Daftar Review

Minggu, 10 Juni 2012

Promises, Promises : Mencintaimu Sekali Lagi

Promises, Promises •• Dahlian •• Gagasmedia •• 352 halaman

Sinopsis di belakang buku :
Setelah bertahun-tahun lamanya, takdir mempertemukan kau dan aku lagi. Berdiri, berhadap-hadapan, dan sama-sama bingung memulai percakapan. Harusnya “Apa kabar?” dan “Aku selalu memikirkanmu” bisa dengan mudah meluncur dari bibir kita. Tapi, kau bergeming di tempatmu berdiri dan aku tak akan mengizinkan kau melihatku meneteskan air mata rindu. Aku menutup rapat-rapat hati dan menyembunyikan kuncinya sejauh mungkin darimu. Tak ingin kau menyentuhku semudah itu. Tak akan membiarkanmu memelukku seerat dulu.

Kulawan semua godaan yang menghampiriku dan ingin pergi jauh-jauh darimu... meskipun yang kulakukan justru berusaha menahanmu di sisiku lebih lama lagi. Kukatakan sudah berhenti memikirkanmu—tetapi aku sendiri ragu akan hal itu.

Aku benci tak jujur kepadamu. Namun, lebih khawatir kau akan membuatku jatuh cinta lagi untuk kedua kali.

Membuatku jatuh dan terluka lagi....

*****

If I only could make one wish, I'd ask God to not giving you a pair of wing, so you couldn't fly away from me any longer - pg. 351

Kesempatan kedua selalu terbuka bagi mereka yang pantas mendapatkannya. Fiona dan Evan merupakan satu di antara berjuta pasangan yang mendapatkan kesempatan itu. Setelah berpisah selama tiga belas tahun, tanpa kabar apapun, mereka dipertemukan kembali dalam suatu kebetulan.
Fiona, seorang interior designer, yang mendapat proyek mengerjakan rumah seorang artis kenamaan ibukota, Bianca. Namun hal yang tidak disangka terjadi. Rumah itu bukan rumah Bianca, melainkan rumah seorang lelaki tampan dan mapan yang dulu pernah menjadi kekasih Fiona, Evan, yang kini menjadi calon mantan suami Bianca.
Keduanya masih saling mengenali. Akan tetapi Fiona selalu berusaha menjaga jarak dengan Evan, memastikan benteng di hatinya untuk tetap berdiri kokoh melawan pesona Evan yang begitu menyihir. Fiona tidak mau disakiti untuk kedua kalinya lagi. Namun Evan tidak menyerah. Ia akan berusaha mendapatkan Fiona kembali. Terlebih ketika Evan menyadari bahwa ia sangat menyayangi Kejora, putri Fiona, ia semakin ingin berada di samping ibu dan anak itu.
Pekerjaan Fiona menuntutnya untuk sering berada di rumah Evan. Itu artinya Evan dapat lebih lama berada di dekat Fiona. Seiring berjalannya waktu, Fiona tidak dapat mengingkari perasaannya terhadap Evan. Rasa cinta itu masih ada bahkan semakin besar.
Meski Fiona berusaha menjauhi Evan, namun lelaki itu selalu ada di saat ia membutuhkan pertolongan. Ketika Kejora membutuhkan transfusi darah, Evan lah yang menjadi donor. Fiona kembali luluh.
Saat cinta itu mulai menyatu, rintangan selalu ada. Tidak ada kisah yang selalu berjalan mulus. Bagaimanakah akhir cerita cinta Fiona dan Evan? 
Novel yang terdiri dari dua puluh dua bab ini ditulis dengan baik oleh pengarang. Membaca kalimat demi kalimat yang tertulis di dalam novel ini membuat saya mendapat pengetahuan baru, terutama dalam bidang interior. Banyak yang saya tidak tahu sebelumnya. Lagi gaya penulisannya tidak rumit sehingga membaca novel yang lumayan tebal ini terasa santai. Namun saya merasa ada bagian dimana  penekanan (kebanyakan untuk mendeskripsikan perasaan tokoh) malah membuat saya merasa ada pengulangan. Dan pengulangan itu terjadi beberapa kali. Selebihnya oke. Jalan cerita yang dapat ditebak tidak membuat novel ini bosan untuk dibaca karena penulis membangun cerita ini dengan baik.
Buat teman- teman yang menyukai fiksi roman dewasa dengan konflik yang tidak rumit, novel ini saya rekomendasikan untuk teman- teman. Selamat berburu dan selamat membaca :)


Minggu, 03 Juni 2012

Rahasia di Pulau Kirrin - Enid Blyton


Lima Sekawan : Rahasia di Pulau Kirrin
Enid Blyton
PT. Gramedia Pustaka Utama
228 halaman
Masa liburan Lima Sekawan yang rencananya dihabiskan di Pulau Kirrin milik George terpaksa batal ketika datang surat dari Bibi Fanny, ibu George, yang berisikan berita bahwa Pulau Kirrin tengah digunakan oleh Paman Quentin, ayah George, melakukan penelitian. George sempat marah karena ayahnya tidak meminta izinnya terlebih dahulu. Baru setelah saudara sepupunya menasihati George, kejengkelannya mereda.
Liburan akhirnya tiba. Ketika Lima Sekawan kembali ke Pondok Kirrin, bersama Bibi Fanny, mereka pergi mengunjungi Paman Quentin. Paman asyik dengan penelitiannya hingga lupa makan. Bibi Fanny sangat cemas. Oleh karenanya Paman berjanji untuk mengirimkan pesan bahwa ia baik- baik saja melalui isyarat yang ia buat pada pagi dan malam hari.
Namun ada yang tidak beres. Lima Sekawan kembali terlibat dalam petualangan yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Penelitian Paman tidak berjalan mulus. Ada yang tinggal di Pulau bersama dengannya padahal ia sudah melarang orang lain untuk datang ke Pulau. Paman lebih curiga lagi ketika ia mendengar suara orang batuk dan puntung rokok yang masih terlihat baru. Benarkah kecurigaan Paman? Penelitian apa yang sebenarnya sedang dilakukan Paman sehingga keberadaannya sangat dirahasiakan? Ikuti petualangan keenam Julian, Dick, George, Anne, dan Timmy dalam novel ini. Selamat membaca :)

Selasa, 29 Mei 2012

Bellamore, Beautiful Love


Bellamore

Teman, mari kubisikkan padamu
kisah tentang sebuah keindahan cinta
yang pernah hadir menghangatkan hatiku
dengan membawa beribu rasa bagi sang jiwa.

Namun ternyata takdir memiliki rahasia
yang tak dapat kupahami dengan pasti.
Cinta itu pun terenggut dariku membawa semua asa
serta menorehkan luka pada jiwa nan sepi ini.

Kukira takkan pernah kumiliki lagi sebuah cinta
dengan keindahan yang mampu membuatku terlena.
Namun takdir memang memiliki sebuah rahasia
yang akhirnya dapat kupahami sepenuhnya.

Jadi marilah kuingatkan kembali padamu
akan pepatah tua yang pernah berkata
bahwa mencintai seseorang tak harus selalu
dibarengi dengan memiliki raganya semata.

Dan inilah yang kini menjadi pemahamanku.
Walau telah kumiliki cinta sejati yang baru,
namun kutahu cinta yang pernah kumiliki dulu
akan selalu menjadi bagian dari kenanganku.

Bellamore –
Beautiful love.
…dan itulah kisahku tentang keindahan cinta
yang kerlipnya akan hidup di hati selamanya.

Ragusa, Italian southern peninsula.


-Dikutip dari Metropop Bellamore karya Karla M. Nashar-

Minggu, 20 Mei 2012

Bellamore, A Beautiful (TRUE) Love to Remember



Judul               : Bellamore
Pengarang       : Karla M. Nashar
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal               : 264 halaman


Sinopsis :
“But what do you do if you get horny?”
Demi Zeus dan para dewa Yunani lainnya!!! What is it with this man?!!
Pria di hadapanku ini, yang kukenal belum sampai sebulan, bukan pacarku, bukan sahabatku, tidak juga punya hubungan darah apa pun denganku, hanya rekan bisnis, tapi ingin tahu apa yang kulakukan jika libidoku sedang naik?!?!?!
He’s got to be kidding me!!!!
Awalnya nama Fabian Ferdinandi bagiku sama artinya dengan kejengkelan tak berujung. Pria Italia itu sangat tahu bagaimana membuat seluruh sarafku menegang cepat dan membuat setiap percakapan kami berakhir dengan kemarahan di pihakku. Namun yang paling menyebalkan adalah, Fabian sangat tahu bagaimana membuatku tampak seperti alien karena di usiaku yang sudah 27 tahun ini, aku memutuskan untuk tetap mempertahankan virginity-ku. Sesuatu yang menurutnya sangat absurd untuk wanita seperti aku.
Setidaknya begitulah. Sampai akhirnya waktu memisahkan dan mempertemukan kami lagi pada suatu pagi yang beku di Tine Square. Namun seiring musim berganti di New York, aku pun harus menghadapi kenyataan mengejutkan tentang Fabian. Dan perasaanku sendiri terhadapnya.

Resensi :
Lanavera, seorang gadis cantik, sering gagal dalam membina hubungan dengan pria karena ia mempunyai prinsip untuk mempertahankan keperawanannya hingga saat ia menikah nanti. Sesuatu yang sangat baik namun malah dianggap sok suci dan munafik oleh pacar- pacar Lana. Namun ia tidak peduli. Ini prinsipnya. Titik.
Di kantor pun ia sudah sering menjadi bahan obrolan rekan- rekan kerjanya. Apalagi banyak yang melihat kedekatan Lana dengan Fabian. Fabian. Cowok Italia partner kerja Lana ini sangat senang menggodanya. Terlebih mengenai prinsip Lana. Akibatnya mereka sering terlibat argumen. Fabian dengan mudah membuat Lana emosi tapi dengan mudah membuat Lana merasa nyaman.
Tom and Jerry, Sylvester dan Tweety, Cat and Dog or whatever name they call it. Kita akan selalu berargumen, bukan?” (Fabian , halaman 160)
Begitu pula ketika pacar baru Lana, Iwan, menjemputnya di kantor dan bertemu dengan Fabian, Fabian sudah memperingatkan Lana bahwa Iwan bukanlah lelaki baik- baik. Namun Lana tidak percaya. Lana malah beranggapan bahwa Fabian sirik. Peringatan Fabian menjadi kenyataan, Lana baru sadar. Ketika masalah sudah lewat pun, Lana masih saja jutek terhadap Fabian. Hingga perasaan Lana mulai dihinggapi rasa bersalah dan ia mulai menyangsikan perasaannya terhadap Fabian. Sesering apapun Lana mengelak bahwa ia tidak menyukai Fabian, ia tidak bisa membohongi perasaannya bahwa Fabian sudah mengisi hatinya.
Yah, gimana gue bisa mikir cowok lain kalau di otak gue Cuma ada Fabian?(Lanavera, halaman 76)
Dan perpisahan itu terjadi begitu cepat. Fabian tiba- tiba menghilang dari kehidupan Lana. Hati Lana kini begitu kosong. Beruntung ada dua sahabat terbaiknya, Tiar (daredevil Lana) dan Sissy (guardian angel Lana). Mereka tetap mendukung dan menemani Lana.
Takdir kembali mempertemukan Lana dan Fabian di New York. Lana sangat senang. Namun Fabian yang ia jumpai sekarang bukanlah Fabian yang dulu. Ia sangat menjaga jarak dengan Lana. Ada sesuatu yang ia sembunyikan. Di saat keadaan sudah berbalik, kali ini Lana yang mati- matian mengharapkan Fabian, malah Fabian yang acuh terhadapnya. Dan waktu singkat yang mereka habiskan bersama terasa begitu indah. Namun perpisahan kembali terjadi. Fabian kembali meninggalkan (baca: melepas) Lana. Demi kebahagiaan Lana.
Hati Lana kembali hancur. Namun ia menemukan sosok lelaki yang sangat baik yang mengingatkannya pada Fabian. Danny namanya. Bersama Danny, Lana menggenapi janjinya kepada Fabian untuk hidup bahagia bersama lelaki itu.
Apa yang sebenarnya terjadi kepada Fabian? Bagaimana Lana mencoba untuk menerima Danny tanpa terbayang- bayang oleh Fabian?
Sunrise, sunset, changes right before my eyes, but your vision stays forever in my heart. ( halaman 229)
Membaca Bellamore membuat emosi saya naik turun. Sungguh ramuan kata- kata Mbak Karla menyihir perasaan saya. Sengaja resensi ini tidak saya perdalam agar teman- teman dapat enjoy dan larut sewaktu membaca Bellamore. Lana beruntung dapat menemukan cinta sejatinya. Ya, novel ini menceritakan tentang cinta sejati. Cinta yang dirasakan oleh perasaan namun tidak harus dimiliki secara fisik. Cinta yang tidak egois tetapi ingin membahagiakan orang yang kita cintai. Semuanya ada di Bellamore.
Ini Metropop yang sangat bagus. Ceritanya begitu menyentuh dan mengharukan. Buat teman- teman yang belum membaca, novel ini sangat saya rekomendasikan dan sangat pantas melengkapi koleksi novel di rak buku. Selamat membaca J

Minggu, 13 Mei 2012

Bella and The Beast, Si Polos dan Si Buruk Rupa Abad 21

BELLA AND THE BEAST
ASTRID ZENG
252 halaman
PT. GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
•••

Bella and The Beast. Judul Amore yang satu ini mengingatkan saya pada dongeng Beauty and The Beast. Memang iya, tokoh utama pria disini diceritakan (agak) buruk rupa dengan parut memanjang di wajahnya.  Hanya saja cerita ini disajikan secara modern dan juga lucu.
Setelah tertunda beberapa minggu untuk dapat melahap habis novel yang satu ini, akhirnya setelah UTS beserta tugas- tugas kuliah kelar, novel ini pun dapat saya nikmati. Well, ini dia sekilas mengenai Bella and The Beast....
Bella, putri ketiga dari Hadi Wibisono, sangat dijaga ketat oleh ayahnya. Hingga usianya yang sudah hampir berusia dua puluh enam tahun namun masih belum mengenal dunia luar. Jangankan pacar, berteman dengan laki- laki saja tidak pernah. Bisa dibayangkan betapa protektifnya ayah Bella. Hingga suatu hari kedua kakak Bella mendesak ayah mereka untuk mencarikan Bella pendamping hidup.
Berniat menjodohkan Bella dengan anak sahabatnya tapi tidak berhasil, maka dipilihlah keponakan Hubert, sahabat Hadi, yang bernama Demetri.
Kisah Bella dan Demetri pun dimulai. Bella dengan sifat super polosnya sedangkan Demetri dengan sikap kerasnya. Mereka bahkan tidak melewati fase pacaran dulu sebelum menikah. Demetri setuju untuk menikahi Bella untuk menunjukkan bahwa ia bukan monster yang tidak berperasaan sekaligus untuk meyakinkan partner bisnisnya.
Ternyata kepolosan Bella mampu membuat Demetri melunak. Ada saja ucapan Bella yang membuat Demetri tertawa lepas. Namun ketika Bella menanyakan tentang parut di wajah Demetri, lelaki dengan otot kekar itu langsung berubah. Ada masa lalu yang tersembunyi yang membuat Demetri enggan untuk mengungkapkannya. Namun Bella tidak lagi memikirkan hal itu ketika ia mendapat sahabat baru, Tatiana dan Tecla, pacar dari sahabat- sahabat Demetri. Mereka cepat akrab dan Bella menikmati kehidupan barunya.
Waktu berlalu dan Demetri menyadari ia sudah jatuh cinta pada Bella. Begitu pula dengan Bella yang menyadarinya. Bella bahkan cemburu ketika ia melihat Demetri  berusaha mencari perhatian Tatiana, istri Philip, dengan saling adu mulut. Namun Bella tetaplah Bella yang polos yang tidak mampu menangkap sinyal cinta yang dipancarkan Demetri. Berbagai masalah mulai  muncul. Dengan sikap keras Demetri yang keras, akankah pernikahan mereka bertahan meski keduanya saling mencintai?
Novel ini dikemas dengan baik oleh Mbak Astrid. Ada saja kepolosan Bella yang membuat cerita terasa kocak. Ceritanya simple namun membuat saya terbayang terus dan ingin cepat menyelesaikan acara baca novel ini. Hanya ketika Hadi menyetujui Demetri menjadi pendamping hidup Bella, saya kok jadi merasa gimana gitu. Ayah yang selama ini sangat protektif dengan mudahnya melepas anak bungsunya. Itu saja sih. Kesalahan ketik juga masih ada beberapa tapi secara keseluruhan saya suka novel ini. Ceritanya pas dan menyenangkan bisa mengenal Bella- Demetri. Mungkin saya juga harus mengintip cerita sahabat Bella di Amore seri lainnya. He he..
Okelah, ini novel saya rekomendasikan buat teman- teman yang menyukai cerita roman namun tidak berat dan bacanya bisa lucu- lucuan. Selamat membaca :)

Selasa, 17 April 2012

Daisyflo - Yennie Hardiwidjaja

DAISYFLO
Yennie Hardiwidjaja
PT Gramedia Pustaka Utama
256 halaman


Forgiveness is a gift to yourself

Tara- Tora- Junot- Alex.
Ini kisah cinta mereka berempat. Metropop yang satu ini menyuguhkan kisah yang kompleks. Tara benci setevngah mati kepada Tora karena Tora telah menghancurkan kehidupannya. Celakanya ia tidak dapat lepas dari Tora. Tara menderita. Bersamaan dengan perkenalannya dengan Tora, ia bertemu dengan Junot, kakak kelasnya di fakultas Seni Rupa yang berhasil memikat Tara. Mereka berdua sangat dekat. Muli, sahabat Tara, juga menyukai Junot. Tapi Tara menganggapnya main- main. Jadilah ia jalan dengan Junot di belakang Tora.

"Tara, knowing you is a gift. Holding you now is a miracle.."  (Junot di hal. 150)

Junot sayang Tara. Tara sayang Junot. Tidak ada lagi yang lain. Bersama Junot, Tara bahagia. Takdir telah mempertemukan mereka berdua.

Nikmati hari ini dan jalani saja. Mungkin aku tidak berani memimpikan esok hari, tapi untuk setiap hari yang aku jalani, aku tidak akan menyerah.(Tara di hal. 152)

Kisah kasih itu berlanjut hingga kenyataan pahit (apa itu saya tidak cerita biar seru pas bacanya) harus memisahkan Junot dengan Tara. Tara juga berpisah dengan Tora.
Sejak itu, hidup Tara berubah. Target utamanya adalah melihat Tora mati. Hidup Tara bukanlah hidupnya lagi. Kemudian datanglah Alexander, seorang psikolog yang memiliki masa lalbu yang kelam, datang menyelamatkan Tara dari keterpurukannya. Bersama Alex, Tara mulai menata hidupnya kembali.

Dan (lagi- lagi), tidak ada hidup yang berjalan mulus. Bayangan masa lalu kembali menghantui dan membuat Tara gila.
Apa sebenarnya yang terjadi pada kehidupan Tara? Benarkah cinta tidak pernah salah? Siapakah matahari yang mampu menerangi hati Tara?

Membaca Daisyflo itu serasa tersedot ke dalam lingkaran kehidupan tokohnya. Emosinya benar- benar dapat membuat pembaca larut ke dalam suasana. Alurnya yang maju mundur juga mudah diikuti karena jenis font yang digunakan berbeda. Juga sudut pandangnya berbeda sesuai dengan alurnya. Kisah percintaan dan persahabatan yang sering kita baca kini disulap dengan baik oleh Mbak Yennie. Selain itu, saya juga suka sama gambar bunga- bunga yang muncul di setiap judul bab. So cute and soft.
 Novel ini oke banget. Bagi teman- teman penggemar Metropop, novel ini sangat saya rekomendasikan. Selamat membaca :D

Jumat, 06 April 2012

Trio Weirdo, Persahabatan Para Weirdo


Judul buku          : Trio Weirdo
Pengarang          : Charon
Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal                     : 176 halaman

Charon kembali hadir dengan teenlit terbarunya yang berjudul Trio Weirdo. Trio Weirdo terdiri dari Lola (Lois Lane Lusiana), Sisi (Priscilia Christifani Verawati Maria Febka), dan Jimbon (Bona). Sebenarnya julukan ini diberikan oleh anggota geng The Girls karena mereka menganggap ketiga remaja ini sangat aneh. Sedangkan The Girls selalus aja menganggap diri mereka paling keren dan paling berkuasa. Dan hasilnya, Trio Weirdo ini selalu menjadi sasaran The Girls.

Fokus cerita ini ialah Lola. Belum cukup penderitaan Lola karena sekelas dengan The Girls dan disuruh duduk di samping cowok berandalan bernama Alex, datang lagi sebuah kejutan. Kakak kelas Lola yang mirip Alien, Kak Budi, naksir sama Lola. Demi menghindari kak Budi, Lola mengaku ia berpacaran dengan Alex, teman sebangkunya itu. Meski agak takut karena Alex begitu dingin, Lola toh tidak punya pilihan lain. Ia sudah terlanjur mengaku.

Beruntung Lola mempunyai sahabat- sahabat terbaiknya yang selalu siap membantunya. Ditambah dengan teman chatting Lola yang baru berumur 12 tahun tapi dapat membuat Lola merasa senang tiap kali chatting dengannya. Mereka berkenalan karena keduanya sama- sama maniak Superman. Lola juga memiliki  Papi yang sangat menyayanginya. Papi yang selalu melakukan penemuan barang ini itu dan selalu berakhir di gudang karena sering gagal. He he..

Novel teenlit yang satu ini setipis teenlit sebelumnya, 7 Hari Menembus Waktu, sehingga bisa habis baca dalam sehari. Kelucuan yang ditimbulkan ketiga sahabat ini menjadi bumbu menarik yang menambah kuatnya aroma persahabatan di masa SMA. Tidak hanya persahabatan, Charon juga menambahkan bumbu percintaan khas remaja SMA.

Kisah persabatan antara Lola dengan kedua sahabatnya di sekolah dan satu anak kecil di dunia maya serta percintaannya dikemas dengan ringan sehingga bacanya juga santai. Terlalu santai malah. Sampai- sampai tidak sadar kalau sudah memasuki bagian akhir. Rasanya lewat begitu saja. But, secara keseluruhan novel ini masih oke. Saya kasih 3,5 deh buat novel yang satu ini. Selamat membaca J