Judul :
Somewhere Only We Know
Pengarang :
Alexander Thian
Penerbit :
GagasMedia
Tebal :
338 halaman
Sinopsis :
Kenzo
Menyusuri jalanan Hanoi yang basah,
menerobos hujan yang masih turun dengan deras.
Gue melangkah tanpa peduli ke mana kaki membawa gue pergi.
Lampu kuning jalanan membuat jejak- jejak rintik hujan tampak jelas.
Entah karena gue yang delusional atau terlalu romantis menjijikkan,
gue setengah berharap dia akan muncul di ujung jalan,
bersandar pada tiang lampu, membawa payung, lalu tersenyum
melihat gue.
Ririn
Kenangan itu masih sejelas dan sebening film yang berformat blu-ray. Gue tertawa kecil ketika
membuka pintu taksi, membayangkan wajah aneh Arik sore itu. Dalam perjalanan
pulang, gue bermimpi tentang berdansa di awan, sementara kembang api meledak-
ledak di sekitar gue dan Arik.
Arik, can we be infinite?
Most of all, is this
the love we think we deserve?
ÐÑ
Bagi Kenzo, cinta ibarat secangkir kopi.
Terkadang terasa pahit, tetapi tetap memiliki banyak lapis rasa.
Bagi Ririn, kakak Kenzo, cinta hanya memiliki dua rasa: pahit dan
manis.
Meski Kenzo meyakinkan selalu ada ruang untuk dongeng cinta,
Ririn berusaha melupakan cinta karena pahitlah yang mendominasi kisahnya.
Ketika cinta benar- benar ada di hadapan keduanya, mampukah
mereka menerima dan memperjuangkannya?
Review :
Mari berkenalan dengan kakak beradik yang mengalami lika-
liku dalam menggapai cinta dalam hidup mereka: Ririn dan Kenzo. Ririn di
usianya yang sudah hampir menginjak kepala tiga masih saja kekanak- kanakan dan
belum menemukan tambatan hatinya. Sementara Kenzo, adiknya, menyimpan kesedihan
akibat jatuh cinta, ditinggalkan, jatuh cinta lagi, dan ditinggalkan lagi.
Namun keajaiban selalu ada. Ririn, yang saat itu tengah
berlibur sendiri, bertemu dengan seorang pria yang awalnya dibencinya.
Kebetulan- kebetulan mempertemukan mereka hingga Ririn tahu bahwa pria yang
sebenarnya tampan tapi ia anggap menyebalkan adalah idolanya, blogger
favoritnya. Arik, nama asli Silver Shadow, ternyata memerhatikan setiap
komentar yang ditulis oleh Ririn.
Hubungan mereka pun dimulai. Kekaguman Ririn bertambah
ketika Arik menceritakan dongeng- dongeng – yang menurut Ririn – ajaib. Hanya
dalam waktu singkat, mereka sudah berpacaran meski tidak ada acara tembak-
tembakan ala ABG.
Jauh di sana, Kenzo yang saat itu baru kembali dari Viet Nam
menyimpan luka. Ia jatuh cinta pada pria yang belum pernah ia temui sebelumnya.
Pria itu bernama Hava. Hava sering melihat Kenzo tetapi Kenzo bahkan belum
pernah bertemu dengannya sekalipun. Kenzo hanya berkomunikasi melalui telepon,
surel, dan aplikasi chatting. Itu
saja sudah membuat Kenzo senang dan bahagia.











