Daftar Review

Kamis, 26 Juni 2014

After Office Hours - Dahlian dan Gielda Lafita

Judul               : After Office Hours
Pengarang      : Dahlian dan Gielda Lafita
Penerbit         : GagasMedia
Tebal              : 360 halaman

Sinopsis :
Dan, suatu hari, kita bertemu lagi. Waktu berbeda, situasi yang berbeda juga. Kalaupun ada yang tak berubah, hanyalah perasaanku kepadamu. Aku masih tak punya alasan untuk membalas perasaanmu.
Namun, kau terlalu keras kepala untuk mengakui ketidakcocokan kita. Kau berjudi dengan perasaan, seolah tak khawatir sewaktu- waktu aku bisa menyakitimu. Kau menjanjikan cinta dan aku malah menertawakanmu.
Akhirnya, kau berhenti – menyerah atau balik membenciku, aku sendiri tidak tahu. Aku mencoba menghibur diri, berpikir kalau tanpamu aku pasti baik- baik saja. Tetapi, kenapa dadaku sesak saat melihat punggungmu pelan- pelan menjauh? Apakah ini artinya aku harus balik mengejarmu?

Review :
Athea dipertemukan kembali dengan Roy, mantan kekasihnya di SMA yang pernah menyakiti hatinya. Athea tidak menyangka ia akan menjadi sekretaris Roy Kerthajaya. Meski enggan, Athea tidak punya pilihan lain karena ia memang sangat membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan Gilang, anaknya, dan adiknya yang bernama Rangga yang sedang kuliah. Suaminya, Aditya, telah meninggal karena kecelakaan.

Nelson sangat baik terhadap Athea dan Gilang. Ia mencintai Athea namun Athea mengira kebaikan Nelson hanyalah sebatas kebaikan seorang sahabat. Rasa cemburu melihat Roy yang juga memerhatikan Athea membuat keduanya sepakat untuk bertaruh, siapa yang akan dipilih oleh Athea.

Dalam misinya itu, Roy menjadi pria yang lebih romantis. Awalnya Athea tidak percaya. Bagaimanapun juga Roy adalah seorang playboy yang bisa dekat dengan wanita manapun yang ia suka. Namun Athea luluh juga. Ia tidak bisa membenci Roy. Ia mencintai pria itu. Terlebih dilihatnya Roy bisa menerima Gilang.

Saat Athea memberanikan diri mengungkapkan isi hatinya pada Roy, pria itu malah bersikap dingin padanya dan menghindarinya. Akhirnya Roy mengaku bahwa ia dan Nelson bertaruh. Athea kembali terpuruk, menyadari kebaikan dua pria yang hanya mempermainkan perasaannya.

Nelson yang takut kehilangan Athea mencoba menjelaskan kepada Athea alasan ia taruhan dengan Roy. Setelah Athea bisa menerima penjelasan Nelson, pria itu kembali melamar Athea dan Athea menerimanya. Athea akan mencoba untuk mencintai Nelson.

Di sisi lain, mendengar Athea dan Nelson akan bertunangan membuat Roy kaget. Ia sadar ia mencintai Athea. Kini ia sungguh- sungguh. Ia akan berusaha mendapatkan Athea kembali. Apakah Roy akan berhasil setelah ia menyakiti perasaan Athea yang begitu tulus mencintainya? Ikuti kisah mereka dalam After Office Hours.
©
Dahlian merupakan salah satu pengarang favorit saya dan saya selalu menikmati kisah- kisah yang dituangkannya baik dalam bentuk novel ataupun novella. Dan ekspektasi saya sepertinya terlalu tinggi. Ceritanya sebenarnya bagus, hanya saja ada beberapa bagian yang membuat saya menjadi kurang nyaman saat membaca buku ini.

Pertama, terlalu banyak pengulangan (menurut saya) mengenai Athea yang merasa mengkianati almarhum suaminya yang meninggal setahun yang lalu. Kemudian ada juga deskripsi wajah Athea yang berbentuk hati yang cukup sering diulang.

Kedua, typo yang cukup mengganggu.

Ketiga, bagian awal yang kurang konsisten menurut saya sehingga saya jadi bingung. Seperti perbedaan waktu ‘belasan tahun lalu’ dan ‘lima tahun yang lalu’ yang terdapat di halaman 18 ini :
Hati Athea miris. Perutnya bergolak. Ia tak pernah mengira, kejadian belasan tahun lalu ternyata masih begitu membekas di hatinya. Ternyata, lukanya tak pernah sembuh. Luka….
Lima tahun yang lalu, Athea hanyalah seorang gadis lugu. Siswi pindahan dari Semarang yang….

Itu saja review dari saya. Tetap menantikan karya mereka selanjutnya (next to read : STPC Casablanca :D )

Selasa, 10 Juni 2014

Kopdar BBI Medan : Bongkar Tas Mbak Lis

Yak, setelah menyusun jadwal dan akhirnya semua setuju untuk berkumpul pada 01 Juni 2014, maka berangkatlah saya pada hari itu. Markasnya masih markas favorit, Pizza Hut Gadjah Mada dengan lokasi yang strategis bagi pecinta buku karena jaraknya ke Gramedia Gadjah Mada yang sangaaat dekat.

Saya berangkat lebih  cepat, selain mau membeli buku untuk keperluan kuliah juga sudah lama nggak main ke toko buku dan pengen hunting beberapa novel yang baru terbit. Namun apa daya, setelah membeli buku keperluan kuliah, hujan turun *sepertinya tiep kopdaran kok hujan ya? Aaihh, kalau saja nggak hujan dan lebih cepat, bisa ikut ke Periplus L Hu hu..* Perjalanan dilanjutkan setelah hujan reda. Mamak dan Mbak Lis tentunya sudah di sana.

Nah..kalau sudah ngumpul, bawaannya heboh dan apa aja diobrolin, mulai dari yang berkaitan dengan buku, dunia blogger (nah, yang satu ini saya kurang update, jadi biasa dapat pencerahan dari Mamak dan Mbak Lis waktu kopdar..ha ha..), hingga sharing pengalaman- pengalaman kami. Sayangnya, Ci Mei nggak bisa gabung karena acara pekerjaannya dan Mbak Vyta juga yang nggak bisa ikutan.

Sebagai peramai suasana, Mamak mengusulkan untuk bermain bongkar tas. Jadi kami masing- masing membongkar isi tas yang lain dan target saya adalah tas (a.k.a anak gajah :p) Mbak Lis. Dari luarnya saja sudah kelihatan seru karena tasnya menggembung. Pasti isinya buanyaakk. Dan ini dia hasil bongkar tasnya Mbak Lis  :

Dompet
Tiket nonton konser Trio Lestari
perlengkapan beribadah
notes (yang ini nggak dilihat karena private)
Pulpen setengah lusin (Mbak Lis kelihatannya sangat bersemangat mengikuti ujian di kampusnya sehingga persiapannya oke banget, nggak nanggung..hi..hi..)
badge nama yang dipakai sehari- hari di kantor
iPod dan headsetnya (isinya pasti lagu Korea semua XP)
flashdisk
gantungan kunci
kuitansi pembayaran
dan…..novel- novel bawaan Mbak Lis (Casablanca dan The Miraculous Journey of Edward Tulane nya bikin ngiler)
efek Do Min Joon ssi

Dan masih ada beberapa barang lagi yang saya lupa apa saja sanking banyak nya *peace, Mbak Lis*

Setelah acara bongkar tas, tanda- tanda hujan kembali muncul *datang hujan, pulangnya juga hujan* Kami semua menyudahi acara kumpul bareng ini dan membawa pulang hasil request novel pinjaman masing- masing.

Semoga di kopdaran selanjutnya, anggotanya bisa lengkap ya ^^ Intip juga yuk aksi bongkar tas Mamak dan Mbak Lis di blog mereka J

Minggu, 01 Juni 2014

Dance For Two - Tyas Effendi


Dance For Two
Tyas Effendi
GagasMedia
238 halaman

Sinopsis :
Dear editor,
Saya terjebak dalam cerita yang saya mulai sendiri. Saya selalu membiarkanmu mengacaukan kata- kata yang sudah saya urutkan, membiarkanmu memenggal kepala huruf- huruf yang sudah berbaris rapi itu. Saya pun menikmati setiap cara yang saya lakukan untuk merangkainya kembali, lalu menyusunnya menjadi mozaik baru yang kamu suka.

Ini tentangmu, percayalah. Bagian mana dari dirimu yang tidak saya tahu? Tak ada satu celah pun yang terlewat; setiap potong kehidupanmu adalah gambaran paling jelas yang tersimpan dalam benak saya. Setiap langkahmu adalah jejak tanpa putus yang tercetak di atas peta saya.
Saya tidak ingin selamanya menjadi rahasia.  Saya hidupkan kamu dalam cerita.

Review:
Cinta bisa datang kapan saja, tanpa melihat kondisi. Begitulah yang dialami oleh Caja Satyasa Hasan. Ia jatuh cinta pada Albizia Falcataria, pria Indonesia yang mengenyam pendidikan di Kopenhagen, meski belum mengenal pria itu secara resmi. Caja tidak berani berkenalan dengan Al, jadi ia rela menjadi pengagum rahasia pria itu.

Caja sangat memerhatikan Al. Terutama ketika Al dan teman- temannya berkunjung ke café milik Nenek Caja, Caja selalu menghidangkan makanan yang lebih spesial untuk Al. Caja bahkan – mencari – tahu segala tentang Al. Al yang hobi foto, Al yang masih terikat pada masa lalunya. Ah, memikirkan itu hanya membuat Caja sedih. Sampai kapan pun Al tidak akan menyadari keberadaannya.

Mungkin seorang gadis yang duduk di pinggir sebuah danau di Kopenhagen dengan sahabat laki- lakinya itu sangat polos. Mungkin gadis itu sangat naif. Mungkin semua yang ia katakan saat itu hanya akan ada di kehidupan fiksi, sama sekali tidak akan ada di kehidupan nyata. Ia benar- benar bodoh kalau meyakini seorang pasangan hidup hanya dengan mengamatinya ribuan hari saja. Benar- benar bodoh. (hal. 154)

Caja harus berhenti menjadi pengagum rahasia Al saat pria itu kembali ke Indonesia. Ia menuangkan kisahnya dengan Al, yang mungkin tidak diingat oleh Al, ke dalam sebuah novel. Sebelum Caja kembali ke Yogyakarta, kota ia dibesarkan sebelum pindah ke Kopenhagen, terlebih dahulu novelnya ia email ke Bunda untuk dikirim ke penerbit.

Dan takdir kembali mempertemukan mereka. Caja begitu kaget saat mengetahui bahwa editor novelnya adalah Al. Ternyata Al tinggal di Yogyakarta. Perasaan Caja campur aduk. Begitu pula dengan Al. Meski awalnya Al tidak sadar mengenai isi novel Caja, namun setelah membaca lebih jauh, Al merasa kisah tokoh dalam novel itu sangat mirip dengan kisahnya.

Al baru tersadar saat ia menghadiri konser balet Caja. Ia begitu terpesona oleh Caja. Namun sanggupkah ia melepaskan Ni Luh, kekasih hatinya yang sudah lama tiada? Mengapa saat membaca ending novel Caja (Caja memutuskan untuk tidak mengharapkan Al lagi dan memilih bersama dengan Nikolaj, sahabatnya), hatinya terasa sakit?

Al tahu ia sudah jatuh cinta pada Caja. Mereka berdua saling mencintai. Tetapi mereka seolah menyiksa diri. Keduanya hilang kontak. Dan saat Al sudah siap, ternyata Caja tidak lagi tinggal di Indonesia. Apakah takdir akan mempertemukan mereka kembali? Ikuti kisah mereka dalam Dance For Two.
©

Sederhana tapi rumit. Lah, kok bisa begitu? Kisah cinta yang kalau hanya kita ikuti sekilas memang tampaknya sederhana. Menjadi pengagum rahasia dan mengalami yang namanya cinta sepihak sudah biasa ditemui. Namun yang membuat rumit disini ialah bagaimana pembaca diajak untuk merasakan segala upaya Caja dalam mengenal Al.

Menggunakan dua sudut pandang, dari sisi Al dan dari sisi Caja, membuat pembaca dapat langsung mengetahui interaksi antar tokoh dan kegalauan yang mereka hadapi. Meski ini bukan kisah yang sarat konflik sampai membuat emosi pembacanya naik, namun saya cukup menikmati setiap bab kisah Caja-Al sehingga saya membacanya sampai tamat.

Hanya saja, saat membaca bagian yang menjadi bagian novel yang ditulis Caja, saya merasa seperti membaca buku harian Caja, bukan membaca novel yang sedang diedit. Tapi bahasa yang digunakan penulis tidak ribet dan mudah dimengerti sehingga enak saat dibaca. Secara keseluruhan, okelah. Bagi penyuka novel roman dengan konflik yang tidak terlalu menonjol, novel ini bisa menjadi rekomendasi untuk teman- teman. Selamat membaca J


Kamis, 22 Mei 2014

Dongeng Sebelum Tidur - Agnes Jessica

Judul                   : Dongeng Sebelum Tidur
Pengarang       : Agnes Jessica
Penerbit            : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal                    : 224 halaman
Sinopsis :
Sebelum keluar dari pintu, Cadenza menjawab, “Kupikir aku bisa memperoleh seorang istri idaman, pilihan ibuku. Siapa sangka yang kudapatkan wanita bekas pria lain!” Kiara melemparkan pajangan di tangannya, tapi pintu keburu tertutup, dan patung itu pecah berkeping- keping, terbentur kayu pintu yang tebal.
Karena ayahnya berutang budi pada keluarga angkatnya, Kiara terpaksa menikah dengan Cadenza. Padahal ia telah memiliki kekasih – begitu pula Cadenza. Namun demi baktinya pada orangtua, Kiara menerima perjodohan ini. Kiara sangat mencintai ayah-ibunya, karena itu sesulit apa pun, ia bertekad mengusahakan agar pernikahan yang tak diinginkannya ini terasa menyenangkan.
Namun bila segala upaya telah diusahakan, hubungannya dengan Cadenza tetap saja tidak berjalan lancar, apa lagi yang harus dilakukannya? Apakah ia harus kembali ke Aldi yang telah dikhianatinya, sementara Cadenza juga kembali kepada gadis yang dicintainya?
Di tengah kegamangannya, Kiara menyadari bahwa ia jatuh cinta pada Cadenza. Ia sangat galau ketika Cadenza memutuskan untuk mengakhiri pernikahan aneh ini, apalagi ibunya – yang menjodohkan mereka – telah meninggal. Padahal, selain mulai jatuh cinta pada suaminya, Kiara merasakan sedikit guna dirinya saat ia mencoba menyembuhkan Charles – kakak iparnya – yang tampan tapi menderita gangguan jiwa.

Review :
Kiara terpaksa menerima perjodohan oleh orangtuanya dan berpisah dengan Aldi, kekasihnya selama tiga tahun ini dengan berat hati. Meski begitu, Aldi yang terlihat sangat mencintai Kiara tidak menentang keputusan Kiara. Ia hanya berpesan jika Kiara tidak bahagia setelah menikah, Kiara bisa kembali padanya.
Ø
Cadenza, yang biasa dipanggil Denny, merupakan tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggal. Kini ibunya tengah berjuang melawan kanker rahim yang tengah dideritanya. Keinginan Mirna, Ibu Denny, ialah melihat Denny menikah sebelum beliau meninggal. Jodoh mempertemukan orangtua Kiara dengan Mirna.

Demi menebus kesalahannya di masa lalu, Ayah Kiara bersedia mengabulkan permintaan Mirna, kakak angkatnya. Pernikahan direncanakan sebulan setelah kesepakatan itu.

Sehari sebelum pernikahan, Kiara datang ke rumah Tante Mirna untuk bertemu dengan Denny, calon suaminya. Namun Denny sedang tidak berada di rumah dan terkesan acuh saat mendengar kabar bahwa Kiara sedang menunggu di rumahnya.

Keduanya baru saling bertemu untuk kali pertama pada hari pernikahan mereka. Kiara merasa tertekan mengingat Denny yang sama sekali tidak peduli padanya. Mereka bahkan tidak tidur satu kamar. Berbicara pun hampir tidak pernah.

Di tengah kebosanannya tinggal di rumah Denny, Kiara menemukan aktivitas baru. Berbekal pendidikan psikologi yang dimilikinya, Kiara mencoba menyembuhkan Charles, kakak Denny yang menderita depresi selama enam belas tahun. Awal pengobatannya tidak menunjukkan hasil yang berarti. Saat bertemu dengan Aldi, pria itu bersedia membantu. Kiara menerima bantuan itu. denny tampak tidak senang, namun ia biarkan.

Saat kondisi Charles mulai mulai menunjukkan perkembangan, mereka mencoba memancing respon Charles dengan menggali masa lalunya. Oleh karena itu mereka perlu foto Diah, wanita yang sangat dicintai oleh Charles. Pencarian itu membawa mereka pada kenyataan bahwa Diah masih hidup. Diah sangat mencintai Charles. Ia juga ikut ke Jakarta untuk merawat Charles.

Setelah melalui pertimbangan, terapi terhadap Charles dihentikan. Kini tidak ada lagi yang bisa dilakukan Kiara. Tidak ada lagi alasan baginya untuk tetap tinggal bersama Denny. Denny juga memutuskan agar mereka bercerai setelah enam bulan pernikahan mereka.

Kiara sedih karena ia telah mencintai suaminya. Hingga hari itu tiba, sanggupkah Kiara mengucap selamat tinggal pada suami yang tidak mencintainya itu?
Ø
Saya menyukai konsep cerita ini. Di setiap awal bab juga disisipkan penggalan kisah 1001 malam. Tapi saya merasa ada yang kurang saat novel ini selesai saya baca (ini menurut saya ya). Interaksi antara Denny dengan Kiara tidak terlalu tampak. Ada tetapi sedikit. Saya merasa cerita didominasi oleh masa lalu Charles dan pengobatan Charles sehingga saat di bagian ending, tahu tahu sudah selesai ceritanya.

Namun novel Mbak Agnes Jessica tetap khas dan menarik untuk diikuti karena selalu ada permasalahan hidup yang tanpa kita sadari sebenarnya terjadi dalam kehidupan sehari- hari dan oleh Mbak Agnes dapat dilihat dari sudut pandang yang positif.
        
        Bagi teman- teman yang ingin membaca tapi sudah kesulitan menemukan buku edisi lamanya, kalau tidak salah saya pernah melihat cetakan barunya (tapi beda penerbit) di toko buku. Selamat membaca J

Kamis, 01 Mei 2014

Coupl(ov)e - Rhein Fathia

Judul               : Coupl(ov)e
Pengarang      : Rhein Fathia
Penerbit         : Bentang
Tebal              : 388 halaman

Sinopsis :
Kau tahu, kenapa orang menikah selalu mendapat ucapan “Selamat Menempuh Hidup Baru?”
Karena mereka harus meninggalkan orang- orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.

Perjanjian konyol itu merusak semua cita dan anganku. Sungguh, tak pernah aku bermimpi akan bersanding denganmu di pelaminan. Ditambah lagi menghabiskan hidup hingga tua bersamamu.
Bagiku, kau tidak lebih dari sekadar sahabat yang sangat baik, yang setia menjadi pendengar kisah suka dukaku, yang punya bahu kuat untuk kusandarkan kepalaku dengan mata sembap karena tangis, dan yang selalu menjadi penyemangat untukku jalani hidup.
Haruskah aku seorang Halya menyerah pada fakta? Seperti katamu, sahabatku Raka…Komitmen itu seharusnya dipertahankan, bukan dilepaskan. Tapi yakinkah juga dirimu, kita akan sanggup bertahan?

Review:

Baik Halya maupun Raka tidak menyangka mereka akan menikah dan hidup bersama. Sejak zaman SMA, mereka sudah bersahabat. Tak jarang orang mengira mereka berpacaran. Keduanya selalu dekat. Halya dan Raka sangat menikmati persahabatan mereka. Gila- gilaan bersama. Padahal Raka adalah sosok genius yang tidak memiliki banyak teman semasa sekolah. Hanya Halya lah yang menjadi temannya.

When there is outer beauty, one’s mind is happy. When there is inner beauty, one’s soul is happy. Only when there is a balance between both of them, there can be harmony. (hal.113)

Setelah lulus, mereka melanjutkan kuliah sesuai bidang studi yang mereka inginkan. Halya dan Raka berpisah karena Halya kuliah di UI sedangkan Raka kuliah di ITB. Namun keduanya tetap bertemu saat Halya kembali ke Bandung.

Urusan cinta, Halya duluan. Ia bertemu dengan Riki, kakak kelasnya di UI. Namun hubungan mereka tidak bertahan lama. Riki selingkuh dengan teman Halya sendiri. Halya patah hati sekaligus trauma. Yang menjadi tempat curhatnya, tentu saja Raka. Hingga akhirnya luka itu perlahan sembuh, Halya berani menjalin cinta kembali. Kali ini dengan Gilang. Mereka saling menyayangi. Gilang meski awalnya merasa aneh dengan kedekatan Halya dengan Raka, akhirnya bisa menerima bahwa wanita yang dicintainya itu memang benar- benar mencintainya dan hubungannya dengan Raka hanya sebatas sahabat.

Gilang juga suka memberi kejutan kepada Halya. Puncaknya adalah saat ia melamar Halya. Halya tentu saja tidak menolak. Namun setelah itu, Gilang tidak pernah muncul lagi. Halya benar- benar hancur. Pekerjaannya ikut berantakan.

Unspoken words will give you pain, sometimes. (hal. 291)

Berbeda dengan Raka yang selalu menggunakan logika. Terhadap wanita yang sangat ia cintai pun begitu. Raka berusaha untuk menghormati Rina dengan tidak mengajaknya pacaran tapi langsung meminangnya saat Raka sudah mapan nanti. Rina sendiri jelas patah hati saat Raka tak kunjung menyatakan cintanya. Ia menerima saat dijodohkan, mengabari Raka dan berharap Raka mencegahnya. Memang dasar Raka yang logisnya nggak ketulungan, Raka malah melepaskan Rina, mendoakan yang terbaik untuk Rina. Setelahnya, Raka patah hati.

Hingga waktu pun berlalu dan usia kian bertambah, orangtua masing- masing juga mendesak agar anak- anak mereka segera menikah. Dan ide itu pun muncul. Raka mengajak Halya untuk menikah. Awalnya Halya canggung, belum terbiasa dari status sahabat yang kini berubah menjadi istri seseorang.

What does love mean, Ka?” tutur Halya lirih. “It means, you’re happy to see someone you love happy. (hal.207)

Pernikahan mereka berlangsung datar. Masing- masing memendam luka yang sulit disembuhkan. Halya dengan bayangan Gilang. Rina kembali untuk merebut Raka setelah pernikahannya dengan Adi, pria yang dijodohkan dengannya, gagal. Lalu, bagaimana Halya menyikapi pernikahannya dengan Raka yang tidak biasa? Ikuti kisah selengkapnya dalam Coupl(ov)e.
©

Cerita ini dibagi ke dalam empat bagian. Part 1 bercerita tentang kehidupan awal pernikahan Raka dan Halya. Kemudian flash back di part 2 ke zaman SMA hingga ke kehidupan mereka setelah mereka tamat kuliah dan mendapat pekerjaan. Lanjut ke part 3 yang menceritakan tentang persiapan pernikahan Halya dan Raka. Kembali ke masa sekarang, di bagian terakhir ini menceritakan tentang kehidupan pernikahan Halya dan Raka yang semakin kompleks.

Novel ini banyak direkomendasi oleh teman- teman pembaca dan tidak salah kalau novel ini akhirnya menjadi salah satu koleksi. Ceritanya ringan, mengangkat tema sahabat menjadi cinta tapi tidak bosan untuk diikuti. Kagum sama persahabatan yang solid banget antara Raka dan Halya. Jadi penasaran, ada nggak ya persahabatan yang seperti itu di dunia nyata?

Saya merasa nyaman  saat membacanya padahal awalnya sempat ragu apakah saya sanggup membaca novel bertema persahabatan yang cukup tebal ini (secara genre favorit saya adalah romance).  Ternyata malah sempat begadang saat menamatkan baca Coupl(ov)e. Bagi teman- teman yang suka dengan kisah persahabatan dan cinta yang manis, novel ini saya rekomendasikan untuk teman- teman. Selamat membaca J

The Not-So-Amazing Life of @aMrazing - Alexander Thian

Judul               : The Not-So-Amazing Life Of @aMrazing
Pengarang      : Alexander Thian
Penerbit         : GagasMedia
Tebal              : 220 halaman

Sinopsis :
BAPAK itu merogoh kantong celananya, lalu mengeluarkan bergepok- gepok uang.
“Nih! Sekian belas juta!”
Bahkan setelah menghitung sekian belas juta, sisa uang di tangan Bapak itu masih banyak. Fakta bahwa bajunya lusuh, serta handphone lamanya buluk segera terlupakan. Rupanya Bapak ini orang tajir yang tak tahu cara berdandan serta belum melek teknologi. Gue lagi- lagi salah menilai. Terkadang manusia memang hanya memandang penampilan luar. Menghakimi bahwa sebuah buku pasti jelek isinya hanya karena cover yang buruk.
Berlama- lama si Bapak mengagumi handphone terbarunya. Setelah puas, ia kembali bertanya hal yang paling penting.
“Dek, gimana cara main Fesbuk? Terus, internet itu apa, sih?”
The Not-So-Amazing Life of @aMrazing merupakan kumpulan kisah pengalaman Alexander Thian saat menjadi penjaga konter handphone di sebuah mal. Tidak sekadar menjual handphone, Alex memotret manusia melalui berbagai tingkah laku para pelanggan yang datang. Ada mereka yang butuh tampil mengesankan dengan handphone tercanggih, mereka yang ingin membahagiakan orang terkasih, juga mereka yang tertipu (dan menipu). Adakah wajah kita di sana?

Review :
Empat belas kisah nano- nano Ko Alex dikemas dalam buku bersampul kuning ini. semuanya menceritakan pengalaman Ko Alex selama menjaga konter handphone. Ada kisah yang menggelitik, lucu, hingga mengharukan di dalamnya. Semuanya bercerita seputar pelanggan- pelanggan Ko Alex yang datang dan pergi dari konternya. Satu kisah yang menyentuh yang menjadi favorit saya adalah cerita berjudul Dummy Seharga Dua Juta.

Suatu hari, Pak Soni datang ke konter Ko Alex bermaksud untuk servis ponsel. Namun alangkah terkejutnya ia saat mengetahui bahwa ponsel yang ia beli dari orang yang tidak ia kenal adalah handphone dummy alias replika dari handphone asli. Padahal ponsel itu beliau beli untuk anaknya dengan menggunakan uang jerih payahnya.

Ko Alex yang simpati melihat Pak Soni pun meminta Pak Soni untuk membawa anaknya dan berjanji akan mengisikan aplikasi, lagu, game, secara gratis. Pak Soni tentu saja senang. Walaupun beliau telah ditipu, beliau sangat berbesar hati meski awalnya sedih dan kecewa. Keesokan harinya, saat Pak Soni membawa anaknya ke konter Ko Alex dan menceritakan tentang kondisi anaknya, Ko Alex sangat terharu. Kisah hidup Pak Soni dan Rama sangat sarat makna. Tak terasa mereka berbincang akrab dan sejak itu Pak Soni menjadi langganan tetap Ko Alex.
Selalu ada pelangi setelah hujan, dan selalu ada senyum di balik duka (hal. 47)

Kebohongan dan sikap ingkar terkadang jauh lebih menenangkan daripada mendengarkan kejujuran atau menghadapi kenyataan (hal. 42)

Kisah lain yang bikin emosi sejenak ialah kisah berjudul Nggak Canggih, Nggak Gaya? Nggak Gaul! yang menceritakan tentang seorang anak perempuan SD bernama Tasya yang menjadi korban perkembangan teknologi yang tidak tepat sasaran. Pengaruh lingkungan juga sih sebenarnya. Tasya merengek kepada Mamanya untuk dibelikan handphone baru yang harganya sangat mahal. Padahal handphone yang tengah digunakan Tasya sudah cukup canggih saat itu. Saat Mamanya tidak membelikan handphone baru untuk Tasya, Tasya mempermalukan Mamanya dengan mengamuk dan berteriak- teriak serta menangis. Katanya dia malu kalau ke sekolah nggak pakai handphone baru. Wah wah wah. Parah banget ya nih anak. Akhirnya Mamanya Tasya menjual handphone yang sedang beliau gunakan ditambah dengan sedikit uang tunai yang ditarik dari ATM. Menyedihkan.

Kedua belas cerita yang lain juga tidak kalah serunya. Membaca satu demi satu cerita membuat kita merenung. Ternyata menjaga sebuah konter handphone jika dilihat dari perspektif lain memberikan dampak yang berbeda. Buku ini selain menjadi pelepas stres saat merampungkan proposal skripsi juga membuat pikiran menjadi lebih fresh. Ringan untuk dibaca namun sarat makna. Love it!

Jumat, 04 April 2014

Barcelona Te Amo, Masih Ada Sketsa Rindu Untukmu

Judul               : Barcelona Te Amo
Pengarang       : Kireina Enno
Penerbit           : Bukune
Tebal               : 266 halaman
Sumber            : pinjam dari Mbak Lis
Sinopsis :
Tadinya, musim panas selalu muram.
Lalu, dia datang dengan senyumnya yang indah, ketika waktu mendamba detik- detik yang hangat dari matanya. Entah bagaimana, hati Katya begitu dingin ketika menepis uluran tangan laki- laki itu.
Kesepian pun menghantamnya.
Sepanjang La Rambla, angin menepi.
Sayap- sayapnya membawa Katya menari di antara pilar- pilar Gothic Quarter yang sunyi.
Membangkitkan rindu kepadanya, seperti ombak kepada pantai yang menunggu.
Maka, di sinilah Katya berada kini.
Menyambut genggaman tangannya.
Di Placa de Catalunya, tempat merpati bercengkerama.
Ketika matahari menyinari Barcelona.
Dia bagai musim panas yang begitu indah.
Te amo,” pelan ucap Katya.
Akankah dia dengar?

Te amo siempre,
Kireina Enno

Review :
Katya kehilangan kedua orang tuanya sejak ia masih SD. Ia kemudian diasuh oleh pamannya, Prana Hadiningrat. Katya disekolahkan di sekolah yang sama dengan Sandra, sepupunya yang juga adalah anak tunggal Prana. Sifat mereka sangat bertolak belakang. Katya dikenal sebagai anak yang pandai dan berbakat. Sandra sangat sembrono dalam berbagai hal. Sandra kerap membuat masalah. Katya dan Evan lah yang selalu melindungi Sandra. Evan adalah sahabat mereka sejak SD. Mereka kenal karena saat liburan sama- sama mengunjungi nenek mereka di kota Malang.
Hingga ketiganya beranjak dewasa, masalah yang ditimbulkan Sandra semakin menjadi- jadi. Salah satunya ialah mengutil di mal. Biasanya Evan yang akan membayar barang- barang yang sudah dicuri oleh Sandra. Katya selalu menyimpan rapat kebiasaan buruk sepupunya itu, tidak ingin pamannya bersedih dan kecewa.
Ternyata persahabatan mereka memunculkan percik cinta. Katya dan Sandra sama- sama menyukai Evan. Katya yang selalu mengalah kepada Sandra juga melakukan hal yang sama kali ini. Ia rela memendam perasaannya demi kebahagiaan Sandra. Maka, setelah lulus SMA, ia menerima tawaran pamannya untuk kuliah di Barcelona, mendalami kemampuan seni lukisnya.
Katya menjadi sosok yang tertutup dan pendiam setibanya di Barcelona. Kesehariannya ialah bekerja di galeri milik Maria dan Isidro, pasangan suami istri teman Prana. Pasangan itu sangat baik terhadapnya. Katya juga memiliki seorang sahabat bernama Lucia yang sangat mengerti dirinya. Perlahan ia mulai menata hatinya dan berusaha untuk melupakan Evan. Ia masih berkomunikasi dengan Evan dan Sandra – sesekali – untuk mengetahui kabar mereka.
Suatu hari, saat Katya sedang di luar bersama Lucia, galeri Maria kedatangan tamu. Tamu itu meminta untuk bertemu Katya secara langsung karena telah melihat lukisan dandelion milik Katya. Katya yang mendapat telepon dari Maria bergegas kembali ke galeri. Saat Maria memperkenalkan tamu itu sebagai Manuel Estefan, Katya masih tidak menyadari bahwa Manuel adalah kurator terkenal di Eropa yang sering dibicarakan. Katya baru sadar setelah Manuel pulang.
Manuel mengajak Katya untuk ikut serta dalam pameran lukisan. Berbeda dengan respon pelukis lainnya, Katya malah menolak. Manuel terus menerus meyakinkan Katya bahwa gadis itu sangat berbakat dan Manuel akan membantunya untuk mendapatkan inspirasi melukis. Katya setengah jengkel pada Manuel karena pria itu selalu terkesan memaksa – dan dingin.
Baik hari Katya maupun Manuel berubah setelah perkenalan mereka. Manuel yang tidak lelah membujuk Katya dan Katya yang selalu menolak dan mengatakan bahwa ia tidak bisa. Namun Katya akhirnya setuju untuk ikut pameran.
Di tengah kehidupan Katya yang sudah mulai teratur, Sandra muncul. Katya sampai terkejut dan tidak menyangka bahwa sepupunya akan menyusulnya ke Barcelona. Hubungannya dengan Evan telah berakhir. Meski tidak menyukai Katya, Sandra tetap tinggal bersama sepupunya itu. Sandra langsung  tertarik pada Manuel saat pertama kali bertemu dengan kurator itu. Dengan pesonanya, Sandra akan memikat Manuel. Duh, kali ini Katya tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan sepupunya yang selalu berterus terang itu.
Masalah bertambah ketika Evan tiba di Barcelona. Bukan untuk menyusul Sandra, tetapi untuk mengungkapkan perasaannya terhadap Katya. Sementara Katya sibuk mengkhawatirkan Sandra dan Manuel, Sandra seoleh tak peduli dan terus membuat masalah. Hingga akhirnya, bagaimana kejelasan hubungan keempatnya? Akankah Katya menerima Evan? Bagaimana dengan perasaannya terhadap Manuel yang sedikit banyak cemburu saat mengetahui kurator terkenal itu sering keluar bersama Sandra? Ikuti kisah selengkapnya dalam Barcelona Te Amo.
Placa de Catalunya. sumber : disini
Cinta dan persahabatan mendominasi isi cerita ini. Tidak seperti kebanyakan novel yang menceritakan kebersamaan tokoh dengan sahabatnya melulu,  novel ini memberi sedikit sentuhan berbeda dengan Katya yang mengalah dan memilih menyendiri.
Saya prihatin sekaligus kagum dengan Katya yang selalu saja ‘ditindas’ oleh Sandra dan sifatnya yang sangat sabar terhadap sepupunya itu. Sedangkan kalau melihat Sandra, bawaannya pasti emosi terus. Ini anak asli troublemaker banget. Sekali melihat saja pasti langsung tidak suka.
Mengikuti kisah ini menurut saya tidak mudah. Konfliknya tidak berat, hanya saja jadi sesak pas bacanya. Mungkin karena karakter Katya yang diciptakan penulis. Katya seolah memiliki dunianya sendiri, tertutup dan cenderung formal. Barulah saat semakin mendekati akhir cerita, saya kembali bersemangat. Tiga bintang untuk novel STPC yang satu ini. Teman- teman yang menyukai arsitektur dan seni Eropa boleh coba membaca novel ini, bakalan dibawa jalan- jalan sama Senor Estefan yang kece. He he.. Selamat membaca J