Daftar Review

Senin, 30 November 2015

Our Story - Orizuka

Judul                     : Our Story
Pengarang          : Orizuka
Penerbit              : Authorized Books
Tebal                     : 240 halaman

Sinopsis :
Masa SMA.
Masa yang selalu disebut sebagai masa paling indah, tapi tidak bagi anak- anak SMA Budi Bangsa.
SMA Budi Bangsa adalah sebuah SMA di pinggiran ibukota, yang terkenal dengan sebutan SMA pembuangan sampah karena segala jenis sampah masyarakat ada di sana.
Preman. Pengacau. Pembangkang. Pembuli. Pelacur.
Masuk dan pulang sekolah sesuka hati. Guru- guru honorer jarang masuk dan memilih mengajar di tempat lain. angka drop out jauh  lebih besar daripada yang lulus.
Sekilas, tidak ada masa depan bagi anak- anak SMA Budi Bangsa, bahkan jika mereka menginginkannya.
Masa SMA bagi mereka hanyalah sebuah masa suram yang harus segera dilewati.
Supaya mereka dapat keluar dari status ‘remaja’ dan menjadi ‘dewasa’. Supaya tak ada lagi orang dewasa yang bisa mengatur mereka. Supaya mereka akhirnya bisa didengarkan.
Ini, adalah cerita mereka.

Review :

Sesuai dengan judulnya, novel ini memuat beragam kisah murid- murid –  khususnya murid kelas dua belas – SMA Budi Bangsa. Ada Nino, Yasmine, Ferris, Mei, Sisca, dan teman- teman lain yang menyimpan kisah pilu masing- masing.

Ferris sebagai ketua kelas merangkap ketua OSIS selalu berupaya untuk menolong teman- teman sekelasnya dan berharap mereka bisa lulus UN. Ini tentu saja merupakan hal mustahil mengingat teman- teman sekelasnya yang tidak pernah mau belajar. Bahkan guru- guru pun takut pada Nino, bos mereka.

Saat Yasmine pindah ke Indonesia dan masuk ke SMA Budi Bangsa, ia begitu kaget. Mengapa Ayahnya menyekolahkannya di sekolah seperti itu secara Ayahnya sanggup untuk membiayai pendidikannya? Ternyata supirnya salah mendaftarkan Yasmine. Jadilah Yasmine memulai harinya di sekolah aneh itu.

Banyak kejadian- kejadian tidak biasa yang Yasmine temukan di sekolah itu. Ia yang awalnya dibuli, ia yang polos kemudian berubah menjadi gadis yang perhatian. Ia yang kemudian berjuang bersama teman- temannya.

Yah, sekolah ini memang ajaib. Anak- anak menjadi rajin dan bersemangat untuk lulus UN. Ferris yang sangat mengharapkan hal ini terjadi, senang luar biasa. Ia pun tak kalah bersemangat. Kini teman- temannya punya harapan baru. Kini teman- temannya tidak terjerumus lagi ke jalan yang sesat.

Namun satu yang masih menjadi beban pikiran Ferris, hubungannya dengan Nino. Ferris yang adalah anak orang kaya tidak secara kebetulan bersekolah di SMA Budi Bangsa. Ia pindah ke SMA itu setelah mengetahui Nino bersekolah di sana. Sayangnya, kepindahannya ke SMA Budi Bangsa tidak mengubah keadaan.

Tidak ada yang selalu berjalan mulus. Saat hampir mencapai tujuan mereka, badai menerjang. Kali ini, sanggupkah mereka bertahan dan berhasil? Apakah hubungan persahabatan Nino dan Ferris yang sudah retak itu masih bisa diperbaiki? Ikuti kisah- kisah menyentuh mereka dalam Our Story.
$

Mbak Ori adalah ratunya teenlit versi saya. Saya selalu suka membaca novel remaja karangan Mbak Ori. Our Story ini sukses membuat emosi saya teraduk- aduk saat membacanya. Ceritanya dirangkai dengan pas, tidak berlebihan, dan tidak memaksa.

Di dalam novel ini juga terselip pesan moral yang kembali mengingatkan kita betapa berharganya waktu dan perbuatan yang telah kita lakukan serta semangat berjuang yang dapat kita lihat dari teman- teman di SMA Budi Bangsa. Juga, jangan menyerah karena harapan itu selalu ada. Berani bermimpi walau kita belum tahu apakah mimpi itu akan terwujud atau tidak.

Secara keseluruhan, ceritanya menyentuh dansarat makna. Suka sekali. Saya langsung memberi empat bintang setelah selesai membaca novel ini. Kekurangannya hanya di typo-nya. Selebihnya oke. Sebagai penutup review ini, saya bagikan kutipan kesukaan saya  :


“Balas dendam itu nggak akan menyelesaikan masalah, No. Balas dendam itu cuma akan menimbulkan dendam baru yang nggak akan ada habisnya.” – Yasmine (hal. 194)

Selasa, 03 November 2015

Wishlist Secret Santa 2015

Nggak terasa sudah hampir setahun lagi sejak Secret Santa tahun lalu. Ini kali ketiga saya ikut event tahunan BBI ini. Senangnya masih bisa ikut meramaikan dan seru- seruan nyiapin kado dan riddle, terima kado dari SS, dan menebak- nebak siapa Santa saya. Seru deh pokoknya. Selalu semangat kalau mau ikut SS ini.

Herannya, setiap mau buat wishlist untuk ikutan SS, malah jadi nggak kepikiran mau buku apa. Padahal biasanya kalau lagi pantengin olshop novel, selalu saja ada yang ingin dibeli. Jadi setelah berpikir keras, Santa, ini novel- novel yang masuk dalam wishlist saya.

1.       Cinta Sepanjang Amazon & Nada Tanpa Kata – Mira W.

2.       Jangan Ucapkan Cinta & Bukan Cinta Sesaat – Mira W.

3.       Merpati Tak Pernah Ingkar Janji & Sampai Maut Memisahkan Kita – Mira W.

4.       I Remember You – Stephanie Zen

5.       Sincerely Yours – Tia Widiana


Untuk pembeliannya, baik dari olshop atau dari toko buku, nggak masalah. Gimana nyamannya Santa saja ya. He he.. Semoga tidak merepotkan Santa dalam mencari ya. Terima kasih, Santa  :DD

Senin, 26 Oktober 2015

Berburu Ko Alex

Hmm, lebay banget nggak sih judulnya? Ha ha.. Tapi memang kenyataannya begitu. Jadi setelah melihat pengumuman dari Gagas kalau akan ada Meet and Greet bersama Ko Alex di Gramedia Matraman pada 18 Oktober 2015, saya  semangat banget. Kebetulan saya juga mau survei lokasi tempat saya observasi nanti, di Matraman juga. Langsung deh dari rencana ke Matraman hari Sabtu, diganti jadi hari Minggu.

Setelah menunggu beberapa hari dan ngebongkar novel SOWK dari ransel, hari Minggu pun tiba *tralala trilili tiup terompet* Ngomong- ngomong soal SOWK, nggak tahu kenapa novel itu yang saya masukkan ke ransel sewaktu berangkat dari Medan. Awalnya mau bawa beberapa novel. Tapi apa daya, kapasitas ransel tak mencukupi. Jadinya hanya satu novel yang dibawa, dan SOWK yang jadi pilihan.

Kembali ke cerita ya. Acara dimulai jam dua siang sementara pada saat itu saya dan teman- teman masih menunggu busway di halte. Alamat nggak sempat nih. Saat bus sudah mau masuk ke arah BNN, saya malah merasa seperti Kenzo yang mau bertemu Hava tapi tak jadi *tambah lebay XD*

Kami tiba di Gramedia Matraman pada pukul empat sore. Bisa dibayangkan kan? Benar saja, pas naik ke lokasi M&G, petugas sedang merapikan kursi #hancurberkepingkeping. Teman- teman yang lain menghibur saya. Saya agak gimana gitu, tapi ya ikhlasin aja lah. Belum jodoh ketemu kokonya. Ha ha..

Saat hendak turun, saya melihat Mas berseragam Gramedia sedang membawa dua buah novel SOWK dan novel kuning (baca: The-Not-So-Amazing Life of @amrazing ) kesukaan saya itu. Saya mencoba bertanya lagi, meski nggak yakin sama jawaban Mas itu.

Ternyata si Mas memberikan jawaban yang kece. Katanya acara sudah selesai tapi koko masih makan di Killiney. Langsung cuss. Turunlah hingga lantai dasar. Loh kok Killiney-nya nggak ada? Ternyata di lantai 1. Kami pun naik eskalator lagi. Ketemu. Killiney-nya.

Minggu, 18 Oktober 2015

Food Library : Menikmati Suasana Perpustakaan Sambil Mengenyangkan Perut

Hai hai, rasanya saya jarang sekali memposting review di luar review novel yang saya baca ya. Kali ini, saya mau sharing tentang tempat makan dengan desain yang unik. Berbau buku juga. Baiklah, saya mulai saja review singkat ini  ^^

Saat berkeliling di lantai empat Mal Ciputra Jakarta, ada yang menarik perhatian saya dan teman- teman. Di seberang eskalator tertulis ‘Food Library’. Sebagai penyuka hal- hal yang berbau buku, saya langsung semangat dong. Tapi kami tidak mampir ke sana. Rasa penasaran saya ditahan dulu. Hanya lewat depannya saja. Besok malamnya saya dan teman saya pergi lagi ke Mal Ciputra. Kali ini rasa penasarannya terbayarkan.

Ternyata Food Library merupakan sebuah food court yang didesain dengan konsep perpustakaan. Meskipun tidak ada buku asli yang bisa kita lihat, tapi cukup menarik. Di setiap stan makanan terdapat deretan dummy buku- buku dan beberapa memajang dummy makanan yang mereka jual. Pilar- pilarnya juga ditempel stiker bergambar buku sehingga tampak menyerupai rak buku perpustakaan dengan lampu- lampu yang meneranginya.

mau bayar berasa mau pinjam buku.. ha ha..
suasananya ramai :)
\

Menunya juga variatif. Dari makanan khas Indonesia, Barat, Jepang, hingga Chinese (non- halal), semua ada di sini. Saya sendiri memesan dragon roll (yang lumayan lama datangnya >__< tapi untungnya enak), teman saya memesan nasi campur (non-halal), dan adiknya memesan Tekwan. Banyak menu yang bisa teman- teman pilih, jadi tinggal pesan sesuai dengan keinginan.
maafkan kualitas fotonya >,<

Tertarik mengunjungi Food Library? Bagi teman- teman yang mampir ke Jakarta, bisa coba ke sini. Lokasinya ada di Mal Ciputra, Grogol, Jakarta Barat. Happy hunting  :D

Rabu, 07 Oktober 2015

Somewhere Only We Know - Alexander Thian

Judul                     : Somewhere Only We Know
Pengarang          : Alexander Thian
Penerbit              : GagasMedia
Tebal                     : 338 halaman

Sinopsis :

Kenzo
Menyusuri jalanan Hanoi yang basah,
menerobos hujan yang masih turun dengan deras.
Gue melangkah tanpa peduli ke mana kaki membawa gue pergi.
Lampu kuning jalanan membuat jejak- jejak rintik hujan tampak jelas.
Entah karena gue yang delusional atau terlalu romantis menjijikkan,
gue setengah berharap dia akan muncul di ujung jalan,
bersandar pada tiang lampu, membawa payung, lalu tersenyum melihat gue.

Ririn
Kenangan itu masih sejelas dan sebening film yang berformat blu-ray. Gue tertawa kecil ketika membuka pintu taksi, membayangkan wajah aneh Arik sore itu. Dalam perjalanan pulang, gue bermimpi tentang berdansa di awan, sementara kembang api meledak- ledak di sekitar gue dan Arik.
Arik, can we be infinite?
Most of all, is this the love we think we deserve?

ÐÑ

Bagi Kenzo, cinta ibarat secangkir kopi.
Terkadang terasa pahit, tetapi tetap memiliki banyak lapis rasa.
Bagi Ririn, kakak Kenzo, cinta hanya memiliki dua rasa: pahit dan manis.
Meski Kenzo meyakinkan selalu ada ruang untuk dongeng cinta, Ririn berusaha melupakan cinta karena pahitlah yang mendominasi kisahnya.

Ketika cinta benar- benar ada di hadapan keduanya, mampukah mereka menerima dan memperjuangkannya?

Review :
Mari berkenalan dengan kakak beradik yang mengalami lika- liku dalam menggapai cinta dalam hidup mereka: Ririn dan Kenzo. Ririn di usianya yang sudah hampir menginjak kepala tiga masih saja kekanak- kanakan dan belum menemukan tambatan hatinya. Sementara Kenzo, adiknya, menyimpan kesedihan akibat jatuh cinta, ditinggalkan, jatuh cinta lagi, dan ditinggalkan lagi.

Namun keajaiban selalu ada. Ririn, yang saat itu tengah berlibur sendiri, bertemu dengan seorang pria yang awalnya dibencinya. Kebetulan- kebetulan mempertemukan mereka hingga Ririn tahu bahwa pria yang sebenarnya tampan tapi ia anggap menyebalkan adalah idolanya, blogger favoritnya. Arik, nama asli Silver Shadow, ternyata memerhatikan setiap komentar yang ditulis oleh Ririn.

Hubungan mereka pun dimulai. Kekaguman Ririn bertambah ketika Arik menceritakan dongeng- dongeng – yang menurut Ririn – ajaib. Hanya dalam waktu singkat, mereka sudah berpacaran meski tidak ada acara tembak- tembakan ala ABG.

Jauh di sana, Kenzo yang saat itu baru kembali dari Viet Nam menyimpan luka. Ia jatuh cinta pada pria yang belum pernah ia temui sebelumnya. Pria itu bernama Hava. Hava sering melihat Kenzo tetapi Kenzo bahkan belum pernah bertemu dengannya sekalipun. Kenzo hanya berkomunikasi melalui telepon, surel, dan aplikasi chatting. Itu saja sudah membuat Kenzo senang dan bahagia.

Rabu, 05 Agustus 2015

Walking After You - Windry Ramadhina



Judul                     : Walking After You

Pengarang          : Windry Ramadhina

Penerbit              : GagasMedia

Tebal                     : 320 halaman



Sinopsis :
Masa lalu akan tetap ada.
Kau tak perlu terlalu lama terjebak di dalamnya.
Pada kisah ini, kau akan bertemu An. Perempuan dengan tawa renyah itu sudah lama tak bisa keluar dari masa lalu. Ia menyimpan rindu, yang membuatnya semakin kehilangan tawa setiap waktu. Membuatnya menyalahkan doa- doa yang terbang ke langit. Doa- doa yang lupa kembali kepadanya.

An tahu, seharusnya ia tinggalkan kisah sedih itu sejak berhari- hari lalu. Namun, ia masih saja di tempat yang sama. Bersama impian yang ternyata tak mampu ia jalani sendiri, tetapi tak bisa pula ia lepaskan.

Pernahkah kau merasa seperti itu? Tak bisa menyalahkan siapa- siapa, kecuali hatimu yang tak lagi bahagia. Pernahkah kau merasa seperti itu? Saat cinta menyapa, kau memilih berpaling karena terlalu takut bertemu luka?
Mungkin, kisah An seperti kisahmu.
Diam- diam, doa yang sama masih kau tunggu.

Review :
Anise – biasa dipanggil An – dulunya gadis yang ceria. Namun kini ia menjelma menjadi An yang baru, An yang suram. Ia merindukan Arlet, saudara kembarnya. Mereka kembar namun sangat bertolak belakang.

Arlet lebih pendiam dan pemalu sedangkan An lebih ceria dan agresif. Arlet suka membuat kue sedangkan An suka membuat pasta. Warna kesukaan mereka juga berbeda. Sayangnya, ada satu hal yang sama : mereka menyukai lelaki yang sama, Jinendra.

Untuk mewujudkan impian Arlet, An membuang impiannya. Oleh karena itu, kini ia berada di Afternoon Tea, toko kue milik sepupunya, Galuh. An bekerja sebagai asisten Julian, koki kue yang galak dan dingin. Berkali- kali An dibentaknya. Namun dia tidak menyerah.

“Kau tahu, Julian?” kataku, “Aku salah. Ternyata, kau manis juga. seperti kue- kue buatanmu.” (hal. 58)

Julian adalah koki kue yang sangat berbakat. Tidak ada kue buatannya yang tidak enak. Saat An memuji Julian, wajah koki itu akan bersemu merah. Julian yang serius tidak terbiasa dengan perempuan sehingga ia akan malu- malu saat digoda. An jadi sering menggodanya. Setiap kali ia menggoda Julian, ia pasti tertawa sedangkan Julian hanya bisa merepet.

Di Afternoon Tea, An banyak menemukan hal- hal baru. Tidak hanya bertemu dengan Julian yang mempu membuat jantungnya berdebar- debar, ia juga bertemu dengan Ayu, gadis Pembawa Hujan. Meski awalnya tidak percaya, perlahan An mulai mengenal sosok Ayu.

Di Afternoon Tea, An harus menerima kenyataan bahwa menjadi seorang koki kue bukanlah impiannya. Di Afternoon Tea pula, Jinendra menemukan An yang sudah lama menghilang dari hidupnya. Lelaki itu tahu bahwa An dan Arlet sama- sama menyukainya. Tetapi ia hanya mencintai An.

Dua Bayang Bayang - Agnes Jessica

Judul                     : Dua Bayang Bayang
Pengarang          : Agnes Jessica
Penerbit              : Primanata Publishing
Tebal                     : 160 halaman

Sinopsis :
Bagaimana bila dua orang saudara kembar identik bertukar tempat? Mereka dapat mengalami sendiri kehidupan orang lain, walau secara fisik mereka sama. Itulah yang dialami Veronika. Sebuah situasi menyebabkan ia harus menggantikan tempat saudara kembarnya, Felicia.
Ia tidak pernah membayangkan mempunyai sebuah keluarga kecil bahagia yang didambakannya. Dalam waktu singkat ia punya suami dan dua anak kecil yang harus diasuhnya. Namun ia terjebak dalam situasi pelik dimana ia jatuh cinta pada suami saudara kembarnya sendiri. Dapatkah ia terus menyamar sebagai Felicia? Dengan demikian ia berbohong pada Fariz dan …… dirinya sendiri. Bagaimana ia bisa melepaskan diri dari situasi tersebut dengan masih membawa harga dirinya? Apalagi Fariz begitu mencintainya. Apakah cinta mereka dapat dipertahankan, walau dibangun di atas dasar kebohongan?

Review :
Veronika dan Felicia adalah saudara kembar yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Nika, panggilan akrab Veronika, lebih luwes dan terbuka. Ia adalah seorang artis. Sedangkan Lisa, panggilan akrab Felicia, adalah seorang yang kaku dan pendiam. Ia menikah dengan seorang dosen dan memiliki sepasang putra- putri yang manis.

Lisa yang baru pindah ke rumah baru mengundang Nika untuk datang. Nika pun mengiyakan. Ia butuh liburan. Tak disangka akhir dari liburannya malah menuntunnya ke babak baru kehidupannya. Terjadi kecelakaan mobil saat Lisa mengantarnya ke stasiun. Salah satu dari mereka tewas. Sebelumnya, Lisa meminta bertukar pakaian sehingga saat mengidentifikasi jenazah, Fariz mengira bahwa Nikalah yang meninggal karena selain dari pakaian yang dikenakan juga istrinya tidak sedang hamil.

Demi menyelamatkan rumah tangga Lisa yang sebenarnya tidak berjalan lancar dan juga menguak rahasia yang membuat Nika penasaran, Nika menyamar sebagai Lisa. Ia mengaku amnesia sehingga Fariz tidak curiga.

Dari informasi yang dikumpulkan oleh Nika, ia baru tahu ternyata saudara kembarnya itu berkepribadian ganda. Pantas saja saudaranya itu sering mendadak lupa apa yang dikerjakannya sebelumnya. Dan satu demi satu rahasia terungkap.

Menjadi ibu dari anak- anak dan istri Fariz membuat Nika senang. Ia begitu menyayangi keponakan- keponakannya dan jatuh cinta pada Fariz. Sayangnya tidak ada kebohongan yang dapat disimpan selamanya. Kebohongan Nika terbongkar dan Fariz marah sekaligus kecewa.
Bagaimana Nika menyelesaikan drama yang telah dimulainya? Akankah Fariz mengerti? Lalu kenyataan apa saja yang ditemukan oleh Nika? Ikuti kisahnya dalam Dua Bayang Bayang.
t

Awalnya saya tidak menyangka kalau yang memiliki kepribadian ganda itu si Lisa. Seperti biasa, saya menikmati cerita yang ditulis oleh Agnes Jessica meski ada beberapa bagian yang terasa agak janggal. Gaya menulis Mbak Agnes yang luwes membuat saya semangat untuk tetap membaca.


Novelnya sebenarnya bisa lebih tebal karena tulisannya kecil dan rapat. Mata saya agak kurang nyaman saat membacanya. Dari segi cerita sih oke apalagi tema yang diangkat ditulis dengan baik. Secara keseluruhan saya cukup suka. Tiga dari lima untuk Dua Bayang Bayang.