Daftar Review

Minggu, 25 Agustus 2013

Andai Kau Tahu - Dahlian

Judul               : Andai Kau Tahu
Pengarang      : Dahlian
Penerbit         : Gagasmedia
Tebal              : 366 halaman

Sinopsis :
Pengakuannya membuatku merona. Dalam sesaat aku terpaku memandangnya… seolah dia hanya imaji belaka. Bahwa semua ini hanya mimpi di suatu malam.
Seolah tak mengerti kejengahanku, kejujuran demi kejujuran meluncur keluar dari bibirnya. Tentang pujian tulusnya akan maknaku di hidupnya. Tentang harapannya akan diriku yang hadir di hidupnya selamanya.
Aku belum cukup mengenalnya. Aku tak pernah memikirkannya. Jadi, bagaimana caraku mengatakan yang sebenarnya, bahwa perasaanku dan perasaannya tidak berada di garis yang sama?

Review :
Tania merasa harinya buruk sekali. Baru selesai bertengkar dengan pacarnya, Hendrik, ia malah ditabrak oleh seorang om yang menurutnya tidak bisa menyetir dengan baik. Akibatnya mobilnya lecet. Pria itu tampaknya buru- buru tetapi khawatir akan kondisi Tania sedangkan perempuan itu asyik mengomel tidak jelas.

Reza, pria yang – tanpa sengaja – menabrak mobil Tania, sedang dikejar waktu sehingga setelah memastikan bahwa kondisi Tania baik- baik saja, ia segera membuka cek  sebagai ganti rugi kerusakan mobil dan memberikan perempuan itu kartu namanya kemudian pergi.

Seolah tidak peduli, Tania malah merobek cek itu kemudian pulang. Sesampainya di rumah, seolah melengkapi kesialannya, Ayah Tania malah menyuruhnya untuk makan malam bersama sahabat sekaligus  dokter di  rumah sakit Ayah Tania, dr. Mahendra. Dan ini bukan makan malam biasa. Tania akan dijodohkan dengan anak dr. Mahendra. Mendengar hal ini membuat emosi Tania meluap ke permukaan. Tentu saja ia tidak akan setuju. Ditambah dengan hubungannya dengan Ayahnya yang tidak pernah akur membuat Tania malas untuk meladeni Ayahnya.

“Nggak ada yang Tania pilih! Ini hidup Tania, bukan hidup Papa! Kalau Papa begitu khawatir dengan rumah sakit, Papa saja yang menikah dengan anak Dokter Mahendra! Atau, kalau perlu, serahkan saja rumah sakit itu sama dia sekarang juga!” -  hal. 13

Maka Tania kabur dari rumah untuk menghindari acara perjodohan itu. Meski baru bertengkar dengan Hendrik, tidak ada tempat lain yang bisa Tania tuju. Perempuan itu memutuskan untuk pergi ke rumah pacarnya. Namun Hendrik terlihat biasa saja bahkan mengacuhkan Tania. Mengapa Hendrik sama sekali tidak khawatir pada Tania? Ada apa sebenarnya? Perasaan tidak enak itu akhirnya terjawab saat Tania menangkap basah Hendrik tengah berselingkuh. Tidak hanya itu, Hendrik juga mengusir Tania dari rumah pria itu.

Hati Tania seakan tercabik- cabik. Sakit sekali. Dengan rasa kehilangan, Tania mengepak kembali barang- barangnya ke dalam koper dan keluar dari rumah Hendrik. Kini ia benar- benar tidak punya tempat tujuan lagi. Mau kembali ke rumah, ia terlalu gengsi, juga ia masih kesal pada Papanya. Uang di dompetnya juga sudah hampir habis.

Satu- satunya cara agar ia dapat bertahan hidup adalah dengan menjual kalung berlian milik mendiang Ibunya yang menempel di lehernya. Meski berat, Tania tidak punya pilihan. Saat itu, pria yang menabraknya tempo hari  muncul, menawarkan bantuan untuk mengangkat koper Tania yang terjatuh. Setelah mengingat siapa pria itu, ide cemerlang terlintas di benak Tania. Ia tidak perlu menjual kalung warisan Ibunya lagi. Ia akan meminta pertanggungjawaban dari pria itu.

Reza keheranan melihat permintaan Tania. Tapi ia mengiyakan juga pada akhirnya. Jadilah Tania tinggal bersama Reza di apartemen pria itu. Melalui interaksinya dengan Reza, Tania tahu bahwa Reza ternyata adalah seorang dokter bedah. Astaga, mengapa hari- harinya harus dipenuhi oleh dokter?

 “Papa tahu kamu menyalahkan Papa atas meninggalnya Mama. Kamu boleh benci sama Papa, tapi jangan biarkan kebencian kamu menghalangi kebahagiaan kamu.” – hal. 325

Ketidaksukaan Tania terhadap Ayahnya membuat ia tidak menyukai dokter juga. ia mengganggap Ibunya tidak pernah bahagia karena waktu Ayahnya tersita di rumah sakit. Juga ketika Ibunya sedang sakit. Semua itu menimbulkan kebencian di hati Tania. Kini saat ia memiliki kesempatan untuk jauh- jauh dari Ayahnya, ia malah tinggal bersama seorang dokter pula. Dunia sungguh sempit.

Gaya hidup Reza berbanding 1800 dengan Tania. Reza sangat rapi, pola makannya sehat, dan bersih. Tania mengganggapnya aneh. Tidak boleh ini juga tidak boleh itu. Menurutnya hidup Reza terlalu membosankan. Ditambah dengan suasana apartemennya yang didominasi oleh warna putih. Sama sekali bukan tipe Tania.

Tapi masa bodoh. Kini Tania harus berusaha untuk mendapatkan Hendrik kembali. Ya, ia tidak rela kalau pacarnya direbut oleh perempuan lain. Rencana Tania tidak selalu berhasil. Dan saat hatinya kembali terluka, Reza selalu ada di sampingnya, meskipun dokter tampan itu sering menyebalkan, ia bisa membuat Tania tenang dan damai. Perlahan Tania merasa nyaman tinggal bersama Reza. Astaga, ia mulai memikirkan pria itu.

Hingga saat Hendrik kembali dan meminta Tania untuk kembali padanya, Tania goyah. Apakah ia sudah jatuh cinta pada Reza? Dapatkah ia memaafkan Reza saat kebohongan yang ditutupi Reza terungkap? Ikuti kisah selengkapnya dalam Andai Kau Tahu.

“Setiap orang punya cara sendiri dalam mencintai.” – hal. 215
˜
 Akhirnya saya bisa membaca karya Dahlian lagi. Masih sama seperti novel- novel sebelumnya (Promises, Promises: Mencintaimu Sekali Lagi dan Menunggu- novella), novel yang satu ini menyajikan kisah roman yang bisa kita tebak tapi dibangun dengan begitu baik oleh pengarang. Setiap adegan ditulis dengan rapi dan pas. Kalimat- kalimatnya bisa menyatu dengan emosi pembaca. Seperti pada tiap perhatian yang diberikan oleh Reza pada Tania bisa membuat pembaca turut merasakan kehangatannya, juga saat ada bagian Tania- Hendriknya, pembaca juga ikutan kesal.
Mengenai tokoh favorit, Reza pemenangnya. Sosoknya dewasa dan setia. Ia tipe pria yang pengertian dan mampu menghadapi Tania. Bahkan ia bersedia untuk menuruti keinginan Tania padahal seleranya berbeda jauh dengan Tania. Yakin deh cewek- cewek pasti pada meleleh kalau sudah kenal dengan dokter yang satu ini.

Saya menyukai novel ini, semuanya. Tidak hanya pada alur cerita dan tokohnya tetapi juga gaya penulisannya sehingga saya tidak ragu untuk memberikan empat bintang. Plus desain sampulnya yang klasik. *Gagas juaranya kalau soal yang satu ini*.


Oke, promosinya cukup sampai disini. Bagi teman- teman yang belum membacanya, novel ini bisa menjadi rekomendasi dari saya untuk teman- teman. Selamat membaca J

Minggu, 18 Agustus 2013

Mafia Espresso - Francisca Todi

Judul               : Mafia Espresso
Pengarang      : Francisca Todi
Penerbit         : Gradien Mediatama
Tebal              : 320 halaman

Sinopsis :
Dentuman suara Lady Gaga dari radio tetangga lantai atas, lamat- lamat tenggelam dalam otakku, lalu mengirim sinyal panik ke seluruh tubuh. Aku terduduk di ranjang. Jam berapa ini? tanganku meraih telepon genggam di atas meja. Angka yang tertera di layar membuat rasa panik kembali mencengkeram.

Jam delapan? Bagaimana mungkin?

Sophie Pieters mengira masalah terbesarnya pagi itu adalah datang tepat waktu ke kantor, memberi presentasi memukau, dan memenangkan hati kliennya agar dia dan timnya tidak kehilangan pekerjaan. Ternyata, salah besar! Masalah sebenarnya dimulai ketika mobilnya ditabrak dalam perjalanan ke kantor. Setelah menumpahkan kejengkelannya dan mengebut ke kantor, Sophie dibuat terkejut menemukan pria penabraknya itu ternyata adalah calon kliennya dari Italia, Antonio Azzaro. Situasi semakin diperburuk ketika Patricia, bos Sophie, membuka sesi presentasi dengan tanpa sadar mengutip ucapan Sophie bahwa dia baru saja ditabrak oleh “seorang idiot yang menjengkelkan”.

Maka, musim gugur di negeri Belanda yang berangin dan berhujan, tidaklah lebih buruk dari hari- hari Sophie selanjutnya. Kepungan masalah datang beruntun di tengah aroma espresso yang menemani hari- harinya. Krisis ekonomi keluarga, Ray yang bertingkah< dan yang paling parah adalah jebakan masalah yang dibenamkan Antonio Azzaro. Siapa lelaki Italia parlente, bos perusahaan Eco Green yang gemar mengaduk- aduk hatinya itu?

Kepada siapa selayaknya Sophie melabuhkan hatinya?

Review:
Mau tak mau Sophie harus mengikuti aturan main dari Antonio, calon klien yang secara tidak langsung sudah dipermalukan oleh Patricia yang mengutip kata Sophie saat presentasi. Ia diminta Antonio untuk menemani Italiano ganteng itu jalan- jalan selama ia berada di Belanda. Tidak tanggung, kontrak itu berlaku selama sebulan. Sophie tentu saja menolak namun nasib anggota timnya berada di tangannya. Antonio baru akan menandatangani kontrak jika Sophie setuju dengan penawarannya.

Sejak itu Antonio selalu mengajak Sophie ke berbagai tempat – kecuali menyangkut urusan Antonio-, mengaku sebagai pacar Sophie, dan menghibur Sophie saat wanita itu sedang bersedih. Antonio juga lah yang mengajari Sophie agar tetap kuat menghadapi Ray, pria yang dicintai Sophie namun tidak berani berkomitmen, saat Sophie menangkap basah Ray tengah bermesraan dengan wanita lain.

“Sophie, wanita cerdas tak akan mempermalukan dirinya dengan membuat keributan di restoran. Dia bisa menghadapi cecunguk mana pun dengan anggun.” – hal. 25

Sophie sendiri selalu menarik diri dari Antonio meski perasaannya mulai menunjukkan tanda sebaliknya. Dari daerah asal Antonio dan segala urusannya, Sophie menarik kesimpulan bahwa Antonio benar- benar adalah seorang mafia. Magie, sahabat Sophie, mengatakan bahwa imajinasi Sophie sudah terlalu luas. Ia mencari tahu sekilas tentang Antonio melalui internet lalu menceritakan kepada Sophie bahwa pria itu adalah pria baik- baik namun Sophie tetap pada kesimpulannya. Buktinya sudah jelas, Antonio sering menerima telepon yang akan diakhiri dengan mengurus ‘urusan’ mafianya dan surat- surat di mobil Antonio yang hanya ditulisi nama Antonio Azzaro di amplopnya sudah mengungkapkan siapa Antonio.

Di sisi lain, Patricia, bos Sophie, terus- terusan meminta hasil yang baik dari pelatihan yang diberikan tim Sophie kepada perusahaan Antonio. Biaya- biaya telah dikeluarkan dan tidak ada kepastian bahwa klien mereka akan menandatagani kontrak di tengah krisis ekonomi yang tengah melanda. Sophie dituntut untuk lebih mampu meyakinkan Antonio dengan mendekatinya.

Heran, ada hipnotis apa sebenarnya di matanya? Benar- benar mengganggu. – hal. 72

Inilah yang Sophie khawatirkan. Berada di dekat Antonio akan membuat hati Sophie goyah. Juga Sophie takut hal yang buruk menimpa kakaknya, Tina, dan keponakannya, Judith. Hanya mereka satu- satunya keluarga Sophie. Hingga saat Sophie benar- benar menyadari dan mau mengakui perasaannya, Antonio menghilang. Sophie juga terseret ke dalam masalah Antonio.

“Bila hidup ini memang pertarungan, kita baru tahu siapa yang menang dan kalah di akhir kehidupan. Selama kita masih bernapas, masih ada kesempatan untuk menang.”- hal 197

Bagaimana nasib Sophie selanjutnya? Siapa sebenarnya Antonio? Jadikah ia dipecat atas kegagalannya? Siapakah yang akan ia pilih, Ray atau Antonio? Ikuti kisah sehangat kopi ini di Mafia Espresso.

Mafia Espresso. Bayangan saya saat membaca judulnya ialah tentang action dan thriller. Namun isinya tidak seekstrim yang saya bayangkan. Novel ini sudah kelihatan kocaknya sejak awal dan saya menyukai racikan Mbak Francisca.

Masalah sebenarnya baru ketahuan di bagian yang sudah bisa dibilang mendekati akhir. Kisah manis Sophie dengan Antonio tetap menarik untuk diikuti hingga rasa penasaran pembaca atas identitas Antonio terpecahkan. Pembaca juga tidak usah takut bosan untuk membaca hingga selesai karena gaya penulisan Mbak Cisca yang luwes (meski ada beberapa kesalahan penggunaan kata, tapi tidak menjadi masalah besar). Deskripsi mengenai lokasi- lokasi di Belanda tidak kaku mengingat penulis juga tinggal disana, malah bikin ngiler dan kepingin pergi. He he..

Membaca Mafia Espresso dapat membuat kita tertawa, tersenyum, ikut merasakan ketegangan dalam cerita. Apalagi Mafioso Antonio, sebutan Sophie untuk Antonio, dijamin sukses bikin cewek- cewek meleleh dengan kehangatan dan perhatiannya, ditambah ketampanannya. *aiihh..mulai deh acara mengkhayalnya*

Novel bergenre romanctic comedy yang satu ini benar- benar oke, nggak salah banyak teman- teman yang merekomendasikan ke saya. Terima kasih atas rekomennya, kawan. Dan novel ini kembali saya rekomendasikan kepada teman- teman yang belum membacanya. Selamat membaca J

Minggu, 04 Agustus 2013

The Truth About Forever - Orizuka

Judul               : The Truth About Forever
Pengarang      : Orizuka
Penerbit          : Gagasmedia
Tebal              : 312 halaman

Sinopsis :
Seberapa berharga sih satu detik itu? Tik. Sebentar saja dia langsung berlalu. Tik. Satu detik pergi lagi. Tak ada harganya.

Tapi tunggu sampai kau sadar waktumu hampir habis. Tik. Kau ingat selama ini jarang beramal. Tik. Kau teringat mimpi- mimpi yang nggak sempat kau wujudkan. Tik. Kau sadar nggak cukup menyayangi keluarga dan teman- temanmu.

Tik. Tik. Tik. Kau panik, takut menyia- nyiakan lebih banyak waktu lagi.

Yogas merasa demikian ketika divonis nggak akan berumur panjang. Tapi bukannya memanfaatkan waktu yang tersisa sebaik- baiknya, dia malah diam- diam pergi ke Yogyakarta. Kedatangannya nggak lain untuk balas dendam kepada orang yang dianggapnya bertanggungjawab atas semua ini. Bahkan kalau perlu, mati bersama.

Saat itulah cinta datang. Memberi pengharapan, membuatnya merasakan setitik kebahagiaan di dalam kelam hidupnya. Dan sekarang, keputusan itu ada di tangan Yogas. Karena cinta dan benci nggak akan pernah akur.

Jadi, Yogas…, pilih yang mana? Sementara kamu berpikir…. Tik.

Review :
Saat kebahagiaan itu tidak layak untuk diimpikan, apalagi digenggam, mengapa ia datang?
Saat jiwa ini tidak berhak lagi diklaim untuk menyatu dengan raga, mengapa rasa itu hadir?

Itulah yang dirasakan oleh Yogas saat ia sadar ia sudah jatuh cinta pada Kana, penghuni kamar sebelah di kos-annya. Yogas tahu Kana juga memiliki perasaan yang sama sepertinya. Namun ia tidak bisa membiarkan perasaan itu tumbuh. Sejak menginjakkan kaki di kos-an ini, ia telah mengambil keputusan yang salah untuk tetap tinggal bersebelahan dengan Kana.

Yogas berusaha membuat Kana menjauhinya. Demi kebaikannya dan kebaikan Kana, ia terus menyatakan dan melakukan hal yang bertentangan dengan isi hatinya. Hingga saat Kana mengetahui kebenarannya, ia malah semakin peduli terhadap Yogas.

Yogas tahu ia tidak boleh terus berharap akan hal mustahil terjadi. Saat ini ia harus segera menyelesaikan urusannya di Yogya. Setelah itu ia pun bisa pergi dengan tenang.
Apakah tujuan Yogas datang ke Yogya akan tercapai? Mengapa ia tidak berani untuk meraih cintanya? Ikuti kisah selengkapnya dalam The Truth About Forever.


Review yang (sangat) singkat, hanya berupa potongan kecil dari keseluruhan cerita yang dapat saya bagi. Mengapa?
Mbak Orizuka (lagi- lagi) berhasil menguras emosi para pembaca dan saya berharap supaya teman- teman yang belum pernah membaca The Truth About Forever ini bisa langsung membaca tanpa tahu lebih banyak mengenai detil cerita yang sudah bikin penasaran sejak awal. Kalau direview lebih jauh, gregetnya kurang. He he..
Satu hal positif yang saya pelajari adalah tentang kemauan. Tetap berusaha untuk menggapai cita- cita kita. Meski kita tidak tahu akan seperti apa hasilnya, selagi waktu mengizinkan, kita harus berusaha untuk meraih apa yang kita impikan.

Ini adalah kisah mengenai pengkhianatan, bagaimana kebencian mengubah seseorang menjadi pribadi yang berbeda, dan alasan untuk tetap mencintai dan dicintai.
So, novel ini saya rekomendasi bagi teman- teman pecinta novel genre  young adult dan romance.

P.S : siapin tisu ya, bakalan ada adegan yang bikin emosian dan nangis bombay.

Selasa, 30 Juli 2013

The Chronicles of Audy: 4R

Judul               : The Chronicles of Audy: 4R
Pengarang      : Orizuka
Penerbit         : Haru
Tebal              : 320 halaman

Sinopsis:
Hai. Namaku Audy. Umurku 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa- biasa saja, sampai kedua orangtuaku jatuh bangkrut karena ditipu.

Aku hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar sarjanaku. Selangkah lagi!

Tapi kedua orangtuaku rupanya tega merusak momen itu. Jadi sekarang, di sinilah aku berada. Di rumah aneh yang dihuni oleh 4 bersaudara yang sama anehnya: Regan, Romeo, Rex, dan Rafael.

Aku, yang awalnya berpikir akan bekerja sebagai babysitter, dijebak oleh kontrak sepihak dan malah dijadikan pembantu!

Terdengar klise?
Mungkin, bagimu. Bagiku? Musibah!
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang mendadak jadi ribet. Kronik dari seorang Audy.

Review :
Saat beban itu sebentar lagi terangkat, beban yang lain muncul. Itulah yang dihadapi oleh Audy, mahasiswi UGM jurusan HI (Hubungan Internasional). Saat baru akan memulai menyusun skripsi, kabar buruk datang dari kedua orangtuanya. Mereka tidak mampu membiayai skripsi Audy karena uang mereka ludes ditipu. Kiriman untuk membayar uang kos Audy pun ikut dihentikan. Mana ibu kos sudah menagih karena uang kos Audy sudah tertunggak tiga bulan. Ini lebih dari sekadar musibah bagi Audy. Ia depresi plus sebal. Mengapa orangtuanya bisa tertipu untuk kedua kalinya dalam hal yang sama? Menanam modal pada investasi yang tidak jelas.

Namun Audy sadar ia tidak bisa terus terpuruk. Meski sahabatnya, Missy, selalu bersedia membantunya dalam hal finansial, Audy tidak mau. Ia takut merusak persahabatannya dengan Missy. Satu hal yang terlintas di benak Audy, ia harus membiayai dirinya sendiri. Caranya? Tentu saja dengan bekerja.

Setelah mencari lowongan pekerjaan dan tidak ada satu pun yang cocok, lowongan untuk menjadi babysitter nampaknya bisa menjadi pilihan. Audy segera menghubungi nomor yang tertera di iklan itu dan setelah mendapatkan alamat rumah si bayi yang akan diasuh, Audy pun berangkat.

Audy sempat ngeri saat melihat kondisi rumah yang tidak seperti rumah itu. Taman yang tidak terurus sehingga rumputnya tumbuh menjadi alang- alang yang menghalangi pendangan. Juga ada sebuah kotak pos yang ditulisi 4R. Audy tidak mengerti apa maksud 4R itu. ia terlalu takut tetapi ia tidak bisa mundur. Ia butuh pekerjaan. Salah, ia butuh uang.

Audy lebih terkejut lagi saat ia memasuki rumah itu. Keadaannya benar- benar parah. Bahkan sofa di ruang tamu pun tidak kelihatan karena tertimpa barang- barang yang terletak tidak pada tempatnya. Dunia pasti sudah terbalik.

Fokus Audy berpindah saat ia bertemu dengan Regan, pemilik rumah yang gantengnya sudah sampai pada level akhir. Cewek manapun pasti langsung meleleh kalau melihat ciptaan Tuhan yang sempurna ini. well, kembali ke cerita. Regan bekerja di salah satu biro hukum di Yogya. Setelah mengadakan wawancara singkat (kalau itu bisa dibilang wawancara), Regan menyodorkan kontrak kerja. Banyak sekali pasal- pasal yang tertera di dalamnya. Audy enggan membaca semuanya. Dan pasal- pasal kerja itu tidak lagi digubris Audy saat matanya menangkap tulisan ‘gaji bisa diterima di muka’. Audy yang sangat membutuhkan uang, tanpa mempertimbangkan lagi, langsung teken kontrak.

Ternyata kenyataan manis tidak selalu terjadi. Tidak ada bayi dalam rumah itu. Dan posisi babysitter yang dimaksud Regan adalah untuk mengurus Rafael, adik terkecil Regan alias si  bungsu, yang masih berusia empat setengah tahun. Rafael berbeda seperti anak kebanyakan. Ia terlalu dewasa untuk anak seusianya. Bandelnya juga minta ampun.

Seolah belum cukup, selain mengurus Rafael, Audy juga harus mengerjakan pekerjaan rumah lainnya, seperti bersih- bersih dan memasak. Apa? Ini namanya penipuan. Namun Audy tidak bisa berbuat apa- apa karena setiap kali protes, Regan selalu punya jawaban berupa pasal- pasal yang tertera dalam kontrak kerja Audy. Jadi, daripada ia dipenjara karena melanggar perjanjian, ia lebih baik bekerja sesuai dengan apa yang diinstruksikan meskipun itu artinya ia menjadi pembantu.

Rafael belum bersekolah. Kerjanya bermain game setiap hari bersama Romeo, adik Regan, anak kedua di keluarga mereka. Berbeda dengan Regan yang serius, Romeo sangat santai. Tidak pernah Audy melihat dia bangun pagi untuk berangkat kerja. Bangun pun hanya untuk sarapan lalu tidur lagi. Audy hanya bisa geleng kepala.

Ada satu lagi penghuni rumah yang tidak begitu disukai Audy. Dia adalah Rex, juga adiknya Regan, anak ketiga di keluarga itu. Rex adalah cowok berusia tujuh belas tahun yang paling dingin yang pernah ditemui Audy. Audy harus kaget (lagi) saat mengetahui Rex jago segalanya. Rex jago masak, juga jenius. Dia tahu manfaat dan gizi yang terkandung dalam setiap sayuran, bahkan dia lebih tahu materi skripsi Audy daripada Audy sendiri.

Selain itu, ketiga cowok ini memiliki perangai yang berbeda- beda. Regan terlalu tegas, Romeo terlalu santai, sementara Rex terlalu dingin. Tidak ada yang bisa mendidik Rafael secara netral layaknya orangtua, hal. 239

Saat- saat pertama tidaklah mudah. Audy lelah fisik dan batin. Ia harus mencoba untuk beradaptasi terhadap lingkungan barunya. 4R memang bukan cowok- cowok (dan anak) biasa. Apa yang akan mereka lakukan terhadap Audy selanjutnya? Bagaimana Audy menghadapi mereka? Ikutan yuk serunya kronik kehidupan Audy dalam The Chronicles of Audy: 4R.
B

Bintang lima untuk novel kedua puluh Mbak Orizuka ini. Ceritanya oke. Satu paket kalau saya bilang. Ada kocak, sedih, senang, dan haru. Semuanya bisa teman- teman temukan dalam 4R. Tema kekeluargaan yang diangkat pas sebagai pembuka seri Chronicles of Audy ini. Unsur roman sih ada, hanya saja sedikit sekali. Tapi jangan khawatir, novel ini tidak kehilangan bagian- bagian menariknya. Malahan semakin menarik karena berfokus di 4R yang kehidupan masing- masing berubah dengan adanya Audy di rumah mereka.

Selalu ada sebab dibalik semua akibat yang terjadi. Begitu juga dengan 4R. Regan, Romeo, Rex, dan Rafael memiliki kisah dan keunikan mereka tersendiri meski di awal cerita mereka itu terkesan nyebelin. Itu karena pembaca belum kenal lebih dekat dengan para tokoh. *halaah..sok kenal*

Dari keempat tokoh ini, saya paling suka dengan Rex. Jangan tanya karena saya juga tidak tahu kenapa. Pokoknya suka saja, apalagi  saat bagian Rex tiba. Kyaaa….. #timRex

Mengenai kekurangan, menurut saya hampir tidak ada. Saya malah sudah penasaran dengan buku keduanya. Sayangnya baru terbit tahun depan. *Mbak Ori, jangan lama- lama ya :p*
Secara keseluruhan, novel ini oke banget. Recommended deh bagi pecinta novel. Yang belum baca, ayo ke toko buku dan isi tas belanjanya dengan 4R. Selamat membaca J

Sabtu, 20 Juli 2013

Jo Anak Gelandangan - Enid Blyton



Judul             : Jo Anak Gelandangan
Pengarang    : Enid Blyton
Penerbit        : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal              : 256 halaman

Sinopsis :
George dan Timmy hilang – apakah mereka diculik? Mengapa seseorang masuk ke Pondok Kirrin dan mengobrak- abrik ruang kerja Paman Quentin? Lima Sekawan yakin kedua hal itu pasti ada hubungannya. Tapi apa? Dan bagaimana mereka dapat memecahkan misteri itu, kalau mereka cuma tinggal bertiga?

Review :
Berbeda dengan liburan sebelumnya, Lima Sekawan tidak melakukan perjalanan (baca: petualangan). Mereka tetap tinggal di Pondok Kirrin karena Paman Quentin dan Bibi Fanny memutuskan untuk berlibur ke Spanyol, mengistirahatkan Paman dari segala pekerjaannya selama ini.

Julian, Dick, Anne, George, dan Timmy berencana untuk berenang di pantai setiap hari. Suatu hari, mereka bertemu dengan Jo, gelandangan yang duduk di lubang yang dibuat oleh George. Pertengkaran pun terjadi. Jo dan George tidak akur. Mereka seperti kucing dan tikus saja. Ternyata Jo adalah anak perempuan. Ia mirip sekali dengan George kalau diamati, hanya dalam versi kumal.

Suatu malam, rumah kemasukan maling. Padahal Julian sudah mengunci seluruh jendela. Ruang kerja Paman Quentin dibongkar, brankasnya juga. pasti maling itu menginginkan dokumen penting milik Paman. Dan parahnya, George dan Timmy menghilang. Awalnya sepupu- sepupu George mengira ia dan anjingnya berjalan- jalan. Namun saat hari sudah malam dan ia tidak juga kembali, mereka mulai khawatir.

Lalu datanglah Jo mengantarkan sebuah surat yang berisi keterangan mengenai George. Dan benar, ia diculik. Sebagai tebusannya, para sepupu George harus menyerahkan catatan Paman Quentin kepada mereka dengan cara yang telah ditentukan dalam surat. Mereka juga tidak boleh melibatkan polisi. Wow, petualangan baru segera dimulai!

Benarkah Jo adalah gelandangan jahat yang terlibat dalam penculikan George dan Timmy? Mampukah anak- anak mengalahkan penjahat dan membawa pulang George dan Timmy? Ikuti petualangan seru mereka di seri kesembilan Lima Sekawan.



Rain Over Me - Arini Putri

Judul               : Rain Over Me
Pengarang      : Arini Putri
Penerbit         : Gagasmedia
Tebal              : 352 halaman

Sinopsis :

Ini cinta yang sulit. Kau dan aku ditakdirkan tak saling memiliki. Aku tak bisa mencintaimu seperti yang aku mau.

Namun, ketika dia hadir dalam hidupmu – di antara kita – aku pun sadar kebahagiaanku pelan- pelan akan memudar. Betapa tidak, dia bisa memberimu cinta dan perhatian. Menggenggam tanganmu hingga akhirnya kau terlelap di sisinya. Dia melakukan semua yang ingin aku berikan kepadamu.

Dan hari ini, aku memandangi senja pertama yang kunikmati tanpa dirimu. Aku belajar berbahagia untukmu. Dia yang paling tepat. Aku tahu itu – tapi…, bagaimana denganku?

Bagaimana caraku bahagia tanpa dirimu?

Review :
Kim Hyu Bin bukanlah anak yang penurut dan pendiam seperti anak seusianya. Ia bandel dan hobinya berantam. Setiap hari kerjanya selalu mencari masalah. Terlebih saat Ayahnya mengenalkan sosok Ibu baru padanya. Hyu Bin tidak terima.

Namun, Yuna, anak perempuan itu, mampu meruntuhkan baja di hatinya. Yuna adalah adik tirinya. Bersama Yuna ia melewati hari yang bahagia. Ia menyukai Yuna. Baginya Yuna adalah malaikat kecilnya. Sayangnya kebahagiaan Hyu Bin tidak bertahan lama karena Yuna dan Ibunya harus kembali ke Solo, kota asal mereka.

Tahun demi tahun berlalu begitu saja. Hyu Bin kembali menjalani hidupnya yang dulu, pembuat onar. Ayahnya yang sudah tidak tahan memutuskan untuk ‘memaksa’ Hyu Bin bekerja di salah satu restoran mereka, Little Kim’s Restaurant.  Sebagai pelayan pula. Hyu Bin tentu saja menolak namun ia tidak bisa berbuat apa- apa selain menurut.

Awalnya terasa berat. Semuanya asing ditambah dengan pelayan wanita satu- satunya di sana yang bernama Han Chae Rin yang seenaknya memarahinya, membuat Hyu Bin canggung. Bahkan sebelum menjadi pelayan pun, Chae Rin sudah mencari masalah dengannya. Jadilah hari- hari mereka dilalui dengan perdebatan dan saling mencibir.


Sesering apapun mereka bertengkar, pada akhirnya mereka juga saling membantu. Keduanya mulai menikmati keberadaan ‘musuh’ mereka di samping mereka.

Tidak ada sesuatu yang abadi di dunia ini, hal 113

Hyu Bin mendapat kejutan saat ia disuruh menjemput tamu Ayahnya yang tak lain adalah Yuna, malaikat kecil yang sangat dirindukannya. Ia merasa tenang setiap kali Yuna berada di dekatnya. Ia menganggap Yuna lebih dari sekadar adik tapi ia tidak bisa mengubah kenyataan bahwa Yuna adalah adiknya.

Han Chae Rin menyimpan masa lalu dan luka yang mendalam dalam hatinya sehingga ia membenci semua orang kaya. Padahal pria bernama Yoon Jeon Seuk itu sangat menyayangi dan mencintainya meski Chae Rin tidak pernah sedikit pun bersikap manis padanya. Jeon Seuk hampir sempurna. Ia kaya, tampan, dan baik hati. Jeon Seuk akhirnya menyerah saat melihat kebencian Chae Rin terhadap orang kaya bukan menjadi alasan utama wanita itu menolaknya karena Chae Rin toh tertarik pada Hyu Bin yang jauh lebih kaya darinya.

Persepsi Chae Rin mengenai orang kaya berubah. Ia telah jatuh hati pada orang kaya. Ia merasa bahagia setiap berada di dekat Hyu Bin padahal awalnya ia kesal setengah mati pada pria itu. Namun ia sadar Hyu Bin hanya menjadikannya sebagai pelarian karena yang terpatri di hati Hyu Bin hanyalah Yuna. 

“Chae Rin, aku selalu mencintaimu. Sangat mencintaimu. Dan kalau sekarang kau merasa bahagia, aku ikut bahagia…” hal. 270

Yuna memutuskan kembali ke Seoul untuk melanjutkan studinya dan untuk menemani Hyu Bin yang kacau. Hampir sama seperti Hyu Bin, Yuna memiliki perasaan lebih dari seorang adik. Ia mencintai Hyu Bin. Tapi ia tidak boleh terus berharap. Walaupun sakit melihat Hyu Bin dekat dengan wanita lain, dan wanita itu adalah Chae Rin, Yuna tetap berusaha untuk menyembunyikan perasaannya dan mendekatkan mereka berdua. Di tengah patah hatinya, ia tidak sendiri. Kakak kelasnya yang bernama Yoon Jeon Seuk juga mengalami hal yang sama. Jeon Seuk mengenali Yuna yang dulu pernah satu sekolah dengannya. Mereka cepat akrab. Yuna gadis yang menyenangkan dan mudah disukai menurut Jeon Seuk. Yuna juga sedikit mengagumi Jeon Seuk.

Hyu Bin, Chae Rin, Yuna, dan Jeon Seuk. Apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka berempat? Bagaimana akhir kisah cinta mereka berempat? Baca selengkapnya di Rain Over Me ya.
Û

Ini merupakan novel kedua karya Mbak Arini Putri yang saya baca setelah Goodbye Happiness. Berbeda dengan Goodbye Happiness yang menguras emosi, Rain Over Me lebih ringan tapi mampu mengajak pembaca untuk tetap mengikuti jalan cerita cinta segi empatnya dengan baik. Saya sempat berhenti membaca novel ini karena saat itu saya sedang menonton K-drama berjudul Love Rain. Jadi setelah dramanya tamat, baru saya lanjut baca lagi. Dan untuk ukuran saya yang biasanya lama sekali dalam membaca novel, Rain Over Me selesai saya baca dalam waktu singkat. Mungkin karena ceritanya yang tidak rumit dan penggunaan bahasanya yang membuat saya luwes dalam membacanya.

Kisah yang (sebenarnya) sederhana ini disajikan dengan baik oleh Mbak Arini. Ada tiga sudut pandang yang digunakan, yaitu dari sisi Hyu Bin, Chae Rin, dan Yuna (Jeon Seuk tidak ada. Hiks..). Nampaknya gonta ganti posisi ini menjadi sedikit hambatan sehingga ada beberapa penggunaan kata ganti yang kurang tepat. Salah satunya pada dialog (bagian Han Chae Rin) ini :
“Ah, tentu saja,” jawabnya cepat. “Silahkan lihat dulu. Bila sudah menentukan pilihan, Anda bisa memanggil saya,” ujarku sopan dan berlalu meninggalkan dua pengunjung itu sibuk membolak- balik buku menu.
Kesannya feel penulis masih terfokus pada tokoh sebelumnya padahal sudut pandang sudah dialihkan. Dan beberapa kesalahan ketik juga masih ditemukan. Namun itu tidak menjadi masalah besar selagi saya masih bisa mengerti jalan ceritanya. Ini juga menunjukkan semakin bagus kualitas karya Mbak Arini karena kesilapan- kesilapan seperti ini sudah jauh berkurang di novel selanjutnya yag saya baca terlebih dahulu.

Juga, setting Korea hanya sebatas kata Seoul dan Incheon, bandara Korea. Tidak ada detil yang mendukung sehingga unsur Koreanya tidak terasa.

Terlepas dari itu semua, saya merasa novel ini cukup apik. Saya suka semua tokohnya. Tidak ada yang bikin kesal. Yuna sangat baik dan pengertian, Jeon Seuk yang sangat fair. Kisah yang manis, ringan, dan tidak bikin bosan. Selamat membaca J