Daftar Review

Kamis, 01 Mei 2014

Coupl(ov)e - Rhein Fathia

Judul               : Coupl(ov)e
Pengarang      : Rhein Fathia
Penerbit         : Bentang
Tebal              : 388 halaman

Sinopsis :
Kau tahu, kenapa orang menikah selalu mendapat ucapan “Selamat Menempuh Hidup Baru?”
Karena mereka harus meninggalkan orang- orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.

Perjanjian konyol itu merusak semua cita dan anganku. Sungguh, tak pernah aku bermimpi akan bersanding denganmu di pelaminan. Ditambah lagi menghabiskan hidup hingga tua bersamamu.
Bagiku, kau tidak lebih dari sekadar sahabat yang sangat baik, yang setia menjadi pendengar kisah suka dukaku, yang punya bahu kuat untuk kusandarkan kepalaku dengan mata sembap karena tangis, dan yang selalu menjadi penyemangat untukku jalani hidup.
Haruskah aku seorang Halya menyerah pada fakta? Seperti katamu, sahabatku Raka…Komitmen itu seharusnya dipertahankan, bukan dilepaskan. Tapi yakinkah juga dirimu, kita akan sanggup bertahan?

Review:

Baik Halya maupun Raka tidak menyangka mereka akan menikah dan hidup bersama. Sejak zaman SMA, mereka sudah bersahabat. Tak jarang orang mengira mereka berpacaran. Keduanya selalu dekat. Halya dan Raka sangat menikmati persahabatan mereka. Gila- gilaan bersama. Padahal Raka adalah sosok genius yang tidak memiliki banyak teman semasa sekolah. Hanya Halya lah yang menjadi temannya.

When there is outer beauty, one’s mind is happy. When there is inner beauty, one’s soul is happy. Only when there is a balance between both of them, there can be harmony. (hal.113)

Setelah lulus, mereka melanjutkan kuliah sesuai bidang studi yang mereka inginkan. Halya dan Raka berpisah karena Halya kuliah di UI sedangkan Raka kuliah di ITB. Namun keduanya tetap bertemu saat Halya kembali ke Bandung.

Urusan cinta, Halya duluan. Ia bertemu dengan Riki, kakak kelasnya di UI. Namun hubungan mereka tidak bertahan lama. Riki selingkuh dengan teman Halya sendiri. Halya patah hati sekaligus trauma. Yang menjadi tempat curhatnya, tentu saja Raka. Hingga akhirnya luka itu perlahan sembuh, Halya berani menjalin cinta kembali. Kali ini dengan Gilang. Mereka saling menyayangi. Gilang meski awalnya merasa aneh dengan kedekatan Halya dengan Raka, akhirnya bisa menerima bahwa wanita yang dicintainya itu memang benar- benar mencintainya dan hubungannya dengan Raka hanya sebatas sahabat.

Gilang juga suka memberi kejutan kepada Halya. Puncaknya adalah saat ia melamar Halya. Halya tentu saja tidak menolak. Namun setelah itu, Gilang tidak pernah muncul lagi. Halya benar- benar hancur. Pekerjaannya ikut berantakan.

Unspoken words will give you pain, sometimes. (hal. 291)

Berbeda dengan Raka yang selalu menggunakan logika. Terhadap wanita yang sangat ia cintai pun begitu. Raka berusaha untuk menghormati Rina dengan tidak mengajaknya pacaran tapi langsung meminangnya saat Raka sudah mapan nanti. Rina sendiri jelas patah hati saat Raka tak kunjung menyatakan cintanya. Ia menerima saat dijodohkan, mengabari Raka dan berharap Raka mencegahnya. Memang dasar Raka yang logisnya nggak ketulungan, Raka malah melepaskan Rina, mendoakan yang terbaik untuk Rina. Setelahnya, Raka patah hati.

Hingga waktu pun berlalu dan usia kian bertambah, orangtua masing- masing juga mendesak agar anak- anak mereka segera menikah. Dan ide itu pun muncul. Raka mengajak Halya untuk menikah. Awalnya Halya canggung, belum terbiasa dari status sahabat yang kini berubah menjadi istri seseorang.

What does love mean, Ka?” tutur Halya lirih. “It means, you’re happy to see someone you love happy. (hal.207)

Pernikahan mereka berlangsung datar. Masing- masing memendam luka yang sulit disembuhkan. Halya dengan bayangan Gilang. Rina kembali untuk merebut Raka setelah pernikahannya dengan Adi, pria yang dijodohkan dengannya, gagal. Lalu, bagaimana Halya menyikapi pernikahannya dengan Raka yang tidak biasa? Ikuti kisah selengkapnya dalam Coupl(ov)e.
©

Cerita ini dibagi ke dalam empat bagian. Part 1 bercerita tentang kehidupan awal pernikahan Raka dan Halya. Kemudian flash back di part 2 ke zaman SMA hingga ke kehidupan mereka setelah mereka tamat kuliah dan mendapat pekerjaan. Lanjut ke part 3 yang menceritakan tentang persiapan pernikahan Halya dan Raka. Kembali ke masa sekarang, di bagian terakhir ini menceritakan tentang kehidupan pernikahan Halya dan Raka yang semakin kompleks.

Novel ini banyak direkomendasi oleh teman- teman pembaca dan tidak salah kalau novel ini akhirnya menjadi salah satu koleksi. Ceritanya ringan, mengangkat tema sahabat menjadi cinta tapi tidak bosan untuk diikuti. Kagum sama persahabatan yang solid banget antara Raka dan Halya. Jadi penasaran, ada nggak ya persahabatan yang seperti itu di dunia nyata?

Saya merasa nyaman  saat membacanya padahal awalnya sempat ragu apakah saya sanggup membaca novel bertema persahabatan yang cukup tebal ini (secara genre favorit saya adalah romance).  Ternyata malah sempat begadang saat menamatkan baca Coupl(ov)e. Bagi teman- teman yang suka dengan kisah persahabatan dan cinta yang manis, novel ini saya rekomendasikan untuk teman- teman. Selamat membaca J

The Not-So-Amazing Life of @aMrazing - Alexander Thian

Judul               : The Not-So-Amazing Life Of @aMrazing
Pengarang      : Alexander Thian
Penerbit         : GagasMedia
Tebal              : 220 halaman

Sinopsis :
BAPAK itu merogoh kantong celananya, lalu mengeluarkan bergepok- gepok uang.
“Nih! Sekian belas juta!”
Bahkan setelah menghitung sekian belas juta, sisa uang di tangan Bapak itu masih banyak. Fakta bahwa bajunya lusuh, serta handphone lamanya buluk segera terlupakan. Rupanya Bapak ini orang tajir yang tak tahu cara berdandan serta belum melek teknologi. Gue lagi- lagi salah menilai. Terkadang manusia memang hanya memandang penampilan luar. Menghakimi bahwa sebuah buku pasti jelek isinya hanya karena cover yang buruk.
Berlama- lama si Bapak mengagumi handphone terbarunya. Setelah puas, ia kembali bertanya hal yang paling penting.
“Dek, gimana cara main Fesbuk? Terus, internet itu apa, sih?”
The Not-So-Amazing Life of @aMrazing merupakan kumpulan kisah pengalaman Alexander Thian saat menjadi penjaga konter handphone di sebuah mal. Tidak sekadar menjual handphone, Alex memotret manusia melalui berbagai tingkah laku para pelanggan yang datang. Ada mereka yang butuh tampil mengesankan dengan handphone tercanggih, mereka yang ingin membahagiakan orang terkasih, juga mereka yang tertipu (dan menipu). Adakah wajah kita di sana?

Review :
Empat belas kisah nano- nano Ko Alex dikemas dalam buku bersampul kuning ini. semuanya menceritakan pengalaman Ko Alex selama menjaga konter handphone. Ada kisah yang menggelitik, lucu, hingga mengharukan di dalamnya. Semuanya bercerita seputar pelanggan- pelanggan Ko Alex yang datang dan pergi dari konternya. Satu kisah yang menyentuh yang menjadi favorit saya adalah cerita berjudul Dummy Seharga Dua Juta.

Suatu hari, Pak Soni datang ke konter Ko Alex bermaksud untuk servis ponsel. Namun alangkah terkejutnya ia saat mengetahui bahwa ponsel yang ia beli dari orang yang tidak ia kenal adalah handphone dummy alias replika dari handphone asli. Padahal ponsel itu beliau beli untuk anaknya dengan menggunakan uang jerih payahnya.

Ko Alex yang simpati melihat Pak Soni pun meminta Pak Soni untuk membawa anaknya dan berjanji akan mengisikan aplikasi, lagu, game, secara gratis. Pak Soni tentu saja senang. Walaupun beliau telah ditipu, beliau sangat berbesar hati meski awalnya sedih dan kecewa. Keesokan harinya, saat Pak Soni membawa anaknya ke konter Ko Alex dan menceritakan tentang kondisi anaknya, Ko Alex sangat terharu. Kisah hidup Pak Soni dan Rama sangat sarat makna. Tak terasa mereka berbincang akrab dan sejak itu Pak Soni menjadi langganan tetap Ko Alex.
Selalu ada pelangi setelah hujan, dan selalu ada senyum di balik duka (hal. 47)

Kebohongan dan sikap ingkar terkadang jauh lebih menenangkan daripada mendengarkan kejujuran atau menghadapi kenyataan (hal. 42)

Kisah lain yang bikin emosi sejenak ialah kisah berjudul Nggak Canggih, Nggak Gaya? Nggak Gaul! yang menceritakan tentang seorang anak perempuan SD bernama Tasya yang menjadi korban perkembangan teknologi yang tidak tepat sasaran. Pengaruh lingkungan juga sih sebenarnya. Tasya merengek kepada Mamanya untuk dibelikan handphone baru yang harganya sangat mahal. Padahal handphone yang tengah digunakan Tasya sudah cukup canggih saat itu. Saat Mamanya tidak membelikan handphone baru untuk Tasya, Tasya mempermalukan Mamanya dengan mengamuk dan berteriak- teriak serta menangis. Katanya dia malu kalau ke sekolah nggak pakai handphone baru. Wah wah wah. Parah banget ya nih anak. Akhirnya Mamanya Tasya menjual handphone yang sedang beliau gunakan ditambah dengan sedikit uang tunai yang ditarik dari ATM. Menyedihkan.

Kedua belas cerita yang lain juga tidak kalah serunya. Membaca satu demi satu cerita membuat kita merenung. Ternyata menjaga sebuah konter handphone jika dilihat dari perspektif lain memberikan dampak yang berbeda. Buku ini selain menjadi pelepas stres saat merampungkan proposal skripsi juga membuat pikiran menjadi lebih fresh. Ringan untuk dibaca namun sarat makna. Love it!

Jumat, 04 April 2014

Barcelona Te Amo, Masih Ada Sketsa Rindu Untukmu

Judul               : Barcelona Te Amo
Pengarang       : Kireina Enno
Penerbit           : Bukune
Tebal               : 266 halaman
Sumber            : pinjam dari Mbak Lis
Sinopsis :
Tadinya, musim panas selalu muram.
Lalu, dia datang dengan senyumnya yang indah, ketika waktu mendamba detik- detik yang hangat dari matanya. Entah bagaimana, hati Katya begitu dingin ketika menepis uluran tangan laki- laki itu.
Kesepian pun menghantamnya.
Sepanjang La Rambla, angin menepi.
Sayap- sayapnya membawa Katya menari di antara pilar- pilar Gothic Quarter yang sunyi.
Membangkitkan rindu kepadanya, seperti ombak kepada pantai yang menunggu.
Maka, di sinilah Katya berada kini.
Menyambut genggaman tangannya.
Di Placa de Catalunya, tempat merpati bercengkerama.
Ketika matahari menyinari Barcelona.
Dia bagai musim panas yang begitu indah.
Te amo,” pelan ucap Katya.
Akankah dia dengar?

Te amo siempre,
Kireina Enno

Review :
Katya kehilangan kedua orang tuanya sejak ia masih SD. Ia kemudian diasuh oleh pamannya, Prana Hadiningrat. Katya disekolahkan di sekolah yang sama dengan Sandra, sepupunya yang juga adalah anak tunggal Prana. Sifat mereka sangat bertolak belakang. Katya dikenal sebagai anak yang pandai dan berbakat. Sandra sangat sembrono dalam berbagai hal. Sandra kerap membuat masalah. Katya dan Evan lah yang selalu melindungi Sandra. Evan adalah sahabat mereka sejak SD. Mereka kenal karena saat liburan sama- sama mengunjungi nenek mereka di kota Malang.
Hingga ketiganya beranjak dewasa, masalah yang ditimbulkan Sandra semakin menjadi- jadi. Salah satunya ialah mengutil di mal. Biasanya Evan yang akan membayar barang- barang yang sudah dicuri oleh Sandra. Katya selalu menyimpan rapat kebiasaan buruk sepupunya itu, tidak ingin pamannya bersedih dan kecewa.
Ternyata persahabatan mereka memunculkan percik cinta. Katya dan Sandra sama- sama menyukai Evan. Katya yang selalu mengalah kepada Sandra juga melakukan hal yang sama kali ini. Ia rela memendam perasaannya demi kebahagiaan Sandra. Maka, setelah lulus SMA, ia menerima tawaran pamannya untuk kuliah di Barcelona, mendalami kemampuan seni lukisnya.
Katya menjadi sosok yang tertutup dan pendiam setibanya di Barcelona. Kesehariannya ialah bekerja di galeri milik Maria dan Isidro, pasangan suami istri teman Prana. Pasangan itu sangat baik terhadapnya. Katya juga memiliki seorang sahabat bernama Lucia yang sangat mengerti dirinya. Perlahan ia mulai menata hatinya dan berusaha untuk melupakan Evan. Ia masih berkomunikasi dengan Evan dan Sandra – sesekali – untuk mengetahui kabar mereka.
Suatu hari, saat Katya sedang di luar bersama Lucia, galeri Maria kedatangan tamu. Tamu itu meminta untuk bertemu Katya secara langsung karena telah melihat lukisan dandelion milik Katya. Katya yang mendapat telepon dari Maria bergegas kembali ke galeri. Saat Maria memperkenalkan tamu itu sebagai Manuel Estefan, Katya masih tidak menyadari bahwa Manuel adalah kurator terkenal di Eropa yang sering dibicarakan. Katya baru sadar setelah Manuel pulang.
Manuel mengajak Katya untuk ikut serta dalam pameran lukisan. Berbeda dengan respon pelukis lainnya, Katya malah menolak. Manuel terus menerus meyakinkan Katya bahwa gadis itu sangat berbakat dan Manuel akan membantunya untuk mendapatkan inspirasi melukis. Katya setengah jengkel pada Manuel karena pria itu selalu terkesan memaksa – dan dingin.
Baik hari Katya maupun Manuel berubah setelah perkenalan mereka. Manuel yang tidak lelah membujuk Katya dan Katya yang selalu menolak dan mengatakan bahwa ia tidak bisa. Namun Katya akhirnya setuju untuk ikut pameran.
Di tengah kehidupan Katya yang sudah mulai teratur, Sandra muncul. Katya sampai terkejut dan tidak menyangka bahwa sepupunya akan menyusulnya ke Barcelona. Hubungannya dengan Evan telah berakhir. Meski tidak menyukai Katya, Sandra tetap tinggal bersama sepupunya itu. Sandra langsung  tertarik pada Manuel saat pertama kali bertemu dengan kurator itu. Dengan pesonanya, Sandra akan memikat Manuel. Duh, kali ini Katya tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan sepupunya yang selalu berterus terang itu.
Masalah bertambah ketika Evan tiba di Barcelona. Bukan untuk menyusul Sandra, tetapi untuk mengungkapkan perasaannya terhadap Katya. Sementara Katya sibuk mengkhawatirkan Sandra dan Manuel, Sandra seoleh tak peduli dan terus membuat masalah. Hingga akhirnya, bagaimana kejelasan hubungan keempatnya? Akankah Katya menerima Evan? Bagaimana dengan perasaannya terhadap Manuel yang sedikit banyak cemburu saat mengetahui kurator terkenal itu sering keluar bersama Sandra? Ikuti kisah selengkapnya dalam Barcelona Te Amo.
Placa de Catalunya. sumber : disini
Cinta dan persahabatan mendominasi isi cerita ini. Tidak seperti kebanyakan novel yang menceritakan kebersamaan tokoh dengan sahabatnya melulu,  novel ini memberi sedikit sentuhan berbeda dengan Katya yang mengalah dan memilih menyendiri.
Saya prihatin sekaligus kagum dengan Katya yang selalu saja ‘ditindas’ oleh Sandra dan sifatnya yang sangat sabar terhadap sepupunya itu. Sedangkan kalau melihat Sandra, bawaannya pasti emosi terus. Ini anak asli troublemaker banget. Sekali melihat saja pasti langsung tidak suka.
Mengikuti kisah ini menurut saya tidak mudah. Konfliknya tidak berat, hanya saja jadi sesak pas bacanya. Mungkin karena karakter Katya yang diciptakan penulis. Katya seolah memiliki dunianya sendiri, tertutup dan cenderung formal. Barulah saat semakin mendekati akhir cerita, saya kembali bersemangat. Tiga bintang untuk novel STPC yang satu ini. Teman- teman yang menyukai arsitektur dan seni Eropa boleh coba membaca novel ini, bakalan dibawa jalan- jalan sama Senor Estefan yang kece. He he.. Selamat membaca J

Senin, 17 Maret 2014

Touché - Windhy Puspitadewi

Judul               : Touché
Pengarang      : Windhy Puspitadewi
Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal              : 208 halaman
Sinopsis :
Selain kemampuan aneh yang bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain lewat sentuhan, Riska memiliki kehidupan normal layaknya siswo SMA biasa. Tapi semua berubah sejak kedatangan Pak Yunus, guru pengganti, dan perkenalannya dengan Indra yang dingin dan Dani si juara kelas.

Riska kemudian diberitahu bahwa dirinya adalah touché alias orang yang memiliki kemampuan melalui sentuhan, seperti halnya Indra, Dani, dan Pak Yunus sendiri. Seakan itu belum cukup mengejutkan, Pak Yunus diculik! Sebuah puisi kuno diduga merupakan kunci untuk menemukan keberadaan Pak Yunus.

Dengan segala kemampuan mereka, Riska, Dani, dan Indra pun berusaha memecahkan kode dalam puisi kuno tersebut dan menyelamatkan guru mereka.

Review :
Mama Riska menyadari kemampuan anaknya sejak Riska masih kecil. riska memiliki kelebihan yang jarang dimiliki orang lain. ia bisa ikut merasakan emosi seseorang hanya dengan menyentuh orang tersebut. Untuk menghindari luapan perasaan yang kemungkinan bisa dirasakan itu, Riska mengenakan sarung tangan atau menyembunyikan kedua tangannya di balik saku jaket.

Berbeda dengan Mama Riska yang pengertian terhadap anaknya, memiliki kelebihan justru membuat Indra dijauhi oleh keluarganya. Tidak seperti Riska, kemampuan Indra – dianggap – lebih mengkhawatirkan. Indra bisa membaca pikiran orang yang disentuhnya. Itulah alasan mengapa keluarganya sendiri menjauhinya. Hal paling pribadi pun dapat diketahui Indra. Semua yang tahu Indra memiliki kelebihan ini menganggap Indra sebagai sebuah bahaya yang harus dihindari. Indra sangat sedih. Ia sangat ingin melenyapkan kemampuan ini. Ia juga bersedia menukarnya dengan apapun asal bias kembali ‘normal’. Sayangnya tidak ada hal yang bisa Indra lakukan untuk menghilangkan kemampuannya.

Hanya Dani satu- satunya sahabat Indra. Satu kesamaannya dengan Indra, Dani juga memiliki kelebihan. Bedanya adalah, Dani adalah seorang data absorber. Berikan sebuah buku untuk dipegang Dani, maka seluruh isinya akan terserap dan menempel dalam otak Dani. Hal ini sangat menguntungkan Dani dalam bidang pelajaran. Dani tidak perlu capek- capek belajar untuk mendapat nilai bagus. Dani dan Indra saling mengetahui kemampuan masing- masing. Dani cukup bijak dan mengerti Indra dengan tidak mempermasalahkan kemampuan Indra.

Ternyata tidak hanya mereka bertiga yang mempunyai kelebihan ini. Di belahan bumi, jauh dari mereka, terdapat juga kaum yang sama, kaum touché. Hanya saja jumlahnya sedikit. Mereka baru tahu setelah Pak Yunus, guru mereka, mengumpulkan mereka. Dari sinilah Riska mengenal Indra dan Dani.

Pak Yunus juga memberitahu mereka bahwa mereka sedang berada dalam bahaya dan diincar karena kelebihan yang mereka punya. Oleh karena itu mereka harus lebih waspada. Namun tidak lama setelahnya, Pak Yunus menghilang. Ketiga remaja itu lalu mencari tahu tentang keberadaan Pak Yunus. Melalui informasi dan petunjuk yang mereka temukan, Pak Yunus diculik. Selanjutnya, mereka mencoba menemukan Pak Yunus. Tapi Indonesia begitu luas. Apalagi kalau Pak Yunus diculik hingga ke luar negeri. Di manakah mereka akan mencari Pak Yunus?

Petualangan baru dimulai. Kode- kode dan apa yang sebelumnya mereka bahas bersama Pak Yunus dijadikan acuan. Riska yang awalnya menganggap Indra begitu dingin dan tajam akhirnya tahu alasan di balik sikap cowok itu. Indra sangat kesepian dan ia akan melindungi orang yang ia sayang dan menyayanginya. Begitulah sehingga Indra pun ikut diculik demi melindungi sahabat- sahabatnya.

Kini tinggal Riska dan Dani. Mampukah mereka menemukan dan menyelamatkan Indra dan Pak Yunus? Ada apa dibalik penculikan ini? Siapa sebenarnya target utamanya? Ikuti petualangan mereka dalam Touché.
———
Dalam rangka ikutan reading challenge, saatnya mengubek- ubek timbunan. Jadilah untuk mengurangi timbunan, pilihan saya jatuh pada teenlit- teenlit yang belum sempat saya baca. Mengingat saya bukan pembaca teenlit sejati, saya lumayan suka dengan novel ini. Eksekusinya pas menurut saya untuk ukurannya yang tergolong tipis. Konsepnya unik mengingat kisah- kisah remaja yang lain kebanyakan seputar persahabatan ataupun cinta pertama.  Unsur persahabatan dan cinta memang masih ada tetapi pas kombinasinya.

Membaca novel ini juga membuat saya teringat satu hal yang kadang sering dipermasalahkan seseorang. Mengapa kita harus menjauhi seseorang padahal itu bukan hasil perbuatan orang itu. Indra juga kalau disuruh memilih pasti tidak mau memiliki kelebihan seperti itu. Tapi yah itulah hidup. Manusia berhak menentukan pilihannya. Dan tidak selamanya juga seseorang akan merasakan ketidakadilan. Seperti Indra yang akhirnya menemukan sahabat yang pengertian seperti Riska dan Dani.

Novel ini keren. Respon dari teman- teman pembaca juga bagus kalau sudah ngomongin novel ini. Bagi teman- teman yang belum membaca, terutama teman- teman yang genre favoritnya seputaran cerita remaja, novel ini saya rekomendasikan bagi teman- teman. Selamat membaca J

Kopdar 2 + Kok, Putusin Gue? - Ninit Yunita

Judul               : Kok, Putusin Gue?
Pengarang      : Ninit Yunita
Penerbit         : GagasMedia
Tebal              : 234 halaman

Sinopsis :
Rasanya dikhianati oleh pacar tercinta itu sakit banget! Dunia seakan mau berakhir. Setidaknya, itu yang dirasakan Amaya. Akibat sakit yang menguasai hati, membuatnya melakukan pembalasan dengan berbagai cara. Namun, sang mantan, tidak membuat lukanya sembuh. Malah, kebencian semakin menguasainya.
Dendam dan kebencian adalah dua hal yang pelan- pelan membuat hidup Amaya hampa. Namun, kebahagiaan akan terasa nyata seandainya ia bisa mengikhlaskan semuanya dan memulai hidup baru; melupakan kenangan pahit, dan bersiap membuka hati untuk cinta yang lain.

Review :

Adalah Maya, cewek yang tengah patah hati karena diputusin cowoknya, Hari, saat malam setahun jadian mereka. Maya sangat mencintai Hari. Hari adalah cowok yang bisa membuatnya nyaman dan paling lama yang ia pacari. Hari beralasan bahwa Maya yang jago dalam berbagai hal (lulus dengan predikat cum laude, taekwondo sabuk hitam, fasih bahasa Prancis, cantik, proporsional) membuat Hari minder dan tidak pantas bersanding dengan Maya. Maya malah mengira ia akan diperkenalkan kepada orang tua Hari di Jakarta. Ternyata harapan berbanding terbalik dengan kenyataan yang harus ia terima.

Atas saran Rini, sahabatnya, Maya berencana menemui Hari dan mencoba – memperbaiki hubungan mereka – sekali lagi. Namun saat tiba di kampus Hari, Hari malah terlihat mesra- mesraan dengan cewek yang tidak Maya maupun Rini kenal. Maya telah diselingkuhi! Karena itulah terbersit dalam benak Maya untuk balas dendam. Maya bertekad akan membuat Hari menderita.

Namanya juga jatuh cinta…kalo elu jatuh…ya jatuh aja…nggak ribet. (hal. 165)

Misi- misi jahat pun dimulai. Dari mengempiskan ban mobil Hari, mengirimkan email- email tentang perselingkuhan, hingga memesan berkotak- kotak pizza (bayangin sampe setengah juta) atas nama Hari. Namun setelah semua yang Maya perbuat, tidak ada rasa puas ataupun bahagia. Ia malah semakin menderita dan tidak bisa melupakan Hari. Siang hari Maya bisa tertawa seolah- olah perbuatannya itu sangat pantas diterima oleh Hari, tetapi malamnya Maya malah galau dan sering menangis saat memikirkan Hari.

“Orang bilang jodoh itu jorok karena ia bisa datang di tempat dan waktu yang tidak pernah disangka- sangka.” (hal. 71)

Bagaimana strategi Amaya selanjutnya? Apakah ia akan berlarut- larut dalam kondisi seperti ini? Ikuti kisah selengkapnya dalam Kok, Putusin Gue? .

buntelan dari GagasMedia ^^
hasil buruan :) thanks Mbak Lis :*
Novel ini merupakan novel pertama Mbak Ninit yang saya baca. Dapet buntelan ini dari Arisan Buku GagasMedia dan Bukune. Terima kasih ya GagasMedia. Jadi, dalam rangka membahas novel ini, berkumpullah kami berempat di Pizza Hut Gadjah Mada. Sempet sebel juga karena setiap kali kopdar bareng BBIers Medan selalu saja ada halangannya >,< Semoga kopdar ketiga bisa lancar ya.

Seperti judulnya, novel ini mengisahkan tentang Amaya yang tidak mengerti mengapa Hari memutus hubungan mereka. Saat itu, di tengah sedih bercampur kesalnya, Maya bertekad membuat hidup Hari menderita. Dan setelah tahu siapa dibaliknya dan apa yang dilakukan pacar baru Hari, Maya malah kasihan sama mantannya itu.

Novel ini termasuk ringan dengan tema yang lumayan sering diangkat: perselingkuhan. Tidak sulit untuk mengikuti alur ceritanya karena ditulis dengan bahasa yang santai dan mudah dipahami (lupakan beberapa typo yang bertebaran dalam novel ini).

Dari segi plot, boleh dibilang sederhana dan tidak terlalu dikembangkan. Ceritanya mengalir seputar Maya patah hati, merenungi hubungannya dengan Hari, kemudian mengikuti Hari diam- diam, melakukan misi jahatnya, lalu kembali lagi mengenang apa yang sudah mereka lewati. Di luar dari persoalan Maya, masuklah kisah cinta Rini, bagaimana Rini bertemu dengan kekasihnya. Sedikit menghibur.

Novel ini banyak memberikan tips patah hati ala Maya. Jadi, boleh lah bagi yang sedang patah hati membaca novel ini, siapa tahu bisa membantu. Tapi perbuatan kejam Maya jangan ditiru ya. Selain buang waktu, juga nggak ada untungnya selain kepuasaan sesaat.

berempat (ki- ka) Mbak Lis, aku, Mbak Putri, ci Mei
P.S : Ada juga disisipkan resep dan tata cara membuat Tiramisu lho. Penjelasannya cukup detil dan bisa dicoba untuk dipraktekkan. He he..

Sabtu, 15 Februari 2014

Éclair - Prisca Primasari



Judul               : Éclair, Pagi Terakhir di Rusia

Pengarang      : Prisca Primasari

Penerbit         : GagasMedia

Tebal              : 236 halaman



Sinopsis :

Seandainya bisa, aku ingin terbang bersamamu dan burung- burung di atas sana. Aku ingin terus duduk bersamamu di bawah teduhnya pohon – berbagi éclair, ditemani matahari dan angin sepoi- sepoi. Aku ingin terus menggenggam jari- jemarimu, berbagi rasa dan hangat tubuh – selamanya.

Sayangnya, gravitasi menghalangiku. Putaran bumi menambah setiap detik di hari- hari kita. Seperti lilin yang terus terbakar, tanpa terasa waktu kita pun tidak tersisa banyak. Semua terasa terburu- buru. Perpisahan pun terasa semakin menakutkan.

Aku rebah di tanah. Memejamkan mata kuat- kuat karena air mata yang menderas. “Aku masih di sini,” bisikmu, selirih angin sore. Tapi aku tak percaya. Bagaimana jika saat aku membuka mata nanti, kau benar- benar tiada?
Review :
“Tidak ada yang namanya bahagia selamanya,”
“Tapi Sergei Valentinich berjanji ia tidak akan tertarik pada wanita lain.” (hal. 118)

Di tengah persiapan pernikahan Sergei Valentinich Snegov dan Ekaterina ‘Katya’ Fyodorovna, kondisi adik Sergei, Stepan ‘Stepanych’ Valentinich Snegov, memburuk. Dalam sakitnya, ia selalu menggumamkan nama kedua sahabatnya yang kini jauh dan tidak lagi dapat ia jangkau. Kedua sahabatnya ialah kakak beradik, Kay Nikolai Olivier dan Lhiver Olivier. Katya yang sangat khawatir akan kondisi Stepanych segera menyusun rencana untuk menemui Kay dan Lhiver, membujuk mereka untuk menjenguk Stepanych, meski itu sangat sulit mengingat hubungan mereka berlima tidak lagi baik.

Apa penyebabnya?

Kesalahpahaman dan ketidakrelaan. Kebakaran – yang direncanakan- itu telah merenggut nyawa orangtua Lhiver dan anak angkatnya. Lhiver saat itu sedang mengajar. Kay dan Stepanych sedang berbelanja keperluan untuk membuat kue. Sekembalinya mereka, rumah sudah terbakar. Lhiver yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang- orang yang dicintainya telah pergi menyalahkan kedatangan Stepanych hari itu ke rumahnya.

“Tetapi kematian tidak akan pernah menyerah sekalipun kau berusaha untuk menghindar ke sudut dunia yang paling rahasia. Takdir itu akan tetap menjelang, dan berdiri pun akan percuma. Bila takdir gagal merenggutmu lewat pintu, ia akan masuk lewat jendela, menyelinap lewat celah, bahkan menembus pertahanan yang paling kokoh dan tangguh. Ini adalah kenyataan yang senantiasa berlangsung di alam semesta.” (hal. 106 – kata Fuyu, murid Lhiver, saat ia dan Lhiver berbicara tentang sebuah cerita berjudul The Appointment in Samara versi W. Somerset Maugham)

Setelah tragedi itu, Lhiver membenci semuanya, termasuk Kay, kakaknya sendiri. Ia menjauhkan diri dari keempat sahabat yang sudah seperti saudaranya sendiri. Ia bahkan pindah ke Surabaya. Di sana ia menjadi dosen. Sedangkan Kay berpindah- pindah tempat, membidik objek- objek menarik melalui lensa kameranya. Ia bertemu dengan belahan jiwanya dan memutuskan untuk menetap di New York meski ia sangat merindukan kampung halamannya.

“Kadang…,” kata Kay lirih. “Masa lalu memang lebih indah dari masa sekarang. Dan bila ada hal yang membahagiakan sekaligus menyedihkan untuk dipikirkan, itu adalah masa lalu yang indah…. Seandainya masa lalu itu akan terus menjadi masa kini.” (hal. 224)

Stepanych yang sangat terpukul dan merasa bersalah melampiaskannya pada alkohol yang menyebabkan penyakitnya semakin parah. Stepanych yang ceria dan lembut kini sudah tidak ada. Stepanych yang sekarang adalah Stepanych yang tidak berdaya, kosong, dan terkungkung dalam rasa bersalah.

Ia akan berpisah dengan kakak dan sahabat- sahabatnya. Untuk pertama kalinya ia membenci dirinya sendiri, karena sudah terlalu mencintai kehidupan ini….(hal. 131)

Katya menjadi tidak suka makan éclair. Sebelum peristiwa yang mengubah kehidupan mereka, Stepanych adalah seorang pembuat kue yang terkenal. Kue- kue buatannya sangat enak dan ia sering membuatkan éclair untuk sahabat- sahabatnya.

“Apa yang kau bayangkan ketika memasak, Stepanych?” (hal. 124)
“Kalian berempat,” ujarnya tulus. (hal. 125)

Dan Sergei mencoba untuk selalu tetap tegar padahal hatinya sangat sedih melihat kondisi adiknya dan juga persahabatan mereka yang seperti ini. Namun tidak ada keluhan yang terucap dari mulutnya. Katya cemas tetapi ia juga tidak bisa berbuat apa- apa.


Saat itu… Katya ingin sekali berubah menjadi piano. Paling tidak piano bisa menampung semua yang dirasakan Seryozha. (hal. 201)

Kini, usaha Katya menjadi satu- satunya harapan bagi mereka. Jika ia berhasil untuk mempertemukan Stepanych dengan Kay dan Lhiver, keadaan mungkin akan berubah menjadi lebih baik. Mampukah Katya menyelesaikan misinya? Ikuti kisah mengharukan ini dalam Éclair, Pagi Terakhir di Rusia.

setelah kepahitan pekat ini, rasa manis pasti akan menjelang. (hal. 164)

“Bagi kami, sahabat adalah seseorang yang bersedia untuk bersuka cita dan berduka bersama,” kata Stepanych tersenyum. “Kami tidak ingin menjadi sahabatmu di kala senang saja.” (hal. 192)


Antara rela dan tidak saat menamatkan bacaan ini. Tidak berat. Ceritanya cukup menghanyutkan menurut saya. Karena alurnya adalah alur maju mundur, jadi kepingan- kepingan cerita tersambung secara perlahan sehingga saat membaca novel ini, muncul pertanyaan mengapa seperti ini? Yah, ternyata seperti ini. Kira- kira begitulah. Seperti biasa, entah mengapa saat membaca novel karangan Mbak Prisca yang bersetting di Eropa selalu menimbulkan kesan klasik. Bayangan saya mengenai tokohnya selalu tertuju pada pria- pria bersetelan jas panjang dan wanita- wanita dengan gaun anggun yang menggembung di bagian bawahnya. Saat menyinggung soal email baru lah saya kembali ingat kalau ini bukan cerita era klasik. Tapi rasanya klasik banget. Mungkin karena didukung dengan adanya kalimat- kalimat berbau musik dan penulis yang bertebaran.

Stepanych sukses membuat saya menyukai dia. Bahkan tetangganya, Vasilissa, yang tertutup bisa berubah dan menemukan kembali semangat hidupnya karena Stepanych. Ia adalah pria yang hangat dan penuh perhatian. Jadi ikut sedih saat melihat ehh..membaca kondisinya yang berubah drastis.

Semuanya saya suka, kecuali epilognya. Tidak secetar bagian depannya. Padahal saya berharap ada sedikit kejutan di epilog. Tapi ternyata oh ternyata…. *lebaynya kumat*

Itu saja sih menurut saya. Recommended deh novel ini. Suasana yang diciptakan pas dan penyampaian pergantian alurnya cukup jelas karena diberi keterangan dan dibold jadi pasti kelihatan. Untuk ukuran konfliknya, novel ini tidak terlalu tebal. Salut dengan pengarang yang mampu untuk mendeskripsikan permasalahan dalam cerita tanpa harus berbelit- belit.

Okelah, saya tidak bisa review banyak. Masih terhanyut suasananya saja meski sudah selesai ceritanya saya baca berhari- hari yang lalu. Empat bintang (sebenarnya lima karena minus di epilog) buat Éclair. Selamat membaca J