Daftar Review

Tampilkan postingan dengan label Kopdar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kopdar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juni 2014

Kopdar BBI Medan : Bongkar Tas Mbak Lis

Yak, setelah menyusun jadwal dan akhirnya semua setuju untuk berkumpul pada 01 Juni 2014, maka berangkatlah saya pada hari itu. Markasnya masih markas favorit, Pizza Hut Gadjah Mada dengan lokasi yang strategis bagi pecinta buku karena jaraknya ke Gramedia Gadjah Mada yang sangaaat dekat.

Saya berangkat lebih  cepat, selain mau membeli buku untuk keperluan kuliah juga sudah lama nggak main ke toko buku dan pengen hunting beberapa novel yang baru terbit. Namun apa daya, setelah membeli buku keperluan kuliah, hujan turun *sepertinya tiep kopdaran kok hujan ya? Aaihh, kalau saja nggak hujan dan lebih cepat, bisa ikut ke Periplus L Hu hu..* Perjalanan dilanjutkan setelah hujan reda. Mamak dan Mbak Lis tentunya sudah di sana.

Nah..kalau sudah ngumpul, bawaannya heboh dan apa aja diobrolin, mulai dari yang berkaitan dengan buku, dunia blogger (nah, yang satu ini saya kurang update, jadi biasa dapat pencerahan dari Mamak dan Mbak Lis waktu kopdar..ha ha..), hingga sharing pengalaman- pengalaman kami. Sayangnya, Ci Mei nggak bisa gabung karena acara pekerjaannya dan Mbak Vyta juga yang nggak bisa ikutan.

Sebagai peramai suasana, Mamak mengusulkan untuk bermain bongkar tas. Jadi kami masing- masing membongkar isi tas yang lain dan target saya adalah tas (a.k.a anak gajah :p) Mbak Lis. Dari luarnya saja sudah kelihatan seru karena tasnya menggembung. Pasti isinya buanyaakk. Dan ini dia hasil bongkar tasnya Mbak Lis  :

™ Dompet
™ Tiket nonton konser Trio Lestari
™ perlengkapan beribadah
™ notes (yang ini nggak dilihat karena private)
™ Pulpen setengah lusin (Mbak Lis kelihatannya sangat bersemangat mengikuti ujian di kampusnya sehingga persiapannya oke banget, nggak nanggung..hi..hi..)
™ badge nama yang dipakai sehari- hari di kantor
™ iPod dan headsetnya (isinya pasti lagu Korea semua XP)
™ flashdisk
™ gantungan kunci
™ kuitansi pembayaran
™ dan…..novel- novel bawaan Mbak Lis (Casablanca dan The Miraculous Journey of Edward Tulane nya bikin ngiler)
efek Do Min Joon ssi

Dan masih ada beberapa barang lagi yang saya lupa apa saja sanking banyak nya *peace, Mbak Lis*

Setelah acara bongkar tas, tanda- tanda hujan kembali muncul *datang hujan, pulangnya juga hujan* Kami semua menyudahi acara kumpul bareng ini dan membawa pulang hasil request novel pinjaman masing- masing.

Semoga di kopdaran selanjutnya, anggotanya bisa lengkap ya ^^ Intip juga yuk aksi bongkar tas Mamak dan Mbak Lis di blog mereka J

Senin, 17 Maret 2014

Kopdar 2 + Kok, Putusin Gue? - Ninit Yunita

Judul               : Kok, Putusin Gue?
Pengarang      : Ninit Yunita
Penerbit         : GagasMedia
Tebal              : 234 halaman

Sinopsis :
Rasanya dikhianati oleh pacar tercinta itu sakit banget! Dunia seakan mau berakhir. Setidaknya, itu yang dirasakan Amaya. Akibat sakit yang menguasai hati, membuatnya melakukan pembalasan dengan berbagai cara. Namun, sang mantan, tidak membuat lukanya sembuh. Malah, kebencian semakin menguasainya.
Dendam dan kebencian adalah dua hal yang pelan- pelan membuat hidup Amaya hampa. Namun, kebahagiaan akan terasa nyata seandainya ia bisa mengikhlaskan semuanya dan memulai hidup baru; melupakan kenangan pahit, dan bersiap membuka hati untuk cinta yang lain.

Review :

Adalah Maya, cewek yang tengah patah hati karena diputusin cowoknya, Hari, saat malam setahun jadian mereka. Maya sangat mencintai Hari. Hari adalah cowok yang bisa membuatnya nyaman dan paling lama yang ia pacari. Hari beralasan bahwa Maya yang jago dalam berbagai hal (lulus dengan predikat cum laude, taekwondo sabuk hitam, fasih bahasa Prancis, cantik, proporsional) membuat Hari minder dan tidak pantas bersanding dengan Maya. Maya malah mengira ia akan diperkenalkan kepada orang tua Hari di Jakarta. Ternyata harapan berbanding terbalik dengan kenyataan yang harus ia terima.

Atas saran Rini, sahabatnya, Maya berencana menemui Hari dan mencoba – memperbaiki hubungan mereka – sekali lagi. Namun saat tiba di kampus Hari, Hari malah terlihat mesra- mesraan dengan cewek yang tidak Maya maupun Rini kenal. Maya telah diselingkuhi! Karena itulah terbersit dalam benak Maya untuk balas dendam. Maya bertekad akan membuat Hari menderita.

Namanya juga jatuh cinta…kalo elu jatuh…ya jatuh aja…nggak ribet. (hal. 165)

Misi- misi jahat pun dimulai. Dari mengempiskan ban mobil Hari, mengirimkan email- email tentang perselingkuhan, hingga memesan berkotak- kotak pizza (bayangin sampe setengah juta) atas nama Hari. Namun setelah semua yang Maya perbuat, tidak ada rasa puas ataupun bahagia. Ia malah semakin menderita dan tidak bisa melupakan Hari. Siang hari Maya bisa tertawa seolah- olah perbuatannya itu sangat pantas diterima oleh Hari, tetapi malamnya Maya malah galau dan sering menangis saat memikirkan Hari.

“Orang bilang jodoh itu jorok karena ia bisa datang di tempat dan waktu yang tidak pernah disangka- sangka.” (hal. 71)

Bagaimana strategi Amaya selanjutnya? Apakah ia akan berlarut- larut dalam kondisi seperti ini? Ikuti kisah selengkapnya dalam Kok, Putusin Gue? .

buntelan dari GagasMedia ^^
hasil buruan :) thanks Mbak Lis :*
Novel ini merupakan novel pertama Mbak Ninit yang saya baca. Dapet buntelan ini dari Arisan Buku GagasMedia dan Bukune. Terima kasih ya GagasMedia. Jadi, dalam rangka membahas novel ini, berkumpullah kami berempat di Pizza Hut Gadjah Mada. Sempet sebel juga karena setiap kali kopdar bareng BBIers Medan selalu saja ada halangannya >,< Semoga kopdar ketiga bisa lancar ya.

Seperti judulnya, novel ini mengisahkan tentang Amaya yang tidak mengerti mengapa Hari memutus hubungan mereka. Saat itu, di tengah sedih bercampur kesalnya, Maya bertekad membuat hidup Hari menderita. Dan setelah tahu siapa dibaliknya dan apa yang dilakukan pacar baru Hari, Maya malah kasihan sama mantannya itu.

Novel ini termasuk ringan dengan tema yang lumayan sering diangkat: perselingkuhan. Tidak sulit untuk mengikuti alur ceritanya karena ditulis dengan bahasa yang santai dan mudah dipahami (lupakan beberapa typo yang bertebaran dalam novel ini).

Dari segi plot, boleh dibilang sederhana dan tidak terlalu dikembangkan. Ceritanya mengalir seputar Maya patah hati, merenungi hubungannya dengan Hari, kemudian mengikuti Hari diam- diam, melakukan misi jahatnya, lalu kembali lagi mengenang apa yang sudah mereka lewati. Di luar dari persoalan Maya, masuklah kisah cinta Rini, bagaimana Rini bertemu dengan kekasihnya. Sedikit menghibur.

Novel ini banyak memberikan tips patah hati ala Maya. Jadi, boleh lah bagi yang sedang patah hati membaca novel ini, siapa tahu bisa membantu. Tapi perbuatan kejam Maya jangan ditiru ya. Selain buang waktu, juga nggak ada untungnya selain kepuasaan sesaat.

berempat (ki- ka) Mbak Lis, aku, Mbak Putri, ci Mei
P.S : Ada juga disisipkan resep dan tata cara membuat Tiramisu lho. Penjelasannya cukup detil dan bisa dicoba untuk dipraktekkan. He he..

Minggu, 24 November 2013

Kopdar Perdana BBI-ers Medan

Halo semuanya! Setelah sekian lama nggak ngeblog karena malasnya kumat UTS dan ‘teman- temannya’, kali ini saya dimerdekakan sejenak sebelum mulai perang lagi (baca: nyusun skripsi). He..he..

Seperti judulnya, kali ini saya mau sharing tentang kopdar perdana saya bersama BBI-ers Medan. Sebenarnya ada 5 orang BBI-ers nya, tapi berhubung Mbak Evyta sedang berhalangan hadir karena sedang tidak fit ( get well soon Mbak dan adiknya juga ya ) , jadilah kami berempat. Mengutip salah satu status BBM Mbak Putri yang isinya : “mengumpulkan 5 orang yang berbeda jadwalnya itu susah” memang benar sekali. Setelah berkali- kali direncanakan dan dikonfirmasi tapi tertunda terus, akhirnya, pada 10 November 2013, di hari bersejarah ini *uuggh*, kopdar perdana ini bisa terlaksana juga. Semoga di kopdar kedua, bisa lengkap ya pasukannya ^^

Sehari sebelum kopdar (yang sebenarnya saya sudah lupa..wkwk..*minta dikeplak*) Mbak Putri mengonfirmasi bahwa kopdar bersama BBI-ers Medan jadi diadakan besok. Saya yang sudah janji (waktu mengiyakan bisa, saya juga lupa kalau minggu depannya UTS *maklum pikun akut*) tak enak hati untuk menolak. Sekalian juga pengen kenal anggota- anggota yang lain. Maka, keesokan siangnya, berangkatlah saya menuju Sun Plaza tempat janjian bareng BBI-ers Medan.

Rupanya Mbak Putri sudah tiba duluan di sana. Mengira kalau Mbak Putri mengenakan kaos BBI, saya perhatikan pengunjung satu per satu di rak novel. Tapi kok nggak ketemu ya? Mana BBM belum dibalas. Sebenarnya saya melihat seseorang yang saya yakin itu Mbak Putri, dia sedang melihat- lihat novel di rak, tapi saya nggak berani manggil, takut salah orang. He he.. Baru setelah dibalas, saya celingak- celinguk lagi mencari sosok dengan ciri- ciri yang dituliskan. Eh, ternyata benar itu Mbak Putrinya. *sorak-sorak bergembira*  \^ ^/

Perkenalan dimulai. Sambil menunggu anggota lain tiba, saya dan Mbak Putri ngobrol- ngobrol ringan seputar buku dan tentang kami. Ternyata rumah Mbak Putri tidak terlalu jauh dari rumah saya. Naik angkot sekali, nyampe dah. He he..

Tak lama kemudian, datanglah ci Ocemei. Obrolan dilanjutkan sembari menunggu satu lagi anggota, yaitu Mbak Lilis. Yang dibahas, tentu saja masih seputaran buku dan novel. Mungkin karena kami bertiga berkerumun, plus saya dan ci Ocemei mengenakan kaos BBI yang sama, jadinya tidak sulit bagi Mbak Lilis untuk menemukan kami.

Ini berarti peserta kopdar sudah lengkap. Next, what to do? Nyari kafe buat santai sekaligus makan siang. Waktu itu kalau tidak salah pukul 13:00 , kafe- kafe pada dipadati oleh pengunjung. Setelah melihat- lihat, akhirnya kami memutuskan untuk masuk ke Vinta café, menjadikan café remang- remang itu sebagai markas kami.

Seperti pelanggan kebanyakan, kami memesan makanan dan minuman dulu, baru lanjut mengobrol. Di sini ngobrolnya lebih leluasa, tidak capek berdiri, dan tentu saja bisa sambil makan dan minum.  Topik obrolan dimulai dari perkenalan anggota. Saat tanya jawab mengenai usia, eheeemm, sempat terjadi ketegangan *halaahh* antara kubu dewasa dan kubu setengah dewasa *apaan tuh?* *lirik Mbak Putri* Tapi betul sekali, disini kami tidak pandang usia, yang penting semangatnya saudara- saudara. Dan ngobrol bareng Mbak Putri dan BBI-ers yang lain seru- seruan saja. Mbak Putri juga berbagi pengalamannya selama bertugas di Indonesia Timur (Halmahera ya kalau tidak salah, Mbak) dimulai dari perbedaan kosakatanya dan cara penggunaan kata yang berbeda yang menimbulkan salah tafsir. Juga Mbak Lilis yang (ternyata) adalah salah satu dari sejuta penggemar C.N. Blue.

Kami juga sempat membahas mengenai salah satu pengarang lokal yang kini menetap di luar negeri dan novelnya yang kontroversial. Jadi gregetan sendiri kalau kepikiran sama pengarangnya. Obrolan berlanjut ke cerita tentang buku dan novel yang lain akhirnya ngalor- ngidul ke acara yang sedang tayang di stasiun tv.

Sayangnya, saat waktu sudah menunjukkan sekira pukul 14:00, saya harus cabut. Pasalnya telepon dari adik saya (yang mengantar saya) sudah berdering, juga karena masih harus belajar buat UTS. Tinggallah mereka bertiga. Sebelum pulang, kami foto bareng, dan hanya inilah dokumentasi yang kami punya. Kopdar selanjutnya harus lebih heboh lagi ya. He he ^ ^
Mbak Lilis (kiri depan), saya (kiri belakang), Mbak Putri (kanan belakang), dan ci Ocemei (kanan depan)

Saya pribadi sangat menyukai acara kopdar ini. Melalui kopdar kali ini, saya jadi tahu dan bisa mengenal blogger- blogger buku yang ada di Medan. Meski tidak terlalu ‘wah’, yang penting saling mengenal lebih dulu. Justru kesederhanaan ini akan memunculkan keinginan kami untuk bisa melalukan gathering yang lebih berwarna lagi ke depannya. Ditunggu kopdar keduanya ya :D