Judul :
In A Blue Moon
Pengarang :
Ilana Tan
Penerbit :
PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal :
320 halaman
Sinopsis :
“Apakah kau masih membenciku?”
“Aku heran kau merasa perlu bertanya.”
Lucas Ford pertama kali bertemu dengan Sophie Wilson di
bulan Desember pada tahun terakhir SMA-nya. Gadis itu membencinya. Lucas kembali
bertemu dengan Sophie di bulan Desember sepuluh tahun kemudian di kota New
York. Gadis itu masih membencinya. Masalah utamanya bukan itu – oh, bukan! –
melainkan kenyataan bahwa gadis yang membencinya itu kini ditetapkan sebagai
tunangan Lucas oleh kakeknya yang suka ikut campur.
Lucas mendekati Sophie bukan karena perintah kakeknya. Ia mendekati
Sophie karena ingin mengubah pendapat Sophie tentang dirinya. Juga karena ia
ingin Sophie menyukainya sebesar ia menyukai gadis itu. dan, kadang- kadang –
ini sangat jarang terjadi, kakeknya bisa mengambil keputusan yang sangat tepat.
Review :
Perjodohan bukanlah sesuatu yang menyenangkan bagi Sophie
Wilson. Apalagi pria yang dijodohkan padanya adalah pria yang ia benci, Lucas
Ford. Mereka satu SMA dan karena Lucas, Sophie tidak bisa menikmati indahnya
masa SMA. Ia tentu tidak akan menerima perjodohan ini.
Namun Lucas berusaha keras agar Sophie mau menerimanya. Memang
kakeknya, Gordon Ford, terus mendesak dan terkesan ‘kepo’ dalam urusan jodoh-
menjodohkan. Terlebih dahulu, Lucas berharap agar Sophie mau memaafkan
kesalahannya dulu.
“Tapi mereka semua
menyukaimu. Kenapa mereka menyukaimu? Kenapa hanya aku yang membencimu? Apakah aku
salah? Apakah kau sebenarnya tidak seburuk yang kuduga? Tiba- tiba saja aku
merasa buruk karena menjadi satu- satunya orang yang membencimu. Kemudian aku
harus mengingatkan diriku sendiri bahwa aku tidak salah. Aku punya alasan
membencimu. Aku berhak membencimu. Aku
membencimu atas apa yang pernah kaulakukan padaku dan aku membencimu karena
membuatku meragukan diriku sendiri!” (hal. 78)
“Dengar,
anak laki- laki yang dulu membuat hidupmu susah memang aku,” kata Lucas sambil
menatap Sophie lurus- lurus. Kemudian ia menunjuk ke arah gedung Jump Start dan
melanjutkan, “Tapi orang yang tadi kaulihat di dalam sana itu juga aku. Manusia
bisa berubah, Sophie.” (hal. 79)









