Daftar Review

Kamis, 01 Maret 2012

17 Years of Love Song - Orizuka


Judul buku     : 17 Years of Love Song
Pengarang      : Orizuka
Penerbit         : Puspa Storia
Tebal              : 206 halaman


Orizuka bukanlah nama pengarang yang asing. Karya pertamanya yang saya baca itu Summer Breeze yang saat itu (kalau tidak salah zaman SMP) jadi rebutan teman- teman sekelas. Buat baca mesti antri nunggu giliran. He he..


About this novel….
Well, novel ini tergolong novel sedih dan mengharukan. Berkisah tentang sepasang manusia yang saling mencintai. Leo dan Nana. Leo, cowok cuek dan pendiam, terpaksa harus mengikuti mamanya, Asti, yang baru bercerai dari ayahnya untuk pindah ke Purwakarta dan melanjutkan sekolahnya di sana. Leo tidak menyukai kehidupannya yang baru ini hingga suatu hari ketika sedang menyendiri dan bermain baseball (sendirian), ia menemukan seorang gadis yang berbaring di padang ilalang. Gadis itu bernama Nana. Mereka berkenalan dan berbagi cerita. Rupanya Nana satu sekolah dengan Leo. Seluruh siswa di sekolah sangat menyayangi Nana. Berteman dengan Nana membuat Leo lebih ceria. Leo sadar Nana telah mengubah hidupnya.  Setiap hari Leo yang membawa Nana ke padang ilalang.
Namun Leo harus pindah kembali ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah di sana. Leo dan Nana berpisah. Ketika kembali ke Purwakarta untuk mencari Nana, Leo tidak menemukan siapa- siapa di rumah Nana. Ternyata Nana dan keluarganya mengalami kecelakaan. Nana elamat tetapi kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan tersebut. Sejak itu Nana tidak pernah kembali ke kampung. Leo kehilangan jejak. Ia kembali terpuruk dalam kehidupannya yang lama. Cuek dan pendiam. Hanya kegiatan di klub baseball nya lah yang ia jalani dengan serius. Adam, teman satu tim Leo, mengenalkan sepupunya pada Leo. Dan mereka pun berpacaran. Namanya Raras. Namun Leo tidak pernah serius terhadap gadis itu.
Perjalanan cinta Leo tidak berhenti sampai di sini. Masih ada rintangan dan cobaan yang harus ia lalui. Berhasilkah ia menemukan Nana yang sangat ia rindukan? Apakah kehidupannya akan berjalan indah sesuai dengan harapannya? Ikuti kisah Leo dan Nana dalam novel 17 Years of Love Song ini.

My opinion….
Kisah ini cukup bagus dan saya mencoba menerka- nerka apa yang akan terjadi pada akhirnya. Bagaimana endingnya. Namun semuanya meleset. Itu kelebihannya. Namun saya kurang nyaman (ini menurut saya) dengan point of view nya. Sepertinya campuran. Kisah ini diceritakan oleh pengarang  tapi tokoh Leo juga ikut masuk. Jadinya seperti Leo tengah mengenang masa lalu tapi yang menuturkan itu pengarangnya. Selain itu, sinopsisnya  juga membuat saya (pada awalnya) mengira cinta Leo akan terbagi dua ketika bertemu dengan Raras. Ternyata tidak. Secara keseluruhan, cerita ini oke lah. Bacanya ngalir. Tidak ada yang bikin bingung. Apalagi karakter Leo. Pembaca pasti akan sangat mudah untuk menyukai cowok yang satu ini. Cinta dan kebaikannya begitu tulus tanpa memandang fisik. Sampai- sampai Mama saya bilang begini, “mungkin kita hampir tidak dapat menemukan pria seperti Leo yang menerima Nana apa adanya ”. 3 dari 5 untuk karya Mbak Orizuka yang satu ini. Selamat membaca. Oh iya, intip juga ya sinopsis novel ini.

Synopsis….
Nana, saat itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk selalu berada di sampingmu. Menemani sepimu. Menghapus air matamu. Menjadi kekuatanmu. Aku ingin menjagamu. Aku ingin kau hanya menyusahkanku dan bergantung padaku.
Begitulah Leo, penyuka baseball yang pendiam, berkata dalam hatinya. Nana, gadis berkursi roda yang ia temui di sebuah padang ilalang indah di belakang sekolahnya, telah membuat dirinya berubah. Dari anak kota yang meremehkan kondisi kampung yang ia tinggali, Leo justru menemukan segalanya di sana. Persahabatan, tanggung jawab, sampai cinta. Namun saat- saat indah itu hanya sekejap. Musibah yang datang bertubi- tubi memisahkan Leo dengan penyemangat hidupnya, Nana. Lima tahun Leo sibuk menelusuri jejak gadis itu tanpa lelah. Saat bertemu kembali, Leo sadar bahwa semuanya sudah berubah. Apalagi Leo kini sudah punya idaman lain bernama Raras. Berhasilkah Leo dan Nana merajut kembali kenangan- kenangan yang indah seperti dulu? Atau seseorang harus ada yang kalah?

Baca terus kisah romantis yang memikat ini.

Kamis, 23 Februari 2012

When Toothbrush Meet Love - A. Paramita


Judul buku      :  When Toothbrush Meet Love
Pengarang       : A. Paramita
Penerbit           : Glitzy Book Publishing
Tebal               : 237 halaman


Setiap orang pasti punya hobi yang berbeda. Begitupula dengan wanita yang bernama Olifia Anggraini. Namun hobinya ini rada unik. Mengoleksi sikat gigi. Berbagai jenis, warna, dan ukuran sikat gigi dengan manis menghiasi kamar mandinya. Suaminya, Barra, sangat memahami hobi istrinya ini. Terkadang ia sampai menasihati Olif untuk berhenti membeli sikat gigi. Namun ia tidak menentang hobi Olif. Bahkan, sebelum meninggal (Barra mengalami kecelakaan pas di malam ulang tahun pernikahannya dengan Olif), Barra sudah mempersiapkan kado untuk Olif berupa sikat gigi Harry Potter. Ah..
Sepeninggal Barra, Memi, ibu mertua Olif tinggal di rumah Olif sesuai pesan Barra untuk menjaga dan menemani Olif jika Barra tidak bersama Olif. Tinggal bersama Memi bagi Olif bagaikan tinggal di neraka. Mereka tinggal seatap namun hidup sendiri- sendiri. Perang dingin pun sering terjadi di antara mertua dan menantu itu. Tanpa Olif ketahui, dibalik sikap dingin dan kurang bersahabat Memi nya itu, Memi sangat menyayangi Olif. Olif mulai menata kembali hidupnya.
Dan di saat yang bersamaan, muncul dua pria dalam kehidupannya. Alex dan Angga. Alex adalah klien perusahaan tempat Olif bekerja. Sedangkan Angga itu sudah seperti anak Memi (mulanya Olif dan Marisa curiga Memi terlibat hubungan dengan Angga) yang hampir setiap hari dating ke rumah Olif.
Olif sendiri merupakan karakter yang unik dengan segala kecerobohan yang sering dilakukannya. Namun ada bagian yang terkesan terlalu berlebihan dan kurang klop (ini menurut saya lho). Salah satunya seperti dialog Marisa, sahabat Olif, dengan Olif. Marisa mengatakan bahwa hari itu hari Minggu. Ternyata itu hari Sabtu.
Selain itu, ending nya juga (seperti) dipercepat gitu. Jadinya nggak dapet  deh. Terlihat biasa. Tapi secara keseluruhan not bad lah. Ada bagian kocaknya pas si Olif lagi teledor. Awalnya Memi terlihat agak menyebalkan. Namun setelah tahu bahwa dibalik sikap dingin dan gengsinya, Memi sangat sayang dan peduli pada Olif,  barulah kita tahu bagaimana perasaan seorang Ibu. Dari sini juga kita diingatkan kembali bahwa kita tidak boleh menilai buku dari kulitnya saja dan apa yang kelihatan buruk belum tentu tidak baik.

Minggu, 19 Februari 2012

Semangkuk Kehangatan Baru dalam Dimsum Terakhir




Judul buku       : Dimsum Terakhir
Pengarang       : Clara Ng
Penerbit          : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal               : 365 halaman

Unik. Khas Clara Ng. Begitulah kesan saya. Novel yang satu ini pun demikian. Dimsum Terakhir merupakan sebuah kisah keluarga yang penuh haru dan konflik batin dalam pribadi keempat tokoh kembar yang dicipatakan oleh Mbak Clara.
Siska, Indah, Rosi, dan Novera. Boleh saja mereka kembar empat. Namun karakter dan jiwa mereka berbeda total. Masing- masing dari mereka hidup dalam problema yang terpendam selama hidup mereka.

Siska, wanita yang sukses meniti karir di Singapura dan memiliki prinsip untuk hidup dalam kebebasan. Baginya, pernikahan bukanlah sesuatu yang terpenting dalam hidupnya. Hubungannya dengan pria tidak pernah melangkah lebih jauh. Namun dibalik sikapnya yang terkesan angkuh dan cuek ini tersimpan pengertian dan sisi baik seorang wanita.
Indah, seorang penulis dan wartawan, lebih serius dalam menanggapi segala hal. Ia tinggal di Jakarta, satu kota dengan ayahnya, Nung Atasana. Indah juga lah yang anak pertama yang menemani ayahnya yang terkena stroke di rumah sakit.
Rosi (alias Roni), seorang petani mawar yang tinggal di Puncak, menyimpan sejuta rahasia. Ia terlahir dengan jiwa lelaki yang terperangkap dalam tubuh wanita. Namun ia memilih menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya dan memilih memasang topeng kebohongan.
Novera, guru TK di Yogyakarta yang terbebani dengan hidupnya sebagai wanita yang tidak sempurna. Kekurangan Novera membuatnya selalu minder apabila berada di dekat lelaki dan ia ingin mengabdikan dirinya untuk hidup melayani Tuhan sebagai biarawati.
Empat bersaudara ini yang awalnya tidak kompak dan bercerai berai dengan terpaksa harus berkumpul kembali demi merawat Ayah mereka yang terserang stroke. Masa ini menjadi titik balik dalam kehidupan mereka yang awalnya serba kusut itu. Melalui momen inilah persoalan demi persoalan yang menghimpit mereka mulai terungkap.

Dalam novel ini juga kita akan dibawa menjelajahi tradisi, budaya, dan persoalan sosial yang terjadi di kalangan masyarakat etnis Tionghua di Indonesia (dalam kisah ini di daerah pecinan di daerah Kota, Jakarta), berhubung tokoh utamanya, keluarga Atasana, ialah keturunan Tionghua. Serentetan kejadian masa lalu turut hadir melengkapi perjalanan kisah keluarga Nung.
Melalui perkumpulan kembali ini juga, keempat saudara ini menjadi lebih saling membuka diri terhadap sesama di antara mereka. Hubungan persaudaraan mereka menjadi lebih erat. Bersama- sama, mereka merawat Ayah mereka, saling berbagi kehangatan, dan memecahkan persoalan demi persoalan yang menghantui hidup mereka.


Sinopsis di belakang buku
Empat perempuan kembar yang mempunyai empat kehidupan berbeda. Empat masa depan yang membingungkan. Empat rahasia masa lalu yang menghantui. Dan satu usia biologis yang terus berdetik.
Siska, Indah, Rosi, dan Novera terpaksa harus pulang untuk mendampingi Ayah yang diprediksi tidak punya harapan hidup lagi. Mereka tak pernah menyangka bahwa kesempatan berkumpul kembali ternyata mengubah segalanya. Pertanyaan- pertanyaan penting tentang kehidupan bermunculan, termasuk ketakutan, kecemasan, dan keangkuhan mengakui bahwa kehidupan dan kematian hanyalah sekadar garis tipis.
Dimsum Terakhir adalah drama penuh haru, memikat, cerdas, dan dituturkan dengan amat indah oleh novelis bestseller Indonesia, Clara Ng. kisah yang ditulis modis dengan gaya lembut tapi kuat ini menyuarakan keberanian serta kekuatan yang (selalu) ada di hati kita semua.

Selasa, 14 Februari 2012

Sunshine Becomes You - Ilana Tan


Judul buku       : Sunshine Becomes You
Pengarang        : Ilana Tan
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal               : 432 halaman

Saya tidak dapat membayangkan cerita dari sinopsis novelnya yang cukup singkat ini. Maka saya langsung membaca isinya halaman demi halaman. Dan tidak perlu waktu terlalu lama bagi saya (ini termasuk cepat karena biasanya saya sangat lambat dalam membaca novel) untuk menyelesaikan novel ini.

Alex Hirano terpaksa membatalkan serangkaian konser pianonya ketika tangannya cedera akibat ditubruk oleh Mia Clark, seorang penari kontemporer profesional yang mengajar di sebuah studio tari kecil bersama dengan Ray Hirano, adik Alex yang adalah seorang B- Boy. Saat itu juga Alex langsung tidak menyukai Mia. Bahkan pianis terkenal itu menganggap Mia sebagai malaikat kegelapannya.

Mia yang sangat menyesal bermaksud untuk bertanggungjawab  dengan menawarkan diri untuk membantu Alex hingga tangannya sembuh. Awalnya Alex tidak mengacuhkannya. Namun keterbatasan  pria sombong itu membuat ia akhirnya menerima bantuan Mia dengan terpaksa.

Alex bersikap ketus dan tidak bersahabat dengan Mia. Tapi perlahan sikapnya mulai berubah seiring dengan rasa cinta yang juga mulai tumbuh di dalam hatinya. Ditambah lagi dengan intensitas pertemuan mereka. Setiap hari Mia datang ke apartemen Alex untuk mengurus apartemen pria itu.
Alex menyukai Mia. Ray juga. Bahkan rasanya semua lelaki menyukai Mia. Hanya saja Mia terlihat biasa saja. Ia berbicara, bersikap, dan tersenyum kepada semua orang dengan begitu manisnya.

Mia adalah seorang penari dengan potensi yang luar biasa. Sayangnya ia malah mengundurkan diri dari klub tari ternama. Mia juga tidak pernah membalas perasaan laki- laki yang menyukainya lebih jauh. Mengapa? Bagaimana perasaan Mia yang sebenarnya terhadap Alex yang begitu menyayangi dan memahaminya?

Well, novel ini masih tersedia banyak di toko buku (yang di Medan ya). Silahkan dibeli (atau kalau mau minjem juga boleh) dan dibaca. Takutnya malah semua saya ceritakan nanti. He he..

Kalau saya bilang sih….

Ilana Tan (lagi- lagi) mampu menghasilkan karya yang begitu mempesona. Bahkan novelnya yang satu ini berhasil menaik- turunkan emosi saya ketika mengikuti kisah perjuangan (hidup dan cinta) Alex dan Mia. Tidak heran kalau novel ini sangat booming di kalangan penikmat fiksi. Permasalahan dan penyelesaian di dalam novel ini mengalir begitu alami. Bukan pertama kali membaca alur cerita yang kurang lebih sama dan Ilana Tan memang sangat piawai memainkan dan menempatkan kata- kata. Saya tidak bosan mengikuti cerita setebal 400an halaman ini. Pokoknya oke punya deh.

Sinopsis
Ini kisah yang terjadi di bawah langit New York…
Tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan…
Tentang impian yang bertahan di tengah keraguan…
Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk hidup.

Awalnya, Alex Hirano memilih jauh- jauh dari gadis itu- malaikat kegelapan yang membuatnya cacat. Kemudian Mia Clark tertawa, dan Alex bertanya- tanya bagaimana ia bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapan.
Awalnya, mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga.
Kemudian Alex Hirano tersenyum, dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai- sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.


Ini dia petikan kalimat yang kusukai…

Aku ingin kau tahu bahwa aku mensyukuri hari aku mengenalmu. Aku juga ingin berterima kasih atas semua yang sudah kaulakukan untukku. Terima kasih karena telah menemaniku selama ini. Terima kasih karena tetap bersabar denganku walaupun aku cenderung bersikap tidak masuk akal akhir- akhir ini. Aku tidak tahu mengapa kau bisa jatuh cinta pada orang sepertiku, tapi… terima kasih karena telah mencintaiku.” – halaman 428


Jumat, 10 Februari 2012

Online Addicted! – Kecanduan yang Menimbulkan Kekacauan


Judul buku      : Online Addicted!
Pengarang       : Irena Tjiunata
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal               :199 halaman


Dilihat dari judulnya, ini novel pasti menceritakan tentang gadis yang kecanduan main internet. Dan memang begitu. Korban kecanduan ini bernama Marrisa, biasa dipanggil Icha. Icha sangat hobi Facebook-an. Papanya yang mengenalkan Facebook padanya. Namun fungsi jejaring sosial itu malah ia salah gunakan. Terlebih lagi ketika Edo, sang pacar yang super sabar, menghadiahi sebuah smartphone sebagai kado ulang tahun untuk Icha. Icha tambah lengket deh.
Hingga kecanduan Icha semakin akut, masalah mulai timbul. Icha mulai mengabaikan keadaan di sekelilingnya, termasuk sahabat dan keluarganya. Hal yang paling menonjol ialah ketika Icha sudah asyik online, ia tidak akan lagi menggubris siapapun yang memanggilnya ataupun mengajaknya bicara.
Satu per satu kejadian terjadi. Icha hanya bisa berjanji dan terus berjanji untuk berubah. Bahkan, ia sempat mengecewakan neneknya yang jauh- jauh pulang dari luar negeri, hanya karena keasyikan online. Hmm..
Suatu hari, ponsel pintar Icha ketinggalan di rumah. Padahal bel sebentar lagi dan les pertama Icha akan menghadapi ulangan Bahasa Indonesia. Tapi apa yang terjadi? Icha tetap nekat pulang ke rumah. Akibatnya, ia tidak mengikuti ujian dan dihukum guru. Beruntung Edo sangat menyayanginya dan rela berbohong demi Icha hingga akhirnya Icha diperbolehkan mengikuti ujian susulan.
Tentunya masalah tidak berhenti sampai di sini. Masih banyak lagi masalah yang Icha timbulkan. Membaca novel ini membuat kita melihat dampak- dampak yang terjadi akibat tidak dapat membatasi diri untuk memilih waktu yang tepat dalam menjelajahi dunia maya. Dan ketika nilai Icha mulai merosot hingga ia terancam tinggal kelas, dapatkah Icha memenuhi janjinya untuk berubah ?

Senin, 30 Januari 2012

Bidadari Santa Monica - Alexandra Leirissa Yunadi


Judul buku          : Bidadari Santa Monica
Pengarang          : Alexandra Leirissa Yunadi
Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal                  : 367 halaman
Saya mengetahui novel ini sudah lama. Namun baru dibeli pas tahun baru kemarin. Dengan harga miring tentunya. He he.. Melihat dari judulnya pasti banyak yang beranggapan novel ini bercerita tentang Bidadari Santa Monica atau sedikitnya wanita cantik dengan setting di Santa Monica (memang sih setting awalnya di Santa Monica). Ternyata tidak. Isi ceritanya itu tentang kisah percintaan dua insan yang harus berakhir dengan perpisahan. Sedihnya. Buat teman- teman yang menyukai novel yang sad ending, novel ini bisa menjadi salah satu pilihan.
Sebelumnya, kenalan dulu ya sama beberapa tokoh yang muncul di novel ini :
1.       Pelita
Ini dia nih tokoh utama ceweknya. Pelita merupakan ilustrator yang bekerja pada sebuah majalah. Pekerjaannya juga merangkap sebagai reporter. Karena tugas meliput inilah, Pelita bertemu dengan Efraim dalam keadaan yang tidak disengaja. Pelita suka menggambar dan ia sangat berbakat.  Orangnya apa adanya. Rada pemikir juga.
2.       Efraim
Penulis ‘menciptakan’ tokoh ini dengan sangat sempurna. Rasanya terlalu sempurna malah. Tampan, mapan, dan perhatian. Lengkap. Efraim memiliki butik dan ia adalah importir pakaian dengan merek kelas atas. Tampaknya pembaca akan dengan sangat mudah menyukai tokoh yang satu ini. ia sangat gencar mengejar Pelita (beruntung sekali ya si Pelita).
3.       Bidadari Santa Monica
Seorang pengamen cantik di Santa Monica. Menyebut dirinya sebagai Bidadari Santa Monica. Petikan harpanya selalu berhasil membuat Pelita menitikkan air mata. Dalam kisah ini, ia muncul sesekali, seperti interlude namun ia juga yang memberikan kejutan pada akhir cerita nantinya.
4.       Niki
Ia adalah sahabat terbaik Pelita. Selalu siap mendegarkan curahan hati Pelita. Selalu mendukung Pelita dari awal hingga akhir.
5.       Mentari
Kakak Pelita yang satu ini paling mudah untuk tidak disukai. Sikapnya yang berlebihan. Berbeda dengan Pelita yang apa adanya, kakaknya ini ada apanya. Penampilannya juga berbeda jauh dengan Pelita. Ia sering memandang rendah Pelita.
6.       Mamanya Efraim
Overprotective. Kata itu cukup untuk menggambarkan kasih sayang seorang ibu terhadap anak tunggalnya. Mama Efraim sangat selektif memilih calon menantu buat anaknya. Dan tentu saja dengan selera dan standarnya yang tinggi, dengan cepat ia langsung tidak menyukai Pelita saat pertama mereka berjumpa.
7.       Pak Ian
Pak Ian adalah bosnya Pelita yang ternyata seorang gay. Gara- gara Pak Ian jugalah Pelita sempat menyangka bahwa Efraim juga sama seperti Pak Ian.

Nah, itu dia orang- orang yang akan setia menemani kita dalam perjalanan cinta Efraim dan Pelita. Well, kepanjangan ya. Ini dia review tentang novel ini.

Pelita mendapat tugas meliput di Santa Monica, Amerika. Setiap hari, entah mengapa, ia selalu berhenti di depan seorang pengamen cantik yang akrab disapa Bidadari Santa Monica. Den setiap kali mendengar petikan harpa dan lagu yang dinyanyikan, hati Pelita serasa disayat- sayat. Pelita juga sangat terpesona pada bidadari yang satu ini. Dengan mata biru kehijauan yang sangat indah dan rambut berwarna merah, pengamen itu selalu terbayang- bayang di benak Pelita.
Hingga suatu hari Bidadari Santa Monica memanggil nama Pelita dengan baik. Pengamen ini juga tahu arti namanya. Aneh. Tidak sampai di situ, pengamen ini juga menaiki pesawat yang sama dengan Pelita. Tepat di samping Pelita pula.
Wanita ini begitu antusias terhadap kisah hidup Pelita. Dan Pelita pun tidak dapat untuk tidak menceritakan kepada pengamen cantik ini.
Kisah dimulai ketika Pelita salah mewawancarai orang. Seharusnya ia mewawancarai aktris pemeran serial TV, Arlika. Namun karena Arlika sangat sibuk, Pelita berniat untuk mewawancarai lawan mainnya, Riva. Pelita hanya tahu bahwa Riva ialah sosok yang tampan tetapi ia sendiri belum pernah melihat Riva. Oleh karenanya, ketika seorang pria tampan lewat, Pelita langsung menyetopnya dan mewawancarainya. Barulah setelah Riva yang asli datang, Pelita menyadari bahwa ia telah salah sasaran. Inilah awal pertemuan yang lucu dengan Efraim, pria tampan yang (salah) diwawancarai oleh Pelita.
Dan Efraim mulai tertarik pada Pelita. Demi mendekati Pelita, Efraim mengadakan kerjasama antara butiknya dengan majalah Pelita yang rupanya bos Pelita ialah Pak Ian, sahabat Efraim sejak kecil.
Proses pedekate Efraim- Pelita seru juga. Ada lucunya. Di satu sisi, Efraim yang sudah memancarkan sinyal cinta namun tidak ditangkap dengan jelas oleh Pelita karena Pelita sendiri – yang tergila- gila sama Efraim- sibuk memikirkan apakah Efraim suka padanya dan juga kesimpulan yang Pelita tarik sendiri bahwa Efraim adalah seorang gay.
Kehadiran kakak Mentari yang menyebalkan juga menambah manis perjalanan cinta Pelita dan Efraim. Saat keduanya sudah berpacaran dan Efraim mengenalkan Pelita ke mamanya, masalah muncul. Mamanya Efraim tidak menyukai Pelita. Berbagai sindiran ia lontarkan kepada Pelita. Namun Pelita mencoba untuk bersabar. Ketika berbincang- bincang mengenai lukisan di kamar Efraim, mama Efraim, yang tidak menyangka itu adalah karya Pelita, sangat menyukai lukisan itu. Efraim pun berniat menghadiahi mamanya lukisan Pelita yang rencananya akan dibuka di pesta ulang tahun mamanya nanti.
Gawat! Pelita mulai stres. Di tengah- tengah usahanya untuk menghasilkan yang terbaik, Pelita mulai menyerah. Namun selalu ada semangat dan dorongan dari Efraim. Hingga suatu hari ketika Pelita terlibat perdebatan mengenai kado lukisan itu dengan Efraim. Pelita tidak dapat menyelesaikan lukisan itu. Ia kehabisan cat birunya. Tidak tahan lagi, Pelita keluar dari mobil tunangannya itu dan lari. Ia tak sengaja menabrak seorang preman. Demimelindungi Pelita, Efraim ditusuk. Pelita segera mencari pertolongan. Namun Efraim tidak terselamatkan. Pelita sangat terpukul. Semenjak itu Pelita melewati hari- harinya dengan enggan. Tanpa rasa.
Lalu, bagaimana akhir kisah menyedihkan ini? Apakah hubungan Bidadari Santa Monica dengan mereka berdua? Hmmm...... silahkan dibaca sendiri ya novelnya J
Menurut saya....
Saya lumayan suka dengan novelnya. Idenya oke. Hanya saja saya kurang nyaman ketika membaca pada bagian depannya. Terlalu banyak tanda serunya. Untunglah semakin ke belakang semakin jarang.
Ada juga satu bagian dimana Pelita asyik dengan pikiran dan pendapatnya sendiri tentang pria pujaannya yang adalah gay. Pelita jadi menjaga jarak dengan Efraim. Lah, tinggal ditanyain ke cowoknya, beres toh? Bagian ini yang bikin gemes. Menurutku kepanjangan.
Mengetahui cinta yang tidak bersatu membuat saya ikut bersedih. Bayangkan jika ada Pelita beneran (mungkin saja bisa terjadi hal seperti ini), pasti rasa bersalah dan kehilangan yang mendalam itu ada. Untaian cinta yang te,ah terucap. Waktu yang telah dilewati bersama tidak akan pernah cukup. Bahkan kata ‘singkat’ pun masih terlalu singkat untuk kebersamaan ini.

Di belakang buku
Buat Pelita, hidup ini bagaikan kepingan penuh warna. Dan Efraim-lah pemberi warna hidupnya. Namun karena Efraim juga, Pelita terperangkap dalam warna abu- abu: remuk hati berkepanjangan.
Lalu dia bertemu dengan pengamen cantik di Santa Monica, Amerika. Konon, orang- orang memanggil gadis itu dengan julukan Bidadari Santa Monica. Pelita terpesona pada sang bidadari. Mendatanginya setiap hari, mendengarkan lantunan lagu dan petikan harpanya dalam derai air mata, sambil tak henti- henti mengaguminya.
Lalu, pada hari yang ketujuh...
"Pelita!" dengan fasih, bule jelita itu menyebut namanya. "That’s your name right?"
Pelita terkesima. Tak mengerti bagaimana mungkin bidadari cantik itu mengetahui namanya. Nama yang bahkan terasa asing saat diucapkan lidah bule seperti pengamen itu. Tapi tak hanya itu...
"See you later, Little Shine...," bahkan gadis cantik yang tak mungkin bisa bahasa Indonesia itu menyebutkan arti dari namanya.
Pelita pun mulai mereka-reka, siapa gadis bermata biru itu sebenarnya? Mengapa bidadari itu begitu tertarik pada masa lalunya? Dan... apa sebenarnya hubungan pengamen cantik itu dengan Efraim?

Rabu, 11 Januari 2012

Uttuki : Perjuangan Cinta Sepanjang Masa



Judul buku      : Utukki – Sayap Para Dewa
Pengarang       : Clara Ng
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal               : 402 halaman
Selamat tahun baru yang telat. He he. Mengawali bacaan awal tahun, saya menyelesaikan sebuah novel berbau mitologi Yunani berjudul Utukki. Lagi- lagi Mbak Clara berhasil menelurkan karya- karyanya yang ‘wah’ menurut saya. Kisah yang terlihat bakalan membosankan ini ternyata bukan berisikan sejarah melulu. Kisah ini kisah percintaan antara Makhluk-Dunia- Atas dengan manusia biasa. Dan seperti karya yang lain, kisah ini juga mudah untuk diikuti. Tidak ribet. Kebetulan novel Utukki ini saya dapatkan waktu ikutan klinik penulisan fiksi Mbak Clara November lalu. Plus dapat tandatangan Mbak Clara juga (terima kasih buat Mbak yang sudah berbagi cerita dan juga penerbit yang mengadakan acara J ).

Cerita ini mengisahkan percintaan Thomas dan Celia, murid SMA, yang (sebenarnya) sudah terjalin sejak tujuh ribu tahun yang lalu, kisah cinta antara Enka dan Nannia. Enka hanyalah seorang manusia biasa sedangkan Nannia merupakan anak dari pasangan Dewa Anu dan Dewi Antu. Nannia merupakan anak terakhir (anak kedelapan) dari Utukki bersaudara sekaligus anak yang paling cantik. Ketujuh saudaranya memiliki wajah yang buruk rupa seperti monster dan disegel oleh ayah mereka, Dewa Anu. Kisah cinta Nannia dan Enka banyak mendapat cobaan. Namun kekuatan cinta membuat mereka tidak berhenti berjuang. hingga tujuh ribu tahun kemudian ketika mereka sudah berubah wujud pun rasa cinta itu tidak pernah hilang.
Cerita ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama setelah prolog dan bagian kedua.

Pada bagian prolog, kita tidak akan menemukan dewa maupun dewi- dewi yang sedang berdialog di atas langit. Cerita dimulai dengan perkenalan dua tokoh yang muncul di setiap jeda cerita, Adam dan Naeva, namun akan dikaitkan (sedikit) dengan tokoh utama pada akhir kisah nanti. Adam mengambil jurusan sejarah sedangkan Naeva mengambil jurusan jurnalistik. Adam sangat menyukai cerita mitologi. Di setiap kesempatan yang ada, ia akan menceritakan sedikit- sedikit mengenai legenda Bangsa Mesopotamia yang dianggap Naeva sebagai ‘kuliah gratis’.
Bagian pertama.
Cerita dimulai dengan perkenalan Thomas dengan Celia. Thomas yang malu- malu dan Celia yang agak agresif. Juga diceritakan bagaimana Antu melepaskan ketujuh anaknya. Awalnya saya tidak tahu mengapa ada acara teriak- teriakan antara ibu dan ketujuh anak itu. Namun  setelah membaca kelanjutannya, baru deh. Ada hubungan yang erat ternyata.
Pertemuan Thomas dan Celia sangat singkat. Keduanya segera berpisah. Thomas kehilangan Celia. Celia terangkat menuju langit. Tinggal di kerajaan Dewi Ishtar. Rasa perih memenuhi hati kedua insan yang saling mencintai. Perlahan mereka mulai mengetahui bahwa kenangan masa lalu membelit mereka. Keduanya terlahir kembali dengan jenis kelamin yang berbeda. Perjuangan cinta berlanjut. Jika Thomas dan Celia berhasil membuktikan bahwa mereka saling mencintai dan dapat melalui rintangan- rintangan yang mereka jalani maka keduanya dapat bersatu. Jika tidak maka keduanya harus menerima kenyataan pahit bahwa mereka harus berpisah. Waktu yang diberikan sepuluh tahun. Selama itu pula lah Thomas harus selalu mengingat Celia meski mereka tidak pernah bertemu.
Ini bukan perjuangan dua makhluk. Ini cinta segitiga. Ishtar, Dewi Cinta, Kesuburan, dan Perang, mencintai Enka. Karena cintanya yang begitu besar, Dewa Anu membantunya dengan mengubahnya menjadi makhluk mortal. Namun Enka mencintai Nannia dan bahkan tidak menyadari kehadiran Ishtar. Cinta Ishtar bertepuk sebelah tangan. Ia akhirnya menikah dengan pria lain dan melahirkan seorang anak perempuan. Namun pada akhirnya ia harus kembali ke langit dan meninggalkan anaknya. Cinta Ishtar kepada Enka tidak pernah surut. Ia masih tetap berusaha untuk mendapatkan Enka. Hingga sekarang. Ia berusaha memisahkan Thomas dan Celia. Kali ini dibantu oleh Dewi Antu yang menentang mati- matian hubungan putrinya dengan manusia biasa itu.
Bagian kedua.
Tujuh tahun berlalu. Ketika Thomas kembali ke Indonesia, semua orang telah melupakan Celia. Tidak ada yang bernama Celia. Hanya Thomas yang masih mengingat gadis itu. Celia yang tinggal di dunia dewa- dewi masih setia pada cintanya. Dewa Ea, Dewa Air dan Kebijaksanaan, menjadi sahabat Celia yang membantu Celia untuk keluar dari kerajaan Ishtar. Ia jugalah yang mempertaruhkan nyawanya demi melindungi Thomas.
Kisah ini terasa semakin seru ketika perjuangan sudah mencapai puncak. Bagaimana Celia menghadapi monster Utukki. Setelah Dewa Ea tidak beserta dengan Celia lagi, muncullah Marduk. Ia anak Dewa Ea. Jenaka dan gaul. Marduk lah yang mengajari Celia dan membekali Celia melawan Utukki. Thomas di bumi juga tidak gampang. Ia berperang melawan Antu. Ishtar yang semula berniat menghancurkan Thomas, akhirnya mengerti arti cinta yang sesungguhnya dan berusaha mempersatukan Celia dan Thomas.


Apakah perjuangan Celia dan Thomas akan berbuah manis? Bagaimana akhir dari semuanya? Pada akhirnya...... (baca sendiri ya..he he..)
Semuanya saling berhubungan. Salut untuk Mbak Clara yang begitu lihai menghubungkan dan menggabungkan segalanya. Selalu terlihat alami. Dewa bisa lucu- lucuan dan terlihat sedikit humanis di dalam cerita ini. Marduk versi Mbak Clara adalah Marduk yang gaul dan gokil. Saya paling suka dengan Dewa Ea yang baiknya itu loh. Sedihnya waktu melihat ia harus pergi. Namun kepergiannya tidak sia- sia. Seperti pahlawan yang gugur di medan perang.

Meski ada yang terasa ganjil untuk diterima akal, tapi ya..itulah. Semuanya bisa terjadi. 

Ada beberapa kalimat yang saya suka.
<Cinta,> bisik Antu sekali lagi, <adalah mata rantai yang terkuat> - halaman 81

Cinta adalah hal terlemah yang dimiliki manusia. Yang dapat membuat manusia menerita.yang dapat mengakibatkan perang berkepanjangan. Yang dapat membuat manusia rela melihat neraka.
Tapi seperti pedang yang mempunyai dua sisi,cinta juga dapat menguatkan. – halaman 82

Novel ini saya rekomendasikan bagi teman- teman yang suka membaca novel. Semoga bermanfaat dan selamat membaca.


Yang ada di  belakang buku
I am one wing and you are equally the other 

Cerita ini dimulai tujuh ribu tahun lalu. Ketika manusia mendongak ke langit dan menatap bintang gemintang. Terpesona. Lalu bertanya, “Apakah hidup? Apakah cinta?”

Tujuh ribu tahun yang lalu, di lembah subur Mesopotamia, manusia mencapai peradabannya yang pertama. Mereka membangun kota, menciptakan kepercayaan dan agama, menemukan tulisan, membangun irigasi, menggunakan roda, dan mendongengkan mitos pada setiap keturunan anak manusia.

Tujuh ribu tahun yang lalu, bangsa Mesopotamia Kuno bercerita tentang delapan monster, seorang pendeta lelaki, dan dewa-dewi, yang karena satu dan lain hal harus menentukan jalan hidupnya dan menggenapi nasibnya.

Cerita ini bukan mitos. 

Bukan juga dongeng, fantasi, atau sekadar obrolan minum kopi. 
Cerita ini adalah cerita abadi sepanjang zaman. 

Sebuah epos tentang perjuangan, cinta, dan keyakinan, yang telah hidup lebih dari tujuh ribu tahun.



Dari Mesopotamia, tahun 5000 Sebelum Masehi.
Sampai Jakarta, tahun 2000 Sesudah Masehi.