti training di salah satu manajemen besar di Seoul, NK Entertainment. Krystal sangat senang. Namun semakin dekat menuju impiannya, masalah mulai bermunculan.

“Kau tidak akan gagal. Kau pasti berhasil menjadi aktris. Lagi pula, jika seandainya cita- citamu adalah menjadi penjaga perpustakaan, itu tidak ada pengaruhnya bagiku. Aku merasa nyaman denganmu karena itu aku menjadi sahabatmu. Aku adalah sahabatmu dan aku akan mendukung cita- citamu.” (Nayoung di hal. 215)

Park Seungho, aktor Korea yang tengah naik daun itu ternyata berasal dari manajemen yang sama dengan Krystal. Otomatis dia senior Krystal. Keduanya pun sering bertemu. Dan Park Seungho jatuh hati pada Krystal. Skan yang melihat hal ini tentu saja tidak senang.

Perbedaan demi perbedaan terus hadir. Skan yang tidak suka dengan kedekatan Krystal pada pria selain dirinya. Juga Krystal yang tidak habis mengerti mengapa harus selalu dia yang memahami Skan, pria itu tidak pernah memahaminya. Bahkan Skan sendiri tampak dekat dengan modelnya, Vanessa Ahn.

Tapi sayangnya, yang berada di sisimu belum tentu milikmu. Seperti itulah Skan bagiku.sangat dekat, tetapi tak tergapai. Dalam hati, aku terus menambahkan, mungkin saja hanya belum tergapai. (Krystal di hal. 58)

Musim- musim berlalu. Apakah kedekatan Krystal dengan Skan akan berakhir begitu saja? Bagaimana dengan Park Seungho yang mencintai Krystal setengah mati? Ikuti kisah mereka di Goodbye Happiness.

“Tink,” panggilnya tiba- tiba membuka suara. “Kamu tahu jalan cerita film tadi, kan? Dua tokoh utamanya kelihatan deket banget, tapi ternyata di akhir cerita mereka mesti pisah. Menurutmu, gimana kalau suatu hari kita yang ngalamin itu?” (Skandar di hal. 71)



Rasanya terlalu banyak yang mau ditulis tapi juga tidak bisa dituliskan sehingga beginilah reviewnya. Novel kedua dari Mbak Arini menceritakan tentang cinta segitiga Skan- Krystal- Seungho yang banyak mengaduk emosi pembaca. Ceritanya kalau mau dibilang cenderung biasa saja namun emosi yang diciptakan..dahsyat bo!

Di awal cerita, pembaca langsung dibawa kepada kehidupan artis Seungho- Krystal. Barulah setelah konferensi pers, cerita dari awal pertemuan Krystal dengan Skan hingga Seungho dimulai. Idenya cukup bagus.

Kalau ada tokoh yang membuat kening saya sering berkerut, dia adalah Skan. Awalnya (sebelum membaca sampai ke bagian belakang) saya merasa Skan sedikit aneh *tapi saya malah teringat Skan waktu makan ramen Korea..iihh* . Dia selalu melindungi Krystal dengan caranya sendiri. Mau dibilang egois, tapi..ummmmhhh….aihh, sikapnya seolah mendominasi setiap bagian dari diri Krystal. Semua yang Krystal lakukan harus disetujui oleh Skan, kalau tidak, cowok itu bakalan ngambek.

Berbeda dengan Park Seungho yang bikin pembaca cewek jatuh cinta sama dia. Bukan karena dia artis Korea ya, tapi karena cintanya yang begitu tulus. Setiap hal yang ia lakukan selalu atas nama kebahagiaan Krystal. Pokoknya yang Krystal tidak suka, jangan dipaksakan.

Karena itulah, saya memberi empat bintang untuk novel ini.
1,5 --- untuk covernya yang kece abis *korban cover* : ))
1,5 --- Seungho oppa yang keren :D
1,5 --- ending yang memuaskan.
-0,5 – Skan yang membuat segalanya menjadi rumit dan kurang menyenangkan.

Well, saya tidak bisa mereview banyak. Beli novelnya, baca, dan rasakan emosi yang dalam di kehidupan mereka. Selamat membaca :)

Senin, 29 April 2013

For Sale Part II



Hai teman- teman, dalam rangka mengosongkan rak buku dan menambah budget buat beli novel baru, maka saya menjual beberapa novel yang sudah saya baca, bahkan ada beberapa di antaranya yang belum pernah saya baca. Okelah, daripada lama- lama, ini dia daftar novel yang saya jual :
1.      Unforgettable – Winna Efendi (Gagasmedia, 176 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya masih mulus banget, bersampul dan tidak ada bekas lipatan di lembar halamannya. Di bagian paling belakang novel ada ditulis tanggal pembelian tapi nggak besar- besar amat. Pembatas bukunya juga masih ada. 95% masih oke.
Harga : Rp 30.000,-
resensinya ada di sini

2.       Rain Affair – Clara Canceriana (Gagasmedia, 342 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya agak lecek di bagian cover (dari depan tidak kelihatan, tapi begitu buka dalamnya langsung terlihat adanya kerutan, mungkin dilengkungkan saat dibaca). Novelnya bersampul dan pembatas bukunya masih ada. Di bagian ujung kanan novel ada sedikit tertekuk. Kondisi 80% oke.
Harga : Rp 20.000,-


3.       The Last Empress – Anchee Min (Hikmah-Mizan, 539 halaman) SOLD -  THANK YOU
Kondisinya masih mulus, bersampul, halamannya rapi, dan lengkap dengan pembatas bukunya karena masih belum pernah dibaca. Hanya saja bintik- bintik kuning sudah menghiasi bagian samping, atas, dan bawah buku. Dua hingga tiga halaman pertama dan  halaman akhir (dua hingga tiga halaman juga) ada bekas seperti terlipat di tengah (tapi bukan terlipat ya) karena pembatas yang nempel sama cover nya (apa itu sebutannya ya, yang terdapat di beberapa buku). Kondisinya 80% (gara- gara kertas yang menguning itu).
Harga : Rp 20.000,-

4.       Morning Sunshine – Irin Sintriana (Media Pressindo, 192 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya mulus, rapi, tidak ada halaman yang terlipat, dan bersampul. 95% oke.
Harga : Rp 20.000,-
Resensinya bisa dilihat disini ya


5.       When Toothbrush Meet Love – A. Paramita (Glitzy, 237 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisi masih mulus, rapi, tidak ada halaman yang terlipat, dan bersampul. Tanggal pembelian novel ditulis di bagian belakang novel (tidak besar- besar kok). Tidak ada pembatas bukunya (dari pertama buka segelnya memang tidak ada). Sedikit saja kehitaman di sudut kanan bawah novel. 90% oke.
Harga : Rp 25.000,-
Resensinya bisa dilihat di sini ya

6.       Fly Him to The Moon – Mariskova (GPU, 352 halaman)
Masih mulus, bersampul, tidak ada bekas lipatan di lembar halamannya. Ada tanggal pembelian yang ditulis di halaman belakang novel. Di bagian sudut ada yang sudah kehitaman (tapi belum parah) dan di bagian atas buku sudah mulai muncul (sedikit) bintik hitam dan kuning. Tidak ada pembatas bukunya (dari penerbit memang tidak ada). 85% (karena bintik-bintiknya) oke.
Harga : Rp 20.000,-

7.       The Sweetest Kickoff – Wiwien Wintarto (GPU, 312 halaman)
Kondisi masih mulus, rapi, bersampul, dan tidak ada bekas lipatan (belum pernah dibaca). Tanggal pembelian tertulis di belakang novel. Tidak ada pembatas bukunya (dari penerbit memang tidak ada). Jejak kehitaman ada di sudut kanan bawah novel. 95% oke.
Harga : Rp 12.000,-

8.       Soulmate(dot)com – Jessica Huwae (GPU, 224 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisi masih mulus, rapi, bersampul, dan tidak terlipat. Di bagian belakang novel ada ditulis tanggal belinya. Bintik kuning sudah mulai tampak dan ada jejak kehitaman di sudut kanan bawah novel. 90% oke.
Harga : Rp 18.000,-


9.       Pencari Harta Karun – Agnes Jessica (GPU, 224 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya masih mulus, rapi, bersampul, dan tidak terlipat. Tidak ada pembatas bukunya (pas beli memang tidak ada). 95% oke.
Harga : Rp 20.000,-

10.   Cinderella Tuathina – Mimosa Q. (GPU, 208 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya lumayan, cover depan dan belakang agak tertekuk dan menimbulkan kerutan (tapi tidak tampak dari depan) sedangkan lembarannya masih mulus, tidak ada bekas lipatan. Novel tidak bersampul dan belum pernah dibaca. Pembatas bukunya masih ada. 90% oke.
Harga : Rp 20.000,-

11.   Online Addicted! – Irena Tjiunata (GPU, 200 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya masih mulus, rapi, tidak ada halaman yang terlipat, bersampul, dan pembatas bukunya masih ada. Di bagian belakang ada ditulis tanggal beli novelnya. 95% oke.
Harga : Rp 25.000,-
Resesnsinya bisa dibaca di sini ya.

12.   Airframe – Michael Crichton (GPU, 552 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisi masih mulus, rapi, tidak terlipat, bersampul, dan pembatas bukunya masih ada. Di bagian belakang ada ditulis tanggal beli novelnya. Ada sedikit jejak kehitaman di sudut kanan bawah novel. 95% oke.
Harga : Rp 45.000,-
13.   The Keep – Jennifer Egan (GPU, 320 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisi novel masih mulus (belum pernah dibaca), rapi, bersampul, dan tidak ada halaman yang terlipat. Pembatas buku tidak ada (dari penerbit memang tidak ada). Di bagian belakang novel ada ditulis tanggal belinya. Bintik hitam dan kuning mulai ada. 90% oke.
Harga : Rp 12.000,-
14.   Grand Avenue – Joy Fielding (GPU, 480 halaman) SOLD - THANK YOU
Kondisinya masih lumayan, tidak ada halaman yang terlipat, bersampul, dan rapi. Hanya di bagian depan novel retak sedikit. Bintik kuning menempel di bagian atas novel. 88% oke.
Harga : Rp 20.000,-

Itulah daftar novel yang dijual. Foto mengenai kondisi novelnya tidak saya tampilkan, bisa panjang sekali soalnya kalau mau difoto satu- satu. Bagi teman- teman yang berminat atau mau tanya- tanya seputar kondisi novel, bisa email saya di ertalin@windowslive.com atau sms saya di 081396433283
Ditunggu ya :)

Minggu, 28 April 2013

Cotton Candy Love - Priscila Stevanni



Cotton Candy Love

Priscila Stevanni
Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
244 halaman


Sinopsis :

Entah kenapa, kejadian sembilan tahun silam itu terus teringat di kepalaku. Kamu, kepolosanmu, dan gula kapas di tanganmu. Seakan ini sudah diatur, kebetulan yang telah ditakdirkan. Aku bertemu lagi denganmu, dengan segala perubahan. Kita sama sekali berbeda, tak lagi seperti dulu yang lucu dan lugu.

Perpisahan meninggalkan kenangan….

Lalu, sebuah pertemuan yang manis, menyenangkan, tapi singkat. Sama seperti potongan gula kapas yang meleleh dalam mulut.

Review :

Sessa masih mengingat dengan jelas pertemuan singkatnya dengan anak laki- laki yang –padahal – tidak ia kenal yang memberikannya gula kapas sembilan tahun lalu. Bahkan ia masih menyimpan tangkai dari gula kapas itu. Olehnya anak laki- laki itu ia panggil dengan pangeran gula kapas. Dan Sessa berharap bisa bertemu dengannya suatu hari nanti.
˜
Sessa tumbuh sebagai remaja yang cantik. Tidak hanya itu, ia adalah salah satu siswi populer yang aktif di sekolahnya, JPS. Siapapun pasti mengenalnya. Kebaikan hatinya seolah menambah kesempurnaannya. Namun dibalik itu semua, saat sahabat- sahabatnya sedang menikmati masa remaja mereka dengan cinta, Sessa masih belum juga merasakan cinta.

Lalu semuanya berubah saat cowok dingin itu masuk ke dalam kehidupan Sessa. Namanya Ezra. Ia duduk sebangku dengan Sessa saat memasuki awal tahun ajaran di kelas sepuluh. Ini bukan pertanda yang bagus. Sessa berusaha untuk optimis. Ia yang duluan menyapa Ezra dan yang ia dapat hanya kebekuan Ezra. Namun Sessa tidak patah semangat. Ia terus mencoba berinteraksi dengan Ezra.

Perlahan, Ezra yang terkenal cuek dan sering bolos mulai berubah. Ia jadi lebih ceria dan bersemangat berkat Sessa. Dan Sessa merasa senang. Satu yang Sessa ketahui adalah Ezra ternyata orang yang baik. Dibalik kecuekannya itu tersimpan kasih sayang yang tulus.

Perlahan Sessa mulai mengenal siapa Ezra dan mengapa Ezra selalu bersikap tertutup. Ya, selalu ada alasan dibalik semua sikap dingin Ezra. Ada masa lalu yang menghantui. Bahkan tidak hanya Ezra, Sessa juga memiliki masa lalu yang ia simpan rapat- rapat. Dan masa lalu itu ia gunakan sebagai cambuk yang menjadikannya untuk selalu sempurna dalam melakukan segala hal.

Ezra dan Sessa saling melengkapi. Sessa berhasil meluluhkan hati Ezra dan mengembalikan semangat hidupnya, menunjukkan betapa berharganya Ezra. Ezra berhasil membuat Sessa untuk tidak mati- matian agar bisa menjadi yang terbaik dan diingat orang.

Seiring berjalannya waktu, kedekatan mereka menumbuhkan rasa cinta. Tapi tidak semua kisah cinta berakhir manis. Ezra harus dihadapkan pada kenyataan bahwa gadis yang setengah mati mencintainya namun tidak ia cintai kembali. Ayah Ezra memaksa Ezra untuk kembali ke Jerman bersama gadis itu.

Siapkah Sessa untuk kehilangan Ezra? Apakah Ezra akan kembali menjadi Ezra yang beku? Ikuti kisah mereka di Cotton Candy Love.
˜


Pertama tergoda buat beli novel ini karena pembatas bukunya yang cute sekali. Dan setelah dibaca, ini dia yang saya dapatkan…..
Konflik yang diciptakan ringan, biasa lah, seputaran kisah roman remaja yang tidak ribet. Pengarang menonjolkan sisi positif yang dapat menjadi pembelajaran bagi remaja sekarang, yaitu sikap peduli, setia kawan, semangat dalam menjalani hidup (meski kenyataannya masih susah diterapkan ya. He he..)
Bagian ending (menurut saya) terlalu cepat. Ezra yang *tiitt….sensor supaya tidak spoiler* . Penggunaan tanda koma juga rasanya terlalu banyak sehingga saya merasa kurang nyaman. Untunglah semakin ke depan, frekuensi penggunaan koma berkurang.
Dan ngomong- ngomong soal tokohnya, tokoh yang bernama Sadya muncul di pertengahan cerita. Awalnya saya kira kehadiran dia akan menciptakan konflik baru. Ternyata tidak. Ia adalah sepupu Ezra dan Yoza ( Yoza adalah sahabat dekat Sessa selain Agta). Melalui Sadya lah cerita mengenai mereka bertiga dan masa lalu Ezra terungkap. *ciyee..seperti detektif ajah..hihi..* Untunglah kehadiran Sadya disini tidak mubazir, ia menolong Sessa dari ancaman Elora, gadis centil yang sok cakep tapi jahat.
Secara keseluruhan, boleh lah bagi teman- teman penyuka novel remaja. Selamat membaca J

Senin, 15 April 2013

It Takes Two to Love - Christina Juzwar


Judul             : It Takes Two to Love

Pengarang    : Christina Juzwar

Penerbit        : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal              : 224 halaman

Sinopsis :
Sejak kecil Sarah berteman dengan Igi. Hingga mereka dewasa, persahabatan itu tidak luntur, malah semakin erat. Namun tak pernah ada kata cinta yang terucap di antara mereka.

Akhirnya Sarah bertemu Jans, fotografer baru di majalah Women’s Style, tempatnya bekerja. Kesan pertama Sarah tentang Jans adalah pria itu terlalu annoying. Tetapi Jans tidak menyerah untuk mendekati Sarah yang sudah mencuri hatinya sejak pertama kali mereka berjumpa. Sarah akhirnya luluh dan jatuh cinta.

Sarah terkejut luar biasa saat mendengar kabar bahwa Igi akan berangkat ke Inggris. Meski kecewa, ia tidak bisa melarang, dan mereka berjanji akan tetap menjaga persahabatan mereka.

Tetapi beberapa tahun kemudian saat pulang ke Indonesia, Igi tak sendiri. Ia pulang bersama Andien, pacarnya.

Apakah persahabatan Sarah dan Igi murni, ataukah ada percik- percik lain di antara mereka?
Review:
Sarah dan Igi. Mereka berdua hampir tidak terpisahkan. Dimana ada Sarah, disitulah Igi. Mereka bersahabat sejak kecil dan keduanya sudah saling tahu satu sama lain. Namun perasaan, siapa yang tahu?  Begitulah yang dialami oleh kedua sahabat ini. Tanpa Sarah ketahui, Igi memendam rasa padanya.

Pantesan Igi jadi uring- uringan saat tahu bahwa Jans, cowok yang dulunya dibenci oleh Sarah, jadian sama Sarah. Bahkan Igi memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan berkarir di Inggris. Sarah sempat sedih, sahabat terbaiknya akan meninggalkannya. Namun keputusan Igi sudah bulat.

Saat mendengar kabar dari rekan kerjanya bahwa Igi sudah mempunyai pacar di Inggris, Sarah sedikit tidak rela. Akan tetapi ia harus mengerti bahwa pada akhirnya mereka berdua memiliki jalan hidup masing- masing. Mereka akan berkeluarga juga suatu hari nanti.

Setidaknya itulah yang dirasakan Sarah. Persahabatan mereka akan tetap terjaga meski setiap dari mereka sudah menemukan belahan jiwanya. Namun lain dengan Igi. Ia kembali ke Indonesia dengan tujuan untuk mengungkapkan perasaan yang selama ini ia pendam. Bagaimana jadinya hubungan mereka? Apakah Sarah pun memiliki rasa yang sama? Siapa yang akan ia pilih pada akhirnya? Ikuti yuk kisah cinta dan persahabatan mereka di It Takes Two to Love.

Novelnya sih oke. Tema persahabatan yang diangkat oleh penulis diungkapkan dengan penuh emosi. Jadinya kita yang baca itu tertarik untuk baca lebih lanjut. Masalah sahabat-cinta dan segala kompleksitasnya disajikan dengan apik. Tidak terkesan memaksa dan alurnya juga rapi.

Sewaktu saya baca, tidak seperti biasanya saya mencoba menebak- nebak, kali ini saya hanya santai mengikuti arah cerita ini. sayangnya, saya kurang nyaman saat membaca bagian- bagian awalnya. Sepertinya diungkapkan dengan terburu- buru. Tapi selebihnya oke. Secara keseluruhan novel ini bagus. Semoga saya dapat membaca karya Mbak Tina yang lainnya yang nggak kalah oke (dan yang pastinya lebih oke lagi). Selamat membaca J

Happy (belated) Birthday Bebiii


Happy birthday to you…
Happy birthday to you…
Happy 2nd Anniversary BBI (Bebiii)..
Wah wah wah…..waktu berlalu dengan cepat. Tanpa terasa usia Bebii sudah menginjak angka dua. Selamat ulang tahun ya Beb, happy (belated) birthday, Beb. Semoga BBI makin oke dan makin ramai, dan juga pastinya bloggernya yang satu ini *ngaca sendiri* bisa tambah rajin ya..hehe..

Dalam komunitas ini, boleh dibilang saya itu pasif banget. Selain baca novelnya lambat, juga sering telat nge-reviewnya *ngaku dosa :p* Dengan BBI yang tahun ini sudah semakin di-upgrade, saya berharap bisa semakin up-to-date dan juga bisa semakin mengenal teman- teman sesama blogger  buku.

Melalui BBI juga, saya banyak mendapat informasi seputar buku novel, rekomendasi, belajar mereview novel lebih baik lagi, dan ikutan berbagai giveaway yang diadakan para anggota. Membantu banget deh bagi pecinta novel.

Okelah, nggak panjang cuap- cuapnya. Overall, wish BBI all the best. Semoga juga anggota BBI semakin banyak, terutama untuk yang dari Medan. He he..

Rabu, 20 Maret 2013

Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa - Prisca Primasari




Judul               : Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa
Pengarang      : Prisca Primasari
Penerbit          : Gagasmedia
Tebal              : 292 halaman
Vinter
Seperti udara di musim dingin, kau begitu gelap, muram, dan sedih. Namun, pada saat bersamaan, penuh cinta berwarna putih. Bagaikan salju di Honfleur yang berdansa diembus angin….
Florence
Layaknya cuaca pada musim semi, kau begitu terang, cerah, dan bahagia. Namun, pada waktu bersamaan, penuh air mata tak terhingga. Bagaikan bebungaan di Paris yang terlambat berseri….
Review :
Kaki Florence terus membawanya sejauh yang ia bisa. Ia tengah kabur dari acara perjodohan oleh kedua orangtuanya. Florence tidak setuju. Jadilah ia duduk di kereta menuju Honfleur. Seakan ikut mengejeknya, tas yang ia bawa serta dalam perjalanan, ikutan rusak. Barang- barangnya terpaksa ia tampung dengan kedua tangannya.
Saat berada di kereta, seorang pria yang tampak gusar meminta izin Florence agar dapat duduk di sana, bersama wanita itu. Florence tentu mengizinkannya. Ia jadi punya teman perjalanan. Dilihatnya pria itu membawa sebuah tas yang ternyata adalah hadiah dari pria itu untuk –mungkin- kekasihnya. Mengetahui keadaan Florence, pria itu memberikan tasnya untuk Florence. Florence sangat berterima kasih.

Aku hanya berpikir dia berbeda dengan semua orang yang pernah kau kenal.
Dia memang penyendiri, tapi aku bisa merasakan kebaikannya.
Dia agak kelam, kau ceria. Kupikir kau bisa melengkapinya.
Aku semakin yakin dia adalah orang yang tepat untukmu, ketika aku sadar bahwa aku tidak hanya memikirkan kebahagiaanmu. Tapi, juga kebahagiaannya--Hal . 232

Vinter, nama pria itu, tengah bermasalah dengan kelompok seniman yang tiba- tiba membatalkan acara mereka untuk tampil di kediaman teman Vinter. Padahal acaranya hari ini. Sebagai balas budi atas kebaikan Vinter, Florence membantu pria yang sedang gelisah itu. Ia yang akan menggantikan kelompok seniman itu. Awalnya Vinter ragu, tetapi Florence meyakinkannya bahwa ia mampu, secara Florence adalah guru les biola dan ia jago dalam bidang kesenian.
]
Hasilnya sungguh mengagumkan. Florence sangat lihai, membacakan puisi, bernyanyi, memainkan piano. Semuanya ia lakukan sendiri. Baik Zina, teman Vinter, para pelayannya, dan Vinter, terkagum- kagum atas pertunjukan yang ditampilkan Florence. Namun Zima tidak menunjukkannya. Hingga saat Florence meminta waktu untuk mempersiapkan drama, Zima menolaknya. Ia tidak suka seperti itu. Ia pun mengusir Florence. Bahkan ia tidak membayar Florence sepeser pun.
Usai pertunjukkan itu, Florence sudah bebas dari tugasnya. Vinter berterimakasih pada wanita itu dan mereka akan menjalani kehidupan masing- masing seperti semula. Namun Florence merasa aneh. Ia belum siap untuk kehilangan pria itu. Maka, dengan segala upaya, Florence kembali mencari Vinter. Meski harus berhadapan langsung dengan Zima yang galak dan sudah pasti tidak menyukainya.

“Bagaimana aku bisa hidup?” Zima terkikik. “Dengan memberi,” jawabnya kemudian. Zima di hal. 276.
Kau takkan pernah bisa bahagia sebelum memaafkan, memberi kesempatan, dan menyayangi dirimu sendiri, Zima di hal. 277

Mereka kembali menghabiskan waktu bersama. Perlahan, Florence mulai mengenal siapa Vinter sebenarnya. Mengapa Vinter selalu terkesan menutup diri, mengapa kesepian selalu menjadi teman baiknya, dan berbagai jawaban atas ‘mengapa- mengapa’ yang lainnya. Semakin mengenal Vinter, Florence semakin tidak dapat melepaskan pria itu.

Dia membutuhkan seseorang untuk membuat dirinya cerah. Dan tegar.
Dan aku merasa bisa melakukannya….
Walaupun aku sendiri juga sangat rapuh. Tetapi tidak lebih gelap dibandingkan dirinya…. Florence di hal. 210

Saat kembali ke Paris, wanita itu menjadi tidak bersemangat. Jiwanya hilang setengah. Ketika kesempatan itu tiba, saat Vinter mengadakan pameran di Paris, akankah takdir mempertemukan mereka?
Perasaan yang muncul ketika karyamu dikagumi orang, sungguh tak tergambarkan.
Setelah selesai membaca Paris : Aline (klik judul untuk melihat reviewnya), saya langsung membaca novel Mbak Prisca yang satu ini. Dan saya tidak kecewa, malah sangat menyukai novel ini. Novel dengan setting Paris (lagi) dan Honfleur berhasil memunculkan kesan yang berbeda dari novel- novel pengarang lokal lainnya. Seperti novel sebelumnya, Mbak Prisca menuliskannya dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Suasananya memunculkan kesan klasik tapi tidak bikin bosan, saya suka sekali. Banyak istilah seni yang muncul dalam novel ini, jenis musik dan lukisan. Penulis tampak menguasai sekali semua detil seninya. Saya sempat berpikir kalau kisah mereka ini terjadi sudah lama sekali. Saat kata ‘ponsel’ muncul dalam kalimat, baru deh saya ngeh.
Ceritanya mengalir begitu saja, tidak terlalu cepat juga tidak terlalu lambat. Takarannya pas. Bahkan setelah novel ini selesai saya baca berminggu- minggu yang lalu, saya masih dapat membayangkan potongan- potongan kisah Vinter- Florence saat saya menuliskan nama mereka. Uniknya juga, kisah hidup Vinter sebelum bertemu Florence dibahas setelah cerita berakhir. Jadi, bagi pembaca yang sudah terlanjur  jatuh cinta sama Vinter bisa mengetahui tentang dia di bagian paling akhir.


Sungguh novel yang bagus. Romantis dan quote-quotenya juga oke, bikin melting lagi. Recommended deh bagi pecinta novel roman.