Daftar Review

Minggu, 06 Maret 2016

Love Theft #1 - Prisca Primasari

Judul               : Love Theft #1
Pengarang      : Prisca Primasari
Penerbit         : Self Published
Tebal              : 192 halaman

Sinopsis :

Frea Rinata gadis yang sangat payah di kampus. Sementara teman- temannya sudah melangkah ke depan, dia tetap saja berjalan di tempat, minim prestasi, dan dipandang sebelah mata. Benar- benar menyebalkan.

Untunglah dia punya kehidupan kedua yang lebih menarik, yang melibatkan seorang pemuda bernama Liquor. Atau setidaknya, pemuda yang “dipanggil”Liquor. Frea nyaris tidak tahu apa- apa tentangnya, kecuali bahwa pemuda itu sangat menarik, memiliki profesi yang tidak biasa, dan penuh misteri. Namun, jauh di dalam hati, Frea jatuh cinta padanya, meskipun tidak pernah mengakuinya.

Sampai kapan Frea akan menyangkal perasaannya? Dan benarkah kehidupan keduanya semenarik yang ia pikirkan? Karena semakin lama, segala hal tentang Liquor semakin membuat dirinya frustasi. Dia sangat khawatir.

Review :

Love Theft #1 bercerita tentang gadis bernama Frea yang bosan kuliah karena ia selalu tidak dianggap. Ia memutuskan untuk cuti kuliah dan bergabung dengan Night dan Liquor, bawahan pamannya yang merupakan komplotan pencuri.

Berbeda dengan pencuri lainnya,  mereka mencuri barang- barang untuk kemudian hasilnya disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Frea sering mengikuti Liquor. Meski terkesan cuek, Frea nyaman berada di sisi pencuri ulung 
itu. Sayangnya begitu banyak hal mengenai Liquor yang belum Frea ketahui. Gadis itu semakin penasaran. Tanpa ia sadari, ia menyukai Liquor, hanya saja ia tidak mau mengakuinya.

Kali ini, pencurian yang dilakukan Liquor menimbulkan kehebohan. Hal ini menuntut pria itu untuk mengaku dan mengembalikan hasil curiannya kepada sang pemilik. Saat Liquor berhasil meluluhkan sang pemilik dengan menciumnya, bagaimana perasaan Frea?

“Saya harus pulang,” ujarnya lembut.
“Bukankah itu tujuan kita pergi? Untuk pulang.” (hal. 34)

©

Saat mengetahui Mbak Prisca kembali menerbitkan novel, saya senang sekali *walau reviewnya super telat*

Love Theft tidak mengecewakan. Berbeda dengan Éclair dan Kastil Es yang cenderung mellow, Love Theft memiliki kemasan yang berbeda.

Dengan tema kriminal, novel ini menarik untuk dibaca meski agak pendek ya kisahnya. Unsur romancenya ada hanya belum begitu terasa karena para tokohnya masih malu- malu. Mungkin di buku kedua akan lebih terlihat.

Seperti kebanyakan novel Mbak Prisca, saya juga menyukai novel yang satu ini. Awalnya hampir tidak jadi membaca karena nama tokoh prianya Liquor dan Night. Tapi setelah dibaca jadi suka. 3,7 untuk Love Theft #1.

Minggu, 31 Januari 2016

Review Sincerely Yours (Tia Widiana) + Tebak Santa

Judul                     : Sincerely Yours
Pengarang          : Tia Widiana
Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal                     : 248 halaman

Sinopsis :
Sebagai penulis novel thriller, orang kerap menyangka isi kepala Inge hanya seputar urusan pembunuhan. Terlebih lagi sikapnya yang pendiam dan lebih banyak mengurung diri di kamar.

Namun di mata Alan, Inge semanis penulis romance. Inge teman yang menyenangkan dalam segala hal. Alan dengan mudah dpaat membayangkan Inge menjadi perempuan yang ingin ia nikahi, bukan Ruby… perempuan yang selama ini berstatus kekasih Alan.

Alan mewakili segala yang Inge inginkan dalam hidup. Kecuali satu hal… Inge tidak ingin mengulangi hal yang membuat hatinya terluka bertahun- tahun, Inge tidak mau Alan meninggalkan Ruby demi bersama dirinya.

Sebagai penulis, Inge selalu tahu bagaimana cerita yang ditulisnya akan berakhir. Tapi untuk kali ini, Inge tidak tahu bagaimana akhir kisahnya dengan Alan….

Review :

Inge bertemu dengan Alan saat ia diminta bantuan oleh Nanda, tetangganya, untuk memindahkan pria itu ke rumah Inge karena ibu Nanda salah memberikan obat kepada Alan. Alan yang seharusnya meminum aspirin malah meminum Esilgan, obat tidur milik Nanda.

Perkenalan tidak disengaja itu kemudian memunculkan pertemuan- pertemuan lain hingga keduanya saling menyukai. Inge merasa nyaman berada di dekat Alan dan Alan merasa Inge adalah perempuan yang sangat tepat untuknya.

Sayangnya Alan sudah memiliki kekasih. Hubungan Alan dengan kekasihnya berjalan datar karena Ruby, kekasih Alan, adalah seorang wanita karir yang sangat sibuk. Alan bahkan mengakhiri hubungannya dengan Ruby demi Inge.

Saat Inge tahu bahwa Alan berpisah dengan Ruby karena dirinya, Inge shock. Trauma masa lalu kembali menghampirinya. Ia merasa jijik. Padahal ia benci dengan kondisi bahwa ibunya meninggalkan dia dan ayahnya demi pria lain. Kini Inge seolah berbuat hal yang sama seperti ibunya.

Inge masih menyimpan dendam pada ibunya. Saat ibunya datang mengunjungi Inge bersama suami barunya, Inge sangat ketus dan merasa berat bahkan hanya untuk makan siang bersama. Alanlah yang berusaha memperbaiki hubungan ibu dan anak itu. Namun saat hal yang paling tidak diinginkan Inge terjadi, Inge ingin melepaskan segalanya.

Alan harus bersama Ruby. Inge tidak boleh merusak hubungan orang lain hanya karena ia ingin memaksakan cintanya. Inge memilih mundur. Tapi bisakah ia tetap marah dan mengacuhkan Alan? Mampukah Inge menghapus bayangan Alan dari pikirannya?

Sincerely Yours merupakan buku pertama Tia Widiana yang saya baca. Kisah Inge dan Alan diuraikan secara sederhana. Hanya saja saya merasa ada yang kurang, entah itu karena saya merasa alurnya yang lambat atau kurangnya chemistry di antara para tokoh. Bahasa yang digunakan juga cukup baku, menurut saya.

Namun saya menyukai prolognya. Saya rasa Mbak Tia cocok kalau menulis novel bergenre thriller. Dari sinopsisnya yang mendeskripsikan Inge sebagai penulis thriller, hanya bagian prolognya saja yang berisi sepenggal tulisan Inge. Dan saya tertarik untuk lanjut membaca karena bagian prolog itu. 3 dari 5 Sincerely Yours.

Nah, setelah review, saatnya menebak siapa Santa saya. Awalnya saya sangat kesulitan mengingat saya kebingungan dalam membaca riddlenya *garuk- garuk kepala*.

Menurut analisis saya *abaikan bahasa saya*, Santa saya pernah bergabung di event giveaway gabungan September to Remember tahun 2014 silam.



Begini isi riddle dari Santa saya :

Halo kakak target,
Maaf memberimu harap yang terakhir. Kamu mungkin tidak mengenalku, tapi sesungguhnya aku mudah terlihat, tentu saja.
“Harap ketigaku pada sang pengabul adalah buruan yang kamu dapat dengan pembuatnya.
Sulit bagimu bila tidak bermain- main dan meninggalkan jejak.
~Santa~

1.       Aku mudah terlihat. Santa saya ‘terlihat’ di bagian followers di sebelah kanan blog saya.
2.       Buruan yang Santa saya maksud mungkin pada postingan saya sebelumnya yang berjudul : Berburu Ko Alex. Kebetulan sekali saat saya mengunjungi blog Santa saya, wishlist Santa saya yang ketiga adalah novel Somewhere Only We Know-nya Alexander Thian.

Jadi, saya menebak bahwa Santa saya adalah Mbak Asy-syifaa Halimatu Sadiah. Semoga tebakan saya benar ya ^^

Minggu, 27 Desember 2015

Secret Santa : The Riddle


Paket dari Santa saya tiba saat saya masih di Jakarta. Begitu sampai di Medan, dengan rasa penasaran buku apa yang saya dapat, saya membuka paket dari  Santa. Seperti biasa, sebelum dibuka, saya fotokan dulu paketnya. Ini dia penampakannya :


photo by Jes

Satu eksemplar novel Sincerely Yours –nya Tia Widiana ^^

Setelah itu, saya melanjutkan ke bagian riddle, bagian yang awalnya cukup sulit bagi saya karena saya tidak mengerti. Kemudian saya baca berulang- ulang dan memerhatikan perubahan pada blog dan goodreads saya. Siapa tahu dapat pencerahan dari sana.



Begini isi  riddle dari Santa saya :

Halo kakak target,
Maaf memberimu harap yang terakhir. Kamu mungkin tidak mengenalku, tapi sesungguhnya aku mudah terlihat, tentu saja.
“Harap ketigaku pada sang pengabul adalah buruan yang kamu dapat dengan pembuatnya.”
Sulit bagimu bila tidak bermain- main dan meninggalkan jejak.
~Santa~

Rasanya saya sudah tahu siapa Santa saya. Semoga tebakan saya benar ya, Santa. Terima kasih untuk kadonya J

Senin, 30 November 2015

Our Story - Orizuka

Judul                     : Our Story
Pengarang          : Orizuka
Penerbit              : Authorized Books
Tebal                     : 240 halaman

Sinopsis :
Masa SMA.
Masa yang selalu disebut sebagai masa paling indah, tapi tidak bagi anak- anak SMA Budi Bangsa.
SMA Budi Bangsa adalah sebuah SMA di pinggiran ibukota, yang terkenal dengan sebutan SMA pembuangan sampah karena segala jenis sampah masyarakat ada di sana.
Preman. Pengacau. Pembangkang. Pembuli. Pelacur.
Masuk dan pulang sekolah sesuka hati. Guru- guru honorer jarang masuk dan memilih mengajar di tempat lain. angka drop out jauh  lebih besar daripada yang lulus.
Sekilas, tidak ada masa depan bagi anak- anak SMA Budi Bangsa, bahkan jika mereka menginginkannya.
Masa SMA bagi mereka hanyalah sebuah masa suram yang harus segera dilewati.
Supaya mereka dapat keluar dari status ‘remaja’ dan menjadi ‘dewasa’. Supaya tak ada lagi orang dewasa yang bisa mengatur mereka. Supaya mereka akhirnya bisa didengarkan.
Ini, adalah cerita mereka.

Review :

Sesuai dengan judulnya, novel ini memuat beragam kisah murid- murid –  khususnya murid kelas dua belas – SMA Budi Bangsa. Ada Nino, Yasmine, Ferris, Mei, Sisca, dan teman- teman lain yang menyimpan kisah pilu masing- masing.

Ferris sebagai ketua kelas merangkap ketua OSIS selalu berupaya untuk menolong teman- teman sekelasnya dan berharap mereka bisa lulus UN. Ini tentu saja merupakan hal mustahil mengingat teman- teman sekelasnya yang tidak pernah mau belajar. Bahkan guru- guru pun takut pada Nino, bos mereka.

Saat Yasmine pindah ke Indonesia dan masuk ke SMA Budi Bangsa, ia begitu kaget. Mengapa Ayahnya menyekolahkannya di sekolah seperti itu secara Ayahnya sanggup untuk membiayai pendidikannya? Ternyata supirnya salah mendaftarkan Yasmine. Jadilah Yasmine memulai harinya di sekolah aneh itu.

Banyak kejadian- kejadian tidak biasa yang Yasmine temukan di sekolah itu. Ia yang awalnya dibuli, ia yang polos kemudian berubah menjadi gadis yang perhatian. Ia yang kemudian berjuang bersama teman- temannya.

Yah, sekolah ini memang ajaib. Anak- anak menjadi rajin dan bersemangat untuk lulus UN. Ferris yang sangat mengharapkan hal ini terjadi, senang luar biasa. Ia pun tak kalah bersemangat. Kini teman- temannya punya harapan baru. Kini teman- temannya tidak terjerumus lagi ke jalan yang sesat.

Namun satu yang masih menjadi beban pikiran Ferris, hubungannya dengan Nino. Ferris yang adalah anak orang kaya tidak secara kebetulan bersekolah di SMA Budi Bangsa. Ia pindah ke SMA itu setelah mengetahui Nino bersekolah di sana. Sayangnya, kepindahannya ke SMA Budi Bangsa tidak mengubah keadaan.

Tidak ada yang selalu berjalan mulus. Saat hampir mencapai tujuan mereka, badai menerjang. Kali ini, sanggupkah mereka bertahan dan berhasil? Apakah hubungan persahabatan Nino dan Ferris yang sudah retak itu masih bisa diperbaiki? Ikuti kisah- kisah menyentuh mereka dalam Our Story.
$

Mbak Ori adalah ratunya teenlit versi saya. Saya selalu suka membaca novel remaja karangan Mbak Ori. Our Story ini sukses membuat emosi saya teraduk- aduk saat membacanya. Ceritanya dirangkai dengan pas, tidak berlebihan, dan tidak memaksa.

Di dalam novel ini juga terselip pesan moral yang kembali mengingatkan kita betapa berharganya waktu dan perbuatan yang telah kita lakukan serta semangat berjuang yang dapat kita lihat dari teman- teman di SMA Budi Bangsa. Juga, jangan menyerah karena harapan itu selalu ada. Berani bermimpi walau kita belum tahu apakah mimpi itu akan terwujud atau tidak.

Secara keseluruhan, ceritanya menyentuh dansarat makna. Suka sekali. Saya langsung memberi empat bintang setelah selesai membaca novel ini. Kekurangannya hanya di typo-nya. Selebihnya oke. Sebagai penutup review ini, saya bagikan kutipan kesukaan saya  :


“Balas dendam itu nggak akan menyelesaikan masalah, No. Balas dendam itu cuma akan menimbulkan dendam baru yang nggak akan ada habisnya.” – Yasmine (hal. 194)

Selasa, 03 November 2015

Wishlist Secret Santa 2015

Nggak terasa sudah hampir setahun lagi sejak Secret Santa tahun lalu. Ini kali ketiga saya ikut event tahunan BBI ini. Senangnya masih bisa ikut meramaikan dan seru- seruan nyiapin kado dan riddle, terima kado dari SS, dan menebak- nebak siapa Santa saya. Seru deh pokoknya. Selalu semangat kalau mau ikut SS ini.

Herannya, setiap mau buat wishlist untuk ikutan SS, malah jadi nggak kepikiran mau buku apa. Padahal biasanya kalau lagi pantengin olshop novel, selalu saja ada yang ingin dibeli. Jadi setelah berpikir keras, Santa, ini novel- novel yang masuk dalam wishlist saya.

1.       Cinta Sepanjang Amazon & Nada Tanpa Kata – Mira W.

2.       Jangan Ucapkan Cinta & Bukan Cinta Sesaat – Mira W.

3.       Merpati Tak Pernah Ingkar Janji & Sampai Maut Memisahkan Kita – Mira W.

4.       I Remember You – Stephanie Zen

5.       Sincerely Yours – Tia Widiana


Untuk pembeliannya, baik dari olshop atau dari toko buku, nggak masalah. Gimana nyamannya Santa saja ya. He he.. Semoga tidak merepotkan Santa dalam mencari ya. Terima kasih, Santa  :DD

Senin, 26 Oktober 2015

Berburu Ko Alex

Hmm, lebay banget nggak sih judulnya? Ha ha.. Tapi memang kenyataannya begitu. Jadi setelah melihat pengumuman dari Gagas kalau akan ada Meet and Greet bersama Ko Alex di Gramedia Matraman pada 18 Oktober 2015, saya  semangat banget. Kebetulan saya juga mau survei lokasi tempat saya observasi nanti, di Matraman juga. Langsung deh dari rencana ke Matraman hari Sabtu, diganti jadi hari Minggu.

Setelah menunggu beberapa hari dan ngebongkar novel SOWK dari ransel, hari Minggu pun tiba *tralala trilili tiup terompet* Ngomong- ngomong soal SOWK, nggak tahu kenapa novel itu yang saya masukkan ke ransel sewaktu berangkat dari Medan. Awalnya mau bawa beberapa novel. Tapi apa daya, kapasitas ransel tak mencukupi. Jadinya hanya satu novel yang dibawa, dan SOWK yang jadi pilihan.

Kembali ke cerita ya. Acara dimulai jam dua siang sementara pada saat itu saya dan teman- teman masih menunggu busway di halte. Alamat nggak sempat nih. Saat bus sudah mau masuk ke arah BNN, saya malah merasa seperti Kenzo yang mau bertemu Hava tapi tak jadi *tambah lebay XD*

Kami tiba di Gramedia Matraman pada pukul empat sore. Bisa dibayangkan kan? Benar saja, pas naik ke lokasi M&G, petugas sedang merapikan kursi #hancurberkepingkeping. Teman- teman yang lain menghibur saya. Saya agak gimana gitu, tapi ya ikhlasin aja lah. Belum jodoh ketemu kokonya. Ha ha..

Saat hendak turun, saya melihat Mas berseragam Gramedia sedang membawa dua buah novel SOWK dan novel kuning (baca: The-Not-So-Amazing Life of @amrazing ) kesukaan saya itu. Saya mencoba bertanya lagi, meski nggak yakin sama jawaban Mas itu.

Ternyata si Mas memberikan jawaban yang kece. Katanya acara sudah selesai tapi koko masih makan di Killiney. Langsung cuss. Turunlah hingga lantai dasar. Loh kok Killiney-nya nggak ada? Ternyata di lantai 1. Kami pun naik eskalator lagi. Ketemu. Killiney-nya.

Minggu, 18 Oktober 2015

Food Library : Menikmati Suasana Perpustakaan Sambil Mengenyangkan Perut

Hai hai, rasanya saya jarang sekali memposting review di luar review novel yang saya baca ya. Kali ini, saya mau sharing tentang tempat makan dengan desain yang unik. Berbau buku juga. Baiklah, saya mulai saja review singkat ini  ^^

Saat berkeliling di lantai empat Mal Ciputra Jakarta, ada yang menarik perhatian saya dan teman- teman. Di seberang eskalator tertulis ‘Food Library’. Sebagai penyuka hal- hal yang berbau buku, saya langsung semangat dong. Tapi kami tidak mampir ke sana. Rasa penasaran saya ditahan dulu. Hanya lewat depannya saja. Besok malamnya saya dan teman saya pergi lagi ke Mal Ciputra. Kali ini rasa penasarannya terbayarkan.

Ternyata Food Library merupakan sebuah food court yang didesain dengan konsep perpustakaan. Meskipun tidak ada buku asli yang bisa kita lihat, tapi cukup menarik. Di setiap stan makanan terdapat deretan dummy buku- buku dan beberapa memajang dummy makanan yang mereka jual. Pilar- pilarnya juga ditempel stiker bergambar buku sehingga tampak menyerupai rak buku perpustakaan dengan lampu- lampu yang meneranginya.

mau bayar berasa mau pinjam buku.. ha ha..
suasananya ramai :)
\

Menunya juga variatif. Dari makanan khas Indonesia, Barat, Jepang, hingga Chinese (non- halal), semua ada di sini. Saya sendiri memesan dragon roll (yang lumayan lama datangnya >__< tapi untungnya enak), teman saya memesan nasi campur (non-halal), dan adiknya memesan Tekwan. Banyak menu yang bisa teman- teman pilih, jadi tinggal pesan sesuai dengan keinginan.
maafkan kualitas fotonya >,<

Tertarik mengunjungi Food Library? Bagi teman- teman yang mampir ke Jakarta, bisa coba ke sini. Lokasinya ada di Mal Ciputra, Grogol, Jakarta Barat. Happy hunting  :D