Daftar Review

Kamis, 30 Juli 2015

Angels of Morning Star Club - Lim Se Hyuk

Judul                     : Angels  of Morning Star Club
Pengarang          : Lim Se Hyuk
Penerbit              : Haru
Tebal                     : 370 halaman

Sinopsis :
Namaku Lim Hwi Chan. Seorang mantan narapidana yang sekarang menjadi penjaga toko yang menyedihkan. Umurku 27 tahun dan aku suka menonton film thriller berulang- ulang sampai 30 kali. Aku juga suka melampiaskan emosi dengan mengepel lantai yang kotor gara- gara keteledoran para siswi yang makan mi instan dan kimchi sembarangan di tokoku. Memang, aku tidak bisa disebut panutan, tapi juga tidak bisa disebut sebagai pecundang hanya karena pernah dipenjara.
Aku memang mantan narapidana, tapi aku muak selalu dicurigai. Aku hanya ingin melupakan semua kenangan itu. Tapi, seluruh dunia sudah telanjur mengecapku sebagai seorang “Mantan Narapidana” dan mereka menolakku.
Sampai aku menemukan perkumpulan aneh bernama “Morning Star” yang malah mencari mantan narapidana sebagai anggota. Sebenarnya, perkumpulan apa ini?

Review:
Lim Hwi Chan dipenjarakan dengan tuduhan perampokan khusus. Saat itu ia merasa dunianya telah hilang. Ia tidak bersalah tetapi tidak ada yang memercayainya. Bahkan kakaknya juga ragu padanya. Ia menghabiskan masa mudanya di penjara selama tiga tahun.

Setelah bebas dari penjara , Hwi Chan seolah terisolasi dari masyarakat. Ia mencari kerja ke mana- mana namun tidak ada yang mau mempekerjakannya sebagai karyawan mereka karena cap mantan narapidana yang menempel padanya. Jadi ia hanya bisa bekerja sebagai pegawai paruh waktu di supermarket 24 jam milik kakaknya yang selalu mencemaskan dan mengkhawatirkannya.

“Apakah mantan narapidana itu bukan manusia? Apa mantan narapidana itu sudah pasti orang yang jahat? Pantas saja orang- orang yang mantan narapidana seperti saya ini selalu ingin pergi menghilang dari dunia ini karena dianggap buruk oleh semua orang.” (hal. 51)

Suatu hari, seorang pelanggan meninggalkan koran di meja kasir. Tanpa sengaja mata Hwi Chan menangkap iklan yang terbit di koran itu yang berisikan ajakan untuk mendaftar sebagai anggota Morning Star Club yang dikhususkan untuk para mantan narapidana.

Hwi Chan pun tertarik dan menghubungi nomor telepon yang tertera. Sesampainya di kantor Morning Star, ia merasa aneh. Organisasi ini tidak cocok disebut organisasi. Anggotanya terlalu sedikit. Namun ia bergabung juga. Ternyata Morning Star Club ini adalah organisasi yang melakukan kegiatan sosial.

Hwi Chan pun menikmati kesibukan barunya ini. Terlebih ia sangat menyukai ketua dan paman- paman yang ada di sana. Melalui kegiatan sosial ini juga Hwi Chan bertemu dengan belahan jiwanya. Perlahan, Hwi Chan mulai merasa hidupnya bermakna.

Sabtu, 04 Juli 2015

Gagas yang Te12us Bergegas


Tak terasa GagasMedia sudah menginjak usianya yang kedua belas ya. Pertama- tama saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada GagasMedia. Seperti tahun sebelumnya, tahun ini GagasMedia kembali mengadakan event Kado untuk Blogger. Karena tahun lalu saya belum sempat ikutan, maka tahun ini saya ikut meramaikan event ini.

Cara ikutannya, dengan menjawab 12 pertanyaan lalu di-share melalui Twitter dan submit di form yang sudah disediakan oleh GagasMedia.


Yuk, kita mulai saja sesi tanya jawabnya ya *berasa diwawancara saja..he he..*

1.       Sebutkan 12 judul buku yang paling berkesan setelah kamu membacanya!
Ï  Interlude – Windry Ramadhina
Ï Forever Monday – Ruth Priscilia Angelina
Ï The Truth About Forever – Orizuka
Ï London: Angel – Windry Ramadhina
Ï L – Kristy Nelwan
Ï Mafia Espresso – Francisca Todi
Ï Éclair – Prisca Primasari
ÏThe Not-So-Amazing Life of @aMrazing – Alexander Thian
ÏPriceless Moment – Prisca Primasari
Ï Heaven Can Wait – Cally Taylor
Ï Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa – Prisca Primasari
ÏThe Girl with Glass Feet – Ali Shaw

2.       Buku apa yang pernah membuatmu menangis, kenapa?
The Truth About Forever karya Orizuka. Membaca novel ini membuat emosi saya terkuras ditambah dengan kondisi dan situasi yang dihadapi oleh tokoh- tokohnya. Selain kisah yang pahit, ada hal positif yang bisa kita pelajari setelah membaca novel ini. Salut untuk Mbak Ori ^^

3.       Apa quote dari buku yang kamu ingat dan menginspirasi?
Kutipan dari buku yang pernah saya baca dan selalu membangkitkan kembali semangat saya saat saya sedang down dan putus asa adalah kutipan dari buku The Not-So- Amazing Life of @aMrazing karya ko Alexander Thian. Selain kutipannya, isi bukunya juga bagus dan mengena di hati. Kumpulan cerita yang kelihatannya sepele tapi sarat makna. Ini dia kutipan favorit saya :
Selalu ada pelangi setelah hujan, dan selalu ada senyum di balik duka.
 
4.       Siapakah tokoh di dalam buku yang ingin kamu pacari? Hayo, berikan alasan kenapa kamu cocok jadi pasangannya. Hehehe.
Kale Samapta dalam Forever Monday. Sosok yang sangat gentle dan pengertian. Wanita yang bisa mendapatkan cinta Kale pasti sangat beruntung karena Kale adalah tipe pria yang setia dan akan menjaga wanita yang dicintainya sebaik- baiknya, dalam kondisi apa pun.

5.       Ceritakan ending novel yang berkesan dan tak akan kamu lupakan!
Bicara mengenai ending, ada berbagai perasaan yang bisa muncul saat menutup buku. Kadang merasa kurang puas, kadang lega, bahkan kadang juga tidak rela karena kisah dalam buku itu sudah berakhir. Namun tidak ada kisah yang tidak berakhir. Semua pasti ada akhirnya.
Ending yang berkesan bagi saya itu ending novel L karya Kristy Nelwan. Akhir ceritanya yang mengharukan membuat saya tidak rela sekaligus lega.

6.       Buku pertama GagasMedia yang kamu baca, dan kenapa kamu memilih itu?
Rasanya tidak salah kalau GagasMedia menjadi salah satu penerbit favorit saya. Saat hendak menjawab pertanyaan ini, saya kembali teringat pada novel pertama yang saya beli dengan uang saku saya – yang saat itu pas- pasan – di sebuah toko buku di pusat perbelanjaan. Novel itu adalah Miss Pikun karya Jumanta. Terbitan GagasMedia. Saat itu buku yang dijual di toko itu memang tidak terlalu banyak dan pilihan saya jatuh pada Miss Pikun. Saat membaca, saya merasakan ada kesamaan antara tokoh utamanya, Kun (bukan Pikun melainkan Kuncoro). Kami sama- sama pelupa. Saat baca novel ini juga seru rasanya karena waktu itu saya masih SMP.

7.       Dari sekian banyak buku yang kamu punya, apa judul yang menurutmu menarik, kenapa?
L-nya Kristy Nelwan. Judul itu berhasil membuat saya penasaran karena hanya terdiri dari satu huruf. Judul buku ini merupakan judul buku terpendek yang ada di rak buku saya.

8.       Sekarang, lihat rak bukumu… cover buku apa yang kamu suka, kenapa?
Saya adalah salah satu pembeli buku yang memasukkan buku ke keranjang belanja karena terbuai dengan cover cover yang kece menurut saya. GagasMedia langganan saya kalau beli buku berdasarkan cover. Saya suka dengan desain Mbak Dwi Anissa Anindhika. Beberapa kover hasil desain Mbak Dwi yang membuat saya suka adalah The Truth About Forever (Orizuka) – yang ini favorit karena feelnya dapet, Rain Over Me (Arini Putri), dan Casablanca: Forget Me Not (Dahlian).


9.       Tema cerita apa yang kamu sukai, kenapa?
Romance. Kisah roman memiliki emosinya sendiri. Saya bisa tersenyum atau menangis saat membaca kisah roman. Selain itu, perasaan saya juga ikut hangat saat mengikuti kisah para tokohnya.

10.   Siapa penulis yang ingin kamu temui, kalau sudah bertemu, kamu mau apa?
Prisca Primasari dan Windry Ramadhina. Keduanya merupakan penulis favorit saya. Membaca karya mereka sering membuat saya meleleh dan merasa hangat. Kalau bisa bertemu, selain foto dan tanda tangan, ingin bertanya pada mereka mengenai dunia kepenulisan dan inspirasi yang mereka dapatkan sehingga menghasilkan buku- buku yang kece.

11.   Lebih suka baca e-book (buku digital) atau buku cetak (kertas), kenapa?
Saya lebih senang membaca buku cetak karena lebih nyaman di mata dan bisa dikoleksi di rak buku. Sedangkan e-book lebih praktis karena tersimpan di ponsel. Jadi bisa dibaca di mana pun, terutama saat berada di tempat yang agak remang dan saat mati listrik. He he..

12.   Sebutkan 12 kata untuk GagasMedia menurutmu!
Penerbit dengan kelengkapannya yang mampu membuat pembaca menikmati setiap detail yang dihasilkan.


Itu dia kedua belas pertanyaan yang sudah saya jawab. Untuk GagasMedia, semoga lebih maju ke depannya dan lebih menginspirasi para pembaca. Once again, happy birthday, GagasMedia  ^^

Kamis, 25 Juni 2015

The Pilot's Woman - Dahlian

Judul                     : The Pilot’s Woman
Pengarang          : Dahlian
Penerbit              : GagasMedia
Tebal                     : 244 halaman
Sinopsis :

Kau membuat semuanya terasa mudah.
Kau tak mendesakku untuk langsung percaya – kau menunggu. Kau tak berjanji akan membuat luka di hatiku benar- benar sembuh, tapi kau bersedia menangis dan merasakan sakitnya bersamaku. Tak peduli sebanyak apa aku menyangkal arti dirimu, kau tetap di sini bersamaku.
Aku tak bisa membayangkan hidup tanpa dirimu. Aku tak bisa membayangkan hari- hari tanpa senyumanmu. Bagaimana rasanya hidup tanpa suara tawamu? Aku tak tahu. Aku tak ingin tahu.
Jadi, beri aku sedikit waktu.
Aku akan berusaha semampuku sampai bisa mencintaimu sebesar kau mencintaiku.
Sedikit waktu lagi sampai aku layak mendapatkanmu….

Review :

Erick Corsair, salah satu pilot pesawat tempur yang berwibawa, merasa sudah kehilangan segalanya saat ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan kakinya lumpuh. Keluarganya seolah menjauhinya. Erick  pikir hanya Agnes, tunangannya, yang mengerti dan menerima dirinya apa adanya. Ternyata wanita itu juga sama. Agnes meninggalkannya. Erick benar- benar hancur.

Ia merasa lebih baik mati saja. Hidupnya sudah tidak berguna. Hari- harinya akan ia lewati bersama kursi roda. Sendiri tanpa ada yang menemani. Namun ada seorang wanita yang senantiasa menunggunya.

Ia adalah Rhenata, suster yang bekerja di rumah sakit tempat Erick dirawat. Awalnya Rhenata kaget melihat bahwa Erick yang dirawat ini adalah Erick yang mencuri hatinya saat ia praktek di RUSPAU Lanud Iswahjudi dulu. Ia tidak menyangka hal ini akan menimpa Erick. Tapi perasaannya terhadap Erick masih sama dan tidak berubah.

Rhenata bertekad untuk mengembalikan semangat hidup Erick. Ia mengerti kondisi Erick membuat pria itu tidak dapat menerima dirinya sendiri. Oleh karena itu, dengan tekun ia berinteraksi dengan Erick, namun tidak ada reaksi dari pria itu. Erick tidak pernah merespon apalagi menjawab pertanyaannya. Erick malah mengganggap Rhenata sangat mengganggunya. Rhenata sendiri bukanlah wanita yang mudah putus asa. Demi membuat Erick kembali, ia akan berusaha terus.

Kondisi Erick sedang labil membuat ia menganggap semua niat baik Rhenata sebagai gangguan dan Erick tidak menyukainya. Sampai suatu hari ketika ia hilang kendali dan membuat Rhenata terluka. Sejak peristiwa itu, ia semakin tidak tenang. Ada yang mengusik hatinya. Tapi Erick bersikeras bahwa itu hanyalah rasa bersalah karena telah melukai Rhenata, tidak lebih.

Rhenata tidak mengerti mengapa ke mana pun langkah kaki membawanya, dirinya hanya membentur dinding? Mengapa dinding itu malah semakin tebal setiap kali ia mencoba untuk merubuhkannya? Semakin keras ia berjuang, tenaganya semakin terkuras. Namun, dinding itu tetap bergeming. Tetap berdiri tegak bahkan tanpa tergores sedikitpun. Semakin keras ia berusaha semakin merasa tak punya harapan. Apakah karena ia mencintai lelaki itu? Itukah yang membuatnya lemah? Tapi, bukankah seharusnya cinta membuatnya kuat? (hal. 68)

Senin, 08 Juni 2015

Posbar : Meet and Greet bersama Penulis Haru


Pengalaman kemarin satu bulan yang lalu, tepatnya 10 Mei 2015, merupakan salah satu pengalaman yang tidak akan saya lupakan. Setelah menunggu dua minggu, hari itu tiba juga. Meet and Greet dengan Penulis Haru. Dalam acara ini hadir Orizuka, Lia Indra Andriana, Yosephine Monica, Andry Setiawan, dan Edwin Joo.

Event mengenai buku dan dunia kepenulisan seperti ini tentunya tidak lepas dari keikutsertaan BBI-ers Medan. Sejak Penerbit Haru mengumumkan adanya event ini, kami sudah heboh dan merencanakan untuk datang sekaligus kopdar. Ditambah lagi, ada anggota baru di keluarga kami, Viona dari Binjai. Jadilah BBI Medan semakin ramai ^^

Di poster, tertera acara dimulai pukul 16:00 di Gramedia Sun Plaza. Sebelum jam itu, kami sudah berada di Sun Plaza. Saya dan Mamak, sekitaran jam dua siang sudah nongkrong di Pizza Hut *berasa brand ambassador Pizza Hut saja karena setiap kopdar pasti ke PH*

suasana talkshow
Tepat pukul 16:00, kami naik ke lantai atas, dan samar- samar terdengar suara mas- mas melalui speaker. Acara sudah dimulai. Tepat waktu juga ya, pikir saya. Kirain bakalan molor (maklum, anak Medan). Beruntung, ada sisa tempat duduk walau masih banyak  yang berdiri. Kami diarahkan oleh petugas Gramedia untuk duduk. Tempat duduk paling depan pula. Datang boleh telat, tapi tempat VIP. Ha ha.. Asyiknya karena bisa menatap penulis favorit dari dekat. Foto- foto pun lebih gampang.

Talk show berlangsung selama kurang lebih satu jam. Meski singkat, namun sarat informasi dan pengetahuan baru yang kami dapatkan dari para penulis kece ini. Masing- masing penulis berbagi pengalaman dalam karier kepenulisan mereka.

Mbak Orizuka mengisahkan awal mulanya ia terinspirasi untuk menulis. Saat itu, pikiran Mbak Ori yang selesai membaca Princess Diaries karangan Meg Cabot, dipenuhi pertanyaan. Mengapa bisa begini, mengapa bisa begitu. Dari sanalah Mbak Ori mulai menulis. Mbak Ori sangat senang apabila minat baca masyarakat tinggi dan menyukai karyanya. Sebagai penulis, saat ditanyai mengenai karyanya yang disadur menjadi fan fiction, Mbak Ori menegaskan bahwa ia tidak mengizinkan penulis fan fiction untuk menjiplak bulat- bulat karyanya.

Kemudian, tak lengkap rasanya kalau tidak bertanya mengenai kelahiran buku ketiga serial Audy ini. Bagi penggemar serial The Chronicles of Audy, bulan Juni akan dirilis kalau tidak berhalangan ^^ Sedangkan mengenai isi atau ringkasan cerita, Mbak Ori belum bersedia untuk spoiler. Hi hi.. Jadi kita tunggu saja ya, teman- teman.

Mbak Lia juga berbagi  sedikit cerita mengenai Intertwine: Takdir yang Berjalin dan prosesnya. Bagi teman- teman yang belum membaca, Intertwine terdiri dari lima kisah yang ditulis oleh lima pengarang yang berbeda: Fei, Lia Indra Andriana, Orizuka, Clara Canceriana, dan KP Januwarsi. “Lima kisah yang berbeda, tetapi memiliki benang merah,” tutur Mbak Lia.
Mas Andry sedang berbagi info tentang Ojou!

Minggu, 07 Juni 2015

In A Blue Moon - Ilana Tan

Judul                     : In A Blue Moon
Pengarang          : Ilana Tan
Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal                     : 320 halaman

Sinopsis :

“Apakah kau masih membenciku?”
“Aku heran kau merasa perlu bertanya.”

Lucas Ford pertama kali bertemu dengan Sophie Wilson di bulan Desember pada tahun terakhir SMA-nya. Gadis itu membencinya. Lucas kembali bertemu dengan Sophie di bulan Desember sepuluh tahun kemudian di kota New York. Gadis itu masih membencinya. Masalah utamanya bukan itu – oh, bukan! – melainkan kenyataan bahwa gadis yang membencinya itu kini ditetapkan sebagai tunangan Lucas oleh kakeknya yang suka ikut campur.

Lucas mendekati Sophie bukan karena perintah kakeknya. Ia mendekati Sophie karena ingin mengubah pendapat Sophie tentang dirinya. Juga karena ia ingin Sophie menyukainya sebesar ia menyukai gadis itu. dan, kadang- kadang – ini sangat jarang terjadi, kakeknya bisa mengambil keputusan yang sangat tepat.

Review :

Perjodohan bukanlah sesuatu yang menyenangkan bagi Sophie Wilson. Apalagi pria yang dijodohkan padanya adalah pria yang ia benci, Lucas Ford. Mereka satu SMA dan karena Lucas, Sophie tidak bisa menikmati indahnya masa SMA. Ia tentu tidak akan menerima perjodohan ini.

Namun Lucas berusaha keras agar Sophie mau menerimanya. Memang kakeknya, Gordon Ford, terus mendesak dan terkesan ‘kepo’ dalam urusan jodoh- menjodohkan. Terlebih dahulu, Lucas berharap agar Sophie mau memaafkan kesalahannya dulu.

 “Tapi mereka semua menyukaimu. Kenapa mereka menyukaimu? Kenapa hanya aku yang membencimu? Apakah aku salah? Apakah kau sebenarnya tidak seburuk yang kuduga? Tiba- tiba saja aku merasa buruk karena menjadi satu- satunya orang yang membencimu. Kemudian aku harus mengingatkan diriku sendiri bahwa aku tidak salah. Aku punya alasan membencimu. Aku berhak membencimu. Aku membencimu atas apa yang pernah kaulakukan padaku dan aku membencimu karena membuatku meragukan diriku sendiri!” (hal. 78)

“Dengar, anak laki- laki yang dulu membuat hidupmu susah memang aku,” kata Lucas sambil menatap Sophie lurus- lurus. Kemudian ia menunjuk ke arah gedung Jump Start dan melanjutkan, “Tapi orang yang tadi kaulihat di dalam sana itu juga aku. Manusia bisa berubah, Sophie.” (hal. 79)

Jumat, 22 Mei 2015

A Dandelion Wish - Xi Zhi

Judul                     : A Dandelion Wish
Pengarang          : Xi Zhi
Penerjemah       : Jeanni Hidayat
Penerbit              : Haru
Tebal                     : 346 halaman
Sinopsis :
Pria itu pasti sudah gila.
Orang normal tidak akan duduk di atas kap mobil orang yang tak ia kenal dan menyanyikan lagu blues di tengah badai topan.

Dokter Bai Qian Xun yang sedang lelah setelah kesibukan mendadaknya di UGD, kaget sekali saat melihat seorang pria asing duduk dengan santai di atas kap mobilnya. Yang lebih menjengkelkan lagi, pria yang ternyata hilang ingatan tersebut meminta Bai Qian Xun untuk menampungnya malam itu.

Meski awalnya tidak mau, akhirnya hati Dokter Bai Qian Xun pun tergerak. Wanita itu lalu membawa pria aneh tersebut ke apartemennya. Lambat laun, ia pun mulai menyukai kehadiran pria itu dalam hidupnya, bahkan jatuh hati pada pria misterius tersebut. Namun, ketika ingatan pria itu kembali, bagaimanakah nasib hubungan mereka berdua?

Review :
Bai Qian Xun adalah seorang dokter bedah ternama di salah satu rumah sakit Taiwan. Namun segala target hidupnya dan kesediaannya mengikuti apa yang sudah direncanakan oleh orang tuanya, terutama ibunya, membuat dokter muda itu hidup seperti robot. Ia selalu bersikap dingin, tidak bersosialisasi dengan baik, juga hanya tahu bekerja dan bekerja. Ia bahkan sudah merencakan masa tuanya yang akan dilalui di panti jompo elit.

“Hati manusia sangatlah cepat berubah. Saat ini kau begitu mencintai seorang lelaki, tapi ternyata esoknya perasaan itu menghilang seperti debu. Saat ini kau begitu merindukan seseorang, tapi tahun depan rasanya hanya ingin melarikan diri saat bertemu dengannya. Hal tersebut mungkin saja terjadi, kan? Pernikahan tidaklah sesuai untuk seorang manusia.” (hal. 82)

Hingga Cheng Feng datang dan mengubah hidupnya. Cheng Feng muncul saat hujan deras dan angin kencang, duduk di atas kap mobilnya. Waktu itu Bai Qian Xun sudah menyelesaikan pekerjaannya dan hendak pulang.

Bai Qian Xun tidak peduli. Ia tidak tergabung dalam organisasi sosial untuk membantu pria itu. Setelah berdebat dan menolak untuk menampung pria itu, Bai Qian Xun meninggalkannya. Namun ia berbalik lagi karena tidak tega.

Tak disangka, Cheng Feng pandai memasak. Bai Qian Xun terpukau oleh masakannya. Sebagai informasi, ia adalah wanita pemilih dalam hal makanan. Tak jarang makanan dari kantin rumah sakit berakhir di tong sampah tanpa dihabiskan oleh Dokter Bai.

Bai Qian Xun akhirnya mempekerjakan Cheng Feng sebagai asisten rumah tangganya. Sejak ada Cheng Feng, Bai Qian Xun makan dengan lahap. Makanan apapun yang dimasak pria asing itu mampu meningkatkan nafsu makan Bai Qian Xun.

Bai Qian Xun bodoh dalam hal urusan rumah tangga. Jika ada orang yang mau membantunya menyelesaikan masalah itu maka dia akan sangat berterima kasih. (hal. 60)

Minggu, 17 Mei 2015

Posbar : Selamat Hari Buku Nasional

Sebenarnya saya baru tahu bahwa hari ini adalah Hari Buku Nasional dari Mamak kami, Mbak Putri. Baru setelah itu saya melihat kalender BBI dan sadarlah saya. Jadi, berdasarkan hasil berselancar, setiap 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, bertepatan dengan hari berdirinya Perpustakaan Nasional pada 17 Mei 1980 silam.
Meski di tahun 2015 ini buku yang saya baca tidak sebanyak tahun sebelumnya, tapi saya lebih menyukai karya penulis Indonesia. Rasanya lebih cocok saja seleranya. Koleksi buku saya pun didominasi oleh novel Indonesia. Apalagi kalau sudah buku karangan penulis favorit, rasanya harus selengkap mungkin.
Berikut ini koleksi novel Indonesia saya (maaf ya kalau ada yang kurang rapi fotonya..hihi..) :






Dari novel- novel tersebut, banyak yang belum saya baca. Ada yang sudah saya baca, tetapi tidak saya review. Tapi apa daya, setiap melihat novel yang dijual, selalu tidak tahan godaan. Jadilah saya menimbun dan menimbun. Prinsipnya, dibaca atau tidak, selama masih ada stoknya, ditimbun dulu. Ha ha..
Tak jarang juga saya menemukan novel- novel yang kurang mendapat tempat di hati dan imajinasi saya. Jadinya, setelah saya baca, novel itu tidak saya review karena bagus tidaknya itu masalah selera menurut saya. Kalau saya bilang kurang bagus, belum tentu pembaca yang lain berpendapat sama.
Saya berharap agar dunia literatur Indonesia dapat berkembang dan banyak penulis kece yang nantinya bermunculan. Selamat Hari Buku Nasional ^^