Daftar Review

Minggu, 05 Januari 2014

Liebster Blog Award

Selamat Tahun Baru (yang lagi- lagi telat) !!!
Hooaah.. Setelah ngadat beberapa hari, akhirnya bisa kembali posting di blog ini. Mbak Lis sudah sejak tahun lalu (baca :31 Desember 2013) mengajak ikutan event  Liebster Blog Award tapi baru bisa aku post sekarang. He..he..
Jadi, saya dikasih 10 pertanyaan yang harus saya jawab kemudian menuliskan random fact tentang diri saya. Lalu saya akan membuat 10 bijik pertanyaan lagi untuk dilempar kepada 10 blogger  yang lain. Nah, ini dia jawaban dari pertanyaan dari Mbak Lis :

1.    Lebih suka film yang diadaptasi dari buku atau bukunya sendiri?
Bukunya dong. Lebih detil kalau baca langsung, soalnya ada beberapa bagian yang tidak dapat kita temui pada filmnya.

2.    Waktu dan posisi baca favorit?
Kalau waktu sih nggak tentu ya. Kapan ada waktu dan tentunya mood buat baca, saya baca deh. Lebih suka baca sambil tiduran. *ketahuan malesnya..hihi*

3.    Buku berseri atau tidak?
Dua- duanya oke menurut saya. Tergantung jenis novelnya. Lebih senang baca romance yang nggak berseri, bisa jadi bosan dan kesan romantisnya jadi hilang, menurut saya lho ya. Kalau ceritanya seperti Harry Potter, tujuh seri malah rasanya masih kurang. He he.. Apalagi novel yang baru terbit, ceritanya bagus, dan direncanakan berseri, bikin gregetan juga nunggu lanjutannya. Uuggh.

4.    Buku favorit sepanjang masa dan penulis favorit?
Ini jawaban rasanya bakalan panjang. Ada beberapa novel dan penulis favorit saya. Tapi biar singkat, padat, dan jelas, saya pilih wakil novel dari setiap penulisnya saja ya. Untuk novel dan penulis lokal, saya suka dengan gaya bercerita Mbak Orizuka yang luwes (salah satu novel favorit saya: The Truth About Forever), suka juga dengan konsep cerita Mbak Clara Ng yang unik dan berbeda- beda di setiap novelnya (salah satu novel favorit saya: Uttuki), suka dengan karya Mbak Charon yang selalu menyedot perhatian saya sehingga terbawa suasana (salah satu novel favorit saya: 7 Hari Menembus Waktu), dan karya Mbak Ilana Tan yang cetar membahana (paling suka sama Autumn in Paris dan Sunshine Becomes You).
Ali Shaw, pendatang baru, masuk dalam kategori penulis luar favorit saya. Secara saya juga jarang baca novel luar. Hehe. Dia adalah pengarang novel The Girl with Glass Feet. Novel favorit saya juga. Selain itu, novel terjemahan favorit saya adalah Harry Potter. Nggak pernah bosan baca karyanya JK. Rowling meski sudah pernah dibaca sebelumnya.

5.    Audio book atau e-book?
Belum pernah mencoba audio book. Tapi rasanya e-book lebih baik.

6.    Buku yang sudah lama di timbunan, tidak pernah disentuh, dan mengapa belum membacanya?
Apa ya? *ngubek- ngubek rak timbunan dulu*  Petualangan di Gunung Bencana nya Enid Blyton (saya beli pas nonton The Hunger Games) dan Please Look After Mom nya Kyung Sook Shin (saya beli second nya, sudah lumayan lama juga). Belum kepikiran buat baca, nampaknya bakalan jadi timbunan abadi nih. He he..

7.    Pernah berharap menjadi tokoh/karakter di buku? Jika ada, siapakah tokoh/ karakter tersebut?
Kalau untuk menjadi seperti karakternya, belum ada. Hanya saja ada beberapa tokoh yang membuat saya kepikiran dan terpesona ke setting yang digunakan penulis. Misalnya, Aline di Paris, Jingga di Infinitely Yours, dan Bagas di Chemistry Cinta di Wakatobi. Tokoh- tokoh tersebut selalu memunculkan imanjinasi tersendiri saat mengikuti kisah mereka sehingga saya sempat berpikir seperti ini, “wah..keren nih. Serunya kalo bisa ke tempat- tempat itu dan ngerasain pengalaman yang serupa.

8.    Tokoh antagonis yang paling memorable ?
Andrew McGallaghan. Tokoh yang satu ini menurutku keras dan sadis banget. Teman- teman yang mengikuti petualangan Fay dalam Eiffel, Tolong! Dan From Paris to Eternity nya Clio Freya pasti tahu siapa dia.

9.    Amore atau buku dari seleb tweet?
Amore. Lebih dapet feel romance nya.
10. K-Lit atau ChickLit ?
K- Lit, meski saya bukan penggemar K-Pop, tapi mengikuti cerita- cerita unik dan lucu nampaknya oke juga.

Selesai.
Ehhh.. belum ya? Ini dia random facts tentang saya :

1.      Penggemar novel romance, kebanyakan lokal.
2.      Pelupa, jadi mohon diingatkan kembali kalau ada yang kelupaan. He he..
3.      Mudian, apalagi dalam hal membaca. Kalo nggak lagi mood buat baca, satu novel bisa sampe berminggu- minggu buat habisinnya.
4.      Simpel, nggak suka ribet *tapi kadang malah jadi lebih ribet*.
5.      Demen sama yang namanya wall sticker.
6.      Berharap suatu saat bisa ngeramein dunia kepenulisan.
7.      Uuumm.. apa lagi ya? Itu aja sih yang kepikiran. He he..

Selanjutnya adalah membuat daftar pertanyaan sebanyak 10 buah kepada 10 blogger lainnya. Nggak jago bikin pertanyaan, jadi maaf kalau pertanyaannya rada gimana gitu yah. He he.. Berikut ini blogger- blogger  lainnya yang saya ajak buat ikutan LBA :

2.      OceMei's Little World
3.      Kubikel Romance
4.      Dinoy's Books Review
6.     The Book of Life
7.      Kayla on Books
8.      Desty Baca Buku
9.      Mari Ngomongin Buku
10.  Review Siro
Daftar pertanyaannya :
1.      Lebih suka penulis lokal atau penulis luar negeri? Mengapa?
2.      Adakah buku/novel yang berkesan yang dibaca di tahun 2013?
3.      Lebih senang dengan gaya penulisan yang bagaimana?
4.      Siapa tokoh favorit kamu dalam sebuah cerita?
5.      Belanja online atau langsung ke toko buku?
6.      Suka menimbun dulu atau belinya pas lagi kepingin baca?
7.      Apakah ada target membaca dalam sebulan?
8.      Buku/novel apa yang menurut kamu oke untuk difilmkan?
9.      Jika berkesempatan,siapakah penulis yang ingin kamu temui?
10.  Saat membeli buku/novel, yang dilihat sinopsis atau cover ?

Itu dia 10 pertanyaan yang aku buat selama berjam-jam. Maklum, saya agak nge-blank mau nanya apa. He he..Dijawab ya teman- teman :D

Jumat, 03 Januari 2014

Book Kaleidoscope 2013 : Top Five Best Book Covers

Wah, sudah setahun lagi sejak saya bingung milih- milih sampul buku yang dijadikan Top Five Best Book Covers. Tahun ini, lebih kalap lagi belanja buku karena tergiur kovernya yang kece- kece. Sayangnya hanya lima yang masuk daftar, dan inilah mereka :

5. It Takes Two to Love – Christina Juzwar (GPU)

Meski bukan penyuka warna jingga, saya suka dengan sampulnya yang berlatar belakang jingga. Dua pria dan seorang wanita menggambarkan cinta segitiga. Sedangkan pria yang memegang sebuket bunga mawar yang berguguran itu menunjukkan bahwa cintanya ditolak. Secara keseluruhan, kover ini memang menggambarkan tentang apa novel ini. Simple, jatuhnya pas, tidak berlebihan.
Review novel It Takes Two to Love, di sini .

4. Rain Over Me – Arini Putri (GagasMedia)
Designer : Dwi Anissa Anindhika

Kombinasi warna biru langit dan putihnya salju yang turun membuat saya jatuh hati kemudian membeli novel yang satu ini. Lembut dan mellow.
Review novel Rain Over me, di sini .

3. Seoulmate – Lia Indra Andriana (Haru)
Designer : Tom Kuu

Sama seperti Rain Over Me, saya tergiur kovernya yang unyu saat melihat- lihat sederet novel yang dipajang di rak toko buku. Novel lanjutannya pun memiliki desain yang sama lucunya sehingga saat membeli novel ini, saya nggak sadar malah beli novel keduanya duluan. Sesampainya di rumah, baru saya kaget *teledor akut, dilarang meniru sifat yang satu ini* Dengan pose jutek tapi imut adalah Sun, salah satu mate, dan cowok yang nggak punya kaki hantu itu bernama Jang. Yang terbang itu kurasa Arang. Ada juga gambar hanok nya yang di blur (kalo gak salah itu ya istilahnya..he he..) Seperti ilustrasi sampulnya, novel ini mengusung tema hantu, tapi tidak menyeramkan saat dibaca. Konsepnya juga unik.

2. Benabook – Benazio Rizki (Bukune)
Desain oleh : Oldi Jurakli

Ini mah nggak cuma sampulnya saja yang kece, tapi isinya juga. Meski didominasi oleh gambar, – dan rata- rata gambarnya Bang Bena yang kribo abis – buku ini tidak seperti komik. Kisah hidup Bang Bena  dikemas secara kocak dengan kata- kata penuh humor dan berbagai ilustrasi menarik di dalamnya. Sedangkan sampulnya bisa dibuka lebih lebar. Saat dibuka akan nampak kribonya Bang Bena dengan aneka barang yang tersangkut di kribonya. Unyu, kan?
Review Benabook, 

1. The Truth About Forever – Orizuka (GagasMedia)
Desain oleh : Dwi Anissa Anindhika

Hasil desain Mbak Dwi memang cakep- cakep ya. Dari tahun ke tahun, kover yang didesain sama Mbak Dwi nggak pernah absen menghiasi rak buku saya. Feel nya dapet padahal Cuma lihat sampulnya doang. Gambar buah apel merah – yang berjatuhan – yang kontras dengan warna putih pekat ditambah kalimat ‘Kebencian Membuatmu Kesepian’ menambah kesan kelam novel ini. Dan memang benar, novel ini mengaduk emosi pembaca (siapkan tisu) dan ada kisah haru dibaliknya. Kombinasi penulis dan desainer sampul yang pas. Suka sekali :D
Bagi teman- teman yang mau sharing juga, bisa ikutan dan berbagi linknya di sini .


Senin, 30 Desember 2013

Secret Santa 2013 :D

Selamat Hari Natal (yang telat banget) bagi teman- teman yang merayakan. Well, lebih baik telat daripada tidak sama sekali, bukan? Hehe..

Menyambut Natal, BBI juga punya event seru lho. Namanya Secret Santa. Kali ini adalah kali pertama saya mengikuti event ini. Senang rasanya bisa ikut seru- seruan, menebak siapa Santa kita.

Mengenai Santa pertama saya ini, boleh dibilang cukup misterius dan hampir tidak ada riddle mengenai dia kalau tidak diperhatikan dengan seksama. Semuanya tersembunyi.

Makasih Santa buat L nya. Sudah selesai dibaca dan ceritanya keren. Makasih juga buat kenang- kenangannya (yang merangkap sebagai petunjuk siapa dirimu) :D

Petunjuk yang lain:

Isi surat singkat dari Santa ku:

Ertalin, saya lihat buku ini ada di wishlist mu, semoga kamu suka. juga terlampir kenang2an dari saya.
Semoga bisa menebak siapa SS nya J

Acara memburu Santa pun dimulai. Dimulai dari bungkusan yang berisi alamat palsu *seperti lagu Ayu Ting- Ting :p* , resi JNE, hingga semua kata- kata yang ada di surat itu. Dan Santa saya adalah…..

Jreeeng..jreeeeng…..

Ehh..belum ya..
Terlalu semangat teman- teman. He he..

Jadi, siapa gerangan Santa yang misterius ini? Semoga tebakan saya benar.

Sabtu, 21 Desember 2013

For Sale Part III

Hai teman- teman, dalam rangka menambah ruang bagi novel baru yang akan masuk sekalian juga menambah budgetnya, ada beberapa koleksi yang saya jual. Rata- rata masih oke banget. Ada beberapa yang sudah mulai menguning dan timbul bercak, tapi masih layak baca. Berikut ini daftar novel beserta harganya :


1. Morning Brew   (Nina Addison, GPU ) Rp 15.000,- SOLD, thank you ^^
2. 8...9...10... Udah Belom?!   (Laurentia Dermawan , GPU ) Rp 15.000,-
3. Jodoh Terakhir   ( Netty Virgiantini , GPU ) Rp 12.500,-
4. Divortiare ( Ika Natassa , GPU ) Rp 20.000,- SOLD, thank you ^^
5. It Takes Two to Love   ( Christina Juzwar, GPU ) Rp 20.000,-
6. A Shoulder to Cry On   ( Ria N. Badaria, GPU ) Rp 17.500,-
7. The Sweetest Kickoff   ( Wiwien Wintarto, GPU ) Rp 5.000,-
8. Biru   ( Agnes Jessica, Pustaka Hermon ) Rp 30.000,-
9. Paper Romance – edisi tanda tangan pengarang –  ( Lia Indra Andriana, Haru ) Rp 37.500,- BOOKED

Semua novelnya dikirim dari Medan ya. Bagi teman- teman yang berminat, bisa menghubungi saya di 087867376969 atau mention ke akun Twitter saya di @ertalin .
Selamat berbelanja ^^


Kamis, 19 Desember 2013

Infinitely Yours - Orizuka

Judul               : Infinitely Yours
Pengarang      : Orizuka
Penerbit         : Gagasmedia
Tebal              : 294 halaman

Sinopsis :
Orang bilang, pertemuan pertama selalu kebetulan. Tapi, bagaimana caramu menjelaskan pertemuan- pertemuan kita selanjutnya? Apakah Tuhan campur tangan di dalamnya?
Kita bukanlah dua garis yang takn sengaja bertabrakan. Sekeras apapun usaha kita berdua, saling menjauhkan diri – dan menjauhkan hati – pada akhirnya akan bertemu kembali.
Kau tak percaya takdir, aku pun tidak. Karenanya, hanya ada satu cara untuk membuktikannya….
Kau, aku, dan perjalanan ini.
영원한 그대의 사랑

(yeong-wonhan geudaeui sarang- cintamu selamanya)


Review :
Jingga sangat bersemangat mengikuti tur ke Korea tahun ini. Sebenarnya ia sudah pernah mengikuti tur dari agen tur yang sama. Hanya saja kali ini berbeda. Tujuan utama Jingga mengikuti tur ini adalah untuk bertemu dengan Kang Yun Jae, tour guide mereka selama di Seoul nanti. Pesona Yun Jae telah menghipnotis Jingga. Jingga yakin bahwa Yun Jae adalah pangeran berkuda putih yang diciptakan untuknya. Jadilah sekarang Jingga berada dalam pesawat terbang menuju Seoul.

Setelah menunggu lama sambil memainkan game yang ada di PSP nya, barulah Jingga kalang kabut karena waktu penerbangan semakin dekat. Untunglah ia bertemu dengan Pak Darma, tour leader rombongan mereka. Jingga yang ceroboh tidak memperhatikan itinerary  tahun ini – yang sudah berubah – dengan seksama.

Entah itu kebetulan atau apa, pasangan tur Jingga adalah Narayan Sadewa, pria yang sempat menabrak Jingga hingga PSP Jingga terjatuh. Karena perawakannya yang terlalu dewasa, Jingga memanggilnya Om padahal usia mereka hanya terpaut tiga tahun. Jingga yang ceria menjadi pasangan tur yang sangat mengganggu Rayan.

Rayan sendiri sudah dipusingkan dengan tur ini. Ia tidak pernah menyukai Korea. Alif, rekan kerjanya yang ia minta untuk mengurus keberangkatannya ke negeri ginseng itu malah mendaftarkannya ikut tur, bukannya membeli tiket biasa. Mungkin sudah takdirnya ia bertemu dengan Jingga yang hiperaktif ini. Tapi ia tidak peduli. Tujuan utamanya datang ke Seoul adalah mencari Mariska, mantan kekasihnya yang meninggalkannya dan akan menikah dengan pria Korea.

Rayan berencana kabur dari tur. Namun tidak segampang itu jika Jingga yang menjadi pasangan turnya. Menurut Jingga, sebagai pasangan (tur) yang baik, mereka harus saling menjaga. Meski awalnya merasa terganggu, Rayan bersyukur juga kelinci Energizer (julukan yang diberikan Rayan kepada Jingga) ikut. Pasalnya Rayan tidak mengerti bahasa Korea. Dengan adanya Jingga, gadis itulah yang menjadi penerjemahnya.

Gadis di sampingnya ini memang aneh, tapi kadang- kadang, justru keanehan itulah yang membuatnya menarik. (hal. 171)

Rayan memang masih belum terbiasa,tapi entah mengapa ia tidak merasa keberatan berada di dunia baru ini. (hal. 171)

Saat urusan Rayan telah selesai, mereka berencana menyusul rombongan. Sayangnya, rombongan tidak lagi berada di Seoul, melainkan di Gunung Seorak. Jingga sempat dimarahi oleh Yun Jae. Plus Jingga dan Rayan tidak bisa menyusul mereka sekarang. Kenyataan itu diperlambat saat dompet Rayan dicopet. Maka, hingga mereka mengurus kehilangan dokumen penting Rayan di kedutaan, tur kali ini pun diubah oleh Jingga menjadi tur romantisme Korea dengan Jingga sebagai pemandunya.

Selama dua puluh delapan tahun hidupnya, saat keluar rumah, ia tidak pernah memakai pakaian lain selain kemeja. Sekarang, ia harus memakai hoodie, berwarna ungu tua, bergambar kartun, dan berpasangan pula? (hal. 126)

Rayan tidak peduli dengan turnya sekarang. Akan tetapi ia juga tidak bisa berbuat apa- apa selain menunggu esok hari. Perlahan sikap acuh Rayan mulai luntur. Tanpa sadar ia mulai menikmati perjalanannya bersama Jingga, menerima apa saja yang dibelikan oleh Jingga. Dalam waktu yang singkat itu, banyak hal yang telah mereka lalui bersama hingga waktunya kembali ke rombongan dan melanjutkan tur mereka.

Apakah tur romantisme Korea itu mengubah keduanya? Bagaimana dengan Yun Jae yang menghadapi dua peserta turnya yang bandel itu? Ikuti serunya perjalanan Rayan- Jingga dalam Infinitely Yours.
sumber foto di sini edited by me

Lagi, novel Mbak Orizuka berhasil mencuri perhatian saya. Kali ini dengan tema liburan. Ceritanya dikemas dengan apik. Ada bagian yang bisa membuat saya tertawa sendiri. Mengenai gaya berceritanya, jangan ditanya lagi. Menarik dan tidak kaku sehingga mudah diikuti. Petualangan Jingga dan Rayan seru banget. Baru mendekati akhir cerita, jadi terkesan lebih serius.

Karakter Jingga yang sangat ceria mungkin akan sangat mengganggu bagi orang tipe serius dan tidak banyak bicara seperti Rayan. Perpaduan yang unik. Jingga yang sangat bersemangat dan aktif juga membangkitkan semangat baca saya. He he.. Saya suka dengan karakter Jingga. Boleh dibilang, nggak seru malah kalau tipe ceria seperti Jingga ini tidak muncul dalam cerita. 

Menurut saya sih, recommended deh bagi teman- teman pecinta romance  ataupun penyuka cerita yang bernuansa Korea. Selamat membaca J

Sabtu, 14 Desember 2013

Forever Yours - Karla M. Nashar

Judul                : Forever Yours
Pengarang       : Karla M. Nashar
Penerbit          : Gagasmedia
Tebal               : 278 halaman
Sinopsis :

Seketika itu juga ia menyesal telah bertanya. Ia menyesalinya karena – entah mengapa – ia bertanya dengan nada dan tatapan yang biasa ia gunakan jika ingin menarik perhatian seorang pria. Astaga! Pasti sekarang Uben mengira ia sedang menggodanya. Seorang pengacara menggoda penjaga ladang? Dimana logikanya?
˜
Cinta atau nafsu – perang yang dihadapi Adinda ketika bertemu Uben. Fakta bahwa Adinda adalah pengacara ibukota dan Uben yang hanya seorang penjaga ladang harusnya cukup mengembalikan akal sehatnya. Yang terjadi justru sebaliknya. Laki- laki itu mampu membuatnya merelakan hidupnya berubah total. Namun, saat Adinda benar- benar memercayakan hatinya di tangan laki- laki itu, sebuah kebenaran muncul dan menampar telak semua yang diyakininya selama ini. Masih tersisakah ruang di hatinya untuk Uben setelah mengetahui siapa lelaki itu sebenarnya?

Review :
Adinda, Melly, Irish, dan Olly sudah lama bersahabat. Jika waktu memungkinkan, mereka selalu menyempatkan diri untuk berkumpul, bergosip ria membahas keseharian mereka dan peristiwa- peristiwa yang terjadi pada teman mereka. Salah satu topik gosip yang paling sering dibahas ialah mengenai pria. Sama seperti sahabatnya yang lain, Adinda memiliki kriteria dalam memilih pasangan hidup. Ia tidak boleh jatuh cinta pada pria yang salah.

Suatu hari saat hendak mengunjungi anak kliennya di sekitar Lembang, mobil Adinda mogok. Tidak ada sinyal disana. Rumah juga tidak ada. Yang ada hanya ladang yang terhampar indah.
Saat itulah seorang anak lewat dengan kudanya. Adinda meminta anak itu untuk membawanya ke rumah terdekat. Anak itu hanya mengangguk. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka tiba di rumah Bu Entin, ibunya anak itu.

Adinda menceritakan perihal mobilnya yang mogok. Hanya satu orang yang mengerti tentang mesin di rumah itu, Kang Uben. Adinda ingin mobilnya cepat diperbaiki, tanpa segan menawar jasa Uben dengan uang. Uben jadi kesal. Ia bukan pria yang memandang uang sebagai segalanya.

Uben tidak pernah bersikap ramah kepada Adinda. Adinda juga kesal karena mobilnya tidak bisa segera diperbaiki. Ditambah dengan musim panen yang membuat Uben sibuk, tidak ada prioritas bagi mobil Adinda. Bahkan, Uben mengancam tidak akan membantu Adinda jika wanita itu tidak turut membantu di ladangnya.

Emosi Adinda memuncak. Namun ia sadar ia tidak bisa berbuat apa- apa. Hanya Uben yang bisa menolongnya. Tapi Adinda juga tidak bisa sesabar itu. Adu mulut di antara keduanya sering terjadi. Tanpa disadari, pertengakaran mereka telah menumbuhkan benih- benih cinta di antara keduanya.

Awalnya mereka mengelak akan perasaan masing- masing. Adinda bingung karena ia telah jatuh cinta pada seorang penjaga ladang. Bagaimana jika teman- temannya tahu? Tapi ia yakin perasaannya terhadap Uben tidak main- main. Maka atas nama cinta, Adinda meninggalkan segalanya yang ia miliki di Jakarta demi menyusul Uben.

Ketika Adinda merasa hidupnya begitu bahagia, kenyataan terungkap. Ia menganggap Uben telah menipunya. Benarkah demikian? Apa alasan Uben dibalik itu semua? Ikuti kisah mereka dalam novel Forever Yours.

Forever Yours adalah novel ketiga Mbak Karla yang saya baca. Sebelumnya saya selalu suka dengan karakter- karakter yang diciptakan dan cerita yang dibangun oleh Mbak Karla. Namun di novel ini saya tidak menemukan greget yang sama saat membaca kedua novel sebelumnya (Bellamore dan Ti Amo, Tia Amoria). Rasanya lewat begitu saja. Entah karena alur cerita yang mudah ditebak atau…mungkin saya sudah terhipnotis kali ya sama Marco Dante dan Fabian. ha ha..
Tapi saya tetap menunggu kok buat baca novel Mbak Karla yang lain. Target selanjutnya baca serial Hocus Pocus. *kode wishlist*