Daftar Review

Rabu, 13 Februari 2013

The Hunger Games - Suzanne Collins



Judul               : The Hunger Games

Pengarang    : Suzanne Collins

Penerbit        : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal              : 408 halaman




Sinopsis :

Dua puluh empat peserta.
Hanya satu pemenang yang selamat.

Amerika Utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri Negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi dua belas distrik. Katniss, gadis 16 tahun, tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di wilayah termiskin di Distrik 12.
Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing- masing distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan secara langsung di acara televise The Hunger Games. Hanya ada satu pemenang setiap tahun. Tujuannya adalah: membunuh atau dibunuh.
Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti The Hunger Games, Katniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol.

Review :

Setiap tahun, di setiap distrik, anak- anak yang telah memenuhi persyaratan memasukkan nama mereka ke dalam undian yang akan dipilih pada hari pemungutan. Hari penuh ketegangan itu pun tiba. Kedua kakak beradik di distrik 12, Prim dan Katniss berpakaian cantik namun hati mereka sesungguhnya takut. Terpilih berarti selangkah lebih dekat menuju kematian. Dan benar saja, kertas berisi nama Primrose Everdeen terambil saat pengundian. Melihat Prim yang masih kecil, Katniss segera mengajukan diri menjadi sukarelawan. Peserta pria pun dipilih. Nama Peeta Mellark keluar sebagai peserta pria yang mewakili distrik 12.

Segera mereka diberangkatkan ke Capitol. Mereka punya satu mentor, Haymitch namanya. Pria itu pernah menjadi pemenang The Hunger Games. Tapi itu sudah lama sekali. Kini hari- harinya dilewati dengan mabuk- mabukkan. Haymitch, bagi mereka, Katniss dan Peeta, tidak banyak membantu. Namun ada saran penting yang mereka dapatkan darinya.

Katniss dan Peeta menikmati kehidupan mewah sepanjang perjalanan menuju Capitol. Makanan mereka lebih dari cukup. Mereka juga ‘disulap’ habis- habisan. Kemunculan Katniss dan Peeta membuat para penonton terkagum. Katniss, si gadis api, dengan gaun hasil rancangan Cinna, yang kelihatan sedang membakar Katniss, dan Peeta, si lover boy, yang mengaku jatuh cinta pada Katniss.

Sesi wawancara dan pelatihan singkat telah mereka lalui. Saatnya memulai pertarungan. Berkat kebiasaan Katniss yang sering berburu bersama Gale, sahabat Katniss, gadis itu dapat bertahan hidup. Untuk sementara ini ia tidak perlu membunuh. Sedangkan Peeta, ia bergabung bersama peserta Karier. Tim Karier terdiri dari beberapa anak dari beberapa distrik yang bergabung. Mereka biasa memiliki persediaan makanan yang cukup dan sponsor mereka pun bagus.

Di Hunger Games, membentuk sekutu tidak banyak membantu karena toh akhirnya kalian harus 'melenyapkan' sekutu kalian.

Katniss tidur di atas pohon setiap malamnya. Ia sudah terlatih untuk memanjat pohon. Jadi ia dapat mengawasi apa yang terjadi di bawahnya dan ia jauh lebih aman saat berada di atas pohon.

Hingga suatu hari kawanan Karier itu tiba. Katniss kaget melihat Peeta. Dugaannya benar. Peeta hanya berpura- pura mencintainya. Kini pria itu malah mengkhianatinya.
Meski demikian, Katniss tidak sendiri. Ada peserta cilik dari distrik 11 yang menolongnya. Dia Rue. Rue memberitahu Katniss bahwa ada sarang tawon penjejak di atasnya. Tentu saja kesempatan ini dimanfaatkan oleh Katniss melawan peserta Karier. 

Sejak saat itu, pertemanan Katniss dan Rue terjalin. Tidak ada ancaman dari Rue. Mereka berdua saling berbagi, baik pengetahuan maupun makanan, mengabaikan keadaan bahwa keduanya tidak mungkin selamat bersama.

Satu demi satu peserta tewas. Pertarungan semakin sengit. Akankah mereka yang tersisa mampu bertahan? Bagaimana perjalanan Katniss dengan Rue? Apa maksud dibalik pengkhianatan Peeta? Baca dan ikuti petualangan seru ini di The Hunger Games.

Benar- benar cerita yang mendebarkan. Meski sempat terhenti beberapa minggu bacanya, tapi kesan serunya tetap berasa. Mungkin karena saya sudah nonton filmnya duluan ya. Memang nggak salah kalau novel ini difilmkan. Ide ceritanya unik tapi sadis ya. Bayangkan, tidak ada acara kasihan kasihan disini. Tidak semuanya dapat selamat. Hanya satu. Wuiihh..

Salut deh sama pengarangnya. Alurnya pas. Settingnya pun oke. Seperti biasa, membaca novel akan terasa berbeda. Dalam novel, ceritanya lebih lengkap ketimbang di film. Biasanya saya lebih senang kalau membaca novelnya dulu. Tapi buat THG, nonton filmnya dulu jauh lebih oke. Pembaca jadi tidak kesulitan membayangkan seperti apa arena pertarungan dan suasana di sana. Tidak sabar untuk menonton dan membaca Catching Fire. Recommended dah :D

Berhubung sudah difilmkan, saat membaca novel ini, teman- teman bisa membayangkan seperti apa sosok mereka. Ini dia :

Katniss Everdeen (sumber gambar di sini )

 Peeta Mellark (sumber gambar di sini )

Rue (sumber gambar di sini )


Cornucopia ( sumber gambar di sini )


Haymitch (sumber gambar di sini )

suasana di Cornucopia, para peserta bersiap memulai acara ( sumber gambar di sini )



Enjoy J

Minggu, 10 Februari 2013

Happy New Year


Hari ini merupakan hari pertama (che it) menurut penanggalan lunar. Saya mau ngucapin Gong Xi Fa Cai bagi teman- teman yang merayakan Imlek. Semoga di tahun ular ini segalanya bisa berjalan mulus dan lebih baik. Lembaran baru siap dimulai ! *semangat 45*
sumber gambar disini
Senangnya memasuki tahun yang baru karena rak buku saya juga bakalan ‘disulap’ menjadi baru. Yeeii :D Maka mulailah saya membeli perlengkapan- perlengkapan untuk membuat rak buku ini. Jadi nggak sabar untuk ngeluarin novel- novel saya dari dalam kardus dan menyusunnya kembali.

Dan yang paling ditunggu- tunggu ialah main ke toko buku *sebulan nggak pergi berasa setahun* secara udah sebulan belakangan ini sibuk UAS, mumpung dapat jatah libur mesti diisi dengan acara hunting  novel apalagi banyak novel yang baru terbit yang bikin ngiler.

Soal baca novel, bulan kemarin saya hanya mampu membuat satu postingan tentang novel yang saya baca. Baru kemarin namatin The Hunger Games buku satu yang sudah entah berapa lama menghuni tas saya. Review nya segera menyusul. Okedeh, sekarang saatnya membaca lanjutan The Hunger Games, Catching Fire. Selamat berlibur dan selamat merayakan Imlek bagi teman- teman yang merayakan J

Jumat, 08 Februari 2013

Giveaway : Let's Talk About Love

Hai.... rasanya sudah lama sekali blog ini ditelantarkan berhubung sedang ujian dan tugas yang bertumpuk (alibi..hehe..)
Well, kali ini saya ikutan giveaway bertemakan romansa di bulan penuh cinta ini. Dan tentu saja hadiahnya sebuah novel bertemakan cinta yang bisa kita pilih sendiri, batas harga hingga Rp 75.000,- Untuk kali ini saya lagi pengen sebuah novel karya Arini Putri yang berjudul GOODBYE HAPPINESS. Banyak yang sudah baca dan bilang kalau novel ini oke banget. Salah satu novel rekomendasi lah dari teman- teman. Ini dia sinopsisnya : 

Kau dan aku tidak ditakdirkan untuk berada dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak, begitulah kenyataannya. Jangan menyangkalnya karena akan sia- sia. Sama seperti berjalan di atas pecahan kaca, setiap langkah kita sesungguhnya hanya akan menuai luka.

Kau dan aku seperti tengah mencoba untuk membirukan senja yang selalu merah. Kita sama- sama berusaha, namun tidak bisa mengubah apa- apa. Senja tetap berwarna merah dan hatiku masih saja berkata tidak. Maka, berhenti dan renungkanlah ini semua sejenak. Tidak ada gunanya memaksa. Ini hanya akan membuatmu tersiksa dan aku menderita.

Lantas, kenapa kita tidak menyerah saja? Bukankah sejak awal semuanya sudah jelas? Akhir bahagia itu bukan milik kita.

sumber gambar dari Goodreads

Rasanya tokoh- tokoh dalam novel ini tidak mengalami akhir yang bahagia ya seperti judulnya. Tapi tidak tahu juga, kan belum dibaca. Jadi tambah penasaran *semoga menang*

Giveaway ini masih dibuka hingga 18 Februari mendatang. So,  buat teman- teman yang ingin ikutan, bisa daftar sama yang ngadain giveaway, Biondy di blog bukunya, kireinasekai.blogspot.com . Wish me luck :D

Sabtu, 05 Januari 2013

Morning Brew - Nina Addison



Judul      : Morning Brew

Pengarang  : Nina Addison

Penerbit   : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal      : 224 halaman




Sinopsis :
Seandainya kita bisa tahu dia memang ditakdirkan untuk kita. Seandainya ada jaminan cinta yang kita punya tidak akan membuat kita pecah berkeping- keping. Seandainya soal jodoh ada di tangan kita. Sayangnya, dalam hidup tidak ada yang pasti. Soal cinta apalagi.
Karenanya ketika Boy, pacar tujuh tahunnya Reney, tiba- tiba bilang putus, Reney seperti dibuang ke lubang tanpa dasar dan tidak yakin bisa keluar lagi dari kegelapan di dalamnya. Tapi apa iya?
Yuk, mampir ke dunia Morning Brew. Reney, Danny, dan Ivana dengan senang hati siap menemani dengan cerita dan segelas kopi hangat plus semangkuk soup of the day yang akan bikin kamu ketagihan!
Review :
Ketika kita sudah membayangkan hal- hal indah namun yang terjadi malah sebaliknya, rasanya..sakit sekali! Itulah yang dialami oleh Reney ketika Boy, pacarnya mengajaknya makan malam untuk memberitahukan kabar gembira bahwa ia mendapat beasiswa kuliah di Inggris. Sebagai pacar, siapa sih yang tidak senang? Kabar buruknya, Boy minta putus. Dunia seakan kiamat saat itu juga. Bagaimana tidak? Tujuh tahun, bo.

Jadilah Reney menjalani hari- harinya tanpa Boy. Statusnya kini tidak lagi sebagai kekasih Boy tapi hatinya menolak keras. Boy masih selalu ada dalam pikiran dan hati Reney. Kedua sahabatnya, Danny dan Ivana, mencoba untuk menghibur dan mencarikan teman pria agar Reney terbebas dari bayangan Boy. Hingga suatu kesempatan membuka hati untuk pria baru tiba. Pria itu Roni, sahabat Boy. Sayangnya, karena yang ada dalam pikiran Reney hanyalah Boy, maka Reney menjadikan Roni sebagai Boy. Saat ia sadar, Roni tidak keberatan karena pria itu telah jatuh hati pada Reney sebelumnya. Tidak mau melukai Roni lebih dalam, Reney memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Roni.

Kembali Reney menjalani hidupnya sendiri. Danny dan Ivana selalu mendukungnya. Boleh dibilang Morning Brew adalah rumah kedua Reney. Disini ia punya rekan kerja sekaligus sahabat yang sangat memahaminya. Berinteraksi dengan pelanggan, membuatkan menu kesukaan mereka, juga membuat Reney selalu mendapat feel yang berbeda. Disini lah jiwa Reney. Meskipun – dulu Boy tidak menyukai kalau Reney bekerja di sini, tapi Reney tidak peduli. Ia menikmatinya.

Beberapa lelaki silih berganti dalam kehidupan percintaan Reney. Tapi secepat itu pula kisah mereka berakhir. Beberapa tahun setelah kepergian Boy ke London, pria itu kembali. Kini ia bukan Boy yang dulu. Boy telah berubah. Ia menyesal telah meninggalkan Reney dulu, namun ada alasan dibalik itu semua. Kali ini ia tidak akan melepaskan Reney. Apakah Reney akan menerima Boy kembali? Saat dihadapkan dengan pilihan, cinta atau sahabat yang akan Reney pilih? Ikuti kisah sehangat kepulan uap kopi di Morning Brew.

“Hal pasti yang kedua adalah, ketika harus pergi,aku nggak mungkin meninggalkan kamu di sini, terikat komitmen denganku selama bertahun- tahun. Itu… egois.” – Boy, hal. 166-167
“Ibarat tulisan, Ren,semua kalimat yang lo tulis harus ada titiknya untuk bisa lo lanjutkan ke kalimat berikutnya. Buat gue patah hati juga seperti itu. Selesaikan dengan titik. Ucapkan selamat tinggal dari hati.Lalu berikan maaf pada dia dan pada diri lo sendiri. Pada akhirnya,rasa ikhlas itu akan datang dengan sendirinya seiring waktu.”- Andi, hal. 214

Menurut saya…
Éclair untuk novel yang satu ini. Seperti kata Reney, éclair itu mudah, menyenangkan, dan bikin ketagihan. Rasanya saat membaca novel ini ya seperti itu. Saya suka cara pengarang menuliskan kisah ini. Awalnya saya mengira bahwa novel ini akan membosankan dengan topik persahabatan dan percintaan dengan setting di café yang mereka kelola bersama. Dan ternyata…novel perdana dari Mbak Nina tidak mengecewakan. Isinya pas. Suasana hangat di Morning Brew juga dapet. Persahabatan Reney, Danny, dan Ivana tidak terkesan dipaksakan. Kisah cintanya juga demikian. Ketika hendak mencapai klimaks juga oke penyampaiannya.
Ditambah dengan lima intermeso dengan info yang membuat pengetahuan saya bertambah. Kekurangannya….emm…apa ya? Aaa..ada satu, soal Danny. Awalnya saya sempat bingung, Danny itu cowok apa cewek dengan nama cowok? Dan setelah membaca lebih lanjut, barulah saya tahu kalau Danny itu cowok. Selebihnya bagus menurut saya, secara saat saya bacanya juga santai sekali karena novel ini ringan.
Well, novel ini saya rekomendasikan buat teman- teman pecinta Metropop. Selamat membaca J

Minggu, 30 Desember 2012

Book Kaleidoscope 2012 - Top Five Book Covers



Kalau ada pembaca yang membeli novel karena tertarik pada covernya, saya salah satunya, meskipun tidak selalu. Sampul merupakan penarik perhatian calon pembacanya. Baik saat browsing novel di internet ataupun saat berkunjung ke toko buku, desain sampul yang sedap dipandang mata akan menarik perhatian pengunjung. Setidaknya itulah yang terjadi pada saya. Sesuai tema kalau cover buku yang dipilih itu adalah cover dari buku yang telah dibaca di tahun 2012, ini dia desain sampul novel yang oke dan kece menurut saya :


5. Promises Promises, Dahlian.
Sampulnya yang simple membuat banyak orang tertarik. Warnanya soft dengan corak bunga- bunga. Bahkan beberapa teman menanggapi dari segi cover nya. Salut buat Mbak Dhea dari Gagasmedia yang sudah mendesain sampul dengan bagus. Dari segi isi, Promises Promises dikemas dan disajikan dengan baik oleh Mas Dahlian. Isinya tidak berat. Cover dan isinya sama- sama cakep deh :D

4. Utukki, Clara Ng.
Cover Utukki yang saya suka adalah cover baru nya (yang cetak ulang). Dasar putih ditambah dengan sayap dan pohon pinus  (kalau nggak salah nyebutin nama pohonnya) dan sedikit sentuhan warna biru memberi rasa tersendiri. Kesan fantasinya terasa. Hasil desain Mas Marcel A. W. memang selalu oke ya. Apalagi jalan ceritanya. Saya suka sekali. Boleh dikatakan ini adalah novel  Mbak Clara yang paling saya suka.

3. Unforgettable , Winna Efendi
Pertama melihat covernya langsung jatuh cinta sama warna coklat yang menjadi kulit buku ini. Dengan atap dari bambu dan cukup dengan satu jendela dan botol anggur di tengah sampul. Sangat simpel. Sesimpel ceritanya yang membuat saya berpikir, 'oh, ternyata sederhana sekali'. Mbak Winna memainkan kata demi kata dengan manis dan puitis. Perpaduan yang klop antara hasil desain Mbak Dwi Anissa Anindhika dengan racikan cerita Mbak Winna.

2. Sunshine Becomes You, Ilana Tan.
Tetralogi empat musim sebelumnya berhasil memukau para pembaca karya Mbak Ilana. Baik dari cover maupun isinya yang sudah tidak diragukan. Kali ini, desain sampul merah muda dari yustisea.satyalim@gmail.com berhasil membuat saya suka. Aura kesedihan dan ditinggalkan dapat kita tangkap dari sepatu balet dan tas yang tergeletak  di lantai tempat latihan menari. Kombinasi warna untuk menggambarkan kesan sendu dapet banget. Love it!

1. Chemistry Cinta di Wakatobi, Dedi Oedji.
Memulai debut pertamanya, Mas Dedi cukup berhasil. Indonesia sekali :) Warna birunya, WOW (saya penyuka warna biru). Jernihnya air di Wakatobi dan rumah- rumah penduduk yang tergambar dengan manis di depan novel juga membuat calon pembaca ingin mengetahui lebih mengenai Wakatobi dan kehidupannya. Setelah baca ceritanya lalu melihat- lihat kembali cover yang oke ini, rasanya pengen cepat- cepat terbang ke Wakatobi. Read and enjoy it!
Itu dia kulit-kulit  novel yang saya baca di tahun 2012 yang menurut saya oke dan bikin nyaman mata saya. Bagaimana menurut teman- teman? Apabila teman- teman mempunyai novel dengan cover oke lainnya, boleh juga dishare dan ikutan dengan isi linky nya di sini ya Book Kaleidoscope 2012.

Selasa, 25 Desember 2012

Antara Aku dan Dia - Agnes Jessica


Judul               :  Antara Aku dan Dia
Pengarang        : Agnes Jessica
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal               : 224 halaman

Sinopsis :
Sasha, anak pengusaha kaya di Metro Lampung, lari dari rumah karena dipaksa menikah. Sultan, anak pegawai ayah Sasha yang berniat membunuh ayah gadis itu, terpaksa kabur karena akan dibunuh.

Karena suatu hal, mereka kabur bersama ke Jakarta. Tanpa terduga mereka terdampar di sisi gelap kehidupan metropolitan. Mereka berdua terjebak dan saling tergantung untuk bertahan hidup. Karena tiadanya uang, mereka terpaksa tinggal bersama dan mengaku sebagai kakak-adik, walau sebenarnya saling membenci.

Jakarta yang keras menekan mereka sampai batas kekuatan terakhir. Mampukah mereka bertahan di tengah godaan untuk dorongan mencari uang secara illegal? Apakah Sasha dapat bertahan, ataukah pulang dan menyerah untuk kembali ke sarang nyaman yang dihuninya selama ini?

Review :
Nama lengkapnya Prinsesa tapi lebih senang dipanggil Sasha. Ayahnya kaya sekali dan istrinya banyak. Oleh ayahnya, Sasha akan dijodohkan dengan Andy Chandra, pengusaha kaya juga. tapi Sasha tidak menyukainya. Sasha menilai bahwa kelakuan Andy bahkan lebih parah dari ayahnya. Karena sifat ayahnya yang otoriter, Sasha tidak bisa menolak. Oleh karena itu ia berencana untuk kabur.

Di tengah rencananya muncullah Sultan. Sultan ialah pria yang berniat untuk membunuh ayah Sasha karena dianggap sebagai penyebah ayah Sultan mati bunuh diri. Ia datang untuk menuntut balas. Sayangnya ia tidak berdaya untuk melawan ayah Sasha. Ia malah ditembak lalu dikurung oleh ayah Sasha. Di malam saat akan kabur, Sasha mengajak serta Sultan. Mereka pun kabur ke Jakarta menaiki feri.

Namun nasib belum berpihak kepada mereka. Uang tunai sebesar seratus juta rupiah beserta perhiasan Sasha raib dalam perjalanan menuju Jakarta. Kebayang nggak sih? Bermodalkan uang yang tinggal tiga ratus ribu rupiah, Sasha dan Sultan harus berhemat. Maka tinggallah mereka di kos-an kumuh. Sekamar pula karena Sultan mau menghemat biaya kos. Sasha harus beradaptasi. Lingkungan tempat tinggal mereka juga kurang baik. Impian Sasha untuk kuliah dan tinggal nyaman di Jakarta lenyap sudah.

Sasha tinggal sekamar dengan Sultan namun ia tidak mengenal Sultan dari pribadinya. Anehnya mereka berdua saling meledek dan terlihat cemburu saat masing- masing dekat dengan lawan jenis. Seperti saat Sultan menemani Katrina, salah satu teman kos mereka yang bekerja sebagai pelacur, tak urung Sasha kesal. Ia bahkan mengomeli Sultan. Begitu pula saat Sasha keluar dengan Yakub, anak bos Sasha, Sultan juga terlihat cemburu. Apakah bibit cinta mulai tumbuh di antara mereka berdua? Lalu bagaimana mereka menjalani hidup seperti ini? Apakah mereka mampu bertahan pada kerasnya Jakarta dan lingkungan hidup mereka? Ikuti kisahnya di Antara Aku dan Dia.

Proses. Ini yang selalu saya nikmati setiap membaca karya Mbak Agnes. Perjalanan kisah para tokoh selalu memberi warna tersendiri di setiap novelnya dan saya suka. Meskipun endingnya mudah ditebak, tapi saya puas bisa menikmati keseluruhan isi novel. Ditambah penuturannya yang santai, sudah pasti.

Novel ini menceritakan tentang kehidupan lebih dari yang kita ketahui. Kita jadi bisa melihat bahwa hidup ini bagaikan dua sisi berbeda dalam sebuah koin. Ada bagian dimana kita diingatkan untuk menghindari perbuatan menyimpang namun pengarang mengajak kita untuk melihat dari sisi lain bahwa perbuatan buruk dilakukan karena terpaksa oleh keadaan, memang tidak ada pilihan lain. Ya, hidup ini memang keras. Itulah salah satu poin yang saya dapat.

Namun saya merasa chemistry Sasha dan Sultan agak kurang. Kedekatan mereka kurang dijelaskan. Tahu- tahu saling mencintai. Begitupun saat ada kenyataan yang terungkap *ingetin diri sendiri awas spoiler* rasanya terlalu cepat. Akan tetapi segalanya bisa terjadi bukan? Bahkan dalam kehidupan nyata pun kita bisa menemukan hal di luar dugaan kita.
Well, secara keseluruhan saya menikmati novel ini. Oke lah. Boleh dicoba kok, teman- teman. Selamat membaca ya

Lullaby - Rina Suryakusuma


Judul                : Lullaby
Pengarang       : Rina Suryakusuma
Penerbit          : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal               : 240 halaman

Sinopsis :
Audy dan Rosalind memang dua gadis kembar, tapi Audy selalu merasa semua orang dalam keluarganya terlalu mengistimewakan dirinya dan mengasingka  Rosalind. Audy yakin ini semua karena kelainan jantung yang dideritanya. Bahkan hingga mereka dewasa, dan Audy menemukan pria impiannya, Rosalind tetap harus puas dengan sisa kasih yang terbelah, dan perasaan disisihkan sepanjang hidupnya.

Bersama Mardinanto Nolan, lelaku yang teramat mencintainya, Audy mengenal kebahagiaan yang tak pernah terpikir akan bisa dirasakannya. Namun Audy tak ingin Rosalind menderita karena dirinya. Ia ingin Rosalind merasakan kebahagiaan seperti dirinya. Dan ketika Audy diharuskan memilih antara pria impiannya atau saudari kembarnya, rahasia kelam yang mengungkung hidup Audy akhirnya terkuak.

Review :
Kakak beradik kembar selalu memiliki kisahnya tersendiri. Mereka selalu diangga unik dan menggemaskan. Namun tidak bagi Audy dan Rose. Mengidap penyakit kelainan jantung bawaan membuat Audy selalu mendapat perhatian lebih dan hal ini membuat Rose diacuhkan. Audy sangat menyayangi Rose. Selama ini ia selalu berusaha untuk menonjolkan Rose di hadapan anggota keluarganya akan tetapi perlakuan mereka tetap sama. Rose hanya sekadar nama, tidak berarti bagi mereka. Titik pentingnya hanya Audy.

Audy merasa Rose adalah saudarinya yang paling dekat. Ia selalu memprioritaskan Rose di atas segalanya. Bahkan tiga tahun berhubungan lelaki yang sangat mencintai dan menyayanginya dengan setulus hati, Mardinanto Nolan, Audy tetap tidak bisa menerima cinta Mardi padahal ia sendiri juga sangat mencintai Mardi. Alasannya, demi Rose. Audy baru akan menata hidupnya sendiri jika Rose sudah menemukan pasangan hidupnya. Beruntung Mardi pria yang sabar dan sangat pengertian. Ia menunggu Audy hampir tanpa kata bosan. Namun yang namanya manusia pasti punya batas kesabaran. Hingga saat itu tiba, rahasia besar akan terkuak.

Sampai kapankah Audy akan hidup melekat dengan Rose? Hal apa yang membuat Rose begitu dikesampingkan? Ikuti kisah mereka dalam Lullaby.

Satu hal yang saya sesalkan sebelum membaca Lullaby nya Mbak Rina adalah tanpa sengaja saya baca review yang berisi spoiler. Aahhh….jadi gimana gitu saat bacanya. wong sudah tahu permasalahan utama ceritanya. Jadi ya reviewnya juga begitu- begitu saja. He he.. Mengenai ide cerita sudah tidak diragukan, oke banget. Dijamin pembaca (yang belum tahu tentunya) bakalan dapat kejutan.

Membaca karya Mbak Rina juga selalu merasa nyaman. Mungkin karena penggunaan kata- katanya yang tidak berlebihan sehingga yang pembaca pun turut larut dalam cerita. Karakter tokohnya, menurut saya, dibangun dengan kuat. Audy yang simple hanya saja terlalu lengket dengan Rose, Mardi dengan karakternya yang membuat cewek manapun klepek- klepek. Pokoknya Amore yang satu ini tidak mengecewakan deh. Recommended buat teman- teman pecinta novel roman. Selamat membaca :)