Daftar Review

Minggu, 17 April 2016

New York After The Rain - Vira Safitri

Judul               :New York After The Rain
Pengarang      : Vira Safitri
Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal              : 288 halaman

Sinopsis :
Tidak ada yang tahu bahwa Julia Milano adalah sosok di balik penulis best seller  terbitan BlackInk, tempat Julia bekerja sebagai editor.

Ketika Ethan Hall, sutradara ternama, ingin mengangkat salah satu karya Julia ke layar lebar, mau tidak mau Julia harus membuka topeng yang selama ini ia kenakan dan membuka diri untuk bekerja sama dengan pemuda itu.

Tapi siapa sangka, kedekatan membawa mereka pada skenario yang membuat luka hati dan rahasia- rahasia yang mereka sembunyikan tersibak.

Ketahuilah, seseorang akan melakukan apa pun untuk orang yang dicintainya. Apa pun….

Review :

Julia Milano menggunakan nama samaran Jane Martin pada buku- buku karangannya agar ia dapat bertahan di BlackInk. Blackink melarang editornya untuk menjadi penulis yang menerbitkan karya mereka di penerbit itu.

“Mungkin… cinta itu adalah ketika kau memilih memendam perasaan untuk orang yang kau cintai, namun diam- diam tetap mengharapkannya, meski ia sudah memiliki orang lain di sisinya.”

Selain menyukai pekerjaannya, alasan Julia bertahan di Blackink adalah karena ia mengagumi dan menyukai Jacob, putra pemilik Blackink. Hanya saja Julia tidak pernah mengungkapkannya. Ia sudah cukup puas bisa dekat dengan Jacob.

Ketika tawaran datang dari Ethan Hall, sutradara yang banyak digilai kaum hawa, untuk mengangkat salah satu novel Julia ke layar lebar, Julia sempat ragu. Ia tidak ingin identitasnya terbongkar. Tapi Ethan Hall tahu segalanya. Akhirnya Julia setuju dengan tawaran Ethan.

Perkenalan mereka tidak diawali dengan kesan yang baik. Begitu pula pada pertemuan- pertemuan mereka selanjutnya. Keduanya sering terlibat adu mulut dan tidak ada yang mau mengalah. Namun kedekatan mereka menimbulkan rasa nyaman dan selalu ingin berada di dekat satu sama lain.

“Ingat, Juli. Terkadang orang yang terkejam adalah orang yang paling mencintaimu.”

Kamis, 31 Maret 2016

Baca Bareng Mamak : Stuck in Love - Stephanie Zen


Judul                     : Stuck in Love
Pengarang          : Stephanie Zen
Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal                     : 312 halaman

Sinopsis :

Enzo
Aku senang melihatnya tertawa, atau merengut kesal ketika kugoda. Aku senang mendengarnya bercerita. She’s the best friend ever.
Alleira
Aku senang menghabiskan waktu bersamanya. Akan selalu kuingat setiap detik jika dia ada.
Ben
Bagiku, yang terpenting Alleira bahagia. Selama dia bahagia, aku akan baik- baik saja.
……………………………..
Terancam kehilangan pekerjaan telah membawa Alleira Barata bertemu dengan Benjamin Chua. Alleira tidak pernah tahu, bahwa saat pekerjaan di kantor barunya dimulai, babak baru dalam kehidupannya juga dimulai.
Terjepit di antara cinta – yang kemungkinan besar bertepuk sebelah tangan – pada sahabatnya sendiri dan perhatian- perhatian kecil yang perlahan ditawarkan Ben, membuat hidup Alleira sungguh kompleks.
Alleira jarang memikirkan manakah hal- hal dalam hidupnya yang sungguh berarti, sampai suatu ketika ia dihadapkan pada keputusan besar yang harus diambil: memilih untuk mencintai, atau dicintai.

Review :

Menjadi calon pengangguran di Singapura membuat Alleira sedikit cemas – ia tidak mau kembali ke Indonesia. Ia mulai mencari pekerjaan baru. Kemudian Alleira teringat pada perusahaan tempat ia mengikuti sesi wawancara yang ia tolak karena ia terlanjur menerima pekerjaan yang sekarang.

Alleira menghubungi Pauline, temannya yang merekomendasikan pekerjaan itu, untuk mengetahui apakah posisi yang ia lamar waktu itu masih lowong. Beruntung posisi itu masih ada. Nasib membawa Alleira untuk bekerja di We Connect, sebuah perusahaan  yang bergerak di bidang online marketing milik Benjamin Chua.

“I don’t believe in fate. It’s not fate that brought you here. It’s God’s will and my prayer, combined together. When we pray, God ests miracle into motion.” (hal. 252)

Alleira tentu senang sekali. Ia menceritakan semuanya pada Enzo. Enzo merupakan sahabat Alleira. Alleira sudah lama menyukai Enzo yang usianya lebih muda dari Alleira. Namun Enzo tidak menyadari bahwa Alleira menyukainya. Alleira sendiri menikmati kedekatannya dengan Enzo. Hanya melihatnya saja sudah cukup.

Di sisi lain, Ben ternyata menyukai Alleira. Ia melindungi dan membantu Alleira tanpa Alleira sadari. Dari hal- hal kecil hingga saat Alleira patah hati, Ben lah yang selalu mendukung Alleira. Ben sendiri tidak berharap banyak dari Alleira karena ia senang jika Alleira bahagia. Ia memilih menyerah saat mengetahui Alleira menyukai Enzo.

Saat itulah, ketika mengamati satu per satu e-mail yang ada di inbox, Alleira menyadari bahwa Ben bukan tipe yang akan memesankan kopi atau melakukan hal- hal manis semacamnya. Tapi, ia akan selalu ada saat benar- benar dibutuhkan, untuk memberi sesuatu yang lebih penting daripada sekadar secangkir kopi. (hal. 88)

PosBar BBI : Oppa & I - Orizuka dan Lia Indra Andriana

Judul                     : Oppa & I
Pengarang          : Orizuka dan Lia Indra Andriana
Penerbit              : Haru
Tebal                     : 156 halaman

Sinopsis :
Jae In :
‘Oppa’.
Apa panggilan itu tidak terdengar lucu?
Terutama setelah kau pergi meninggalkanku begitu saja lima tahun lalu?
Sekarang saat bertemu lagi, apa yang membuat senyummu selebar itu?
Apa kau senang melihatku seperti ini?
Jae Kwon:
Jae In- a.
Kau dulu menggemaskan, tetapi sekarang mengapa begini?
Siapa yang membuatmu susah, katakan pada Oppa!
Oppa tak akan membiarkan siapapun menyakitimu!
Oppa akan melindungimu!

Review :

Bertemu kembali setelah lima tahun berpisah tidak berarti apa- apa bagi Jae In. Ibunya membawanya ke Korea untuk tinggal bersama ayah dan kembarannya kembali.  Jae In tidak peduli saat kakaknya begitu gembira menyambutnya. Baginya, kakak yang – dulu – ia sayangi kini seperti musuhnya. Jae In enggan berbicara banyak dengannya. Bahkan ia meminta agar Jae Kwon merahasiakan hubungan mereka di sekolah.

Tidak hanya pada Jae Kwon, Jae In juga bersikap dingin di lingkungan sekolahnya. Waktu istirahatnya selalu ia habiskan sendiri sambil menggambar di buku sketsanya. Seringnya ia bertemu dengan Seung Won, teman sekelasnya yang duduk di sampingnya. Jae In mengira cowok itu sudah gila karena sering bersalto dan menendang tidak jelas.

Seung Won menyukai Jae In. Ia cemburu saat melihat Jae In dekat dengan Jae Kwon. Ia mengira mereka pacaran. Barulah setelah tahu kalau Jae In dan Jae Kwon adalah saudara kembar, Seung Won kembali mendekati Jae In.

Sebenarnya apa yang terjadi dalam lima tahun ini? Benarkah Jae Kwon yang terlihat begitu menyayangi adiknya meninggalkan Jae In waktu itu? Ikuti kisah kakak beradik ini dalam Oppa & I.

***

Saya membaca novel ini dalam format ebook. Saat itu Haru sedang membagikan ebook ini secara gratis. Makasih buat teman- teman BBI Medan yang sudah share info ebook gratis ini. Lumayan kan. He he. Jadi buku ini saya ikut sertakan dalam Posbar BBI bulan Maret ini. Mengingat blog saya yang sedikit terlantar, saya pisahkan untuk posbar BBI dengan proyek baca bareng Mamak. Biar lebih ramai.

Oke, kembali ke bahasan. Jadi membaca novel ini tidak sepenuhnya seperti membaca karya Mbak Ori yang lain karena ini novel duet antara Mbak Ori dan Mbak Lia. Tapi tetap menarik untuk diikuti. Untuk pembaca teenlit yang sedang terserang sindrom K-Pop, novel ini boleh jadi bacaan.


Mengangkat tema persaudaraan tidak menjadikan novel ini terasa drama dan kekanakkan. Mungkin karena ceritanya tidak panjang kali ya. Kalau ada yang punya lanjutannya atau ebook gratis lagi, boleh bagi info ya. Hihi.. Selamat membaca ^^

Minggu, 06 Maret 2016

Love Theft #1 - Prisca Primasari

Judul               : Love Theft #1
Pengarang      : Prisca Primasari
Penerbit         : Self Published
Tebal              : 192 halaman

Sinopsis :

Frea Rinata gadis yang sangat payah di kampus. Sementara teman- temannya sudah melangkah ke depan, dia tetap saja berjalan di tempat, minim prestasi, dan dipandang sebelah mata. Benar- benar menyebalkan.

Untunglah dia punya kehidupan kedua yang lebih menarik, yang melibatkan seorang pemuda bernama Liquor. Atau setidaknya, pemuda yang “dipanggil”Liquor. Frea nyaris tidak tahu apa- apa tentangnya, kecuali bahwa pemuda itu sangat menarik, memiliki profesi yang tidak biasa, dan penuh misteri. Namun, jauh di dalam hati, Frea jatuh cinta padanya, meskipun tidak pernah mengakuinya.

Sampai kapan Frea akan menyangkal perasaannya? Dan benarkah kehidupan keduanya semenarik yang ia pikirkan? Karena semakin lama, segala hal tentang Liquor semakin membuat dirinya frustasi. Dia sangat khawatir.

Review :

Love Theft #1 bercerita tentang gadis bernama Frea yang bosan kuliah karena ia selalu tidak dianggap. Ia memutuskan untuk cuti kuliah dan bergabung dengan Night dan Liquor, bawahan pamannya yang merupakan komplotan pencuri.

Berbeda dengan pencuri lainnya,  mereka mencuri barang- barang untuk kemudian hasilnya disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Frea sering mengikuti Liquor. Meski terkesan cuek, Frea nyaman berada di sisi pencuri ulung 
itu. Sayangnya begitu banyak hal mengenai Liquor yang belum Frea ketahui. Gadis itu semakin penasaran. Tanpa ia sadari, ia menyukai Liquor, hanya saja ia tidak mau mengakuinya.

Kali ini, pencurian yang dilakukan Liquor menimbulkan kehebohan. Hal ini menuntut pria itu untuk mengaku dan mengembalikan hasil curiannya kepada sang pemilik. Saat Liquor berhasil meluluhkan sang pemilik dengan menciumnya, bagaimana perasaan Frea?

“Saya harus pulang,” ujarnya lembut.
“Bukankah itu tujuan kita pergi? Untuk pulang.” (hal. 34)

©

Saat mengetahui Mbak Prisca kembali menerbitkan novel, saya senang sekali *walau reviewnya super telat*

Love Theft tidak mengecewakan. Berbeda dengan Éclair dan Kastil Es yang cenderung mellow, Love Theft memiliki kemasan yang berbeda.

Dengan tema kriminal, novel ini menarik untuk dibaca meski agak pendek ya kisahnya. Unsur romancenya ada hanya belum begitu terasa karena para tokohnya masih malu- malu. Mungkin di buku kedua akan lebih terlihat.

Seperti kebanyakan novel Mbak Prisca, saya juga menyukai novel yang satu ini. Awalnya hampir tidak jadi membaca karena nama tokoh prianya Liquor dan Night. Tapi setelah dibaca jadi suka. 3,7 untuk Love Theft #1.

Minggu, 31 Januari 2016

Review Sincerely Yours (Tia Widiana) + Tebak Santa

Judul                     : Sincerely Yours
Pengarang          : Tia Widiana
Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal                     : 248 halaman

Sinopsis :
Sebagai penulis novel thriller, orang kerap menyangka isi kepala Inge hanya seputar urusan pembunuhan. Terlebih lagi sikapnya yang pendiam dan lebih banyak mengurung diri di kamar.

Namun di mata Alan, Inge semanis penulis romance. Inge teman yang menyenangkan dalam segala hal. Alan dengan mudah dpaat membayangkan Inge menjadi perempuan yang ingin ia nikahi, bukan Ruby… perempuan yang selama ini berstatus kekasih Alan.

Alan mewakili segala yang Inge inginkan dalam hidup. Kecuali satu hal… Inge tidak ingin mengulangi hal yang membuat hatinya terluka bertahun- tahun, Inge tidak mau Alan meninggalkan Ruby demi bersama dirinya.

Sebagai penulis, Inge selalu tahu bagaimana cerita yang ditulisnya akan berakhir. Tapi untuk kali ini, Inge tidak tahu bagaimana akhir kisahnya dengan Alan….

Review :

Inge bertemu dengan Alan saat ia diminta bantuan oleh Nanda, tetangganya, untuk memindahkan pria itu ke rumah Inge karena ibu Nanda salah memberikan obat kepada Alan. Alan yang seharusnya meminum aspirin malah meminum Esilgan, obat tidur milik Nanda.

Perkenalan tidak disengaja itu kemudian memunculkan pertemuan- pertemuan lain hingga keduanya saling menyukai. Inge merasa nyaman berada di dekat Alan dan Alan merasa Inge adalah perempuan yang sangat tepat untuknya.

Sayangnya Alan sudah memiliki kekasih. Hubungan Alan dengan kekasihnya berjalan datar karena Ruby, kekasih Alan, adalah seorang wanita karir yang sangat sibuk. Alan bahkan mengakhiri hubungannya dengan Ruby demi Inge.

Saat Inge tahu bahwa Alan berpisah dengan Ruby karena dirinya, Inge shock. Trauma masa lalu kembali menghampirinya. Ia merasa jijik. Padahal ia benci dengan kondisi bahwa ibunya meninggalkan dia dan ayahnya demi pria lain. Kini Inge seolah berbuat hal yang sama seperti ibunya.

Inge masih menyimpan dendam pada ibunya. Saat ibunya datang mengunjungi Inge bersama suami barunya, Inge sangat ketus dan merasa berat bahkan hanya untuk makan siang bersama. Alanlah yang berusaha memperbaiki hubungan ibu dan anak itu. Namun saat hal yang paling tidak diinginkan Inge terjadi, Inge ingin melepaskan segalanya.

Alan harus bersama Ruby. Inge tidak boleh merusak hubungan orang lain hanya karena ia ingin memaksakan cintanya. Inge memilih mundur. Tapi bisakah ia tetap marah dan mengacuhkan Alan? Mampukah Inge menghapus bayangan Alan dari pikirannya?

Sincerely Yours merupakan buku pertama Tia Widiana yang saya baca. Kisah Inge dan Alan diuraikan secara sederhana. Hanya saja saya merasa ada yang kurang, entah itu karena saya merasa alurnya yang lambat atau kurangnya chemistry di antara para tokoh. Bahasa yang digunakan juga cukup baku, menurut saya.

Namun saya menyukai prolognya. Saya rasa Mbak Tia cocok kalau menulis novel bergenre thriller. Dari sinopsisnya yang mendeskripsikan Inge sebagai penulis thriller, hanya bagian prolognya saja yang berisi sepenggal tulisan Inge. Dan saya tertarik untuk lanjut membaca karena bagian prolog itu. 3 dari 5 Sincerely Yours.

Nah, setelah review, saatnya menebak siapa Santa saya. Awalnya saya sangat kesulitan mengingat saya kebingungan dalam membaca riddlenya *garuk- garuk kepala*.

Menurut analisis saya *abaikan bahasa saya*, Santa saya pernah bergabung di event giveaway gabungan September to Remember tahun 2014 silam.



Begini isi riddle dari Santa saya :

Halo kakak target,
Maaf memberimu harap yang terakhir. Kamu mungkin tidak mengenalku, tapi sesungguhnya aku mudah terlihat, tentu saja.
“Harap ketigaku pada sang pengabul adalah buruan yang kamu dapat dengan pembuatnya.”
Sulit bagimu bila tidak bermain- main dan meninggalkan jejak.
~Santa~

1.       Aku mudah terlihat. Santa saya ‘terlihat’ di bagian followers di sebelah kanan blog saya.
2.       Buruan yang Santa saya maksud mungkin pada postingan saya sebelumnya yang berjudul : Berburu Ko Alex. Kebetulan sekali saat saya mengunjungi blog Santa saya, wishlist Santa saya yang ketiga adalah novel Somewhere Only We Know-nya Alexander Thian.

Jadi, saya menebak bahwa Santa saya adalah Mbak Asy-syifaa Halimatu Sadiah. Semoga tebakan saya benar ya ^^

Minggu, 27 Desember 2015

Secret Santa : The Riddle


Paket dari Santa saya tiba saat saya masih di Jakarta. Begitu sampai di Medan, dengan rasa penasaran buku apa yang saya dapat, saya membuka paket dari  Santa. Seperti biasa, sebelum dibuka, saya fotokan dulu paketnya. Ini dia penampakannya :


photo by Jes

Satu eksemplar novel Sincerely Yours –nya Tia Widiana ^^

Setelah itu, saya melanjutkan ke bagian riddle, bagian yang awalnya cukup sulit bagi saya karena saya tidak mengerti. Kemudian saya baca berulang- ulang dan memerhatikan perubahan pada blog dan goodreads saya. Siapa tahu dapat pencerahan dari sana.



Begini isi  riddle dari Santa saya :

Halo kakak target,
Maaf memberimu harap yang terakhir. Kamu mungkin tidak mengenalku, tapi sesungguhnya aku mudah terlihat, tentu saja.
“Harap ketigaku pada sang pengabul adalah buruan yang kamu dapat dengan pembuatnya.”
Sulit bagimu bila tidak bermain- main dan meninggalkan jejak.
~Santa~

Rasanya saya sudah tahu siapa Santa saya. Semoga tebakan saya benar ya, Santa. Terima kasih untuk kadonya J

Senin, 30 November 2015

Our Story - Orizuka

Judul                     : Our Story
Pengarang          : Orizuka
Penerbit              : Authorized Books
Tebal                     : 240 halaman

Sinopsis :
Masa SMA.
Masa yang selalu disebut sebagai masa paling indah, tapi tidak bagi anak- anak SMA Budi Bangsa.
SMA Budi Bangsa adalah sebuah SMA di pinggiran ibukota, yang terkenal dengan sebutan SMA pembuangan sampah karena segala jenis sampah masyarakat ada di sana.
Preman. Pengacau. Pembangkang. Pembuli. Pelacur.
Masuk dan pulang sekolah sesuka hati. Guru- guru honorer jarang masuk dan memilih mengajar di tempat lain. angka drop out jauh  lebih besar daripada yang lulus.
Sekilas, tidak ada masa depan bagi anak- anak SMA Budi Bangsa, bahkan jika mereka menginginkannya.
Masa SMA bagi mereka hanyalah sebuah masa suram yang harus segera dilewati.
Supaya mereka dapat keluar dari status ‘remaja’ dan menjadi ‘dewasa’. Supaya tak ada lagi orang dewasa yang bisa mengatur mereka. Supaya mereka akhirnya bisa didengarkan.
Ini, adalah cerita mereka.

Review :

Sesuai dengan judulnya, novel ini memuat beragam kisah murid- murid –  khususnya murid kelas dua belas – SMA Budi Bangsa. Ada Nino, Yasmine, Ferris, Mei, Sisca, dan teman- teman lain yang menyimpan kisah pilu masing- masing.

Ferris sebagai ketua kelas merangkap ketua OSIS selalu berupaya untuk menolong teman- teman sekelasnya dan berharap mereka bisa lulus UN. Ini tentu saja merupakan hal mustahil mengingat teman- teman sekelasnya yang tidak pernah mau belajar. Bahkan guru- guru pun takut pada Nino, bos mereka.

Saat Yasmine pindah ke Indonesia dan masuk ke SMA Budi Bangsa, ia begitu kaget. Mengapa Ayahnya menyekolahkannya di sekolah seperti itu secara Ayahnya sanggup untuk membiayai pendidikannya? Ternyata supirnya salah mendaftarkan Yasmine. Jadilah Yasmine memulai harinya di sekolah aneh itu.

Banyak kejadian- kejadian tidak biasa yang Yasmine temukan di sekolah itu. Ia yang awalnya dibuli, ia yang polos kemudian berubah menjadi gadis yang perhatian. Ia yang kemudian berjuang bersama teman- temannya.

Yah, sekolah ini memang ajaib. Anak- anak menjadi rajin dan bersemangat untuk lulus UN. Ferris yang sangat mengharapkan hal ini terjadi, senang luar biasa. Ia pun tak kalah bersemangat. Kini teman- temannya punya harapan baru. Kini teman- temannya tidak terjerumus lagi ke jalan yang sesat.

Namun satu yang masih menjadi beban pikiran Ferris, hubungannya dengan Nino. Ferris yang adalah anak orang kaya tidak secara kebetulan bersekolah di SMA Budi Bangsa. Ia pindah ke SMA itu setelah mengetahui Nino bersekolah di sana. Sayangnya, kepindahannya ke SMA Budi Bangsa tidak mengubah keadaan.

Tidak ada yang selalu berjalan mulus. Saat hampir mencapai tujuan mereka, badai menerjang. Kali ini, sanggupkah mereka bertahan dan berhasil? Apakah hubungan persahabatan Nino dan Ferris yang sudah retak itu masih bisa diperbaiki? Ikuti kisah- kisah menyentuh mereka dalam Our Story.
$

Mbak Ori adalah ratunya teenlit versi saya. Saya selalu suka membaca novel remaja karangan Mbak Ori. Our Story ini sukses membuat emosi saya teraduk- aduk saat membacanya. Ceritanya dirangkai dengan pas, tidak berlebihan, dan tidak memaksa.

Di dalam novel ini juga terselip pesan moral yang kembali mengingatkan kita betapa berharganya waktu dan perbuatan yang telah kita lakukan serta semangat berjuang yang dapat kita lihat dari teman- teman di SMA Budi Bangsa. Juga, jangan menyerah karena harapan itu selalu ada. Berani bermimpi walau kita belum tahu apakah mimpi itu akan terwujud atau tidak.

Secara keseluruhan, ceritanya menyentuh dansarat makna. Suka sekali. Saya langsung memberi empat bintang setelah selesai membaca novel ini. Kekurangannya hanya di typo-nya. Selebihnya oke. Sebagai penutup review ini, saya bagikan kutipan kesukaan saya  :


“Balas dendam itu nggak akan menyelesaikan masalah, No. Balas dendam itu cuma akan menimbulkan dendam baru yang nggak akan ada habisnya.” – Yasmine (hal. 194)